Belajar Ngeblog Sedang belajar ngeblog

Blog Category: Coretan artikel tentang berbagai informasi
Feb
03
2010

Perangkat yang satu ini masih keluaran produk D-Link, alat tersebut sudah bersetifikat resmi dan sudah beredar di pasaran. High Speed Secure Internet Access D-Link DSL-520B merupakan proyek type approval kami, pada waktu mengerjakan proyek tersebut kami juga sedang mengerjakan proyek venus, dan semua berjalan dengan lancar. Untuk kualitas DSL-520B sudah tidak diragukan lagi, karena sudah teruji di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi.


Data spesifikasi DSL-520B sebagai berikut:


Technical Specifications
ADSL Standards
? ANSI T1.413 Issue 2
? ITU G.992.1 (G.dmt) AnnexA
? ITU G.992.2 (G.lite) Annex A
? ITU G.994.1 (G.hs)
? ITU G.992.5 Annex A


ADSL2 Standards
? ITU G.992.3 (G.dmt.bis) Annex A
? ITU G.992.4 (G.lite.bis) Annex A


Protocols
? IEEE 802.1d Spanning Tree
? TCP/UDP
? ARP
? RARP
? ICMP
? RFC1058 RIP v1
? RFC1213 SNMP v1 & v2c
? RFC1334 PAP
? RFC1389 RIP v2
? RFC1577 Classical IP over ATM
? RFC1483/2684 Multiprotocol Encapsulation over ATM Adaptation Layer 5 (AAL5)
? RFC1661 Point to Point Protocol
? RFC1994 CHAP
? RFC2131 DHCP Client / DHCP Server
? RFC2364 PPP over ATM
? RFC2516 PPP over Ethernet


Data Transfer Rate
? G.dmt full rate downstream: up to 8 Mbps / upstream: up to 1 Mbps
? G.lite: ADSL downstream up to 1.5 Mbps / upstream up to 512 Kbps
? G.dmt.bis full rate downstream: up to 12 Mbps / upstream: up to 12 Mbps
? ADSL full rate downstream: up to 24 Mbps / upstream: up to 1 Mbps


Media Interface
? ADSL interface: RJ-11 connector for connection to 24/26 AWG twisted pair telephone line
? LAN interface: RJ-45 port for 10/100BASE-T Ethernet connectio


Saya informasikan, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah mendapatkan sertifikat resmi dari postel, untuk menjaga agar anda tidak terlibat dengan yang berwajib. Bagi para distributor dan importir khususnya, jika anda kesulitan atau tidak punya waktu untuk mengurus proses sertifikasi perangkat telekomunikasinya, perusahaan kami yang bergerak di bidang Kepengurusan Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Postel siap membantu anda samapi sertifikat yang anda inginkan terbit secara resmi dari postel. Semoga bermanfaat?.

Views: 165
Posting: 3-Feb-2010 03:11:00 WIB
Comments: 0 comments
Category: Coretan Artikel Tentang Berbagai Informasi
Feb
01
2010
ODC Dance Company menampilkan napak tilas evolusi seninya lewat tari 24 Exposures yang mengandalkan gerakan,improvisasi,dan keanggunan sebuah bentuk hubungan pribadi.

Pergelaran dibuka dengan panggung gelap dan hening. Berangsurangsur, sebuah lampu sorot menyala. Dalam lingkaran lampu di atas panggung, dua pasang penari menunjukkan gerakan seperti menunggang kuda. Penari perempuan jongkok di atas punggung penari pria, sementara penari pria tengkurap, lalu pelan-pelan berdiri sempurna. Suara musik country mengalun keras dari pengeras suara di sudut. Gerakan ini membangkitkan ingatan akan film-film koboi ala Amerika.

Lalu, perlahan, penari pria berdiri tegak dan dengan kaki yang jenjang, penari wanita masih berdiri dengan kaki di atas punggung pria. Suara musik gubahan Appalachian dengan sentuhan blue grass karya Mark O?Connor/Yo-Yo Ma/ Edgar Meyer pun mengiringi tari 24 Exposures dengan koreografer Brenda Way selama 26 menit. ?Tari ini menggambarkan sebuah evolusi dari kami.

Selama 24 tahun kiprah kami dan kebanyakan dari penari juga masih berusia 24 tahun,? jelas Brenda Way kepada wartawan dalam pertunjukkan ODC Dance Company di Teater Komunitas Salihara, Jakarta, kemarin. Dalam pertunjukan yang digelar selama dua hari pada pekan lalu itu, 24 Exposures hanya salah satu tari dari tiga tari yang dibawakan oleh 10 penari ODC Dance Company.

Bagian pertama dari pertunjukkan yang digelar atas kerja sama Kedutaan Amerika, Komunitas Salihara, dan ODC Dance Company ini menyuguhkan tari pembuka selama 26 menit dengan judul Origins of Light yang diciptakan oleh Evelyn Feintech. Pada tari yang mengandalkan unsur gerak penuh pesona dari penari ini,Evelyn Feintech menciptakan sebuah tarian untuk mengenang suaminya,Norman.

Tarian ini menyajikan kekuatan, kebahagiaan, dan belas kasihan sebuah hubungan turun-temurun yang naikturun. Tarian diciptakan untuk membangkitkan sukacita yang tertuang dalam bahasa gerak bersama dan meningkatkan semangat manusia dalam gerakan. Lalu di bagian kedua, Unintended Consequences: A Meditation mengangkat beragam keprihatinan terhadap masalah sosial,mulai dari dampak terhadap lingkungan hidup hingga pengaruh teknologi pada diri kita.

Tarian berdurasi 17 menit itu menyoroti secara kritis kerumitan yang tidak sengaja kita ciptakan sendiri akibat keputusan yang diambil secara tergesa-gesa dan sering merusak aspek politik dan komersial. Inti dari kritik Way berasal dari lagu Big Science karya Anderson,Every Man for Himself.

Adapun tarian terakhir, 24 Exposures, menampilkan napak tilas evolusi seni perjalanan kelompok ini yang mengandalkan gerakan sehari-hari ke improvisasi hubungan, gerakan tarian yang luar biasa, dan keanggunan sebuah bentuk ke hubungan pribadi yang membara. ?Dalam tari ini memang ada gerakan- gerakan yang berhentihenti, seperti gambar citra foto yang dibuat oleh fotografer,? jelas Brenda Way.

Tarian ODC Dance Company memang memiliki kekuatan tersendiri dalam sebuah seni pertunjukan dunia. Gerakan-gerakan yang ditampilkan teramat eksotis dengan balutan kreativitas yang disalurkan melalui sebuah cerita lewat gerakan-gerakan yang seolah memiliki jiwa. Gerakan yang dibawakan teramat universal,sebab semua orang dari berbagai negara memiliki bentuk yang sama dan sebuah tarian menunjukkan human spirit.

?Saya melihat tarian merupakan gerakan yang teramat universal. Dalam memberikan koreografi, terkadang saya hanya memberikan contoh kecil dan penari yang berasal dari beberapa negara mampu mengembangkan sendiri gerakan tersebut dan menjalani latihan bersama pasangannya,? lanjutnya. Dance Motion USA adalah sebuah program Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri AS yang diproduksi oleh BAM (Brooklyn Academy of Music) dengan tujuan untuk mempelajari, berbagi, dan menjajaki pengalaman tari modern Amerika dengan khalayak internasional.

ODC Dance Company sendiri didirikan oleh Brenda Way pada 1971 di Oberlin College,Ohio.Pada 1976,sebanyak 16 pedansa,pelukis, penulis, fotografer, dan pemusik menumpang bus kuning menuju Barat untuk menemukan konteks visi artistik dan misi ideal mereka. ODC Dance Company kini menjadi institusi seni yang diperhitungkan di komunitas San Fransisco.

Brenda Way pernah dua kali mendapatkan Isadora Duncan Awards, John Simon Guggenheim Fellowship (2000), dan menerima penghargaan Resident of the Arts 2009/2010 American Academy di Roma. ?Kami sangat bahagia ada di Indonesia dan bekerja sama dengan Kedutaan Besar AS bersama Komunitas Salihara,?kata Brenda.

Selama berada di Jakarta,ODC Dance Company juga akan memberikan pelatihan dan lokakarya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Komunitas Salihara sebagai upaya mengangkat arti penting pertukaran budaya melalui dansa. ODC Dance Company berkunjung ke Indonesia dari tanggal 26 Januari sampai 3 Februari.Mereka melakukan pelatihan dance dan bertukar kebudayaan.

Saat melakukan kunjungan ke IKJ, mereka juga sempat mempelajari tari saman asal Aceh.Tari yang mengandalkan unsur gerakan yang indah dan kecepatan ini tampaknya mampu memukai setiap personel ODC Dance Company. Gambaran ini seolah-olah menjawab bahwa kebudayaan Indonesia dengan beragam tariannya merupakan kekayaan yang menakjubkan.

?Ini sangat mengagumkan.Posisi menari dalam tarian saman sangat susah, terutama pada bagian engkel kaki dan tangan.Ini sesuatu yang tidak kita ketahui di keseharian. Benar-benar sisi yang cantik,? tutur salah satu penari ODC Dance asal Jepang Yayoi Kambara. Tak hanya Kambara, penari ODC Dance lainnya, Dennis Adams, bahkan mengatakan kekagumannya yang teramat dalam atas tarian saman dan saudati yang diajarkan di IKJ. ?Ini sangat indah. Benar-benar penuh semangat dan banyak irama di dalam tarian ini. Sangat kultural,? ujar Dennis.
Views: 431
Posting: 1-Feb-2010 12:11:00 WIB
Comments: 0 comments
Category: Coretan Artikel Tentang Berbagai Informasi
Jan
27
2010

Jenis perangkat ini sudah beredar di pasaran dan sudah mendapatkan sertifikat resmi dari postel. DWA-140 Wireless USB Adapter ini adalah proyek Type Approval Pertnership kami pada tahun 2008. Pada waktu mengerjakan proyek ini, secara bersamaan kami juga sedang mengerjakan proyek venus, dan semua berjalan dengan lancar. Kualitas DWA-140 sudah tidak diragukan lagi, karena sudah teruji di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi.

Data Spesifikasi DWA-140 Wireless USB Adapter sebagai berikut:

SYSTEMANFORDERUNGEN

Windows Vista, XP SP2 oder 2000 SP4
CD-ROM-Laufwerk
20 MB freier Festplattenspeicher
Freier USB-Anschluss

STANDARD
IEEE 802.11n (vorl?ufig)
IEEE 802.11g
IEEE 802.11b
USB 2.0

FREQUENZBEREICH
2.412 bis 2.462 MHz (Nordamerika)
72.412 bis 2.472 MHz (Europa)

EMISSIONSSCHEMATA
? DSSS, OFDM

DATENMODULATIONSSCHEMATA
DBPSK, DQPSK, CCK und OFDM (BPSK/QPSK/16-QAM/64-QAM)
?BERTRAGUNGSRATEN
802.11g: 6/9/12/18/24/36/48/54 Mbit/s
802.11b: 1/2/5,5/11 Mbit/s
802.11n: 30/60/90/120/180/240/270/300 Mbit/s

AUSGANGSLEISTUNG F?R DIE ?BERTRAGUNG (typische Werte)
18 dBm (802.11 b)
14 dBm (802.11 g/n)

ANTENNEN
? Zwei eingebaute Antennen

SICHERHEIT
64/128-bit WEP-Verschl?sselung
WPA, WPA2 (Wi-Fi Protected Access)

BETRIEBSSPANNUNG
5 V Gleichstrom +/- 10 %
STROMVERBRAUCH (802.11n)
TX: 460 mA
RX: 240 mA

LED-ANZEIGEN ZUR DIAGNOSE
? Aktivit?t

Abmessungen
87 ? 28 ? 12 mm

Betriebstemperatur
0? C bis 40? C

Lagertemperatur
-20? C bis 60 ?C

Saya informasikan kepada pembaca, jika anda membeli perangkat telekomunikasi, sebaiknya yang sudah bersertifikat resmi dari postel, untuk menjaga keamanan agar anda tidak terlibat dengan pihak yang berwajib. Sebelum menutup artikel ini, saya akan memberikan sentilan untuk kata kunci Peluang Usaha Ahasu Ganulap dan Festival Museum Nusantara, karena kata kunci tersebut masih lemah indeknya di mesin pencari google.
Views: 180
Posting: 27-Jan-2010 03:37:00 WIB
Comments: 2 comments
Category: Coretan Artikel Tentang Berbagai Informasi
Jan
24
2010
JAKARTA - Selama terbaring koma di RS International Bintaro, Jakarta, ibunda Dik Doank, Hj Kurnaeti, praktis tak bisa berkomunikasi langsung dengan anak-anaknya. Hingga wafat, tak ada pesan apapun yang disampaikan almarhumah.

?Selama di rumah sakit beliau dalam keadaan koma terus sehingga kita tidak bisa komunikasi secara langsung. Beliau memang terlihat seperti tidak punya penyakit,? tuturnya ditemui di pemakaman tanah wakaf Kandang Jurang, Ciputat, Tangerang, Banten, Sabtu (23/1/2010).

Dik menilai, ibunya adalah orang yang sangat positif. Almarhumah di mata Dik selalu melihat anak-anaknya berkembang positif.

?Mama juga enggak pernah mengeluh. Orangnya baik hati dan jiwa sosialnya tinggi,? kata dia.

Oleh sebab itu, Dik dan saudara-saudara yang lain berusaha untuk meneruskan misi ibundanya dengan menjadi anak yang saleh. ?Ini dimakamkan sebelahan dengan makam papa. Terharu sekali memiliki mama yang memiliki kepedulian terhadap semua orang,? ujarnya berurai air mata.

Sebelum wafat, tidak ada pesan khusus. Namun melihat perbuatan ibunya dan cerita dari orang banyak, Dik bangga terhadap pahlawan hidupnya.

?Kita seperti diberikan pesan bahwa kita memang harus mengikuti langkah beliau,? pungkas Dik.
Views: 100
Posting: 24-Jan-2010 02:22:00 WIB
Comments: 0 comments
Category: Coretan Artikel Tentang Berbagai Informasi
Jan
23
2010
Tadi saya iseng-iseng habis buka Facebook, dan ternyata banyak sekali pesan yang masuk. Salah satu informasi yang datang dari temen saya yaitu Drumer dari Group Band Avenged Sevenfold. Sebetulnya informasi ini sich sudah lama sekali, namun saya baru tahu setelah saya buka Facebook, ya maklumlah saya tidak begitu suka dengan yang namanya Facebook. Informasi tersebut di kirim pada tanggal 30 Desember 2009, wah... Dah lama sekali bukan? Yah walaupun telat saya harus mempublisnya, kasihan yang ngirim informasi kalau tidak di publis...

Hari's Blog akan mempublis artikel tersebut, tapi sebelumnya saya akan memberikan sentilan terlebih dahulu kepada keyword Festival Museum Nusantara dan Peluang Usaha Ahasu Gnaulep, karena keyword tersebut merupakan artikel pendukung buat temen saya yang sedang mengikuti kontes Seo. Semoga saja setelah mendapat dukungan dari blog ini artikelnya semakin terus membaik di mata mesin pencari google.

Oke...Dilanjut, kiriman informasi dari temen saya isi lengkapnya sebagai berikut. CALIFORNIA, Kabar duka menghampiri grup band Avenged Sevenfold setelah penggebuk drumnya, James Owen Sullivan a.k.a "The Rev", meninggal dunia di usia 28 tahun pada Senin (28/12/2009) waktu setempat.

John Domingo, petugas kepolisian Huntington Beach mengatakan, The Rev meninggal di kediamannya di kawasan California selatan.

Sejauh ini, polisi belum menemukan hal-hal yang tak wajar atas penyebab kematiannya. Meski demikian, pihak terkait masih meneliti penyebab kematian The Rev secara pasti.

Kepergiannya yang tiba-tiba jelas membuat sejumlah rekan dan penggemar terkejut. Pihak manajemen grup band Avenged Sevenfold mengumumkan kabar tersebut melalui situs mereka. "Ini kabar yang sangat menyedihkan dan berat untuk disampaikan bahwa hari ini Jimmy "The Rev" Sullivan telah tiada," tulis manajemen Avenged Sevenfold dalam pernyataan resminya.

"Jimmy tak hanya merupakan salah satu penggebuk drum terbaik di dunia. Lebih dari itu, dia adalah sahabat dan saudara terbaik," tulisnya lagi.

Semasa kariernya bersama Avenged Sevenfold, "The Rev" pernah memberi kontribusi dalam penggarapan single "A Little Piece of Heaven." Selain menjadi pemain drum, ia juga penyanyi latar di grup bentukan tahun 1999 itu. Bahkan, pria yang dikenal badung selama remaja itu sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.

Lahir pada tanggal 9 Februari 1981 sebagai anak tunggal, dia terkenal sebagai bocah nakal sehingga sering dikeluarkan dari sekolah. Kelakuannya saat remaja makin tak terkendali. The Rev sudah tujuh kali masuk penjara karena doyan berkelahi dan doyan mabuk-mabukan.

Namanya kemudian makin dikenal ketika ia bergabung dengan Avenged Sevenfold dan berhasil menuai sukses. Pada ajang MTV Video Music Awards 2006, grup ini berhasil meraih penghargaan untuk Best New Artist.

Demikian informasi dari temen saya yang baru bisa saya publis, Hari's Blog mohon ma'af karena baru bisa sekarang artikel tersebut saya publis, mengingat tiap harinya saya selalu sibuk bekerja di salah satu perusahaan swasta. Dan pulangnya selalu sore, sampai di rumah gak sempet buka komputer karena terlalu cape, dan biasanya saya langsung tidur...
Views: 109
Posting: 23-Jan-2010 02:11:00 WIB
Comments: 0 comments
Category: Coretan Artikel Tentang Berbagai Informasi
 1 2 3 4 5 6 >  Last ›