Bismilah Sekedar senang-senang

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Aug
03
2010

TELEVISI 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, IETV adalah pendorong pertumbuhan utama. Para produsen utama televisi di dunia menggelar kampanye pemasaran besar-besaran untuk mendongkrak popularitas televisi tiga dimensi (3D), demi meningkatkan pertumbuhan penjualan. Namun demikian, televisi 3D ternyata bukan generator pertumbuhan pasar. Firma riset iSuppli Corp menilai, pendorong utama pertumbuhan penjualan televisi di dunia sesungguhnya adalah televisi internet, alias Internet-Enabled Television (IETV. Dan dukungan untuk artikel yang berjudul Blogger Templates Colorizetemplates.com

Sebab, penjualan global IETV akan jauh melampaui volume televisi 3D. iSuppli menjelaskan, volume penjualan global IETV pada 2010 akan sanggup menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan, volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total 4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi.Namun untuk jangka pendek, iSuppli menyebutkan, IETV adalah pendorong pertumbuhan utama.

"Terlepas dari promosi besarbesaran yang dilakukan para produsen utama televisi di dunia, adopsi televisi 3D di dunia pada 2010 akan tetap terbatas pada volume kecil," ujar Director & Principal Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada 2010, iSuppli menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki anggaran belanja nyaris tidak terbatas, dan antusias mencoba teknologi baru. Sementara itu,sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli televisi 3D karena sejumlah kendala.

"Televisi 3D masih menghadapi sejumlah tantangan besar.Antara lain harga yang masih terlalu tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat interoperabilitas. Sebaliknya, IETV tidak menghadapi kendalakendala tersebut," tutur Patel. Pada saat ini, iSuppli menegaskan, konsumen memang lebih mudah memanfaatkan IETV daripada televisi 3D karena konten berupa video online sudah sangat banyak tersedia di internet. Untuk menghubungkan IETV ke jaringan internet, konsumen pun tidak menjumpai kesulitan teknis. Sebab, IETV mampu langsung mengakses internet, baik melalui kabel atau pun secara nirkabel, tanpa bantuan alat tambahan.

Di samping itu, pilihan produk IETV yang tersedia di pasar juga sangat beragam karena para produsen utama televisi di dunia sudah menawarkannya. iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp, Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV. Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai 24 inci hingga 65 inci. Dengan IETV, pengguna juga bisa menonton video online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research iSuppli Corp Tina Tseng. Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan bertumbuh rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014.

Khusus untuk 2010, iSuppli menyebutkan, volume penjualan global IETV bahkan mampu meraih pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume penjualan global IETV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit dan menguasai paling sedikit 54 persen pangsa di pasar televisi flat-panel global. Artinya, sebagian besar televisi flat-panel yang beredar di dunia pada 2014 sudah bisa mengakses internet.

"Kehadiran IETV adalah bagian dari evolusi teknologi televisi. Inovasi adalah syarat utama pertumbuhan pasar televisi. Sebab jika tidak ada teknologi baru,maka konsumen tidak akan bersedia mengganti televisi lama dengan yang baru," tandas Patel. Firma riset DisplaySearch Ltd menambahkan, konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada saat ini sudah semakin matang, sebab IETV sudah mampu menyuguhkan sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.

"Di rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur Director Electronics Research Display- Search Ltd Paul Gray. Survei DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan, sekitar 55 persen televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas internet. Karena itu, DisplaySearch meyakini, volume penjualan global IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit, atau 19 persen dari total volume pasar televisi flat-panel.

DisplaySearch memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat-panel akan terus meningkat. Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume penjualan televisi flat-panel global. Firma riset Strategy Analytics Inc pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten internet, dan penyedia jasa internet. IETV sudah menjadi bagian dari desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy Analytics Inc Christopher Dodge.

Menurut informasi yang diterima Blogger Templates Colorizetemplates.com bahwa tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet, para raksasa teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali perusahaan media internet terbesar di dunia Google Inc, yang berencana merilis platform Google TV pada akhir 2010. Director Multiplay Market Dynamics Service Strategy Analytics Inc Ben Piper menegaskan, kehadiran Google TV adalah sebuah revolusi. Sebab, Google TV akan mengubah total cara manusia menonton televisi. Selama ini, pemirsa harus mengikuti jadwal yang ditentukan stasiun televisi untuk menonton siaran favorit.Tetapi dengan televisi online,terutama Google TV,pemirsa bisa menonton siaran televisi kapan pun sempat," tutur Piper.

Views: 67
Posting: 3-Aug-2010 01:29:45 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel
Jun
29
2010

Laga kontra Jerman akan memberikan kenangan tersendiri untuk Diego Maradona. Dua kali semasa masih bermain dia berjumpa 'Der Panzer' di final Piala Dunia 2010. Kini Maradona berjumpa Jerman lagi di Piala Dunia, meski sebagai pelatih.

Di Piala Dunia 1986, Maradona jadi sosok sentral gelaran itu. Dialah kapten Argentina yang membuat Inggris menangis di perempatfinal. Maradona juga mengantar Argentina jadi juara usai menundukkan Jerman Barat dengan skor 3-2 di final.

Empat tahun kemudian, ban kapten kembali melingkar di lengan Maradona. Dengan kondisi pergelangan kaki dibayangi cedera, 'Si Boncel' tampil tak semengilap empat tahun sebelumnya. Dan miliki Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.

Meski demikian, Argentina tetap bisa melaju ke partai puncak. Di final Piala Dunia 1990 ini, Maradona cs kembali berjumpa Jerman Barat, kendati saat itu menyerah kalah 0-1.

Beralih ke tahun 2010, Argentina sukses melangkah ke perempatfinal usai mengalahkan Meksiko. Di babak itu, Maradona yang kini sudah jadi pelatih akan berjumpa "seteru lama", Jerman, yang sampai ke babak itu usai melewati Inggris.

Duel Argentina kontra Jerman ini niscaya membangkitkan memori Maradona. Namun, El Diego tampaknya masih tenggelam dalam euforia kemenangan sehingga belum mau memikirkan apa-apa tentang pertandingan melawan Jerman.

"Saya sangat senang menjadi bagian dari pemain dan tim. Saya merasa bangga bisa membagikan momen ini," ujarnya senang di Reuters.

"Biarkan saya menikmati (kemenangan di) pertandingan melawan Meksiko. Terserah Anda mau berpikir dan berkata apa tentang yang saya pikirkan tentang Jerman. Saya punya 'cek kosong'," imbuhnya sambil bergurau saat konferensi pers.

Laga perempatfinal antara Argentina melawan Jerman akan digelar pada Sabtu (03/07/2010) malam WIB di Stadion Green Point, Cape Town. Dan update terus Hasil Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Views: 65
Posting: 29-Jun-2010 01:49:17 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
Jun
08
2010

Program swasembada gula yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2014 dinilai sulit untuk teralisasi, menurut pemantauan Belajar HTML. Persoalannya, pembangunan 17 pabrik gula dan ekspansi lahan tebu masih terkendala ketersediaan lahan.

Mimpi kali mau swasembada. Bagaimana mau swasembada? Memangnya membangun pabrik dan mencari lahan itu gampang?,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsyir Mansyur di Jakarta,kemarin. Dia mengatakan, meski pemerintah sendiri mengatakan gula merupakan sektor strategis, tapi tidak ada pembinaan dan pendampingan.

Kondisi ini, menurut dia, menghambat investor masuk.”Terbukti impor gula yang kemarin tidak laku kan? Karena yang laku hanya gula rafinasi,”ujarnya. Sementara itu, Natsyir mengakui, pada saat ini pihaknya masih menunggu kepastian lahan untuk merealisasikan pembangunan pabrik gula di Maros, Sulawesi Selatan.

Di mana,Natsyir menjadi salah satu investor yang ikut dalam program pembangunan 17 pabrik gula.”Perusahaan saya ikut dalam program itu, tapi mencari lahan susah.Ada yang sudah dibidik,tapi masih ditanami jarak yang tak kunjung ada pembelinya,”ungkapnya. Rencananya, Natsyir mengeluarkan dana investasi yang mencapai Rp200 miliar untuk membangun pabrik seluas 20 hektar (ha) dan lahan seluas 2.500 ha.

”Kapasitas produksinya ditargetkan sekitar 2.000 ton can per day,” tandasnya. Seperti diketahui, Letter of Intent (LoI) yang diteken Presiden SBY dengan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg di Oslo, Norwegia pada Kamis (27/5/2010), menyepakati bahwa, Norwegia akan memberikan dana hibah senilai USD1 miliar kepada Indonesia untuk membiayai programprogram pengurangan emisi gas rumah kaca.

Adapun syarat pemberian hibah tersebut adalah Indonesia harus melakukan moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut menjadi perkebunan. Dengan demikian, pada tahun 2011–2012 lahan gambut dan lahan berhutan tidak mendapatkan izin pelepasan hutan untuk usaha apa pun. Padahal, pemerintah menargetkan, pemetaan lahan untuk program revitalisasi industri gula selesai pada Juni 2010.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Benny Wachyudi mengatakan, kejelasan dari masalah itu, masih menunggu sikap dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). ”Menunggu penjelasan dari Kemenhut, bagaimana kebijakannya. Sementara itu, kami mencari lahan-lahan yang sudah ada,secara bertahap,”tandas Benny.

Di sisi lain, Natsir menambahkan, pemerintah juga belum bisa mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan gula. Kondisi ini, menurut dia, akibat kebijakan tata niaga gula di Indonesia yang tidak jelas. Dengan kondisi tersebut, Natsyir mengusulkan, tata niaga gula sebaiknya diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda). Pasalnya, kata dia, pemda lebih mengetahui kondisi kebutuhan gula di daerahnya masing-masing.

Mereka yang lebih dekat dengan konsumen di sana, menurut informasi yang didapat Type Approval Indonesia. Kalau gula itu semakin diatur, akan semakin kacau, bebernya. Natsyir menjelaskan, tata niaga gula akan selalu menjadi masalah di Indonesia. Dia mencontohkan, apabila sebelumnya modus yang digunakan adalah dengan sistem pembelian sebelum panen (forward), sekarang dengan sistem rebound (mengambil keuntungan saat panen).

Views: 60
Posting: 8-Jun-2010 12:44:48 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas