Gelandang Atletico Madrid yang dua musim lalu sempat dipinjamkan kepada
klub Portugal Benfica Jose Antonio Reyes mengaku tempat favoritnya untuk
menyaksikan pertandingan sepak bola adalah rumah.
Reyes yang
hadir di Indonesia dalam kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2010
di sejumlah kota mengungkapkan, ia tidak bisa lepas dari putranya, Jose
Antonio Jr. Karena itu, selama Piala Dunia 2010 berlangsung, ia selalu
menyaksikan pertandingan di rumah bersama sang putra.
“Tempat
favorit saya menonton sepakbola adalah rumah. Saya selalu menontonnya
bersama putra saya. Rumah adalah tempat terbaik untuk menyaksikan
sepakbola,” ujar Reyes dalam bahasa Spanyol yang diterjemahkan
pendampingnya di Jakarta tadi siang.
Namun Reyes mengaku gembira
ketika mendapat undangan untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2010
di Indonesia. Reyes menyatakan belum pernah mengetahui tentang
Indonesia, tapi ia mengaku kagum dengan suporter sepak bola di sini.
“Saya
mengetahui fans sepakbola di sini hebat ketika tiba di Jakarta semalam
[Sabtu malam]. Antusias terhadap sepakbola di sini sangat tinggi. Tapi
maaf, saya tidak mengetahui Indonesia maupun persepakbolaannya. Saya
rasa Indonesia adalah negara yang hebat,” imbuh Reyes sambil tersenyum.
Dan miliki Jadwal
Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.
Sementara
itu, Chandra Gunawan, brand manajer Gudang Garam, sebagai sponsor yang
menghadirkan Reyes di Indonesia mengungkapkan, kendati tim Merah Putih
belum dapat berpartisipasi di Piala Dunia, pihaknya mencoba untuk
membawa kemeriahan hajatan sepakbola empat tahunan itu dengan
menghadirkan pemain bintang.
“Kami ingin membawa kemeriahan piala
dunia ke Indonesia, meski saat ini kita belum bisa bertanding. Selain
mendatangkan Jose Antonio Reyes kami juga mengundang seorang freestyle
footballer dari Brazil yaitu Murilo,” kata Chandra. Dan selalu update Hasil
Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Menurut hasil informasi yang diterima Type
Approval Indonesia bahwa dugaan Mrs X menjadi korban pembunuhan
menguat menyusul hasil autopsi menunjukkan sebelum tewas ia lebih dulu
ditenggelamkan di lumpur.
"Kami temukan ada tanda tanda
kekerasan tumpul pada kepala, wajah dan leher," papar Kepala Instalasi
Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Dudut Rustiyadi, Selasa (8/6/2010).
Tidak
hanya itu, hasil pemeriksaan pada paru-parunya ditemukan lumpur.
"Kekerasan tumpul pada kepalanya memang berakibat fatal, namun yang
menjadikannya meninggal karena tidak bisa bernafas disebabkan kemasukan
lumpur," terang dia.
Ia menjelaskan, sebelum ditemukan tewas
tergeletak di sebuah tegalan Sabtu lalu (5 Juni), besar kemungkinan
lebih dulu mengalami tindak kekerasan. "Kami ambil sampel pada tulang
iga korban," jelasnya.
Hanya saja tidak diketahui pasti dengan
alat jenis apa korban mengalami kekerasan. "Kami hanya milihat ada bekas
kekerasan tumpul pada kepalanya dan akibat luka memar selebar 7
sentimeter," paparnya.
Hingga kini belum ada pihak yang mampu
mengenali wanita malang tersebut. Jasadnya masih disimpan di rumah sakit
menunggu pihak keluarganya.
"Kalau kemudian korban terkesan
seperti orang hamil perutnya buncit, itu karena desakan gas sehingga
terjadi pembusukan tubuhnya menggelembung," katanya sembari menerangkan
jika korban tewas tiga hari sebelum ditemukan warga.
Dudut
menjelaskan, dari hasil identifikasi diketahui, ciri ciri korban berumur
antara 25 hingga 30 tahun, berat 58 Kg, panjang 145 cm, berasal dari
ras mongoloid (WNI).
Pihak rumah sakit belum berencana melakukan
tes DNA guna mengungkap identitas korban. "Untuk tes darah perlu perlu
sampel pembanding dari keluarga, sementara korban tidak bisa diambil
sampel darahnya karena sudah membusuk," tutupnya.
Seperti
diberitakan, wanita malang itu ditemukan di dekat tegalan milik warga di
banjar Sasih, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu lalu (5 Juni). Menurut
informasi yang diterima Belajar HTML
bahwa korban masih mengenakan pakaian lengkap dengan celana pendek dan
baju lengan pendek motif kotak bergaris hitam.
Hingga kuartal pertama 2010 menurut hasil penyelidikan Belajar HTML bahwa angka kecelakaan
lalu lintas di Jakarta timur terbilang cukup tinggi. Tercatat ada 294
kasus kecelakaan lalu lintas, 37 orang luka berat, 291 luka ringan dan
31 korban meninggal dunia. Sedangkan kerugian materi mencapai Rp711 juta
Kepala
Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur Kompol Sudarsono menjelaskan
kecelakaan banyak disebabkan kendaraan roda dua dan kasus tabrak lari.
”Selain korban luka dan meninggal dunia, kecelakaan juga menyebabkan
kerugian materi,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (27/5/2010).
Saat
ini menurutunya, terdapat dua jalur di Jakarta Timur yang masuk dalam
wilayah rawan atau black spot area. ”Yakni Jalan DI Panjaitan dari
kawasan Prumpung hingga Halim Lama, serta Jalan Cipinang Jaya di samping
LP Cipinang,” terangnya.
Kecelakaan terjadi akibat kurangnya
disiplin pengendara di jalanan dan penyebrang jalan yang tidak
berhati-hati. Termasuk juga masih perlu diperbaikinya infrastruktur
serta sarana dan prasarana lalu lintas.
Kepala Polres Jakarta
Timur Kombes Pol Hasannudin menjelaskan, butuh penanganan
berkesinambungan untuk mengatasi tingginya kecelakaan. ”Dari hasil
evaluasi kami sebesar 75 persen kecelakaan dikarenakan faktor manusia
yakni perilaku pengendara dan diikuti pelanggaran rambu,” jelasnya.
Termasuk
juga faktor belum sempurnanya infrastruktur, faktor kendaraan, maupun
alam. Namun dia mencatat tingginya kecelakaan karena minimnya disiplin
pengendara. Untuk itu perlunya koordinasi Pemda setempat dan instansi
terkait dalam mengimplementasi kaidah road safety, bahkan sampai ke
tingkat anak-anak melalui pendidikan.
Setelah diberlakukannya UU
RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, kini
menurutunya perlu dilaksanakan kegiatan sosialisasi. Tujuannya untuk
meningkatkan keselamatan pada tingkat pejabat pemerintah, dunia
pendidikan hingga ke level masyarakat.
”Dengan sosialisasi
diharapkan dapat mengerti dan memahami tertib lalin sehingga jadi
teladan bagi pengendara lainnya,” pungkas Kombes Pol Hasannudin saat
menghadiri sosialisasi UU tersebut di tingkat instansi pemerintahan di
Balai Kota Jakarta Timur.
Wali Kota Jakarta Timur Murdhani
menambahkan pentingnya pemahaman UU baru pengganti UU Nomor 14 Tahun
1992 tersebut. ”Setiap orang yang sudah mengetahui selanjutnya paham dan
mau mematuhi UU yang telah dibahas intensif oleh wakil rakyat
tersebut,” ucapnya kepada wartawan.
UU yang diresmikan 22 Juni
2009 lalu itu dibuat untuk menata integritas masyarakat dalam berlalu
lintas. ”Diharapkan dapat memberi makna baru bagi masyarakat dalam
berlalu lintas,” tandasnya. Sosialisasi sangat penting dilakukan karena
UU tersebut masih baru dan tidak seluruhnya dipahami masyarakat maupun
di instansi pemerintah.
Pihaknya juga akan mendorong perbaikan
infratruktur dan dilengkapi di wilayahnya, menurut pengamatan Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com. ”Namun perlu dilakukan dengan
anggaran yang tersedia dan dilakukan bertahap,” terangnya. Mulai dari
memperbaiki jalan, melengkapi infrastruturnya seperti penerangan dan
rambu. Termasuk saluran air dan kali yang kerap meluap saat hujan.