Arsipo Belajar Ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Oct
09
2011

TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Persoalan terus membelit Persebaya.Bukan hanya disibukan urusan merger,Persebaya dipastikan tidak bisa menurunkan Andrew Barisic dalam kompetisi Liga Prima Indonesia yang bergulir 15 Oktober mendatang.

Striker asal Australia ini terancam absen minimal 10 pekan akibat cedera. Menurut keterangan Pelatih Persebaya Divaldo Alves,Barasic cedara saat menjalani latihan beberapa waktu lalu.”Barisic harus beristirahat antara enam hingga 10 minggu kedepan.Saat ini dia menjalani fisioterapi untuk penyembuhan cederanya,”kata pelatih asal Portugal ini. Sayangnya Divaldo belum menyebut secara spesifik cedera yang dialami Barisic.

Pemain bertubuh jangkung itu hanya mengeluh nyeri di lutut kirinya usai jatuh karena bertabrakan. “Mudahmudahan tidak parah dan bisa cepat bermain,”harap Divaldo. Dengan absennya Bara,stok lini depan Persebaya hanya menyisakan satu nama,Miko Ardianto. Untuk mengatasi krisis lini depan,bisa jadi manajemen Persebaya akan segara merekut Jaya Teguh Angga.

Mantan penyerang Persema itu memiliki pelaung besar karena sudah menjalani latihan bersama dengan Persebaya sejak Jumat (7/11). Selain Jaya Teguh Angga,Persebaya juga mendatangkan pemain Persema lainnya Suroso.“Suroso dan Angga masih seleksi. Belum kontrak,tapi yang pasti kita membutukan tambahan striker dan pemain belakang.

Untuk pemain belakang jumlah mepet dan akan berisiko jika ada salah satu yang cedera,” ucapnya. Sementara Jaya Teguh berharap segara bisa memastikan memperkuat Persebaya musim ini.“Persebaya adalah tim besar.Timnya berkualitas dan memiliki suporter yang fanatik. Membanggakan jika bisa bergabung di tim ini,”kata pemain yang pernah menghuni Timnas Indonesia itu.

Views: 67
Posting: 9-Oct-2011 23:35:37 WIB
Comments: 0 comments
Category: News
Jun
08
2010

Menurut hasil informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa dugaan Mrs X menjadi korban pembunuhan menguat menyusul hasil autopsi menunjukkan sebelum tewas ia lebih dulu ditenggelamkan di lumpur.

"Kami temukan ada tanda tanda kekerasan tumpul pada kepala, wajah dan leher," papar Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Dudut Rustiyadi, Selasa (8/6/2010).

Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan pada paru-parunya ditemukan lumpur. "Kekerasan tumpul pada kepalanya memang berakibat fatal, namun yang menjadikannya meninggal karena tidak bisa bernafas disebabkan kemasukan lumpur," terang dia.

Ia menjelaskan, sebelum ditemukan tewas tergeletak di sebuah tegalan Sabtu lalu (5 Juni), besar kemungkinan lebih dulu mengalami tindak kekerasan. "Kami ambil sampel pada tulang iga korban," jelasnya.

Hanya saja tidak diketahui pasti dengan alat jenis apa korban mengalami kekerasan. "Kami hanya milihat ada bekas kekerasan tumpul pada kepalanya dan akibat luka memar selebar 7 sentimeter," paparnya.

Hingga kini belum ada pihak yang mampu mengenali wanita malang tersebut. Jasadnya masih disimpan di rumah sakit menunggu pihak keluarganya.

"Kalau kemudian korban terkesan seperti orang hamil perutnya buncit, itu karena desakan gas sehingga terjadi pembusukan tubuhnya menggelembung," katanya sembari menerangkan jika korban tewas tiga hari sebelum ditemukan warga.

Dudut menjelaskan, dari hasil identifikasi diketahui, ciri ciri korban berumur antara 25 hingga 30 tahun, berat 58 Kg, panjang 145 cm, berasal dari ras mongoloid (WNI).

Pihak rumah sakit belum berencana melakukan tes DNA guna mengungkap identitas korban. "Untuk tes darah perlu perlu sampel pembanding dari keluarga, sementara korban tidak bisa diambil sampel darahnya karena sudah membusuk," tutupnya.

Seperti diberitakan, wanita malang itu ditemukan di dekat tegalan milik warga di banjar Sasih, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu lalu (5 Juni). Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa korban masih mengenakan pakaian lengkap dengan celana pendek dan baju lengan pendek motif kotak bergaris hitam.

Views: 98
Posting: 8-Jun-2010 15:49:48 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
01
2010

Menurut informasi yang didapat Belajar HTML bahwa Rohmat Puji alias Bejo, terdakwa kasus tindak pidana terorisme dalam pledoi yang dibacakan kuasa hukumnya, mengakui pernah mengantar seseorang yang dipanggil dengan sebutan "Sech".

"Bahwa benar pada sekitar akhir bulan Juni 2009 terdakwa pernah diajak oleh Ustad Urwah untuk mengantar seorang yang dipanggil dengan nama Sech ke Jakarta," tandas kuasa hukum Urwah Asludin Hatjani, kuasa hukum Bejo, ketika membacakan pledoi Bejo di PN Selatan, Kamis (27/5/2010). Namun, Bejo pada dasarnya tidak mengetahui Sech yang diantarnya tersebut adalah Noordin M Top, gembong teroris yang dicari-cari.

"Terdakwa tidak mengenal dan mengetahui siapa sebenarnya orang yang bernama Sech tersebut dan pada saat itu terdakwa terpaksa memenuhi permintaan Ustad Urwah yang masih punya hubungan keluarga dengan terdakwa," jelasnya.

Dalam pledoinya itu, Bejo mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui peledakan Bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton seperti yang didakwaan jaksa penuntut umum.

Kuasa hukum Bejo meminta agar majelis hakim memeriksa kembali perkara kliennya tersebut sebelum menjatuhkan vonis.

"Majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme, menurut informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Menyatakan dakwaan JPU tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dalam perkara ini dilakukan oleh terdakwa. Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan terorisme," tutup Asludin.

Views: 102
Posting: 1-Jun-2010 01:42:03 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Blog Category