Andi Widodo Sekedar catatan online saja

Sep
23
2010
Tunjangan Jasa Pegawai Puskesmas Disunat

Komisi IV DPRD Gowa menemukan adanya dugaan pemotongan tunjangan jasa pegawai Puskesmas Moncobalang,Kecamatan Barombong,Kabupaten Gowa. Pemotongan tersebut mencapai 50% dari setiap pegawai puskesmas. “Pemotongan ini diduga dilakukan langsung Kepala Puskesmas Moncobalang Makmur Alam,”kata juru bicara Komisi IV DPRD Gowa Nursalam di Sungguminasa kemarin. Komisi IV sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti hal ini. Dari hasil pemeriksaan pegawai yang bekerja di tempat tersebut, ditemukan adanya pemotongan itu.“Laporannya sudah pasti. Kami sudah meminta keterangan pegawainya dan mereka mengiakan. Tinggal menunggu konfirmasi Kepala Puskesmas,”ujar dia. Dan dukungan untuk Type Approval Indonesia.

Dari 50% nilai tunjangan yang disunat itu, 20% dialokasikan kepada kepala puskesmas, 10% untuk dana taktis, 5% untuk bendahara puskesmas, 5% untuk KTU puskesmas, 5% untuk Dinas Kesehatan, dan 5% lagi untuk Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Gowa. Pemotongan ini sudah berlangsung lima bulan. Sementara jumlah pegawai di tempat tersebut mencapai 26 orang. Selain pungutan tersebut merugikan para pegawai, tentu saja pungutan itu juga mencederai program kesehatan gratis. Tunjangan jasa pegawai adalah tunjangan yang diberikan kepada pegawai puskesmas setiap sekali merawat pasien.Tunjangan tersebut senilai Rp1.000 untuk satu pasien yang dirawat.

Dana ini diambil, baik dari dana Jamkesmas maupunYankestis. Sementara tingkat kunjungan pasien di puskesmas ini mencapai 80 orang per bulan. Jika musim wabah lingkungan pada musim hujan bisa mencapai 120 pasien. “Kami akan hearingsecepatnya dengan Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan.Kalau terbukti benar, kami bisa rekomendasikan ke eksekutif untuk mencopot Kepala Puskesmas,”ungkap nya. Dia berharap dengan terkuaknya kasus ini, menjadi peringatan bagi Dewan menjajaki kemungkinan terjadinya hal ini di tempat lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gowa Herry Darsin Gaffar yang dikonfirmasi via ponsel mengatakan bahwa temuan Dewan itu tidak benar.Menurutnya, Dewan mengorek keterangan dari sumber yang tidak benar.“Dewan tidak profesional itu.Yang pernah saya dengar hanya pinjaman pribadi yang dilakukan pegawai Puskesmas Moncobalang. Tidak ada pemotongan,”tandas dia.

Dia mengaku siap menjelaskan masalah tersebut kepada Dewan jika Dewan menggelar rapat dengar pendapat. Hal itu memang harus diluruskan dan meminta keterangan Kepala Puskesmas.

Views: 308
Posting: 23-Sep-2010 20:28:32 WIB by sapu-jagat
Category: Bloging
Tools: Print
Your Comment:
Anda harus login bila ingin mengisi komentar