Berdasarkan beberapa hasil studi yang dilakukan Bank Dunia, Dana
Moneter Internasional (IMF), maupun PBB, kondisi perekonomian dunia
pada 2010 diprediksikan pulih pascahantaman krisis global. Kendati
begitu, ketiga badan dunia itu juga menegaskan, perlambatan pertumbuhan
ekonomi masih berlanjut. Dalam laporannya, PBB menyebutkan, penguatan
pemulihan global sudah terbukti dan dimulai sejak semester II-2009.
Pemulihan semakin menguat dibanding perkiraan sebelumnya. Kemudian
kondisi pasar finansial global mengalami catatan turbulensi pada dua
bulan pertama 2010 dengan meningkatnya kemampuan membayar utang di
Eropa dan kawasan lain.
Angka inflasi yang sempat meningkat di
beberapa negara maju pada tahun 2009, kini menurun lagi dengan
difasilitasi kebijakan suku bunga rendah. Karena itu, dalam pandangan
PBB, perekonomian dunia berlanjut ke arah pemulihan. Tetapi, beberapa
indikator pemulihan masih lambat terjadi di banyak negara.
Laporan
yang berjudul World Economic Situation and Prospects Monthly Briefing
mengungkapkan, situasi perbaikan ekonomi di Eropa sudah berhenti. Di
negaranegara berkembang Asia, output pertumbuhan semakin menguat,
berbeda dengan kawasan Afrika dan Amerika Latin yang masih dalam masa
transisi. Pasar keuangan global mengalami catatan turbulensi pada
Januari–Februari 2010, terutama setelah meningkatnya angka kemampuan
membayar utang yang terkait dengan angka defisit utang pemerintah di
negara maju,seperti pada beberapa negara Eropa.
Prediksi Type Approval Indonesia,
pasar finansial juga bereaksi atas kebijakan moneter di beberapa negara
utama. Pasar saham di penjuru dunia mengalami fluktuasi menurun hingga
10% dan nilai tukar euro terdepresiasi dengan dolar. Angka inflasi
semakin terkendali khususnya di negara-negara maju. Anjloknya angka
inflasi membuat pemerintah sejumlah negara di dunia memiliki ruang
bernafas untuk tetap mempertahankan rendahnya suku bunga yang mendorong
perekonomian.
Ketersediaan lapangan kerja semakin membaik secara
keseluruhan meski tren angka pengangguran masih terjadi. Angka
pengangguran yang meningkat masih terjadi di sejumlah negara yang
berada pada masa transisi. Biro Statistik Ekonomi AS merevisi angka
estimasi pertumbuhan domestik bruto (PDB) tahunan untuk empat kuartal
yang diprediksikan dari 5,7% menjadi 5,9%.
Selain itu, angka
investasi swasta diperkirakan membaik dibanding prediksi sebelumnya.
Sebaliknya, angka konsumsi swasta, ekspor, belanja negara dan
pemerintah bagian juga direvisi menurun. Sementara berdasarkan laporan
IMF, pascahantaman resesi ekonomi pemulihan menjadi lebih kuat. Laporan
yang dipublikasi (02/03) tersebut telah merevisi proyeksi pertumbuhan
ekonomi global yang diprediksi mencapai 4% pada 2010,dengan Asia
sebagai pemimpinnya. Dengan demikian, IMF merevisi 0,75% poin dari
proyeksi yang disampaikan Oktober 2009. Tentu saja ini merupakan kabar
baik.