Kegagalan Italia lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 2010 disambut beraneka ragam
respon. Salah satu diantaranya suratkabar Il Giornale yang memasang
karikatur 11 peti mati berwarna biru dengan formasi 4-3-3 pada halaman
mukanya.
Tak pelak kartun itu mengundang kemarahan Simone Pepe.
Pemain Italia ini mengecam pembuat kartun, dan turut memberikan sumpah
serapah.
“Itu sudah berlebihan. Saya menerima kritikan, tapi
menggambarkan kami dalam peti mati terlalu menyerang kami. Siapa pun
yang menggambar kartun itu, pasti seorang penjaga makam. Saya berharap
mereka membuat peti mati untuk dirinya sendiri. Bukan berwarna biru,
tapi coklat,” cetus Pepe dilansir Football Italia.
Menanggapi
sumpah serapah yang dilontarkan Pepe, pembuat karikatur tersebut,
Giorgio Foranttini, balik menyerang anggota timnas Italia itu melalui
suratkabar La Gazzetta dello Sport. Dan miliki Jadwal
Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.
“Melawan
Slowakia, saya melihat 11 bangkai di sana. Sejujurnya, saya tidak
pernah mengharapkan kematian bagi para pemain,” sergah Foranttini.
“Saya
hanya ingin menggambarkan kematian tim nasional sepakbola kami. Itu
saja. Reaksi Pepe justru sangat buruk. Tapi saya merespon ucapannya
dengan senyum lebar.”
“Mungkin pemain tim nasional tidak
mengerti, betapa marahnya warga Italia atas kegagalan mereka.”
“Mereka
seharusnya bersembunyi, dibandingkan hanya duduk di bangku cadangan
sambil menikmati uang yang mereka dapatkan.”
Sedangkan editor Il
Giornale, Vittorio Feltri, mengkritik komplain Pepe tentang karikatur
yang mereka pasang di halaman pertama.
“Vinyet tetap sebuah
vinyet. Jika Pepe tahu bagaimana cara membacanya, dia akan memahami
pesan yang ada di karikatur itu bukan tentang fisik pemain yang mati,
tapi kematian sepakbola kita,” kecam Feltri. Dan selalu update Hasil
Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Setelah memerika lokasi jatuhnya Sutanto di Hotel Manhattan, Jakarta
Selatan, polisi langsung mengevakuasi jenazah pria asal Pacitan itu ke
RSCM. Proses evakuasi dilakukan sekira pukul 09.30 WIB, menurut
informasi yang didapat Type Approval
Indonesia.
Pantauan media massa di lapangan, Selasa
(8/6/2010), jenazah Sutanto dievakuasi menggunakan mobil ambulans.
Hingga
kini proses olah TKP masih berlangsung. Baik Kapolres Jakarta Selatan
maupun Kapolsek Setiabudi masih mengawal proses penyelidikan.
Menurut
informasi yang diterima Belajar HTML
bahwa Sutanto ditemukan dalam kondisi tewas di lantai tiga Hotel
Manhattan sekira pukul 07.30 WIB. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh
petugas restoran.
Sudah tidak tahan dengan drama perselingkuhan yang dilakukan oleh
suaminya yang anggota DPRD Maluku, seorang istrinya menggerebek
keberadaan suaminya yang sedang berselingkuh di Jakarta, menurut
informasi yang diterima Belajar HTML.
Adalah
anggota DPRD Maluku dari Fraksi Golkar, Yusri Arifin (50), yang
kedapatan berselingkuh dengan pegawai negeri sipil Dinas Perindustrian
dan Koperasi Halmahera Selatan Nurmaya Thalib (40).
Keduanya
dibekuk saat tengah melakukan badan di sebuah kamar kos-kosan di Jalan
Mardani Raya No 36, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sekira pukul 20.30
WIB, Kamis (27/5/2010).
Penggerebekan itu berdasarkan info yang
diperoleh istri Yusri, Nailah Ibrahim, yang kemudian dilaporkan ke
Polres Jakarta Pusat. Bersama petugas, Yusri menggerebek pasangan haram
itu di sebuah kamar yang berukuran 3x4 meter.
Menurut Nailah,
Yusri telah berrhubungan dengan pasangan selingkuhnya selama empat
tahun. Selama itu, sebenarnya Nailah sudah mengetahuinya. Namun,
berusaha ditutupi untuk menjaga nama baiknya suaminya.
"Permepouan
ini awalntya bawahan bapak. pegawai honorer. Karena kedekatan
perselingkuhan ini terjadi. Selama ini saya menjaga nama baik bapak,"
ucap Nailah yang juga mengatakan telah menikah dengan Yusri selama 12
tahun.
Kini dua pasangan haram itu digelandang petugas kepolisian
ke Polres Jakarta Pusat, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,
menurut informasi yang diterima Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com. Nailah sendiri ikut menyertai dua
pasangan tersebut ke Polres Jakarta Pusat