Anggada Balik Belajar Ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jun
29
2010

Kegagalan Italia lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 2010 disambut beraneka ragam respon. Salah satu diantaranya suratkabar Il Giornale yang memasang karikatur 11 peti mati berwarna biru dengan formasi 4-3-3 pada halaman mukanya.

Tak pelak kartun itu mengundang kemarahan Simone Pepe. Pemain Italia ini mengecam pembuat kartun, dan turut memberikan sumpah serapah.

“Itu sudah berlebihan. Saya menerima kritikan, tapi menggambarkan kami dalam peti mati terlalu menyerang kami. Siapa pun yang menggambar kartun itu, pasti seorang penjaga makam. Saya berharap mereka membuat peti mati untuk dirinya sendiri. Bukan berwarna biru, tapi coklat,” cetus Pepe dilansir Football Italia.

Menanggapi sumpah serapah yang dilontarkan Pepe, pembuat karikatur tersebut, Giorgio Foranttini, balik menyerang anggota timnas Italia itu melalui suratkabar La Gazzetta dello Sport. Dan miliki Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.

“Melawan Slowakia, saya melihat 11 bangkai di sana. Sejujurnya, saya tidak pernah mengharapkan kematian bagi para pemain,” sergah Foranttini.

“Saya hanya ingin menggambarkan kematian tim nasional sepakbola kami. Itu saja. Reaksi Pepe justru sangat buruk. Tapi saya merespon ucapannya dengan senyum lebar.”

“Mungkin pemain tim nasional tidak mengerti, betapa marahnya warga Italia atas kegagalan mereka.”

“Mereka seharusnya bersembunyi, dibandingkan hanya duduk di bangku cadangan sambil menikmati uang yang mereka dapatkan.”

Sedangkan editor Il Giornale, Vittorio Feltri, mengkritik komplain Pepe tentang karikatur yang mereka pasang di halaman pertama.

“Vinyet tetap sebuah vinyet. Jika Pepe tahu bagaimana cara membacanya, dia akan memahami pesan yang ada di karikatur itu bukan tentang fisik pemain yang mati, tapi kematian sepakbola kita,” kecam Feltri. Dan selalu update Hasil Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Views: 99
Posting: 29-Jun-2010 01:58:16 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
08
2010

Setelah memerika lokasi jatuhnya Sutanto di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, polisi langsung mengevakuasi jenazah pria asal Pacitan itu ke RSCM. Proses evakuasi dilakukan sekira pukul 09.30 WIB, menurut informasi yang didapat Type Approval Indonesia.

Pantauan media massa di lapangan, Selasa (8/6/2010), jenazah Sutanto dievakuasi menggunakan mobil ambulans.

Hingga kini proses olah TKP masih berlangsung. Baik Kapolres Jakarta Selatan maupun Kapolsek Setiabudi masih mengawal proses penyelidikan.

Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa Sutanto ditemukan dalam kondisi tewas di lantai tiga Hotel Manhattan sekira pukul 07.30 WIB. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh petugas restoran.

Views: 128
Posting: 8-Jun-2010 12:53:30 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
31
2010

Sudah tidak tahan dengan drama perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya yang anggota DPRD Maluku, seorang istrinya menggerebek keberadaan suaminya yang sedang berselingkuh di Jakarta, menurut informasi yang diterima Belajar HTML.

Adalah anggota DPRD Maluku dari Fraksi Golkar, Yusri Arifin (50), yang kedapatan berselingkuh dengan pegawai negeri sipil Dinas Perindustrian dan Koperasi Halmahera Selatan Nurmaya Thalib (40).

Keduanya dibekuk saat tengah melakukan badan di sebuah kamar kos-kosan di Jalan Mardani Raya No 36, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sekira pukul 20.30 WIB, Kamis (27/5/2010).

Penggerebekan itu berdasarkan info yang diperoleh istri Yusri, Nailah Ibrahim, yang kemudian dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat. Bersama petugas, Yusri menggerebek pasangan haram itu di sebuah kamar yang berukuran 3x4 meter.

Menurut Nailah, Yusri telah berrhubungan dengan pasangan selingkuhnya selama empat tahun. Selama itu, sebenarnya Nailah sudah mengetahuinya. Namun, berusaha ditutupi untuk menjaga nama baiknya suaminya.

"Permepouan ini awalntya bawahan bapak. pegawai honorer. Karena kedekatan perselingkuhan ini terjadi. Selama ini saya menjaga nama baik bapak," ucap Nailah yang juga mengatakan telah menikah dengan Yusri selama 12 tahun.

Kini dua pasangan haram itu digelandang petugas kepolisian ke Polres Jakarta Pusat, untuk dimintai keterangan lebih lanjut, menurut informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Nailah sendiri ikut menyertai dua pasangan tersebut ke Polres Jakarta Pusat

Views: 115
Posting: 31-May-2010 22:32:55 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging