TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Prestasi demi prestasi ditorehkan SMA Semen Gresik bidang lingkungan. Setelah berhasil meraih Piala Adiwiyata, giliran kepala SMA yang bernaung dalam Semen Gresik Foundation (SGF) menjadi peserta Collaborative Researrcher of Asia Biomas Energy Researchers Invitation Program 2011 di Jepang.
Kepala SMA SG Setiya Budi merupakan satu-satunya wakil Indonesia dalam kegiatan yang digelar Japan Ferro Engineering (JFE) Corporation.Total ada 14 perwakilan negara-negara Asia Pacific. Rencananya berada di Yokohama selama tiga bulan, terhitung dari 10 Oktober 2011 sampai 6 Januari 2012. ”Saya akan mengetengahkan pemanfaatan buah pohon jarak pagar yang fungsi kalorinya hamper sama dengan batu bara kelas medium.
Ini merupakan penelitihan program dari SMA Semen Gresik selama ini,”ungkap Setiya Budi di selasela acara pelepasan yang digelar, kemarin. Tentang biaya, Setiya Budi menegaskan,semua akomodasi ditanggung pantia dari JFE Corporation. Namun, SGF sebagai sebagai induk dari SMA SG juga membantu akomodasi.
Mengingat, penunjukkan dirinya bukan serta-merta,namun melalui proposal yang cukup ketat yang akhirnya diterima pantia Collaborative Researrcher of Asia Biomas Energy Researchers Invitation Program 2011. Sementara itu, Johan Samudra selaku staf ahli Dirut PT Semen Gresik (Persero) Tbk menambahkan,kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kerjasama dengan JFE Corporation yang dilakukan manajemen selama ini. ”Selama ini kami sudah berkali-kali menjalin kerjasam adengan JFE Corporation,” tukas dia.
PERUMAHAN di kawasan pinggiran Jakarta seperti Bogor,Depok, Tanggerang, Bekasi (Bodetabek) sepertinya masih menjadi pilihan masyarakat Ibukota sebagai lokasi untuk tempat tinggal. Setiap tahun, angkanya cenderung mengalami pertumbuhan. Meskipun lokasinya jauh dari tempat bekerja, banyak masyarakat yang lebih memilih tinggal di kawasan Bodetabek. Selain masih tersedia lahan, harga properti unit perumahan relatif murah ketimbang di Jakarta. Biasanya pemilihan ini dilakukan untuk menekan biaya ekonomi kehidupan yang tinggi. Pengamat dan konsultasi properti Suwito Santoso mengatakan memilih tempat hunian di kawasan Bodetabek saat ini adalah salah satu prioritas bagi pasangan suami istri yang bekerja di Jakarta.Walaupun sebagian masyarakat banyak juga yang lebih memilih perumahan dan apartemen di Jakarta. Kecenderungan ini menjadi tren sejak setahun terakhir ini. Menurut Suwito setiap unit rumah di kawasan Bodetabek mayoritas untuk segmentasi kelas menengah lebih murah dibandingkan Jakarta.
Dengan harga berkisar Rp 80 juta sampai Rp 200 juta ke atas menjadi solusi atas kesulitan membeli hunian di Ibukota.Faktor terhambatnya pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di Jakarta juga menjadi kendala dan mempengaruhi konsumen masyarakat membeli rumah di kawasan Bodetabek. Meskipun jauh dari perkantoran, hal ini tidak menjadi masalah karena sekarang sarana pendukung menuju ke Jakarta dengan akses Jalan tol juga semakin menggeliat. “Konsumen yang kecewa cenderung memilih pengganti rusunami yaitu anami atau perumahan di kawasan pinggirian Jakarta.
Tidak heran bila setap tahun cenderung bertambah angka konsumen yang membeli rumah di kawasan Bodetabek,”kata Suwito. Sejalan dengan suksesnya proyek Griya Putra Mandiri yang berlokasi di Citayam, PT Miftah Putra Mandiri (MPM) terus berekspansi mengembangkan produk baru. Dalam hitungan lima tahun PT MPM telah menancapkan kukunya di ranah bisnis properti, khususnya perumahan dengan jumlah proyek belasan. Selain Depok, Bandung merupakan garapan baru PT MPM.Saat ini dalam waktu lebih kurang berdekatan PT MPM meluncurkan dua perumahan sekaligus. Pertama, Grand Putra Mandiri pada akhir tahun lalu, kemudian Green Putra Mandiri pada awal 2011 ini.
Menurut Direktur Utama PT MPM,Miftah Sunandar,rumah dan fasilitas di dalamnya tidak bisa dipisahkan. Ini menjadi satu kesatuan yang mutlak untuk memudahkan pemilik rumah beraktifitas,mulai dari kebutuhan pokok hingga sekunder seperti sarana olahraga dan lainnya. Demikian catatan online Bedaxi tentang PERUMAHAN di kawasan pinggiran Jakarta.
Menurut informasi yang diterima Belajar
HTML bahwa Kegiatan reklamasi Pantai Utara Jakarta yang tidak
terkendali dikhawatirkan akan mengancam pasokan listrik di Ibu Kota.
Persoalannya, pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara
(PLN) di wilayah tersebut sangat mengandalkan air laut sebagai pendingin
mesin pembangkit.
”Sebagian besar reklamasi,menimbun laut
menjadi daratan.Kenaikan temperatur air dan penurunan jumlah pasokan air
pendingin ke pembangkit PLN dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan
operasional pembangkit, terutama penurunan daya mampu pembangkit,”ujar
Manajer Bidang Pembangkitan Pusat Penelitian dan Pengembangan
(Puslitbang) PLN Jonny Havianto di Jakarta akhir pekan lalu.
Saat
ini terdapat tiga pembangkit besar milik PLN yang berlokasi di kawasan
Pantai Utara Jakarta. Ketiga pembangkit itu adalah PLTU Muara Karang
dengan kapasitas 1.375 megawatt (MW); PLTU Priok (1.248 MW); dan PLTGU
Muara Tawar (1.745 MW). Ketiga pembangkit listrik tersebut juga sudah
ditetapkan sebagai obyek vital nasional berdasarkan Keputusan Presiden
(Keppres) No 63/2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional.
Seperti
diketahui ketiga pembangkit ini menyuplai listrik ke pusat pemerintahan
dan bisnis, seperti Istana Negara, Monas, kawasan bisnis
Thamrin–Sudirman, Senayan, dan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Muara Karang dan Priok memasok lebih dari 35% ke Jakarta, paparnya.
Sementara itu, Kepala Puslitbang PLN Hadi Harmono mengakui, maraknya
pembangunan apartemen di pesisir Jakarta berdampak kepada operasional
pembangkit milik PLN.
Sebab menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa saat
dibangun, pembangkit listrik tersebut dirancang menggunakan sistem
pendingin air laut. ”Ini akan mempengaruhi kemampuan atau efisiensi dari
pembangkit,” ujar Hadi. Senior Specialist pada Direktur Niaga PT
Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Koespraptini Ria menjelaskan, pada awal
dibangunnya pembangkit, suhu air pendingin hanya sekitar 27–28 derajat
celsius. Kini, suhunya mencapai 29–31 derajat celsius. ”Itu baru
masuknya. Keluarnya sekitar 38–39 derajat celsius,”ungkap Ria.