Andi Widodo Sekedar catatan online saja

Blog Archive: December 2010
Dec
01
2010

Meski RI dan Malaysia sudah terikat perjanjian moratorium pengiriman TKI, hal itu tidak menyurutkan sejumlah orang untuk tetap mengirimnya. Mereka menggunakan siasat lain ketika pemerintah menutup pintu-pintu keluar yang biasa dilewati.

 Demikian diungkapkan Kepala Sub Direktorat Pengamanan Pencegahan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI), Komisaris Besar Yurlinam Munir, Selasa ( 30/11/2010 ) di Jakarta.

 Seperti yang dilakukan Herman Manafe dan Listia Yanti yang masing-masing mempunyai peran berbeda. Herman bertugas merekrut wanita yang sudah terkumpul di PJTKI-PJTKI di Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Listia memberikan komisi sebanyak Rp 7 juta per orang sekaligus memproses dan menempatkan mereka ke pihak sponsor di negara tujuan.

 "Di sana, para TKW ini sudah disiapkan paspor dan dokumen-dokumen pelengkap yang semuanya asli. Tidak dipungut bayaran sepeserpun. Saya menjanjikan mereka akan bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga di Malaysia," kata Herman.

 Menurut Yurlinam, ada 8 TKW yang akan berangkat ke Malaysia pada Rabu ( 1/12/2010 ) pagi. "Sebelum itu, mereka sudah memberangkatkan 9 TKW ke Malaysia. Karena ada moratorium TKI ke Malaysia sehingga pemeriksaan di Bandara Soekarno Hatta sangat ketat, mereka menyiasatinya dengan mengirim mereka lewat Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat," terang Yurlinam.

 Selain beraksi secara perorangan tanpa mengatasnamakan PJTKI dan berangkat ke Malaysia via Bandung, BNP2TKI juga heran kenapa mereka membuatkan visa di Riau, bukan di Jakarta. "Kami masih mendalami alasan pembuatan visa di sana," ujar dia.

 Seperti diberitakan, Herman dan Listia dilaporkan ke BNP2TKI karena dalam satu bulan terakhir mereka mengirimkan beberapa TKW ke Malaysia pada saat ada moratorium pengiriman TKW ke sana. Mereka menggunakan sebuah rumah kontrakan di kawasan Pinangranti, Jakarta Timur sebagai tempat penampungan.

 Keduanya diduga melanggar UU No 39 Tahun 2004 tentang TKI dengan ancaman sanksi maksimal lima tahun penjara. Beberapa pasal yang dilanggar, seperti merekrut anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai TKI, penampungan tidak berizin, bukan PJTKI resmi yang memberangkatkan dan negara tujuannya itu Malaysia (moratorium pengiriman TKI). Demikian catatan online Andi Widodo tentang perjanjian moratorium.

Views: 225
Posting: 1-Dec-2010 12:09:47 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas