Andi Widodo Sekedar catatan online saja

Blog Archive: May 2010
May
31
2010

An (17), pelajar kelas 3 SMK Bojonegoro, Jawa Timur, diganjar hukuman 2 bulan 15 hari oleh Pengadilan Negeri Bojonegoro. Pasalnya, dia terbukti mencuri helm di salah satu area parkir RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, menurut informasi yang diterima Belajar HTML.

Pemuda asal Desa Mojomalang, Tuban, ini juga harus menerima kenyataan pahit lantaran pihak sekolah menyatakan dia tidak lulus Ujian Nasional (UN). Putusan majlis hakim yang diketuai I Wayan Sukanila itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa yakni 4 bulan penjara.

Dalam sidang putusan hari ini, majelis hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan mencuri helm. Hanya saja, lantaran dia masih anak-anak, maka putusannya dikenai setengah. “Terdakwa secara sah melakukan tindak pidana pencurian,” kata hakim I Wayan Sukanila, Kamis (27/5/2010).

Aksi pencurian sebenarnya dilakukan bersama temannya Roni (20). Tapi, terdakwa Roni belum selesai menjalani persidangan yang dilakukan terpisah. Celakanya, akibat perbuatannnya, An juga dinyatakan tidak lulus oleh pihak sekolah. Sebenarnya nilai UN-nya baik, tetapi nilai ujian sekolahnya jelek.

Pihak keluarga sebenarnya sangat berharap ada kebijakan dari sekolah. Agar selepas dari penjara An bisa mengantongi ijazah. Bahkan, melalui pengacaranya Tri Astuti Handayani, terdakwa mengirm surat kepada kepala sekolahnya, tapi belum ada jawaban.

Menurut hasil penyelidikan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com mendengar putusan itu, terdakwa dan Jaksa Kusnadi menyatakan pikir-pikir. Selama menjalani persidangan, terdakwa ditahan di LP kelas II A Bojonegoro. Dengan vonis 2 bulan ini, maka sebentar lagi An bebas karena vonis dipotong masa tahanan.

Views: 195
Posting: 31-May-2010 02:40:09 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
29
2010

Menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com kebut-kebutan di jalan raya dengan menunggangi sepeda motor, biasanya penampilan para bikers (pengemudi motor) akan acak-acakan. Apalagi, jika bikers seorang wanita. Usai menjadi bikers, bisa bikin kecantikan memudar. Benarkah?

Siapa bilang wanita tak bisa tampil cantik usai kebut-kebutan di jalan raya dengan menunggangi sepeda motor? Perlu Anda sadari, bikers wanita pun bisa terlihat feminin dan cantik, bahkan dalam kecepatan penuh saat mengenakan helm.

Tentu saja ada berbagai trik yang wajib Anda ikuti terlebih dahulu. Menjaga kulit dan rambut sepanjang perjalanan merupakan hal yang wajib Anda lakukan, namun di sisi lain ada tip kecantikan sederhana yang bisa Anda ketahui. Untuk itu, Carefair berbagi tip cantiknya, yaitu:

Rambut

Angin benar-benar bisa “membunuh” rambut Anda. Kendati telah memakai helm, tetap saja sulit mempertahankan gaya rambut yang sudah Anda tata sedemikian rupa. Namun tak perlu putus asa, jika ingin tetap terlihat cantik di atas sepeda motor, saran terbaik adalah menguncir rambut Anda atau mengepangnya.

Terpaan angin yang keras dan cepat, merupakan salah satu masalah besar yang bisa membuat penampilan Anda jadi acak-acakan. Tak hanya itu saja, angin juga bisa membuat rambut menjadi rusak dan kering.

Karena itu, sebelum mengendarai sepeda motor, ada baiknya merawat rambut Anda dengan menggunakan produk rambut yang kaya vitamin. Ini penting dilakukan untuk menjaga rambut tetap sehat, mudah ditata, dan mengkilat.

Jika berencana untuk membiarkan rambut Anda tergerai saat mengendarai sepeda motor, maka bersiaplah untuk melihat rambut Anda seperti layaknya benang kusut. Jika rambut Anda menjadi kusut, maka ini bisa menambah pekerjaan Anda untuk merapikannya dari awal. Bahkan, Anda harus menahan rasa sakit saat menyisir rambut.

Dan, bila Anda merasa masih sulit terlihat cantik, Anda bisa menjaga tatanan rambut dengan memakai bandana. Ini dilakukan untuk membuat rambut Anda tetap berada di tempatnya dan menghindari tatanan rambut memalukan yang disebut ”rambut helm”.

Riasan Wajah

Mungkin kelihatannya konyol, memiliki wajah dengan riasan sempurna, sementara Anda mengendarai sepeda motor. Tapi tak dipungkiri, sebagian besar kaum hawa ingin terlihat cantik dan mengagumkan setelah sepeda motor diparkir atau lebih tepatnya seusai mencopot helm yang mereka kenakan.

Untungnya, ada beberapa pilihan untuk membantu Anda mencari cara yang terbaik, yakni jenis make up yang Anda pakai tergantung pada jenis helm yang Anda miliki.

Pengendara motor dengan helm full face atau menutup seluruh wajah, bisa menggunakan foundation palette sebelum mengaplikasikan bedak padat. Karena helm ini sifatnya menutupi seluruh permukaan wajah jadi apapun make up yang digunakan, tentu saja bisa membuatnya cepat terhapus.

Cara terbaik untuk menyiasati penampilan Anda adalah dengan bermain pada riasan mata. Mengaplikasikan lip gloss atau lipstik, ada baiknya setelah Anda turun dari sepeda motor, karena ini bisa meninggalkan noda selama perjalanan berlangsung.

Untuk pengendara motor wanita yang biasanya mengenakan helm half face, yakni helm yang tidak membungkus wajah bagian depan, maka pilihan make up akan lebih beragam.

Tapi yang utama adalah mengenakan tabir surya atau SPF yang terkandung dalam foundation, setelah itu kenakan bedak padat dan blush on secukupnya. Kali ini Anda memiliki kesempatan yang cukup besar, mengeksplor area mata atau bibir sesuka hati.

Namun menurut Belajar HTML, satu hal yang perlu diingat adalah, bahwa serangga atau kotoran juga bisa menempel pada wajah Anda selama perjalanan. Jadi mungkin lebih bijaksana untuk membuat riasan wajah terlihat lebih simpel saat mengendarai sepeda motor dan menerapkan sisanya setelah Anda tiba di tempat tujuan, Anda pun akan punya banyak waktu untuk memeriksa diri di depan cermin.

Views: 170
Posting: 29-May-2010 18:14:01 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
24
2010

Suatu negara tidak dapat dikatakan negara demokratis apabila tidak disertai adanya kebebasan pers,sekalipun secara prosedur telah menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. PERS merupakan pilar keempat demokrasi.Semakin tinggi tingkat kebebasan pers di suatu negara, maka semakin demokratis pula pemerintahan di negara bersangkutan, mnurut hasil penylidikan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,pers memegang peranan sangat penting. Kemerdekaan pers secara implisit dan dijamin di dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang intinya menyebutkan bahwa kebebasan berpendapat baik secara individual maupun dalam kelompok merupakan hak dasar warga negara.

Dalam hal ini, pers mempunyai misi sebagai penjaga sekaligus menyebarkan nilai-nilai demokrasi, kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat.Pers menjadi penghubung antara kelompokkelompok masyarakat dan negara. Apabila kebebasan pers dipasung, maka dengan sendirinya memasung kebebasan warga masyarakat. Pers juga mengemban fungsi sebagai mitra sekaligus lembaga yang kritis dan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.

Pers mendukung serta membantu menyosialisasikan kebijakan pemerintah apabila di dalam kebijakan tersebut terdapat unsur-unsur yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Sebaliknya, pers juga berperan sebagai whistle blower apabila ada kebijakan yang merugikan masyarakat. Bagaimana kondisi kebebasan pers saat ini? Pertanyaan mengenai kebebasan pers dewasa ini menjadi penting, sebab pada tahun ini pers sedang melakukan gerak maju ke arah pendewasaan dan profesionalisme pers.

Itu ditunjukkan dengan disepakatinya butirbutir standardisasi pers pada peringatan Hari Pers Nasional di Palembang yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Februari lalu. Kehadiran Kepala Negara dalam acara peringatan bermakna bahwa kebebasan pers saat ini sudah benar-benar dijamin oleh pemerintah. Meski demikian, kebebasan pers pada era reformasi juga tidak selalu menemui jalan yang mulus.

Reporters Sun Frontieres, sebuah lembaga pers independen yang berbasis di Paris, Prancis, tahun lalu mengeluarkan rilis Indeks Kebebasan Pers Dunia tahun 2009.Dalam indeks itu, peringkat kebebasan pers Indonesia, yakni 101 dari 175 negara dengan skor 28,5.Posisi Indonesia meningkat dari tahun sebelumnya yang ada di peringkat 111 dengan skor 27.

Meski Indonesia masih tergolong yang terbaik di kawasan Asia Tenggara, namun peringkat 101 masih belum memuaskan.Artinya, masih ada sekitar 100 negara yang tingkat kebebasan persnya lebih tinggi dibanding negara kita. Sementara itu, peringkat papan atas masih diduduki negaranegara maju yang memang sudah memiliki tradisi pers dan demokrasi yang panjang.Negara-negara itu, misalnya Denmark, Belanda, Australia, Amerika Serikat atau Jepang.

Sebaliknya,negara-negara yang berada di peringkat bawah kebanyakan merupakan negara yang sistem politiknya cenderung otoriter, misalnya Iran, China atau Korea Utara. Jika dilihat dari trennya, indeks kebebasan pers Indonesia dari tahun ke tahun belum pernah beranjak ke level 100 besar. Pada tahun 2003, Indonesia berada di peringkat 111 dengan skor 34,25 (skala angka 0 tertinggi dan 100 terendah).

Pada tahun-tahun berikutnya, peringkat Indonesia fluktuatif berturut-turut 117 pada tahun 2004, kemudian naik menjadi 105 (2005), lalu naik lagi menjadi 103 (2006) dan 100 (2007). Pada 2008, peringkat Indonesia kembali melorot ke posisi 111,salah satunya dipengaruhi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan gugatan keluarga Soeharto terhadap majalah TIME.

Baru pada tahun 2009, peringkat Indonesia kembali membaik.Kesimpulan dari data di atas ialah tingkat kebebasan pers di Indonesia masih belum seperti yang diharapkan. Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, namun dunia persnya masih jauh di bawah negara-negara demokrasi lainnya. Mengapa demikian? Rendahnya angka kebebasan pers menegaskan bahwa pers di Indonesia pada era reformasi ini ternyata masih belum sepenuhnya bebas.

Masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menegakkan kebebasan pers. Berbagai persoalan itu masih menyangkut persoalan klasik dalam kebebasan pers di antaranya tuntutan-tuntutan hukum terhadap institusi pers, kasus-kasus kekerasan yang menimpa wartawan, bahkan sampai pembunuhan terhadap wartawan. Jika tidak segera diatasi, dipastikan peringkat kebebasan pers Indonesia akan melorot lagi.

Hampir sama seperti masa Orde Baru, ruang gerak pers pada era reformasi masih terbatas karena masih banyak tuntutan hukum terhadap institusi pers.Delik pers muncul kebanyakan disebabkan ketidakpuasan suatu pihak atas pemberitaan pers.Dalam banyak kasus, media digugat dengan pasal 310 KUHP dengan tuduhan Pencemaran Nama Baik dan pasal 311 KUHP tentang Penyebaran Fitnah.

Pasal inilah yang banyak menjerat wartawan atau institusi pers, misalnya kasus keluarga Soeharto dengan majalah TIME,gugatan pemimpin Artha Graha Group Tommy Winata terhadap majalah Tempo pada 2003 lalu. Kemudian belakangan, gugatan Reymond terhadap tujuh media terkait pemberitaan yang seolah-olah menuduh dirinya sebagai ”bandar judi”. Kebanyakan pihak penggugat menggunakan pasal pidana dalam menyelesaikan sengketa pers.

Padahal,sengketa pers telah diatur agar merujuk pada Undang- Undang Pers.Pada pasal 5 UU Pers ditegaskan, segala pengaduan masyarakat terkait pemberitaan institusi pers akan difasilitasi oleh Dewan Pers. Dalam kasus terjadi kesalahan pada pers, maka pihak yang merasa keberatan memiliki hak jawab.Sayangnya,hal ini kerap diabaikan dan menyebabkan wartawan kerap berurusan dengan meja hijau.

Menurut laporan LBH Pers, setidaknya telah terjadi 108 gugatan pers yang menggunakan pasal pencemaran nama baik pada kurun 2003–2007. Persoalan kedua mengapa indeks kebebasan pers di Indonesia relatif rendah ialah masih banyaknya tindak kekerasan terhadap wartawan.Kekerasan biasanya terjadi ketika seorang wartawan sedang melakukan tugas jurnalistik atau ketika ada pihak yang merasa tersinggung dengan isi berita yang ditulis oleh wartawan.

Menurut data Aliansi Jurnalis Independen (AJI), jumlah kasus kekerasan terhadap wartawan pada tahun 2009 tercatat sebanyak 71 kasus, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 54 kasus. Bentuk kekerasan mencakup fisik, seperti pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan bahkan pembunuhan. Sementara ini, kekerasan nonfisik, misalnya larangan peliputan, perampasan rekaman berita, hingga ancaman atau teror.

Dari kasus-kasus tersebut, modus kekerasan fisik adalah yang paling sering terjadi. Belakangan ini saja,marak terjadi kasus-kasus penganiayaan terhadap wartawan, seperti yang terjadi Ambon atau kekerasan yang menimpa wartawan Radar Karawang oleh preman baru-baru ini. bahkan, kekerasan juga berujung pada pembunuhan, seperti yang menimpa seorang wartawan Radar Balitahun lalu. Meningkatnya kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan sangat memprihatinkan.

ini mengindikasikan bahwa masih banyak pihak- pihak di kalangan pemerintah atau masyarakat yang belum memahami sepenuhnya fungsi dan tugas wartawan,seperti tercantum dalam UU Pers. Untuk mencegah kejadian-kejadian di atas berulang sekaligus meningkatkan kebebasan pers, beberapa upaya harus dilakukan. Pertama,harus ada pemahaman yang komprehensif tentang fungsi pers dan peraturan perundangan yang mengatur tentang pers,terutama kepada masyarakat dan lembaga penegak hukum.

Hal ini karena tidak semua masyarakat dan aparat penegak hukum memahami UU Pers dengan baik sehingga sengketa pemberitaan pers tetap dibawa ke pengadilan dan menggunakan hukum pidana. Sejalan dengan itu, pihak pencari maupun pemberi berita harus menghargai kode etik jurnalistik dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada kekerasan.

Dalam banyak kasus, kekerasan terhadap wartawan kerap diakibatkan oleh teknis peliputan yang dianggap kurang berkenan, misalnya yang sering terjadi pada liputan-liputan di pengadilan atau liputan terkait privacy seorang tokoh. Maka sebaiknya disepakati terlebih dahulu bagaimana teknis peliputan yang diinginkan kedua belah pihak.

Hal ini pun sudah diatur di dalam kode etik jurnalistik di mana seorang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya harus mendapatkan izin dari yang berkenan. Kalaupun di lapangan terjadi kesalahpahaman yang dilakukan wartawan ataupun wartawan tidak profesional atau ”bodrek”, hal itu bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan akan mendapatkan sanksi profesi.

Views: 185
Posting: 24-May-2010 23:51:20 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
22
2010

RITELmodern dan UMKM bisa saling menguntungkan jika bekerja sama.Pasar modern butuh pasokan produk yang berkualitas dengan harga bersaing, sementara UMKM butuh pemasaran produk yang mumpuni. Pasar modern baik berupa supermarket atau hypermarket dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpotensi menjadi dua mitra yang bisa menciptakan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan).

Pola penyajian supermarket atau hypermarket dengan berbagai fasilitas dan kenyamanan adalah kelebihan yang bisa mendatangkan pembeli, menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Sementara UMKM sebagai sebuah unit usaha sangat potensial menghasilkan produk berbasis masyarakat dengan harga kompetitif yang dibutuhkan supermarket atau hypermarket sehingga UMKM sangat potensial menjadi pemasok bagi industri ritel besar. Pola pemasaran ritel besar pun sangat dibutuhkan UMKM. Jika dipadukan dengan baik, keduanya akan menghasilkan sinergitas. Tetapi, yang selama ini mencuat ke permukaan justru hubungan yang kurang harmonis antara keduanya.Dari sisi regulasi misalnya ada asumsi yang menyebutkan bahwa UMKM semakin terhimpit.

Hal ini terlihat dari semakin tergerusnya pangsa omzet pasar tradisional yang banyak menampung produk UMKM. Dengan alasan tersebut, pemerintah mengeluarkan beberapa ketetapan yang mengatur harmonisasi antara pasar modern dan pasar tradisional.Namun, peritel modern menilai kebijakan tersebut dirasa menghambat perkembangan pasar modern. Salah satu regulasi yang selama ini dianggap menghambat perkembangan pasar modern adalah Peraturan Presiden No 112/2007 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 53/2008 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern. Ketetapanyangdianggapmenghambat dalam regulasi tersebut di antaranya lokasi ritel modern selain minimarket harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten (RTRWK).Kota/ kabupaten yang belum memiliki RTRWK dilarang memberikan izin pembangunan ritel modern.

Selain itu, pendirian ritel modern juga wajib memperhatikan jarak dengan pasar tradisional yang telah ada. Belum lagi soal trading term yang diterapkan ritel modern kepada pemasok harus mengikuti syarat bahwa peritel modern tidak bisa meminta regular discount jika pemasok memberlakukan harga neto yang dipublikasikan ke semua toko modern. Di samping itu, fixed rebate (potongan harga dari pemasok ke toko modern tanpa dikaitkan dengan target penjualan) hanya dapat diberikan secara periodik tiga bulan, maksimum 1%. Conditional rebate(potongan harga yang diberikan oleh pemasok terkait target penjualan) dengan ketentuan jika penjualan mencapai 100% dari target mendapat potongan harga maksimal 1%.

Jika penjualan mencapai 101–115%, kelebihannya mendapat diskon maksimum 5%. Jika penjualan melebihi 115% target, kelebihannya mendapat diskon maksimum 10%. Di sisi lain, seringkali produk UMKM tidak bisa masuk dalam industri ritel besar.Berbagai faktor menjadi penghambat masuknya produk UMKM.Mulai dari kualitas pengemasan yang kurang baik dan tidak sesuai standar yang diharapkan, hingga kemampuan keberlanjutan pasokan produk dari UMKM bagi ritel. Di tengah kondisi semacam ini, beberapa waktu lalu PT Carrefour Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersepakat melakukan kerja sama dalam melakukan pengembangan dan perluasan usaha.

Dalam kesepakatan itu disebutkan, Carrefour sebagai salah satu pemain utama ritel modern di Indonesia akan memberikan perhatian kepada produk UMKM. Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak pada Rabu (12/5). Dalam MoU tersebut disepakati empat hal yakni pengembangan usaha kecil dan menengah, pencarian potensi lokasi baru gerai Carrefour oleh Hipmi, logistik, dan evaluasi keberhasilan program. Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa mengatakan, keberpihakan ritel besar seperti Carrefour kepada UMKM dibutuhkan. Keberpihakan itu penting mengingat UMKM sebagai usaha berbasis masyarakat sangat berpotensi berkembang jika didukung sejumlah pihak,termasuk peritel modern.

Menurut Erwin, ada beberapa hal yang menjadi kendala UMKM saat ini seperti masalah teknis pemasaran, modal kerja,dan manajemen usaha.Tiga hal tersebut yang akan menjadi perhatian Hipmi. ”Selama ini standar baik dari segi kemasan maupun lainnya yang tidak sesuai dengan permintaan supermarket menyebabkan banyak potongan harga yang harus dibebankan kepada produk UMKM yang masuk,” kata Erwin kepada Seputar Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, pihaknya akan melakukan pelatihan-pelatihan. Ada sejumlah target yang diharapkan dari pelatihan tersebut seperti pengelolaan manajemen yang baik hingga pengemasan produk. Dengan upaya ini,UMKM diharapkan bisa berkembang lebih baik dan dapat menjangkau gerai-gerai ritel modern sehingga dapat meningkatkan nilai dari produk.

”Carrefour tentunya membutuhkan produk yang masuk kepada mereka bisa berkualitas dan sesuai standar yang dibutuhkan,”tambah Erwin. Saat ini Hipmi memiliki lebih dari 400 cabang di Indonesia yang merupakan mitra strategis Carrefour. Dengan perjanjian tersebut, pihaknya akan membantu Carrefour mencari lokasi untuk gerai ritel atau supermarket. Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU ini, Hipmi akan membentuk kelompok kerja atau komisi khusus yang akan bekerja secara intensif demi tercapainya tujuan dari kedua belah pihak. Menyikapi penandatanganan kerja sama tersebut, Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia Shafie Shamsuddin mengatakan, pihaknya harus akan berekspansi dan memberi peluang kedua pihak untuk dapat menemukan lokasi yang baik.

Carrefour juga bisa mendapat masukan dari Hipmi.Kerja sama kedua belah pihak berlangsung selama satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan keduanya. Sementara tentang pengembangan UMKM, Shafie juga menjamin bahwa pihaknya akan punya komite khusus untuk melakukan evaluasi dan memberikan masukkan ke UMKM. ”Bayangkan apabila anggota Hipmi yang 95% atau sekitar 38.000 anggotanya dapat memanfaatkan secara aktif 80 gerai Carrefour yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini akan memberikan dampak yang positif,”ujarnya.

Saat ini saham PT Carrefour Indonesia 40% dikuasai investor dalam negeri Chairul Tanjung melalui Trans Corp. Selebihnya 39% dikuasai Carrefour SA, Onesia BV (11,5%),dan Carrefour Netherland BV (9,5%). ”Kita menargetkan tahun ini 13 gerai, tahun depan 20 gerai konsisten,” kata Chairul seperti dilansir Okezone (12/5). Tetapi,Chairul menambahkan, Carrefour Indonesia tidak berminat untuk masuk ke bisnis minimarket sebab Carrefour bukan 100% milik Indonesia. ”Filosofinya, untuk minimarket harus 100% milik Indonesia dan tidak 1% pun milik asing. Saya mendukung itu. Jadi tidak akan masuk ke minimarket karena tidak bisa,” ungkapnya. Mengenai pembiayaan UMKM, Chairul menuturkan,terdapat dua bank yang membantu memberikan kredit pinjaman bagi UMKM yaitu Syariah Mega dan Bank Mega.

”Syariah Mega fokus memberikan kredit mikro khusus usaha kecil sampai Rp100 juta, Bank Mega fokus usaha kecil dan menengah memberikan kredit pinjaman Rp100–500 juta. Prosesnya tiga hari langsung cair. Nanti kalau butuh pinjaman Rp1 miliar, kita akan back upjuga,”ujarnya. Model kerja sama yang dilakukan PT Carrefour Indonesia dan Hipmi ini diharapkan bisa membuka peluang bagi UMKM untuk lebih meningkatkan perannya di kancah ekonomi nasional. Dengan begitu,UMKM tidak lagi terpinggirkan di tengah modernisasi pasar yang sedang berlangsung saat ini.

Views: 185
Posting: 22-May-2010 03:22:27 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
21
2010

Kalangan muslim Inggris bisa tersenyum bangga dengan terpilihnya Sayeeda Hussain Warsi sebagai salah satu menteri dalam kabinet Perdana Menteri (PM) David Cameron.

WARSI adalah muslim pertama yang bisa menduduki kursi menteri dalam sejarah Inggris. Cantik, modern, energik, dan cerdas,itulah gambaran sekilas sosok Warsi.Kendati berpenampilan seperti wanita kebanyakan,Warsi bukanlah wanita biasa.Ibu berusia 39 tahun ini memiliki catatan mengagumkan dalam karier politiknya.

Setelah mencatatkan namanya sebagai anggota House of Lords atau Majelis Tinggi termuda dalam sejarah Inggris (saat berusia 36 tahun), Warsi kini mencetak sejarah baru lainnya sebagai muslim pertama yang bisa duduk dalam jajaran kabinet Inggris. Menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com terpilihnya Warsi memang tidak mengejutkan lantaran selama ini dia dikenal sebagai tangan kanan PM Cameron.Baginya,menjadi bagian kabinet adalah keistimewaan.

“Bagi saya yang datang dari keluarga buruh dan diberi kesempatan untuk duduk di kabinet di tengah masa yang penting dalam sejarah Inggris Raya adalah hal yang luar biasa menggugah,”ucap Warsi setelah menghadiri sidang kabinet pertama di Downing Street 10, Kamis (13/5) lalu. Warsi yang lahir di Dewsbury, Inggris, ini merupakan keturunan Pakistan.Ayahnya pernah menjalankan perusahaan bisnis mebel meski kemudian beralih menjadi pekerja.

Dengan berayah Pakistan, Warsi pun mahir berbicara dalam bahasa Urdu, Gujarati hingga Punjabi. Setelah menyelesaikan pendidikan di Birkdale High School dan Dewsbury College, dia melanjutkan studi di bidang hukum di Universitas Leeds.Warsi semakin mendalami ilmu hukum saat mengambil keprofesian di York College of Law. Sejak di bangku kuliah,Warsi sudah menunjukkan minat yang besar terhadap politik.

Wanita kelahiran 28 Maret 1971 ini sempat bekerja pada anggota Partai Konservatif John Whitfield sebelum mendirikan kantor pengacara sendiri. Namanya mulai mencuri perhatian saat melancarkan Operation Black Vote di West Yorkshire pada 1996. Namanya semakin terkenal saat membebaskan guru Inggris Gillian Gibbons di Sudan pada 2007. Gibbons dipenjara karena mengizinkan murid-muridnya menamai boneka beruangnya dengan nama Muhammad.

Sejak awal karier politiknya, Warsi menaruh perhatian besar pada isu-isu rasial, kawin paksa, kondisi penjara yang buruk, serta isu-isu jaringan bisnis nasional. Tidak aneh bila kemudian dia aktif sebagai anggota Kirklees Racial Equalities Councild serta Joseph Rowntree Charitable Trust’s Racial Justice Committee. Dia bahkan pernah mengadakan penelitian tentang pernikahan paksa di Kementerian Hukum Pakistan.

Pada 2004, dia memutuskan berhenti sebagai pengacara untuk berjuang mendapatkan kursi parlemen mewakili kampung halamannya, Dewsbury, West Yorkshire. Padahal, saat itu Warsi yang dikenal sebagai pengacara andal mampu mendapatkan penghasilan 130.000 poundsterling. Warsi yang mewakili Partai Konservatif harus mengakui keunggulan Shahid Malik dari Partai Buruh.Kendati kalah, dia dipercaya menjadi penasihat khusus. Pada 2007,ibu dari seorang putri ini ditunjuk sebagai menteri bayangan untuk Kementerian Komunitas.

Dia pun kemudian diberi status sebagai Baroness of Dewsbury yang merupakan gelar bangsawan prestisius. Warsi dikenal sebagai politikus yang blak-blakan dan kontroversial. Sikap kontroversialnya ditunjukkan saat dia mengkritik keras salah satu politikus ultrakonservatif Inggris yang juga pemimpin Partai Nasional Britania Nick Griffinm pada Oktober lalu.Dalam debat di BBC,Warsi mengatakan Griffin sebagai seorang penipu yang suka melecehkan Islam dan Kristen.

“Anda adalah seorang penipu yang suka melecehkan agama Islam dan Kristen,”ucapnya kepada Griffin. Tahun lalu dia dilempari telur oleh kelompok muslim militan di Luton karena dinilai tidak berperilaku sebagai muslim yang baik dan malah mendukung banyaknya warga muslim yang meninggal di Afghanistan. Namun, dengan enteng, Warsi mengkritik balik kelompok itu dengan mengatakan, “Anda adalah orang idiot yang sama sekali tidak mewakili mayoritas umat Islam Inggris.”

Kendati sering membuat banyak orang, termasuk kalangan muslim, meradang,Warsi diharapkan bisa membawa angin segar bagi kalangan muslim di Inggris yang menjadi minoritas di sana.Warsi diharapkan dapat menyampaikan suara kalangan muslim, terutama dalam perumusan kebijakan Pemerintah Inggris.

Views: 199
Posting: 21-May-2010 01:53:59 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
 1 2 >