Azzure Blog Tepian kolam Azzure

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Mar
07
2012

Baru-baru ini saya terkejut saat melihat sebuah kemasan produk kopi instan, disitu tidak ada label 'baik digunakan sebelum' ataupun 'best before'. Saya masih berpikir, "Ah, yang penting ada label tanggal dan kode produksinya" kemudian saya bolak-balik kemasan tersebut, dan ternyata benar ada di bagian belakangnya tercetak dengan warna hitam jelas : 101212009.

"Hah?" saya tertegun. Saya lihat lagi baik-baik angka-angka tersebut, 101212009, mata saya tidak salah lihat, lalu terheran-heran. "Bagaimana cara saya membaca kode ini?" kemudian saya tarik lagi kemasan-kemasan lainnya dari produk yang sama, semuanya memiliki kode yang sama, saya pun bingung, ini kode produksi apa kode kadaluarsa?

Penasaran, saya pun mencari informasi lewat internet, situs yang pertama saya kunjungi adalah BPOM (sebagai pengawas produk pasti memiliki standar regulasi dalam pengkodean produk) saya menemukan ketentuan pemerintah tentang pelabelan produk.

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 69 pasal 3 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan, sebuah kemasan produk makanan WAJIB mencantumkan hal-hal berikut:

  1. Nama produk
  2. Daftar bahan yang digunakan
  3. Berat bersih atau isi bersih
  4. Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau yang memasukkan pangan kedalam wilayah Indonesia
  5. Tanggal, bulan, dan tahun kadaluarsa.

Lebih lanjut diterangkan pada pasal 27 tentang label kadaluarsa wajib dituliskan dengan jelas SETELAH pencantuman tulisan "Baik digunakan sebelum" (dalam standar internasional 'Use By' berbeda dari 'Best Before'). Kemudian pada pasal 31 diwajibkan mencantumkan pula kode produksi, pada pasal 32 mewajibkan produsen mencantumkan keterangan kandungan gizi.

Betapa terkejutnya saya ketika mengetahui kalau semua ini ternyata WAJIB dicantumkan oleh produsen, padahal banyak produk yang saya jumpai kadang tidak mencantumkan beberapa hal krusial tersebut. Terlebih lagi saya menemukan kode yang tidak bisa dimengerti konsumen seperti ini. Apakah memang tidak ada standarisasi format tanggal kadaluarsa?

Saya mencari lebih jauh lagi, dan ternyata menemukan banyak pengalaman serupa pada sisi konsumen, salah satunya seperti yang diungkapkan oleh bapak Ashwin Pulungan di Kompasiana. Betapa berantakannya sistem standarisasi kadaluarsa, pikir saya. Tapi yang paling membuat saya terkejut adalah, ternyata hal yang sama terjadi di hampir seluruh dunia! (Salah satu contohnya kode produk absurd di Amerika Serikat) Beberapa penjelasannya ada disini.

Saya rasa hal ini sangat keterlaluan, karena tujuan utama pemberian tanggal kadaluarsa adalah untuk menginformasikan pada konsumen, tapi bagaimana kita tahu bagaimana cara membacanya kalau hal itu hanya bisa dimengerti oleh sang produsen??

Not Funny

Kemarin ini kita mendapat kabar baik dari pemerintah, katanya mereka akan merevisi peraturan pemerintah tentang label pangan untuk mengikuti standar internasional. Semoga mereka juga mempertimbangkan untuk membuat standarisasi pada pengkodean tanggal kadaluarsa pada semua produk konsumsi pangan dan obat-obatan.

Maju terus Indonesia!

 

Views: 442
Posting: 7-Mar-2012 10:38:41 WIB
Comments: 49 comments
Category: Kode Kadaluarsa Makanan
May
04
2011

Indonesia negeri tercinta kita, seperti yang sudah sering kita dengar, berada diatas cincin api, sebuah rangkaian gunung berapi yang sangat aktif dan sulit diprediksi, yang tidak jarang menjadi sumber bencana gempa vulkanik. Lokasi negeri kita juga sangat strategis untuk gempa bumi, karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik, Pasifik, Eurasia, dan Australia. Terlepas dari kenyataan diatas, ternyata masih banyak warga kita yang kurang mengerti tentang bahaya yang satu ini, termasuk saya sendiri, Hehehe. Oleh karena itulah saya mencari model-model standar dari luar dan dalam negeri, sedihnya saya tidak menemukan satupun artikel terkait prosedur standar menghadapi gempa bumi di BMKG maupun lembaga mitigasi bencana PVMBG dan BNPB di Indonesia.. sulit sekali mencari informasi yang satu ini dari lembaga pemerintah.. padahal penting yak?

bagaimana sih caranya menyiapkan diri menghadapi bencana yang satu ini? Yuk kita simak bersama!

 

Persiapan Sebelum Gempa:

 

  • Membuat rencana dan identifikasi rute menuju tempat aman didalam dan jalan keluar bangunan.
  • Mendidik seluruh anggota keluarga tentang metode penanggulangan bencana gempa (anak, ibu, kakek, nenek, suami, istri, kucing, dll)
  • Mencatat nomor-nomor penting (polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, kerabat, dll) berserta alamat mereka.
  • Menyiapkan tas berisi barang darurat, diantaranya: (1)Lampu senter, (2)batu baterai cadangan, (3)makanan darurat, (4)air mineral 2-3 liter per orang per hari, (5)uang tunai, juga sediakan pecahan kecil/recehan untuk telepon umum, (6)fotokopi KTP dan surat berharga, misalnya surat kepemilikan tanah, surat asuransi, buku tabungan, (7)korek api, lighter, lilin, (8)pembuka kaleng dan pisau serbaguna, (9)P3K dan obat penting untuk penyakit bawaan (misalnya asma, diabetes, dll) dan antiseptik, (10)Sepatu bot, (11)selimut tahan panas, anti-air, (12)helm atau pelindung kepala, (13)radio kecil, (14)sarung tangan kerja/tebal, kaus kaki, pakaian dalam, (15)tali tambang, (16)kantung plastik, (17)tissue, (18)Peluit, untuk memberitahukan posisi jika kita terjebak dalam bangunan, (19)Kain masker, (20)Peta daerah sekitar, dll.

 

 

Ketika Gempa:

Jika didalam ruangan:

(a)Tiarap! carilah furnitur yang kuat dan bersembunyi dibawah/dibaliknya sampai guncangan berhenti. (b)Jika tidak ada furnitur yang dirasa cukup kuat, bersegeralah dengan hati-hati ke pojok bangunan lalu berjongkok sambil menutup wajah dan kepala dengan lengan sampai gempa reda. (c)jauhi kaca jendela, cermin, tembok luar, dan barang-barang yang mungkin pecah atau runtuh. (d)JANGAN GUNAKAN LIFT. (e)jika memungkinkan, bukalah semua pintu yang ada, hal itu akan mempermudah proses evakuasi dan mencegah kemungkinan kecelakaan runtuhnya tembok saat pintu dibuka setelah gempa. (f)jika anda jauh dari pintu keluar, bertahanlah dimana anda berada, janganlah tergesa-gesa untuk keluar, kebanyakan kecelakaan terjadi karena hal ini.

Jika diluar ruangan:

(a)jauhi bangunan, tembok, lampu jalan, kaca, dan tiang listrik, (b)bersegera ke tempat terbuka, jika anda berada di jalanan, berdirilah ditengahnya, (c)jika anda sedang berkendara, lambatkan kendaraan anda perlahan ke tepi jalan, jangan rem mendadak, dan segera keluar, jangan berhenti dekat pom-bensin, pohon besar, ataupun dibawah/atas jembatan.

Jika anda terjebak didalam bangunan:

(a)Jangan nyalakan korek! (b)jangan bergerak ataupun mencoba memindahkan puing jika anda terjepit, (c)tutupi mulut dengan masker ataupun kain untuk melindungi pernapasan dari debu, (d)ketuklah pipa ataupun tembok berirama, atau tiup peluit untuk memanggil bantuan, jangan berteriak! karena hal itu beresiko untuk menghirup debu yang menghambat pernapasan selain menghabisi oksigen. 

 

Setelah gempa:

(1)Masih adanya bahaya gempa susulan dan tsunami, jika anda masih didalam bangunan, keluarlah segera ke tempat aman! (2)dengarkan informasi di radio, atau televisi jika memungkinkan (3)gunakanlah telepon hanya untuk keadaan darurat! Misalnya butuh bantuan medis darurat atau timbulnya kebakaran, (4)jauhi bangunan tinggi, dan bangunan yang rusak parah, kecuali jika telah diyakinkan ahlinya kalau aman (5)waspada tsunami jika anda tinggal di daerah pesisir, carilah lokasi yang tinggi untuk berlindung (6)tolonglah orang yang terluka dan terperangkap dengan hati-hati, jangan pindahkan korban yang terjepit, kecuali benar-benar darurat, mintalah bantuan tim medis atau SAR/pemadam (7)jauhilah tempat yang tercium bau bensin dan gas. (8)laporkan diri kepada instansi penanganan bencana.

 

Sekian laporan dari saya. Saya selalu berharap semoga tidak terjadi lagi bencana gempa di Indonesia, walau demikian, tidak ada salahnya kita mempersiapkan diri dari sekarang. >.<

Narasumber:

 

 

Link yang mungkin berguna:

 

 

Views: 886
Posting: 4-May-2011 11:24:41 WIB
Comments: 0 comments
Category: Random Facts, Gempa Bumi
Apr
10
2011

Mungkin pernah terlintas di benak anda, atau mungkin anda belum menyadarinya, kalau ada sebuah perbedaan kecil antara busana pria dengan wanita. Tidak, saya tidak berbicara tentang perbedaan antara rok dengan celana, atau tank-top dengan T-shirt. Saya sedang berbicara mengenai kancing baju. Smiley

Kancing baju konon telah ada sejak jaman dahulu kala, peradaban indus telah memiliki benda unik ini sejak 2600 tahun sebelum masehi, dahulu fungsi utamanya adalah sebagai ornamen pemanis pakaian dan simbol status sosial, baru belakangan ia berfungsi sebagai pengikat pakaian (sebelumnya menggunakan tali seperti pada sepatu jaman sekarang). 

Lho? Apa hubungannya dengan 'diskriminasi' gender? Anda mungkin bertanya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kalau kancing baju juga atau awalnya berfungsi sebagai simbol status sosial. Dahulu, Eropa merupakan daerah yang paling marak mempopulerkan kancing baju. Dimulai dari Jerman pada abad ke 13, disusul negara eropa lainnya hingga pada abad ke 14 kancing telah dipakai di sebagian besar eropa. Dahulu kancing hanya banyak dipakai di kalangan atas, dengan format seperti pada kemeja pria jaman sekarang.

Lalu mengapa posisi kancing pada pakaian wanita letaknya terbalik dibandingkan pada pakaian pria? Hal itu hanya masuk akal jika semua orang wanita itu kidal, padahal tidak demikian adanya.

Konon orang-orang eropa pada jaman itu mengenakan baju lebih banyak dari yang dikenakan orang jaman sekarang (mungkin karena mereka juga mandi lebih jarang Cheesy). Misalnya pria jaman itu umum dijumpai mengenakan jaket waistcoat atau pantaloon, dipadukan dengan beberapa lapis baju tambahan. Namun busana para wanita lebih rumit lagi, seorang Lady mungkin mengunakan berlapis-lapis, petticoat, bloomer, gaun, korset, dan ornamen-ornamen lainnya. Bahkan untuk berpakaian seorang Lady harus dibantu oleh beberapa orang pelayan, dan memakan waktu hingga berjam-jam untuk berdandan. Saat itulah para perancang mode yang jenius menemukan sebuah ide yang 'cemerlang'. Mengapa posisi kancingnya tidak dibalik saja sehingga memudahkan para pelayan untuk memakaikannya? 

Sejak saat itulah pakaian para wanita di eropa menggunakan posisi kancing terbalik, dan mode itu terbawa hingga jaman sekarang walau para Lady sudah bisa memakai baju mereka sendiri.

Read Seperti halnya dengan keyboard QWERTY, karena sudah terbiasa, orang tidak lagi merasa perlu untuk mengubahnya lagi.

 

Sumber: Lifeslittlemysteries.com

 

Views: 658
Posting: 10-Apr-2011 13:13:09 WIB
Comments: 2 comments
Category: Random Facts