asnwords my pathetic work in writing (",)v

Blog Category: Puisi
Jul
07
2009

Sepasang bayangan meliuk dalam altar api
Menyambar merayap menelanmu dalam nyala
Tanpa kendali tanpa arah mencari ruang luas
Menguar padam


Sepasang bayangan menari dalam tirai gerimis
Menggenang memenuhi merendammu dalam sejuk
Dengan sabar dengan setia melingkupi sekitar ruang luas
Merembes kering

Sepasang bayangan melenggok dalam hembusan sepoi
Melembut membelai memecah dalam badai
Bebas melepas retas menuju segala dalam ruang luas
Menghembus mati

Sepasang bayangan mematung dalam guyuran debu
Mengeras membatu mengendap dalam tanah
Bertahan menjadi dirinya menunggu untuk ruang luas
Menanti diam


Sepasang bayangan meragakan fragmen sang ether
melagukan melantunkan menyenandungkan dalam keberadaan

Berpusar di antara kekuatan kelembutan dalam ruang luas

Merapuhkan sang waktu

Views: 359
Posting: 7-Jul-2009 02:30:44 WIB
Comments: 0 comments
Category: Puisi
Jun
01
2009

Kumpulan Puisi (eks blog FS)

Ini kumpulan puisi yang berhasil aku selamatkan dari blog FS-ku sebelum aku 'bunuh'

yah, sorry deh kalo ini udah pernah aku post di beberapa tret cuma lupa yang mana Wink

 

 

YOU AND ME

Give a little place for me in your heart
Not your possession that I need
Nor your heritance that I seek
But just a little patient from you

    You don’t need to promise me heaven
    It’s not ambrosia that I used to taste
    Neither paradise I have to find
    Coz for me it’s enough to be at your side

This my word that will last
Until the world stop turning
And the sun burn the earth
Revealing the end of everything

    It’s a story about one lonely heart
    That chasing for its pair in this life
    To complete its journey on this land
    Before facing endlessness in sanctuary

Can you hear the cry inside me?
Can you see my invincible wound?
Can you bear to be the one?
The one that made me so unwell

    Don’t let me go it alone in the dark
    Not either let me lost in the crowd
    Let the pieces of me form again
    And also the ashes of my broken heart

        BECAUSE YOU ARE MY DESTINY… … … ……



NATURE RHYTIM

Open your ears and close your eyes
Listen to the wind blows trough out
The quite wristling twig of the tree
Feel the earth eternal rhythim
Then you’ll fallen so deeply
To an relaxing sleep

    Rest your mind from all the think
    Relax your body from all the task
    Spend your time to enjoy the beauty
    Harmony of our sacred world
    So open your heart and let them in



A FAIRYTALE LOVE

Like unicorn, an amazing beauty
Like Pegasus, fly away to the highest sky
Like dragon, it’s burn into dust
Like phoenix, rebirth from its pity ashes
Like vampire, bite to follow its self
               
    So true love is a fairytales
    And so none will coming true
    But I would chase it till my last breath
    Because I know it’s the purpose of
    My every breath I take



THE SECRET LOVE-LETTER

Dearest love,
Aku hanyalah seorang pemuja rahasia
Yang tersihir oleh senyum lembutmu
Yang terpukau nyanyian suara merdumu
Yang tertaut kebaikan hatimu

Aku hanyalah seorang pengecut
Dibalik semua hal yang kusumbarkan
Dibalik semua kata yang terucap
Dibalik topeng dingin wajahku

Aku hanyalah seorang yang menjijikan
Langkahku menari di antara jiwa tersia
Suaraku mengalun dibelakang teriakan asa
Hidupku mengalir ditopang tiang rapuh

Akankah kau mencintaiku
Jika kau tahu siapa diriku
Akankah kau bahkan peduli padaku
Jika kau amati jalan hidupku

Kuingin kau mangerti siapa diriku
Dan bagaimana masa depan kita nanti
Bersediakah kau menerimaku seutuhnya
Jangan kau berpaling dariku

Lihatlah.........
Bahkan diriku bukan milikku
Puaskan sedikit keegoisanku ini
Kuingin kau jadi milikku seutuhnya
Selamanya.............
With all I still had.

Views: 268
Posting: 1-Jun-2009 09:30:05 WIB
Comments: 0 comments
Category: Puisi
May
19
2009

Silence in Death

 

Silence, an unspoken lie

Kept the truth deep inside

Let it bleed without noticed

Frozen till death revealed

 

Silence, a blind believe

Nobody knows, nobody hurts

Cuts, not pain but poise

Blind you to death

 

Silence of the death

For the truth untold

For the kind unreturned

For the sins unpunished

Death shall not awake, again

 

 

Need hosting??? CLICK HERE

Views: 280
Posting: 19-May-2009 09:08:55 WIB
Comments: 0 comments
Category: Puisi
Apr
17
2009

ini kumpulan puisi pendek hasil brainstorming di pulpenFor You

 

DEAR CALNERA

Dear calnera,
Siapapun dirimu
Apapun wujudmu
Tunjukan bahwa kau ada

Jika kau nyata tuk disentuh
Jika kau maya tuk direka
Hanya ilusi berwujud morse

Takkan kututup le gra
Karna kau bukan agape mou
Hanya tres ilusica amigos
Dei!

 

KOSONG

Keberadaan, jati diri
Selalu dicari
Tuk dimengerti

Materi, harta benda
Selalu dicari
Tuk dimiliki

Kebahagiaan, tawa canda
Selalu dicari
Tuk dibagi

Namun semua hanya ilusi
Tiada arti
Kosong!

 

SIKLUS AIR

Terbanglah tinggi sebisamu
Kumpulkan serpih kecilmu
Padatkan ruangmu hingga jenuh
Dan turunlah cium ibumu!

Menelusup di antara lorong gelap
Beberapa kan mendingin kelam
Lainnya membiru lautan
Hingga terpapar sinaran

Terbanglah tinggi
Sekali lagi
Jatuh kembali
Tanpa hentì

 

PENIPU BATAS

Telah kulewati dirimu
Ternyata hanya ilusimu
Dasar penipu!

Kau bujuk aku mendekat
Semakin jauh kau melompat
Dasar kau penipu hebat!

Kau penggoda
Di tapal batas
Pada suatu batas
Saat waktu tak lagi berbatas
Bagimu....

Dasar penipu batas!
Mati saja kau kutebas!

 

IMAJI

Kulihat dirimu terbang, tanpa sayap
Kulihat kau renang, tanpa sirip
Kulihat kau lari, tanpa henti
Pergilah, kasih!
Lupakan aku!
Jangan pernah kembali!

Biarlah dirimu mendebu mentari
Hangat......
TAK PERNAH KAU MILIKI

Berhakkah kau memanggilnya kembali
Sesuatu yang tak pernah kaumiliki
Dia hanyalah titipan
Tak pernah jadi milikmu

Dia memang telah hadir
Hanya tuk sementara
Dia telah pulang
Akan halnya dirimu, diriku, kita

Rindukan dirinya
Kenangkan hadirnya
Ingatlah masanya
Namun jangan panggil kembali

Dia tlah tenang
Dia tlah pulang
Jangan kau usik
Yang tak pernah kaumiliki
RASA HUJAN

Berjalan dalam gerimis sore
Mengecap tetes kecupan angkasa
Menatap tirai bening keindahan
Elok dalam gerimis

Berlari dalam hujan petang
Menghidu aroma tanah basah
Menghembus energi kehidupan dunia
Hilang alam dahaga 

Terlempar badai malam panjang
Memukul dunia yang lelah
Membutakan sesaat berkali
Suksesi pembersihan alami

Rasamu curahan angkasa
Bagi bumi yang meregang
Untuk penembus batasmu
Di kejauhan
HUJAN AIR MATA KESAL

Tetes pertama memanggilku
Makin lama kian deras
Kian jelas
Kian melas
Namun bukan hujan

Kuintip sebelah pelupuk mata
Ia terduduk berurai tangis
Bukan dia yang mesti terisak
Tapi aku
Hanya aku
Bukan tangis sedih lain kesal

Mengapa harus begini akhirnya
Mengapa hanya kecewa dapatnya
Hingga kesal sendiri jawabnya
Bukan senang 
Tanpa bangga
Kurapatkan kembali selimutku
Dingin ......
HAI KAU PECINTA KEGELAPAN

Hai kau pecinta kegelapan
Cahaya adalah timbulnya harapan
Kegelapan adalah hilangnya asa
Hai kau pecinta kegelapan

Cahaya dan kegelapan
Sebuah keseimbangan
Tiada kalah menang

Hai kau pecinta kegelapan
Nikmatilah cahaya bersamaku
Sang pemuja cahaya
CAHAYA DALAM KEGELAPAN

Aku adalah makhluk dalam gelap
Terseret duka tak terperi
Tersaput dosa tak terpuji
Namun aku pemuja cahaya

Aku terkurung dalam gelap
Menghisap cahaya kehidupan
Membinasakan sinar ketentraman
Namun aku pemuja cahaya

Aku bukanlah cahaya
Hanyalah seorang pemuja Begitu mudah jatuh cinta
Pada suatu yang berbeda

Makhluk kegelapan pemuja cahaya
DILEMA

Saat kau terseret dalam kegelapan
Baru kau mulai kagumi cahaya
Saat tiba keputusasaan
Baru mengerti sebuah asa

Begitu mudah bersembunyi dalam gelap
Saat kau begitu lelah bersinar
Saat begitu nyaman dalam kesunyian
Ketika begitu kebas berucap

Begitu mudah mencinta kelam
Sulitkah percaya kan bisa memuja cahaya?
CAHAYA

Aku hanya mencari cahaya
Dalam kelamnya kegelapan
Aku penikmat cahaya
Sang penerang kegelapan

Cahaya redup nan lembut
Beam, sebuah kecupan temaram
Cahaya terang bersinar cerah
Shine, pekikan pengusir lelap

Aku pencari cahaya
Karena ku percaya 
Aku sang pemuja cahaya!
SERPIH

Aku hanyalah sisa serpihan yang masih terserak
Tak hendak menjemput sang malaikat maut
Tak nyaman berjalan di antara kerakal-kerikil tajam

Tak ingin kulihat serpih lain yang mendebu
Tak ingin peduli pada debu yang terus bergolak
Bergulung beriak mengikis habis karang terjal

Masih ingatkah kau
Setiap pandang
Setiap kecup
Setiap asa
Setiap detik
Ketika ku meregang untukmu

Aku,
Serpih tak berartimu.
CAKRAWALA NOCTURNAL

terduduk kudisini
memandang lepas cakrawala
bentangan luas tak berdasar
bertabur perhiasan sang pencipta

intan kecil mengerlip sinar
maharaksasa yang terangi
sebentuk kehidupan lain
bak mentari tuk bumi

cahaya sabit bayangan
coba terang kelam
sang malam panjang
iringi putaran bumi

dan orkes burung hantu
semarakkan malam sepi ini
bersama lolongan anjing kampung
serta suara kodok ladang

anugrah alam bagi sang nocturnal
yang tak pernah bersua sang surya



sekilan dulu.
Tunggu julid selanjutnya ya!

Views: 25423
Posting: 17-Apr-2009 08:24:13 WIB
Comments: 0 comments
Category: Puisi, Li
Proteksi
MyFreeCopyright.com Registered & Protected
Apa sih?!?