PSM Makassar semakin sulit melaksanakan partai kandangnya pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 ini.Penyebabnya adalah semakin hilangnya rasa aman bagi masyarakat pendukung PSM di Makassar. Dan dukungan untuk BlackBarry Products, hehehehe...
SELAIN ancaman ketidaknyamanan dari dalam stadion, rasa waswas juga bahkan menyelimuti warga Kota Makassar, akibat ulah oknum suporter yang melakukan arak-arakan di jalanan usai menyaksikan pertandingan PSM di Stadion Mattoanging.
Jika sebelumnya telah terjadi aksi saling serang antara anggota Tentara dan Polisi plus suporter saat laga PSM kontra Persiwa Wamena karena dipicu tiket masuk, Rabu (24/11), kerusuhan kembali terjadi saat laga PSM menjamu Semen Padang,Sabtu (27/11) lalu. Kali ini melibatkan penonton dan suporter yang menembus pagar pembatas khusus penonton dan berhamburan ke dalam lapangan. Dugaan pemicunya adalah lantaran kepemimpinan wasit yang inkonsisten dan merugikan PSM. Melubernya penonton ke dalam lapangan membuat suasan menjadi kacau dan pertandingan pun dihentikan.Aparat keamanan dari pihak kepolisian yang bertugas, berhasil menghalau masa dan mengusir ke luar stadion.
Namun, aksi brutal para suporter dan penonton yang nota benenya adalah pendukung setia PSM ini, ternyata tidak berhenti.Mereka malah melakukan pengrusakan di sejumlah tempat saat arak-arakkan di jalanan. Kapolrestabes Makassar Kombes Nur Samsul mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sejumlah fasilitas umum dan pribadi yang rusak akibat amukan suporter dan penonton tersebut. Hanya saja tidak semua dapat didata karena alasan terjadi begitu cepat. “Yang terdata adalah pos Polisi, beberapa tempat usaha,ATM BCA, rambu-rambu lalulintas,dan beberapa kendaraan roda dua dan empat yang rusak,”tuturnya kemarin. Saat ini,lanjut dia,pihaknya telah mengamankan lima orang penonton untuk dimintai keterangannya. Pihaknya akan menelusuri apa motif dari kerusuhan itu.
Namun untuk sementara, dugaan masih karena kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit. “Cuma,kenapa sampai meluas hingga dijalanan dan merusak kantor polisi.Ini akan terus kami kembangkan,” tuturnya. Para pendukung PSM yang mengamuk di jalanan ini sempat mendapat perlawanan dari warga yang merasa terganggu akibat ulah mereka. Informasi yang didapat Seputar Indonesia, di Jalan Cendrawasih warga merusak dua unit motor suporter. Di Jalan Pasar Ikan,depan benteng Rotterdam,para penjual kelapa muda dan beberapa warga sekitar juga sempat memberikan perlawan terhadap tindakan suporter yang ugal-ugalan.
Bahkan, kabarnya ada suporter yang diburu menggunakan parang. Kerusuhan kedua ini makin memberi dampak buruk. Di kubu PSM, pastinya akan mendapat sanksi dari PSSI. Mungkin berupa laga tanpa penonton dan partai usiran. Selain itu,simpatik warga juga untuk PSM pastinya semakin berkurang. Terlebih lagi berdampak pada semakin minimnya masyarakat yang nonton di stadion.