Ayo Ngeblog Sekedar Belajar Ngeblog Saja

Blog Category: Bloging
Jul
05
2010

MENTERI Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan,jabatan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung sah.Menurut Sudi,apa yang disampaikan Yusril Izha Mahendra tidak benar. Posisinya (Hendarman) ya legal, itu (posisi Jaksa Agung) bukan dalam kabinet lagi menurut undang-undang kementerian,” ujar Sudi kepada wartawan setibanya di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, setelah mengikuti lawatan Presiden ke Kanada,Turki dan Arab Saudi. Beberapa waktu lalu menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Yusril mengatakan posisi Hendarman bermasalah, karena yang bersangkutan diangkat bersamaan dengan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I melalui sebuah keppres dan harusnya telah berhenti dari jabatannya seiring dengan berakhirnya masa pemerintahan KIB I.

Apa yang disampaikan oleh Yusril ini dibantah oleh Sudi.Menurut Sudi, posisi Jaksa Agung diatur dalam undang-undang kementerian. “Undang-undang kementerian itu yang menjadi referensi kita,” tandasnya. Meski demikian, mantan Sekretaris Kabinet itu tidak menjelaskan secara spesifik pasal berapa undang-undang yang mengatur tentang kedudukan Jaksa Agung yang setingkat dengan menteri.

Dalam Undang-undang No.39/2008 tentang Kementerian Negara, disebutkan Pasal 4 dan 5 mengenai urusan pemerintahan. Namun dalam pasal itu tidak disebutkan secara spesifik mengenai kedudukan Kejaksaan,melainkan hanya disebutkan mengenai urusan pemerintahan yang meliputi urusan hukum. Menurut Jasa Sertifikasi Postel bahwa dalam Pasal 4 ayat (1) menyebutkan, setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.

Adapun ayat (2) berbunyi: (a) urusan tertentu dalam pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas urusan pemerintahan yang nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam UUD 1945. (b) Urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam UUD 1945 dan (c) urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah.

Dalam Pasal 5 ayat (1) berbunyi, urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf (a) meliputi urusan luar negeri, dalam negeri, dan pertahanan. Dalam ayat (2) disebutkan, urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf (b) meliputi urusan agama, hukum, keuangan, keamanan, hak asasi manusia,pendidikan,kebudayaan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, industri, perdagangan, pertambangan, energi, pekerjaan umum,transmigrasi,transportasi, informasi, komunikasi, pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, kelautan, dan perikanan.

Sementara ayat (3) menyebutkan, urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf (c) meliputi urusan perencanaan pembangunan nasional, aparatur negara, kesekretariatan negara,badan usaha milik negara, pertanahan, kependudukan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan, teknologi,investasi,koperasi, usaha kecil dan menengah, pariwisata, pemberdayaan perempuan, pemuda, olahraga, perumahan, dan pembangunan kawasan atau daerah tertinggal.

Menurut Belajar Seo Ketika ditanya apakah secara spesifik kedudukan Jaksa Agung diatur dalam Undang-undang Kementerian itu, Sudi mengatakan bahwa hal itu sangat jelas. “Itu jelas, bahwa itu (UU Kementerian) termasuk Jaksa Agung ya. Nanti kita konsolidasi lagi,” tegasnya. Oleh karena itu, lanjut Sudi, Jaksa Agung tidak perlu dilantik ulang saat diresmikannya KIB II. Status Jaksa Agung menurutnya sudah diatur dalam keppres.“Jadi ketika keppres dulu,mulai Jaksa Agung itu tidak ada (disebutkan) memberhentikan Jaksa Agung, jadi itu (kedudukan Jaksa Agung) valid,”tambahnya.

Views: 174
Posting: 5-Jul-2010 17:38:43 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
Jun
29
2010

Kemenangan Argentina atas Meksiko makin menajamkan penampilan apik mereka di Piala Dunia 2010. Maka Maradona pun makin yakin Albiceleste bisa mengalahkan Jerman di perempatfinal.

Argentina yang terseok-seok di kualifikasi ternyata mampu membungkam prediksi sebagian orang bahwa juara dunia itu tak bisa tampil baik di Afrika Selatan ini. Lolos dari fase penyisihan dengan jadi juara grup dan menorehkan nilai sempurna.

Di perdelapan final mereka dihadapkan dengan Meksiko dan ternyata tim CONCACAF itu pun tak mampu menahan laju Argentina. Diwarnai dua gol Carlos Tevez,-salah satunya kontroversial- 'Tim Tango' menang 3-1.

Empat kemenangan beruntun, moral tim yang sedang bagus-bagusnya plus tampilnya Gonzalo Higuain di puncak daftar topskorer dengan empat gol jadi modal berharga bagi Maradona untuk berduel dengan juara dunia tiga kali Jerman di babak delapan besar Sabtu 3 Juni di Green Point Stadium.

Apalagi Argentina punya rekor bagus saat menghadapi raksasa Eropa tersebut dengan memenangi delapan dan hanya kalah lima dari 18 pertemuan mereka.

Ini juga pertemuan kedua beruntun mereka di perempatfinal setelah empat tahun lalu Jerman mengalahkan mereka lewat adu penalti. Dan miliki Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.

"Kami akan melihat situasi kami dulu lalu kami akan mencoba dan menyatukan tim terbaik untuk menunjukkan kemampuan kami saat melawan Jerman," sahut Maradona di situs resmi FIFA.

"Tim itu nantinya akan menjamin kami bisa memenangi laga melawan Jerman. Kami tahu Jerman berbeda dengan Meksiko yang baru saja kami hadapai. Mereka kuat namun kami akan menurunkan pemain yang tepat untuk mengalahkan mereka," tegas pria berjuluk El Pibo Del Oro itu. Dan update terus Hasil Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Views: 145
Posting: 29-Jun-2010 01:23:07 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
Jun
08
2010

Menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perindustrian sudah tuntas 90% dan masuk tahap finalisasi. Nantinya, draf RUU tersebut segera diserahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhuk dan HAM) untuk dilakukan harmonisasi.

Rencananya, pekan depan siap diserahkan ke Kemenhukham untuk dilakukan harmonisasi. Setelah itu, Presiden menerbitkan Amanat Presiden untuk segera dibahas di DPR,”ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahajana di Jakarta belum lama ini. Dia menjelaskan,ada beberapa substansi baru yang dimasukkan dalam draf revisi UU Perindustrian tersebut.

”Misalnya soal industri hijau. Dan juga mengatur tentang pembentukan Dewan Daya Saing,” paparnya. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan, secara substansial ada sekitar 70% perbedaan antara draf RUU tersebut dengan UU yang lama.Misalnya kata dia,mengenai standardisasi yang sebelumnya hanya sebatas perumusan, sekarang diterapkan secara lembaga.

Selain itu,penerapan teknologi diarahkan menjadi inovasi, kemudian pertumbuhan industri difokuskan pada kompetensi daerah, serta kemitraan publik dan swasta dikembangkan merata untuk industri. ”Juga fokus upaya mewujudkan industri hijau yakni bagaimana menekan limbah,” ungkap Dedi. Kemenperin, lanjut Dedi, melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memetakan industri berdasarkan potensi limbah dan karbon yang dihasilkan.

Hal itu, sebagai pedoman penentuan standar dan sertifikasi industri low carbon. ”Industri prioritas untuk pengurangan karbon, misalnya pengolahan semen,petrokimia,pulp dan kertas, keramik, dan tekstil,” ujarnya. Pemetaan tersebut, menurut Dedi, dilakukan dengan memakai metode survei, sampling, dan sensus. Pemetaan itu, membutuhkan dana kurang lebih sekitar Rp15 miliar.

Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa Semoga saja dalam waktu dekat selesai dan anggaran yang dimohonkan, lancar diturunkan,” tandas Dedi. Agus menambahkan, penyusunan draf revisi juga dilakukan berdasarkan kajian dengan para pihak terkait, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Persoalannya, kata dia, dalam UU itu,akan membahas antisipasi terkait gangguan-gangguan industri, baik dari faktor internal maupun eksternal.”Karena selama ini ada gangguan yang coba diselesaikan sendiri oleh perusahaan,” ujarnya.

Views: 164
Posting: 8-Jun-2010 11:59:25 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
30
2010

TERNYATA bukan hanya manusia yang tidak pernah merasa puas. Kisah Shrek dalam instalemen terakhir, “Shrek: Forever After” membuktikan hal itu. Alkisah, Shrek (Mike Myers) dan Fiona (Cameron Diaz) kini sudah dikaruniai tiga anak lucu untuk melengkapi kehidupan bahagia mereka. Bersama keluarga dan teman-teman dekatnya, Donkey (Eddie Murphy) dan Puss (Antonio Banderas), Shrek menjalani kehidupan yang sangat konvensional dan jauh dari citra ogre menyeramkan yang pernah disandangnya dulu, menurut informasi yang di dapat oleh Belajar HTML.

Namun, hal itu ternyata tidak lantas membuat Shrek “berbahagia sampai akhir hayat”. Merasa ‘tercekik’ dengan kehidupan rutin sebagai seorang suami dan ayah, Shrek merindukan masa-masa kebebasannya sebagai ogre lajang tanpa tanggung jawab apapun.

Saat itulah, muncul Rumplestilskin (Walt Dohm), seorang pria licik yang gemar menjebak orang-orang membuat perjanjian magis demi menguntungkan dirinya sendiri. Kebetulan, Rumple memiliki dendam pribadi terhadap Raja dan Ratu Far Far Away di masa lalu. Tidak heran, dia berusaha keras mendekati Shrek untuk membalaskan dendam tersebut.

Dalam sebuah ‘pertemuan tidak sengaja’, Rumple menjanjikan Shrek kehidupan bebas layaknya ogre lajang selama 24 jam. Syaratnya, Shrek harus memberikan satu hari dari kehidupannya sebagai alat barter. Tergiur dengan janji itu, Shrek tidak ambil pusing dan menyuruh Rumple mengambil semua yang dia mau.
Bisa ditebak, keputusan itu salah besar. Rumple mengambil hari kelahiran Shrek dan mengubah sejarah. Kerajaan Far Far Away kini menjadi milik Rumple, setelah Raja dan Ratu mengikat perjanjian setan untuk menyelamatkan Fiona dari Istana Naga. Sementara, Fiona, yang berhasil menyelamatkan diri, menjadi pemimpin revolusi yang berniat menjungkalkan Rumple.

Bukan hanya itu. Sahabat terbaik Shrek, Donkey, tidak pernah mengenalinya. Sedangkan Puss adalah kucing obesitas yang terlalu dimanja. Tidak ada pernikahan bahagia dan tidak ada anak-anak lucu yang dimiliki Shrek bersama Fiona.
Terlambat untuk menyesali perbuatannya. Shrek harus mencari akal untuk mengembalikan keadaan. Satu-satunya cara untuk membatalkan perjanjian, seperti yang diketahuinya belakangan, adalah mengupayakan ciuman sejati dengan Fiona. Namun, mungkinkah dia bisa melakukannya sementara Fiona sama sekali tidak tertarik kepadanya?

Kisah akhir ogre hijau kesayangan Hollywood memang terasa lebih dewasa ketimbang film-film sebelumnya. Tapi, salah besar jika mengira film ini akan berjalan membosankan. Shrek: Forever After masih memberikan hiburan ringan menyenangkan kepada para penonton.

Bahkan, di Hollywood, film garapan Mike Mitchell ini mendapat penilaian lebih baik dibandingkan Shrek The Third yang ikut menampilkan bintang pop Justin Timberlake sebagai salah satu pengisi suara. Meskipun, secara finansial, Shrek: Forever After ($70,838,207) mencatat pendapatan hari pertama yang jauh lebih kecil dibandingkan dua seri sebelumnya, Shrek The Third ($121,000,000) dan Shrek 2 ($108,000,000).

Tidak terlalu banyak karakter baru yang muncul dalam instalmen terakhir ini. Namun, kehadiran Fiona dan Puss dalam ‘bentuk’ baru tampaknya cukup memberikan nuansa segar. Apalagi, pada seri ini, Dreamworks Animation juga menyuguhkan kesempatan untuk menyaksikan petualangan Shrek dalam format tiga dimensi.

Rasanya menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, bukan hanya anak-anak kecil yang akan menikmati tingkah polah Shrek dkk dalam film ini. Tema yang diusung cukup mengena untuk para penonton yang lebih dewasa, terutama mereka yang sudah menikah dan memiliki buah hati. Adakah cara yang lebih baik ‘menertawakan’ pernikahan selain melalui film animasi?

Views: 105
Posting: 30-May-2010 00:05:13 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
24
2010

SELAMAini ujian nasional dianggap sebagai mimpi buruk.Tidak heran jika sebagian siswa menghadapinya dengan penuh rasa takut.Sejatinya,ujian nasional hanyalah sebuah evaluasi proses pembelajaran dan persiapan bisa dilakukan sejak dini, menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Ujian nasional (UN) yang dilakukan pemerintah setiap tahun menjadi momok yang menakutkan bagi banyak siswa sekolah menengah.Namun, hal itu tidak berlaku bagi para siswa berprestasi. Bagi mereka UN adalah salah satu jenjang proses pendidikan.Di tengah ribuan siswa yang tidak lulus UN, banyak juga yang berhasil meraih nilai yang sempurna. Di Bali misalnya ada Ni Made Yuli Lestari dari SMPN 1 Gianyar dengan nilai rata-rata 9,95 dan Ni Kadek Indra Puspayanti dari SMPN 1 Abiansemal,Badung yang juga meraih nilai rata-rata 9,95. Sedangkan dari Jawa Tengah ada Fitrian Dwi Rahayu, siswi SMPN 1 Karanganyar,Kebumen yang memperoleh nilai rata-rata 9,95. Pujian pun datang kepada mereka.

Tidak hanya dari guru yang setiap hari membimbing mereka, tapi juga dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk memberikan apresiasi kepada mereka, presiden langsung menghubungi via telepon. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal yang ikut menemani presiden saat melakukan percakapan jarak jauh mengatakan, kunci sukses para siswa berprestasi hingga meraih nilai bagus saat UN sebenarnya persiapan yang matang. Para siswa juga tidak menjadikan UN sebagai sebuah hal yang menakutkan,tapi hanya salah satu proses pembelajaran. Karena itu, ketika menghadapi UN, mereka sangat percaya diri dan tidak stres. ”Mereka tidak melihat UN sebagai hal yang diperdebatkan,tapi hanyalah rutinitas dari pembelajaran yang harus ditutup dengan sebuah evaluasi.

Kalau di kelas harus ditutup dengan sebuah evaluasi kelas oleh guru, ada juga mid semester, semester atau akhir tahun oleh sekolah.Kalau UN adalah evaluasi yang memang soalnya dari nasional,” kata Fasli kepada Seputar Indonesia. Segala persiapan juga dilakukan para siswa yang mencapai nilai-nilai puncak pada UN.Di samping itu para siswa berprestasi juga lebih rileks ketika menghadapi UN. Ya, karena mereka menganggap UN bukanlah mimpi buruk. Mereka layaknya tengah menghadapi ujian yang biasa dilakukan di kelas setiap proses belajar.Mereka lebih riil, natural, dan alamiah dalam menghadapi UN.Karena itu, segala potensi terbaik dari siswa berprestasi ini keluar saat UN digelar. ”Saya melihat semua persiapan yang mereka lakukan. Karena itu, mereka jadi tenang ketika menghadapi UN dan prestasi puncak itu di dapat,”tambah Fasli.

Pengamat pendidikan Arief Rachman mengatakan,UN adalah sebuah proses evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas intelektual peserta didik. Untuk mencapai nilai yang bagus dalam UN setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan modal. Pertama, potensi kemampuan intelektual siswa.Hal ini menyangkut daya analisis, hipotesis, dan komparatif. Dalam sejumlah hal, kemampuan seorang siswa akan berbeda dengan siswa lain. Semakin besar potensi kemampuan intelektualnya, semakin besar juga peluang mendapatkan nilai yang bagus. Kendati begitu, potensi saja tidak cukup. Perlu ada motivasi yang diberikan pihak sekolah dan keluarga agar siswa memiliki motivasi lebih saat menghadapi UN. Proses belajar juga merupakan modal yang tidak bisa diabaikan guna mencapai nilai tinggi dalam UN.Proses belajar yang baik dalam sekolah membuat siswa lebih siap menghadapi UN.

Karena sebenarnya menyelesaikan soal-soal dalam UN bisa dilakukan pada proses belajar reguler di sekolah. Kedua, persiapan siswa untuk menghadapi UN. Persiapan bisa dilakukan sejak lama. Persiapan juga harus dibarengi latihan soalsoal yang masuk dalam kisi-kisi UN. ”Seringkali keberhasilan dalam UN ditentukan dengan persiapan dan latihan khusus,” kata Arief. Terkait masalah persiapan siswa menghadapi UN, hal ini sebenarnya bisa dilakukan siswa ketika mulai menduduki kursi kelas tiga. Artinya, persiapan dilakukan sejak dini.Hal inilah yang dilakukan Fitrian. Setidaknya itulah yang diungkapkan Sukarni Mugi Rahayu, ibu Fitrian. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Fitrian untuk menghadapi UN karena selama ini dia sudah terbiasa belajar. Kendati begitu, ketika mendekati UN, ada tambahan waktu belajar yang dilakukan Fitrian.

Sebagai seorang ibu, Sukarni hanya memotivasi dan berdoa. ”Tanpa disuruh pun dia sudah belajar setiap hari,”kata Sukarni. Keberhasilan Fitrian memperoleh nilai bagus,menurut Sukarni, juga didukung persiapan yang dilakukan sekolah. Beberapa kali Fitrian mengikuti try out UN yang diadakan sekolah. Fitrian juga rajin mengakses soal-soal dari internet. Karena itu, menjelang UN Fitrian tidak tiba-tiba menumpuk soal.”Tidak ada rasa kekhawatiran dari putri saya dalam menghadapi UN,”tambah Sukarni.

Persiapan Tambahan

Secara umum dalam menghadapi UN banyak cara yang bisa dilakukan sekolah untuk mempersiapkan para siswanya. Penambahan jam belajar misalnya, baik dengan cara memulai jam belajar lebih awal atau mengakhiri jam belajar lebih lama. Di samping itu, pihak sekolah juga bisa menambahkan pengayaan soal kepada siswa. Dari sisi waktu,ada juga pihak sekolah yang mengondisikan para siswa beberapa bulan sebelum UN atau memulai pada semester terakhir.Dengan berbagai pola pembelajaran, sekolah akan bisa melihat seberapa jauh pemahaman para murid atas kisi-kisi soal UN. Dengan begitu, sekolah dapat mengetahui pengayaan soal yang diperlukan untuk mencapai kompetensi siswa dalam UN.

Walaupun hanya sebagai salah satu proses pembelajaran, guru dan pengurus sekolah perlu mengondisikan semua siswa. Selama ini hambatan psikologis selalu menjadi penghalang bagi siswa. Karena itu, masalah ini perlu mendapatkan perhatian khusus.Mengingat UN sebagai satu-satunya syarat kelulusan, selain masalah kesiapan siswa menghadapi soalsoal UN, psikologi siswa juga perlu dipersiapkan. Apalagi, kata Fasli, banyak guru yang belum percaya diri dengan proses pembelajaran yang mereka lakukan. Padahal sebenarnya standar kompetensi dan kisi-kisi yang akan diujikan dalam UN sudah diajarkan sehari-hari di kelas. Di setiap semester dan tingkat kelas sudah ditentukan kisikisi UN.

”Sebenarnya kalau proses pembelajarannya baik dan semua jam pelajaran juga diisi secara baik oleh guru yang profesional,mungkin tidak perlu banyak pengayaan lagi. Apalagi harus melibatkan lembaga-lembaga bimbingan belajar (bimbel),”kata Fasli Banyaknya bimbel mencerminkan ada ketidakpercayaan dengan proses pembelajaran yang berjalan selama ini. Memang ada sejumlah faktor yang membuat menjamurnya bimbel. Pertama, faktor orang tua. Mereka ingin prestasi anaknya bagus, tidak hanya lulus UN, sehingga mendorong anaknya ikut bimbel. Kedua, faktor siswa yang terkadang tidak betah diajarkan oleh guru yang sama. Sementara guru bimbel kebanyakan mahasiswa yang perbedaan umurnya tidak jauh berbeda dengan para siswa. Hal ini membuat komunikasi bisa berlangsung lebih baik. Ketiga,faktor guru yang kurang percaya diri.

Tidak heran jika akhirnya si guru memilih jalan pintas dengan menyerahkan siswanya kepada lembaga bimbel. ”Bimbel itu bisa didatangkan ke dalam sekolah untuk menambah pengayaan atau dengan mengirim muridmuridnya datang ke tempat bimbel,” ujar Fasli. Selain faktor persiapan siswa menghadapi soal ujian nasional, faktor psikologis juga perlu ditekankan. Perlu diterapkan paradigma kepada siswa bahwa ujian nasional hanyalah sebuah proses pembelajaran, bukan mimpi buruk.

Views: 102
Posting: 24-May-2010 23:56:17 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
 1 2 >