Belajar Ngeblog Sedang belajar ngeblog

Blog Archive: May 2010
May
31
2010

Seorang anggota punk tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menurut informasi yang didapat Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Kepala korban hancur hingga otaknya tercecer di jalan setelah dilindas truk yang ditumpanginya.

Korban diketahui bernama Iman (25), warga Kampung Karang Anyar, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta. Kini jasad korban masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih menunggu keluarganya.

Peristiwa tersebut, menurut Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Edy Kusmawan, berawal ketika serombongan anak-anak punk menyetop truk yang kebetulan sedang melintas. Secara bersamaan dari arah Bandung menuju Jakarta, berhenti sebuah truk bernomor polisi B 9641 DO yang dikemudikan Ridwan.

“Ketika mereka naik ke atas bak, korban terpeleset yang kemudian jatuh ke kolong truk. Kepalanya pun langsung terlindas ban kiri belakang hingga hancur. Nyawa korban tidak dapat tertolong dan meninggal di TKP,” ujar Edy, Kamis (27/5/2010).

Untuk penyelidikan lebih lanjut, lanjutnya, truk bersama pengemudinya dibawa ke Mapolres Purwakarta untuk dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan Ridwan, anak-anak punk tersebut memaksa untuk menghentikan kendaraannya.

Sementara itu, salah seorang teman korban yang menolak menyebutkan identitasnya justru memberi keterangan berbeda. Terjatuhnya korban bukan karena terpeleset saat menaiki truk. Akan tetapi, sopir secara mendadak tancap gas begitu semua teman-temannya sudah berada di atas truk.

Iman yang kebetulan berada di samping kiri tidak dapat berpegangan saat truk melaju secara mendadak, menurut informasi yang didapat Belajar HTML. Akhirnya jatuh dan terlindas ban belakang,” ujarnya sembari menunggui jasad korban di kamar jenazah

Views: 131
Posting: 31-May-2010 02:39:39 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
29
2010

Isu perlindungan lingkungan merasuk di dunia mode. Hal tersebut dilakukan para pelaku mode Barat, layaknya Eropa dan Amerika, sekaligus di Asia. Salah satu pelaku mode yang memfokuskan diri pada gerakan mode hijau adalah firma asal Jerman, Messe Frankfurt.

Untuk keenam kalinya menurut pengamatan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, Messe Frankfurt menggelar ”Ethical Fashion Show” yang mempertunjukkan koleksi busana ramah lingkungan di Paris. Pertunjukkan khusus tersebut berhasil menarik perhatian ribuan penikmat mode, buyer, juga kalangan media. Sekaligus menjadi salah satu highlight ajang fashion capital tersebut.

”Pertunjukan ini menjadi komitmen kami untuk membantu lingkungan dan memajukan pembangunan berkelanjutan dari sisi mode,” ujar Direktur Messe Frankfurt Detlef Braun.

Braun mengatakan, green fashion merupakan salah satu cara bagi pelaku mode untuk ikut melakukan gerakan perlindungan lingkungan tanpa harus bersusah payah.” Singkatnya, dengan memilih membeli kaus yang dibuat dari serat organik, berarti Anda telah membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari insektisida,” paparnya.

Messe Frankfurt aktif mengampanyekan gerakan mode hijau melalui trade fair sejak 6 tahun lalu. Setiap tahunnya, Messe Frankfurt menggelar 100 pameran di seluruh dunia yang menghadirkan ratusan pelaku industri tekstil yang telah melakukan gerakan mode hijau.

Lebih lanjut, Braun mengatakan bahwa green fashion sebenarnya merupakan celah industri yang potensial untuk digarap. Tahun lalu, Messe Frankfurt berhasil membukukan transaksi total sebesar USD671 juta untuk pameran yang mereka gelar di Inggris.

Messe Frankfurt memulai ”Paris Ethical Fashion Show” pada 2004 dengan hanya 20 desainer. Dan kini, pertunjukan mode ramah lingkungan tersebut telah didukung lebih dari 90 perancang mode dari seluruh dunia.


”Melalui acara ini, kami ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat dan penikmat fashion bahwa green fashion tidak harus mahal atau serbaorganik,” ujar Isabelle Quehe, pendiri Messe Frankfurt.

Satu hal yang ingin dicapai Quehe adalah membantu meningkatkan kesejahteraan negara-negara miskin. Menurut Belajar HTML bahwa banyak perusahaan mode menggunakan tenaga kerja dari negara miskin untuk menekan biaya produksi, yang justru tidak memberikan banyak keuntungan bagi para pekerja. Harapan gerakan mode hijau ini agar masyarakat semakin sadar dan selektif dalam memilih brand yang ramah lingkungan dan beretika sosial,” tutur Quehe.

Views: 97
Posting: 29-May-2010 18:12:38 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
24
2010

Selain masalah gugatan hukum dan kekerasan terhadap pers,kebebasan pers juga dipengaruhi oleh faktor peraturan perundangan yang berlaku di suatu negara, terutama yang bersinggungan dengan kerja pers. Jika suatu peraturan hukum kondusif, akan membantu pers dalam menjalankan tugasnya sebagai pencari dan penyebar informasi untuk publik. Sebaliknya menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, jika peraturan itu konservatif,akan mengancam kebebasan pers. Sebagai contoh misalnya pengesahan Undang-Undang (UU) No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Peraturan ini,di satu sisi baik karena memberikan payung hukum terhadap kebebasan informasi dan transaksi elektronik.UU ini juga mengatur persebaran informasi di dunia maya yang kerap meresahkan masyarakat, seperti konten multimedia yang mengandung kekerasan atau pornografi. Persoalannya adalah sejumlah pasal dalam UU ITE berpotensi mengganggu kebebasan pers karena memuat larangan-larangan yang mirip pasal pidana dalam KUHP.

Ini bisa dilihat pada Pasal 27 ayat3danPasal28ayat2yangintinya melarang siapa pun menyebarkan informasi yang dianggap mencemarkan nama baik dan menimbulkan permusuhan. UU ITE juga berpotensi menghambat kebebasan berekspresi.Media ekspresi tidak hanya berwujud pers. Berkat kemajuan teknologi, setiap orang kini sudah bisa menyampaikan informasi.

Artinya, bukan tidak mungkin akan lebih banyak lagi arus informasi yang berpotensi membuat pihak-pihak tersinggung dan memicu sengketa, seperti sudah terjadi pada kasus Prita Mulyasari baru-baru ini.Terkait UU ITE,Dewan Pers sudah menyatakan keberatan dengan sejumlah pasal yang mengandung unsur pidana dan saat ini sedang ditindaklanjuti oleh parlemen. Selain UU ITE, tantangan UU “konservatif” lain yang juga akan menjadi tantangan bagi pers ialah RUU Rahasia Negara.

Dalam rancangan itu, pada nantinya negara diberikan jaminan hukum untuk mengatur informasi apa saja yang boleh diakses dan informasi apa saja yang tidak boleh diakses publik. JikaRUUinijadidisahkan,bukantidak mungkin akan menghambat pers dalam mencari informasi. Selain itu,RUU ini juga berpotensi memicu gugatan terhadap pers karena kerahasiaan informasi atau informasi yang tidak bisa disampaikan akan dilindungi UU dan dikenakan sanksi bagi yang melanggar.

UU ini memang masih dibahas dan ada kemungkinan tidak jadi dibahas karena pemerintah sudah mengesahkan UU No 14/2008 tentang Kebebasan Informasi Publik yang berlaku per 30 April lalu.Kendati demikian,kedatangan UU “konservatif” ini tetap harus diwaspadai.

Views: 92
Posting: 24-May-2010 23:50:26 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
22
2010

DI tengah gempuran krisis keuangan dunia tahun lalu, perekonomian Indonesia terbukti bisa bertahan. Pertumbuhan ekonomi masih memperlihatkan grafik positif, padahal di banyak negara perekonomiannya negatif. Usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) diyakini merupakan salah satu motor penggerak yang membuat laju perekonomian terus positif. Pada triwulan III/2008 pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6%, gejolak krisis keuangan global 2007 mulai dirasakan dampaknya di Indonesia terutama menjelang akhir 2008, menurut hasil pnyelidikan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Hal ini misalnya terlihat dari indikator perlambatan kegiatan ekonomi secara signifikan terutama karena anjloknya kinerja ekspor. Kendati begitu,sepanjang 2008 perekonomian Indonesia masih tumbuh 6,1%. Pada 2009 pertumbuhan perekonomian Indonesia mencapai 4,5%.Angka ini merupakan tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India.Tahun ini pertumbuhan ekonomi bahkan diperkirakan akan mencapai 5,5–6%.

Perekonomian Indonesia tidak bisa dipisahkan dari UMKM mengingat jenis usaha ini banyak menjadi tumpuan kehidupan masyarakat. Untuk memperkuat perekonomian nasional, UMKM harus diberdayakan secara maksimal. Menurut Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, pemberdayaan koperasi dan UMKM merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Dalam rentang waktu perjalanan panjang proses pembangunan nasional disadari bahwa koperasi dan UMKM telah memberikan berbagai sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Sjarifuddin menambahkan, UMKM adalah istilah yang sangat identik dengan rakyat.

Setiap kali membicarakan potensi dan peran penting sektor UMKM,dengan sendirinya secara intens akan memasuki masalah yang paling esensial dari sektor yang satu ini yakni rakyat itu sendiri. Sektor UMKM yang bergerak dalam berbagai kegiatan ekonomi sudah lama dinilai sebagai sektor terpenting dalam mengatasi masalah yang dihadapi Indonesia yakni pengangguran, setengah pengangguran, dan kemiskinan. Karena itu, pengembangan sektor yang tersebar di seluruh Indonesia ini dinilai sangat baik dan strategis tidak saja untuk memperbesar lapangan kerja dan kesempatan kerja,tetapi sekaligus pula mendorong pembangunan daerah dan kawasan pedesaan di Indonesia.

Sjarifuddin menegaskan, khusus industri skala mikro dan kecil, peranan UMKM dalam perekonomian nasional juga sangat penting, terutama dalam aspek peningkatan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, akselerasi perekonomian di pedesaan, dan peningkatan ekspor nonmigas. Dengan demikian, peranan UMKM dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki pola pertumbuhan ekonomi sangatlah signifikan. Hal ini didukung berdasarkan sejumlah data dan fakta lapangan. Pertama, terdapat hubungan yang erat antara besarnya kontribusi sektor UMKM dalam penyediaan lapangan kerja dan kontribusi dalam pembentukan nilai tambah.

Dalam kaitan ini, upaya untuk lebih menyeimbangkan pertumbuhan produktivitas per tenaga kerja antara UMKM dan usaha besar perlu terus ditingkatkan. Kedua, pertumbuhan UMKM yang lebih cepat dibanding kelompok usaha besar akan memperbaiki struktur usaha dan distribusi pendapatan secara keseluruhan. Sejauh ini baik pertumbuhan nilai tambah maupun peningkatan produktivitas UMKM memang lebih baik. Dengan demikian, jika UMKM dijadikan tulang punggung perekonomian, peningkatan produktivitas UMKM harus menjadi isu sentral dari kebijakan ekonomi di masa mendatang. Sebagaimana diketahui, salah satu peran penting dari sektor UMKM dalam perekonomian nasional adalah kemampuannya menciptakan lapangan kerja secara cukup signifikan karena lebih bersifat padat karya.

Peran ini tentu saja akan sangat bernilai strategis manakala pemerintah dapat terus melakukan upaya yang serius untuk mengembangkan sektor UMKM sehingga tingkat pengangguran dapat terus turun dari 7,6% pada 2010 hingga 5–6% pada 2014. Mengandalkan kemampuan usaha besar saja dalam mendongkrak angka pertumbuhan dengan harapan dapat menciptakan lapangan kerja tidak dapat dijadikan sebagai pilihan tunggal dalam mengatasi jumlah pengangguran yang terus membengkak setiap tahun. Dengan kondisi semacam itu,pemberdayaan dan pengembangan UMKM merupakan prioritas yang tinggi bagi keberpihakan pemerintah.

Dasar pertimbangannya sebetulnya cukup jelas yakni perekonomian berbasis UMKM sesungguhnya lebih baik karena terbukti mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap krisis, lebih banyak menyerap tenaga kerja, serta dalam perspektif populis lebih adil dan lebih memberikan kesejahteraan kepada rakyat kecil. Itulah sebabnya sejak perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan akibat krisis ekonomi beberapa waktu lalu, sektor ini menjadi primadona bagi pemerintah untuk dijadikan salah satu pilar ekonomi Indonesia di masa depan. Munculnya kesadaran ini sekurang- kurangnya menjadikan sektor UMKM sebagai tumpuan harapan di masa depan terutama dalam menyerap tenaga kerja sekaligus dalam kerangka upaya pengentasan kemiskinan.

Sejalan dengan itu, kekuatan lain dari sektor ini adalah UMKM tidak hanya besar dari sisi jumlah (kuantitas) karena tersebar di berbagai pelosok yang padat penduduk, tetapi juga terbukti mampu memberikan penghidupan yang layak kepada orang-orang yang bekerja di dalamnya beserta keluarganya.

Views: 92
Posting: 22-May-2010 03:21:37 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
May
21
2010

Clotilde Dedecker tidak punya darah Afghanistan. Dia bahkan belum pernah ke Afghanistan. Namun,dia membuktikan dedikasinya memperjuangkan kemajuan perempuan negeri yang tak pernah henti dilanda konflik itu.

HARI Natal 1967, Dedecker, yang saat itu masih duduk di kelas tiga sekolah dasar, dan keluarganya meninggalkan Kuba.Dedecker kecil tentu belum bisa memahami mengapa keluarganya pindah.Dia hanya menangis seraya merajuk supaya diizinkan tetap tinggal di Kuba.Tangisan dan rajukan tidak mampu meluruhkan niat keluarganya terbang ke Amerika Serikat (AS), tempat ayahnya melanjutkan pendidikan kedokteran gigi. KeluargaDedeckertinggaldiMiami, lantas pindah ke Buffalo,New York.

Menurut informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa lambat laun dia mulai menikmati kota dengan populasi terbesar kedua di negara bagian New York dan dihuni berbagai kelompok masyarakat.Dedecker pun tumbuh menjadi gadis yang berwawasan luas karena banyak mendengarkan cerita teman-teman tentang daerah asal mereka.Dedecker trenyuh saat mendengar konflik berdarah di negara asal teman-temannya.”Hidup di tengah kepungan peluru tentu menakutkan,”paparnya. Cerita tentang peperangan terus menghantui pikirannya.

Dia membayangkan perempuan-perempuan muda yang rindu bersekolah,tetapi terpaksa tinggal di rumah.Akses pendidikan begitu tipis dan mungil. Perempuan-perempuan ini sulit menerobos pengetahuan yang sepatutnya mereka terima.Dedecker berubah menjadi orang yang sentimental setiap kali melihat wajah teman-teman yang berasal dari kawasan konflik. Mereka (teman- temannya) hanya sebagian kecil masyarakat yang beruntung memperoleh pendidikan tinggi.

Selain mereka, masih ada sejumlah besar perempuan yang terus bermimpi tanpa tahu kapan bakal terwujud. ”Perempuan-perempuan ini seperti tengah menanti di ujung gang,”pikir Dedecker. Menurut Dedecker,perempuan Afghanistan sebenarnya punya keinginan sama dengan perempuan di negeri lain.Mereka ingin belajar serta bersosialisasi dengan teman sebaya dalam lingkungan sekolah, serta bisa maju. Sayang, niat ini lagi-lagi terpaksa dipukul mundur.

Perempuan-perempuan Afghanistan berhadapan dengan beberapa ketentuan dan larangan yang membuyarkan mimpi mereka. Dedecker mendengar semua. Dia mencermati setiap kisah, perkembangan, bahkan situasi yang terdengar statis, dan prihatin dengan situasi yang dialami perempuan muda Afghanistan. Dedecker, seseorang yang belum pernah ke Afghanistan ini, ingin mendengar perempuan Afghanistan semakin maju.

“Saya ingin mereka bisa bersuara lantang. Saya ingin mereka mengejar pendidikan dalam lingkungan yang paling berbahaya sekali pun,”paparnya. Pada 2004, Dedecker mendirikan Circle of Women.Pada awal pembentukan, organisasi nirlaba ini sukses menyediakan dana pendidikan bagi 1.200 anak perempuan di beberapa sekolah dasar di Kandahar dan sekitarnya.Bagaimana caranya? Dedecker dan beberapa rekan mengajukan proposal ke beberapa orang tua murid di beberapa sekolah di Buffalo.

Proposal ini bukan surat pengajuan dana langsung. Dedecker menyebutnya permohonan izin. ”Kami mengajak anak-anak mereka ikut serta dalam proyek penggalangan dana,”tutur Dedecker. Dia lantas meminta murid-murid di Buffalo untuk membuat kerajinan tangan dan menjual beberapa produk makanan.Dedecker bersyukur karena hasil penjualan melebihi target semula, USD21.000 (Rp190 juta).

Keseluruhan uang langsung didistribusikan ke beberapa sekolah dasar di Kandahar,salah satunya Sekolah Zarghona.Kota Kandahar menjadi fokus utama Dedecker dan kawan-kawan karena merupakan salah satu kawasan tertinggal. Perempuan-perempuan Kandahar ingin maju,tapi kerap terbentur ketentuan dan beberapa kepentingan lain. Dedecker menerima semua laporan tentang perkembangan pendidikan di Kandahar.Dia mengaku bangga terhadap perempuan muda Kandahar.

“Saya belajar tentang nilai-nilai pendidikan dari perempuan Kandahar,”katanya.Dia ingin perempuan yang tinggal di negara maju turut becermin pada perempuan Kandahar. ”Bahkan dalam keadaan serbasulit mereka terus berjuang untuk maju,”tuturnya. Hingga kini Dedecker masih aktif dalam Circle of Women.Perempuan berwajah lembut ini berusaha tidak mengeluh selama memimpin Circle of Women.

Dia hanya ingin melakukan hal-hal baik untuk generasi muda dunia. ”Semua tidak bisa diukur dengan uang,begitu juga pekerjaan saya,”tuturnya. Dia mempelajari nilai kemanusiaan yang sederhana dari Ibu Theresa.“ Kita seperti pensil yang mungil,” katanya mengutip kalimat Ibu Theresa.Kendati hanya tampil sebagai sebatang pensil,tapi manusia bisa menulis harapan dan peluang yang baik bagi sesama. Kalimat ini terus menjadi penyemangat Dedecker untuk memajukan pendidikan perempuan Afghanistan.

Views: 103
Posting: 21-May-2010 01:52:55 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
 1 2 >