Andi Widodo Sekedar catatan online saja

Nov
29
2010
Sulsel dan Pemkab Tana Toraja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemkab Tana Toraja (Tator) menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan bandara di Desa Tampo Kec Mangkendek Kab Tana Toraja. Dan dukungan untuk BlackBerry Products.


Lahan yang akan bebaskan tersebut seluas 225 hektare yang terdiri dari persawahan serta lembah. Besarnya nilai pembebasan ini dikarenakan sulitnya medan yang berupa lembah dan pegunungan yang akan diratakan untuk pembangunan bandara baru itu. “Total pembebasan lahan ini mencapai Rp100 miliar yang berasal dari anggaran pemprov dan pemda.Besarnya nilai tersebut karena lokasinya yang berbukit-bukit sehingga harus diratakan lebih dari 7 juta meter kubik tanah,sekaligus untuk penimbunan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur Sultan,kemarin. Menurut Masykur, pembebasan lahan tersebut diharapkan bisa rampung pada tahun 2010. Ditargetkan, 2011 mendatang pemerintah sudah bisa melakukan pematangan lahan yang anggaran dananya berasal dari pemerintah pusat.

Selain pembebasan lahan atau ganti rugi lahan milik masyarakat, pemerintah juga menyiapkan lahan pengganti berupa persawahan (ruislag) bagi warga. Ruislag ini dikarenakan sebagian warga Tator masih mengandalkan mata penghasilannya di pertanian. “Bagi masyarakat yang tidak ingin ganti rugi,tp ingin yg sama,kita siapkan juga lahan untuk ruislag. Karena bagi masyrakat Tator, sawah itu adalah segala-galanya dan merupakan pendapatan masyarakat,” pungkasnya kepada Seputar Indonesia. Akhir pekan lalu,Pemprov Sulsel, Pemda Tator, dan perwakilan Kanwil BPN Sulsel melakukan pertemuan di Kantor Gubernur Sulsel untuk membahas tahap pertama pembangunan bandara tersebut.

Pertemuan ini dipimpin langsung Sekprov Sulsel A Muallim. Masykur mengungkapkan, Pemda Tator juga telah melakukan pertemuan dengan pemangku adat setempat agar ikut mendukung pembangunan bandara tersebut. Pasalnya, bandara ini juga akan mengangkat citra pariwisata Tator dimata nasional dan mancanegara. Sebelumnya, pemerintah telah menunjuk empat lokasi sebagai pembangunan bandara di Tator. Namun,lokasi yang paling strategis berada di Desa Tampo Kec Mangkendek tapi di lokasi inilah yang dianggap sesuai dari sisi keselamatan penerbangan, kemudahan infrastruktur dan efesiensi dana. Dia berharap, dukungan masyarakat sangat diperlukan karena menyangkut kesiapan yang akan dimulai pada 2011.

Pembangunan fisik bandara tersebut rencananya dimulai 2012 mendatang dan bisa difungsikan pada 2014. “Untuk tahap awal, panjang landasan direncanakan 1.650 meter dan baru bisa didarati pesawat dengan kapasitas 50 penumpang. Pembangunan berikutnya ditambah jadi 2.500 meter. Nantinya, bandara ini bisa langsung connect ke Bali, Bunaken,Wakatobi, dan khusus untuk bandara pariwisata,” bebernya.

Views: 272
Posting: 29-Nov-2010 20:08:28 WIB by sapu-jagat
Category: Artikel
Tools: Print
Your Comment:
Anda harus login bila ingin mengisi komentar