MENTERI Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan,jabatan Hendarman
Supandji sebagai Jaksa Agung sah.Menurut Sudi,apa yang disampaikan
Yusril Izha Mahendra tidak benar. Posisinya (Hendarman) ya legal, itu
(posisi Jaksa Agung) bukan dalam kabinet lagi menurut undang-undang
kementerian,” ujar Sudi kepada wartawan setibanya di Bandara Halim
Perdanakusumah Jakarta, setelah mengikuti lawatan Presiden ke
Kanada,Turki dan Arab Saudi. Beberapa waktu lalu menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Yusril mengatakan posisi
Hendarman bermasalah, karena yang bersangkutan diangkat bersamaan dengan
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I melalui sebuah keppres dan harusnya
telah berhenti dari jabatannya seiring dengan berakhirnya masa
pemerintahan KIB I.
Apa yang disampaikan oleh Yusril ini dibantah
oleh Sudi.Menurut Sudi, posisi Jaksa Agung diatur dalam undang-undang
kementerian. “Undang-undang kementerian itu yang menjadi referensi
kita,” tandasnya. Meski demikian, mantan Sekretaris Kabinet itu tidak
menjelaskan secara spesifik pasal berapa undang-undang yang mengatur
tentang kedudukan Jaksa Agung yang setingkat dengan menteri.
Dalam
Undang-undang No.39/2008 tentang Kementerian Negara, disebutkan Pasal 4
dan 5 mengenai urusan pemerintahan. Namun dalam pasal itu tidak
disebutkan secara spesifik mengenai kedudukan Kejaksaan,melainkan hanya
disebutkan mengenai urusan pemerintahan yang meliputi urusan hukum.
Menurut Jasa
Sertifikasi Postel bahwa dalam Pasal 4 ayat (1) menyebutkan, setiap
menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.
Adapun
ayat (2) berbunyi: (a) urusan tertentu dalam pemerintahan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) terdiri atas urusan pemerintahan yang nomenklatur
kementeriannya secara tegas disebutkan dalam UUD 1945. (b) Urusan
pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam UUD 1945 dan (c)
urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi
program pemerintah.
Dalam Pasal 5 ayat (1) berbunyi, urusan
pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf (a)
meliputi urusan luar negeri, dalam negeri, dan pertahanan. Dalam ayat
(2) disebutkan, urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
ayat (2) huruf (b) meliputi urusan agama, hukum, keuangan, keamanan, hak
asasi manusia,pendidikan,kebudayaan, kesehatan, sosial,
ketenagakerjaan, industri, perdagangan, pertambangan, energi, pekerjaan
umum,transmigrasi,transportasi, informasi, komunikasi, pertanian,
perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan, dan perikanan.
Sementara
ayat (3) menyebutkan, urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (2) huruf (c) meliputi urusan perencanaan pembangunan
nasional, aparatur negara, kesekretariatan negara,badan usaha milik
negara, pertanahan, kependudukan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan,
teknologi,investasi,koperasi, usaha kecil dan menengah, pariwisata,
pemberdayaan perempuan, pemuda, olahraga, perumahan, dan pembangunan
kawasan atau daerah tertinggal.
Menurut Belajar Seo Ketika ditanya apakah
secara spesifik kedudukan Jaksa Agung diatur dalam Undang-undang
Kementerian itu, Sudi mengatakan bahwa hal itu sangat jelas. “Itu jelas,
bahwa itu (UU Kementerian) termasuk Jaksa Agung ya. Nanti kita
konsolidasi lagi,” tegasnya. Oleh karena itu, lanjut Sudi, Jaksa Agung
tidak perlu dilantik ulang saat diresmikannya KIB II. Status Jaksa Agung
menurutnya sudah diatur dalam keppres.“Jadi ketika keppres dulu,mulai
Jaksa Agung itu tidak ada (disebutkan) memberhentikan Jaksa Agung, jadi
itu (kedudukan Jaksa Agung) valid,”tambahnya.
Kemenangan Argentina atas Meksiko makin menajamkan penampilan apik
mereka di Piala
Dunia 2010. Maka Maradona pun makin yakin Albiceleste bisa
mengalahkan Jerman di perempatfinal.
Argentina yang terseok-seok
di kualifikasi ternyata mampu membungkam prediksi sebagian orang bahwa
juara dunia itu tak bisa tampil baik di Afrika Selatan ini. Lolos dari
fase penyisihan dengan jadi juara grup dan menorehkan nilai sempurna.
Di
perdelapan final mereka dihadapkan dengan Meksiko dan ternyata tim
CONCACAF itu pun tak mampu menahan laju Argentina. Diwarnai dua gol
Carlos Tevez,-salah satunya kontroversial- 'Tim Tango' menang 3-1.
Empat
kemenangan beruntun, moral tim yang sedang bagus-bagusnya plus
tampilnya Gonzalo Higuain di puncak daftar topskorer dengan empat gol
jadi modal berharga bagi Maradona untuk berduel dengan juara dunia tiga
kali Jerman di babak delapan besar Sabtu 3 Juni di Green Point Stadium.
Apalagi
Argentina punya rekor bagus saat menghadapi raksasa Eropa tersebut
dengan memenangi delapan dan hanya kalah lima dari 18 pertemuan mereka.
Ini
juga pertemuan kedua beruntun mereka di perempatfinal setelah empat
tahun lalu Jerman mengalahkan mereka lewat adu penalti. Dan miliki Jadwal
Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.
"Kami
akan melihat situasi kami dulu lalu kami akan mencoba dan menyatukan
tim terbaik untuk menunjukkan kemampuan kami saat melawan Jerman," sahut
Maradona di situs resmi FIFA.
"Tim itu nantinya akan menjamin
kami bisa memenangi laga melawan Jerman. Kami tahu Jerman berbeda dengan
Meksiko yang baru saja kami hadapai. Mereka kuat namun kami akan
menurunkan pemain yang tepat untuk mengalahkan mereka," tegas pria
berjuluk El Pibo Del Oro itu. Dan update terus Hasil
Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Menurut informasi yang diterima Type
Approval Indonesia bahwa Draf Rancangan Undang-Undang (RUU)
Perindustrian sudah tuntas 90% dan masuk tahap finalisasi. Nantinya,
draf RUU tersebut segera diserahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM
(Kemenhuk dan HAM) untuk dilakukan harmonisasi.
Rencananya, pekan
depan siap diserahkan ke Kemenhukham untuk dilakukan harmonisasi.
Setelah itu, Presiden menerbitkan Amanat Presiden untuk segera dibahas
di DPR,”ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin)
Agus Tjahajana di Jakarta belum lama ini. Dia menjelaskan,ada beberapa
substansi baru yang dimasukkan dalam draf revisi UU Perindustrian
tersebut.
”Misalnya soal industri hijau. Dan juga mengatur
tentang pembentukan Dewan Daya Saing,” paparnya. Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan,
secara substansial ada sekitar 70% perbedaan antara draf RUU tersebut
dengan UU yang lama.Misalnya kata dia,mengenai standardisasi yang
sebelumnya hanya sebatas perumusan, sekarang diterapkan secara lembaga.
Selain
itu,penerapan teknologi diarahkan menjadi inovasi, kemudian pertumbuhan
industri difokuskan pada kompetensi daerah, serta kemitraan publik dan
swasta dikembangkan merata untuk industri. ”Juga fokus upaya mewujudkan
industri hijau yakni bagaimana menekan limbah,” ungkap Dedi. Kemenperin,
lanjut Dedi, melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung
(ITB) untuk memetakan industri berdasarkan potensi limbah dan karbon
yang dihasilkan.
Hal itu, sebagai pedoman penentuan standar dan
sertifikasi industri low carbon. ”Industri prioritas untuk pengurangan
karbon, misalnya pengolahan semen,petrokimia,pulp dan kertas, keramik,
dan tekstil,” ujarnya. Pemetaan tersebut, menurut Dedi, dilakukan dengan
memakai metode survei, sampling, dan sensus. Pemetaan itu, membutuhkan
dana kurang lebih sekitar Rp15 miliar.
Menurut informasi yang
diterima Belajar HTML bahwa Semoga
saja dalam waktu dekat selesai dan anggaran yang dimohonkan, lancar
diturunkan,” tandas Dedi. Agus menambahkan, penyusunan draf revisi juga
dilakukan berdasarkan kajian dengan para pihak terkait, termasuk Kamar
Dagang dan Industri (Kadin). Persoalannya, kata dia, dalam UU itu,akan
membahas antisipasi terkait gangguan-gangguan industri, baik dari faktor
internal maupun eksternal.”Karena selama ini ada gangguan yang coba
diselesaikan sendiri oleh perusahaan,” ujarnya.
TERNYATA bukan hanya manusia yang tidak pernah merasa puas. Kisah Shrek
dalam instalemen terakhir, “Shrek: Forever After” membuktikan hal itu.
Alkisah, Shrek (Mike Myers) dan Fiona (Cameron Diaz) kini sudah
dikaruniai tiga anak lucu untuk melengkapi kehidupan bahagia mereka.
Bersama keluarga dan teman-teman dekatnya, Donkey (Eddie Murphy) dan
Puss (Antonio Banderas), Shrek menjalani kehidupan yang sangat
konvensional dan jauh dari citra ogre menyeramkan yang pernah
disandangnya dulu, menurut informasi yang di dapat oleh Belajar HTML.
Namun, hal itu
ternyata tidak lantas membuat Shrek “berbahagia sampai akhir hayat”.
Merasa ‘tercekik’ dengan kehidupan rutin sebagai seorang suami dan ayah,
Shrek merindukan masa-masa kebebasannya sebagai ogre lajang tanpa
tanggung jawab apapun.
Saat itulah, muncul Rumplestilskin (Walt
Dohm), seorang pria licik yang gemar menjebak orang-orang membuat
perjanjian magis demi menguntungkan dirinya sendiri. Kebetulan, Rumple
memiliki dendam pribadi terhadap Raja dan Ratu Far Far Away di masa
lalu. Tidak heran, dia berusaha keras mendekati Shrek untuk membalaskan
dendam tersebut.
Dalam sebuah ‘pertemuan tidak sengaja’, Rumple
menjanjikan Shrek kehidupan bebas layaknya ogre lajang selama 24 jam.
Syaratnya, Shrek harus memberikan satu hari dari kehidupannya sebagai
alat barter. Tergiur dengan janji itu, Shrek tidak ambil pusing dan
menyuruh Rumple mengambil semua yang dia mau.
Bisa ditebak, keputusan
itu salah besar. Rumple mengambil hari kelahiran Shrek dan mengubah
sejarah. Kerajaan Far Far Away kini menjadi milik Rumple, setelah Raja
dan Ratu mengikat perjanjian setan untuk menyelamatkan Fiona dari Istana
Naga. Sementara, Fiona, yang berhasil menyelamatkan diri, menjadi
pemimpin revolusi yang berniat menjungkalkan Rumple.
Bukan hanya
itu. Sahabat terbaik Shrek, Donkey, tidak pernah mengenalinya. Sedangkan
Puss adalah kucing obesitas yang terlalu dimanja. Tidak ada pernikahan
bahagia dan tidak ada anak-anak lucu yang dimiliki Shrek bersama Fiona.
Terlambat
untuk menyesali perbuatannya. Shrek harus mencari akal untuk
mengembalikan keadaan. Satu-satunya cara untuk membatalkan perjanjian,
seperti yang diketahuinya belakangan, adalah mengupayakan ciuman sejati
dengan Fiona. Namun, mungkinkah dia bisa melakukannya sementara Fiona
sama sekali tidak tertarik kepadanya?
Kisah akhir ogre hijau
kesayangan Hollywood memang terasa lebih dewasa ketimbang film-film
sebelumnya. Tapi, salah besar jika mengira film ini akan berjalan
membosankan. Shrek: Forever After masih memberikan hiburan ringan
menyenangkan kepada para penonton.
Bahkan, di Hollywood, film
garapan Mike Mitchell ini mendapat penilaian lebih baik dibandingkan
Shrek The Third yang ikut menampilkan bintang pop Justin Timberlake
sebagai salah satu pengisi suara. Meskipun, secara finansial, Shrek:
Forever After ($70,838,207) mencatat pendapatan hari pertama yang jauh
lebih kecil dibandingkan dua seri sebelumnya, Shrek The Third
($121,000,000) dan Shrek 2 ($108,000,000).
Tidak terlalu banyak
karakter baru yang muncul dalam instalmen terakhir ini. Namun, kehadiran
Fiona dan Puss dalam ‘bentuk’ baru tampaknya cukup memberikan nuansa
segar. Apalagi, pada seri ini, Dreamworks Animation juga menyuguhkan
kesempatan untuk menyaksikan petualangan Shrek dalam format tiga
dimensi.
Rasanya menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com, bukan hanya anak-anak kecil yang
akan menikmati tingkah polah Shrek dkk dalam film ini. Tema yang
diusung cukup mengena untuk para penonton yang lebih dewasa, terutama
mereka yang sudah menikah dan memiliki buah hati. Adakah cara yang lebih
baik ‘menertawakan’ pernikahan selain melalui film animasi?
SELAMAini ujian nasional dianggap sebagai mimpi buruk.Tidak heran jika
sebagian siswa menghadapinya dengan penuh rasa takut.Sejatinya,ujian
nasional hanyalah sebuah evaluasi proses pembelajaran dan persiapan
bisa dilakukan sejak dini, menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com. Ujian nasional (UN) yang
dilakukan pemerintah setiap tahun menjadi momok yang menakutkan bagi
banyak siswa sekolah menengah.Namun, hal itu tidak berlaku bagi para
siswa berprestasi. Bagi mereka UN adalah salah satu jenjang proses
pendidikan.Di tengah ribuan siswa yang tidak lulus UN, banyak juga
yang berhasil meraih nilai yang sempurna. Di Bali misalnya ada Ni Made
Yuli Lestari dari SMPN 1 Gianyar dengan nilai rata-rata 9,95 dan Ni
Kadek Indra Puspayanti dari SMPN 1 Abiansemal,Badung yang juga meraih
nilai rata-rata 9,95. Sedangkan dari Jawa Tengah ada Fitrian Dwi
Rahayu, siswi SMPN 1 Karanganyar,Kebumen yang memperoleh nilai
rata-rata 9,95. Pujian pun datang kepada mereka.
Tidak hanya
dari guru yang setiap hari membimbing mereka, tapi juga dari Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk memberikan apresiasi kepada mereka,
presiden langsung menghubungi via telepon. Wakil Menteri Pendidikan
Nasional Fasli Djalal yang ikut menemani presiden saat melakukan
percakapan jarak jauh mengatakan, kunci sukses para siswa berprestasi
hingga meraih nilai bagus saat UN sebenarnya persiapan yang matang.
Para siswa juga tidak menjadikan UN sebagai sebuah hal yang
menakutkan,tapi hanya salah satu proses pembelajaran. Karena itu,
ketika menghadapi UN, mereka sangat percaya diri dan tidak stres.
”Mereka tidak melihat UN sebagai hal yang diperdebatkan,tapi hanyalah
rutinitas dari pembelajaran yang harus ditutup dengan sebuah evaluasi.
Kalau
di kelas harus ditutup dengan sebuah evaluasi kelas oleh guru, ada
juga mid semester, semester atau akhir tahun oleh sekolah.Kalau UN
adalah evaluasi yang memang soalnya dari nasional,” kata Fasli kepada
Seputar Indonesia. Segala persiapan juga dilakukan para siswa yang
mencapai nilai-nilai puncak pada UN.Di samping itu para siswa
berprestasi juga lebih rileks ketika menghadapi UN. Ya, karena mereka
menganggap UN bukanlah mimpi buruk. Mereka layaknya tengah menghadapi
ujian yang biasa dilakukan di kelas setiap proses belajar.Mereka
lebih riil, natural, dan alamiah dalam menghadapi UN.Karena itu,
segala potensi terbaik dari siswa berprestasi ini keluar saat UN
digelar. ”Saya melihat semua persiapan yang mereka lakukan. Karena
itu, mereka jadi tenang ketika menghadapi UN dan prestasi puncak itu
di dapat,”tambah Fasli.
Pengamat pendidikan Arief Rachman
mengatakan,UN adalah sebuah proses evaluasi yang bertujuan untuk
mengetahui kapasitas intelektual peserta didik. Untuk mencapai nilai
yang bagus dalam UN setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan
modal. Pertama, potensi kemampuan intelektual siswa.Hal ini menyangkut
daya analisis, hipotesis, dan komparatif. Dalam sejumlah hal,
kemampuan seorang siswa akan berbeda dengan siswa lain. Semakin besar
potensi kemampuan intelektualnya, semakin besar juga peluang
mendapatkan nilai yang bagus. Kendati begitu, potensi saja tidak
cukup. Perlu ada motivasi yang diberikan pihak sekolah dan keluarga
agar siswa memiliki motivasi lebih saat menghadapi UN. Proses belajar
juga merupakan modal yang tidak bisa diabaikan guna mencapai nilai
tinggi dalam UN.Proses belajar yang baik dalam sekolah membuat siswa
lebih siap menghadapi UN.
Karena sebenarnya menyelesaikan
soal-soal dalam UN bisa dilakukan pada proses belajar reguler di
sekolah. Kedua, persiapan siswa untuk menghadapi UN. Persiapan bisa
dilakukan sejak lama. Persiapan juga harus dibarengi latihan soalsoal
yang masuk dalam kisi-kisi UN. ”Seringkali keberhasilan dalam UN
ditentukan dengan persiapan dan latihan khusus,” kata Arief. Terkait
masalah persiapan siswa menghadapi UN, hal ini sebenarnya bisa
dilakukan siswa ketika mulai menduduki kursi kelas tiga. Artinya,
persiapan dilakukan sejak dini.Hal inilah yang dilakukan Fitrian.
Setidaknya itulah yang diungkapkan Sukarni Mugi Rahayu, ibu Fitrian.
Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Fitrian untuk menghadapi UN
karena selama ini dia sudah terbiasa belajar. Kendati begitu, ketika
mendekati UN, ada tambahan waktu belajar yang dilakukan Fitrian.
Sebagai
seorang ibu, Sukarni hanya memotivasi dan berdoa. ”Tanpa disuruh pun
dia sudah belajar setiap hari,”kata Sukarni. Keberhasilan Fitrian
memperoleh nilai bagus,menurut Sukarni, juga didukung persiapan yang
dilakukan sekolah. Beberapa kali Fitrian mengikuti try out UN yang
diadakan sekolah. Fitrian juga rajin mengakses soal-soal dari internet.
Karena itu, menjelang UN Fitrian tidak tiba-tiba menumpuk
soal.”Tidak ada rasa kekhawatiran dari putri saya dalam menghadapi
UN,”tambah Sukarni.
Persiapan Tambahan
Secara umum dalam
menghadapi UN banyak cara yang bisa dilakukan sekolah untuk
mempersiapkan para siswanya. Penambahan jam belajar misalnya, baik
dengan cara memulai jam belajar lebih awal atau mengakhiri jam belajar
lebih lama. Di samping itu, pihak sekolah juga bisa menambahkan
pengayaan soal kepada siswa. Dari sisi waktu,ada juga pihak sekolah
yang mengondisikan para siswa beberapa bulan sebelum UN atau memulai
pada semester terakhir.Dengan berbagai pola pembelajaran, sekolah akan
bisa melihat seberapa jauh pemahaman para murid atas kisi-kisi soal
UN. Dengan begitu, sekolah dapat mengetahui pengayaan soal yang
diperlukan untuk mencapai kompetensi siswa dalam UN.
Walaupun
hanya sebagai salah satu proses pembelajaran, guru dan pengurus
sekolah perlu mengondisikan semua siswa. Selama ini hambatan
psikologis selalu menjadi penghalang bagi siswa. Karena itu, masalah
ini perlu mendapatkan perhatian khusus.Mengingat UN sebagai
satu-satunya syarat kelulusan, selain masalah kesiapan siswa
menghadapi soalsoal UN, psikologi siswa juga perlu dipersiapkan.
Apalagi, kata Fasli, banyak guru yang belum percaya diri dengan proses
pembelajaran yang mereka lakukan. Padahal sebenarnya standar
kompetensi dan kisi-kisi yang akan diujikan dalam UN sudah diajarkan
sehari-hari di kelas. Di setiap semester dan tingkat kelas sudah
ditentukan kisikisi UN.
”Sebenarnya kalau proses
pembelajarannya baik dan semua jam pelajaran juga diisi secara baik
oleh guru yang profesional,mungkin tidak perlu banyak pengayaan lagi.
Apalagi harus melibatkan lembaga-lembaga bimbingan belajar
(bimbel),”kata Fasli Banyaknya bimbel mencerminkan ada
ketidakpercayaan dengan proses pembelajaran yang berjalan selama ini.
Memang ada sejumlah faktor yang membuat menjamurnya bimbel. Pertama,
faktor orang tua. Mereka ingin prestasi anaknya bagus, tidak hanya
lulus UN, sehingga mendorong anaknya ikut bimbel. Kedua, faktor siswa
yang terkadang tidak betah diajarkan oleh guru yang sama. Sementara
guru bimbel kebanyakan mahasiswa yang perbedaan umurnya tidak jauh
berbeda dengan para siswa. Hal ini membuat komunikasi bisa berlangsung
lebih baik. Ketiga,faktor guru yang kurang percaya diri.
Tidak
heran jika akhirnya si guru memilih jalan pintas dengan menyerahkan
siswanya kepada lembaga bimbel. ”Bimbel itu bisa didatangkan ke dalam
sekolah untuk menambah pengayaan atau dengan mengirim muridmuridnya
datang ke tempat bimbel,” ujar Fasli. Selain faktor persiapan siswa
menghadapi soal ujian nasional, faktor psikologis juga perlu
ditekankan. Perlu diterapkan paradigma kepada siswa bahwa ujian
nasional hanyalah sebuah proses pembelajaran, bukan mimpi buruk.