Jecht's Broken Heart I Play ~ I Inspired ~ I Create

Dec
17
2011
Silver Phoenix (Kingdom of Xia, #1)Silver Phoenix by Cindy Pon
My rating: 3 of 5 stars

Awalnya saya tidak berniat membaca novel ini karena saat novel ini ada dalam genggaman saya, saya sedang dalam masa UAS. Namun kemudian teman saya menanyakan pendapat saya tentang novel tersebut, maka saya coba untuk melihat sekilas saja prolognya. Tadinya ingin membaca satu atau dua paragraf, namun ternyata saya tidak bisa berhenti membacanya. Buku ini seperti menjerat saya dengan kata-katanya yang sangat mengalir sekalipun hanya novel terjemahan. (kadang bahasa terjemahan tidak seindah bahasa aslinya)

Akhirnya saya memutuskan untuk membaca novel ini saat sedang dalam perjalanan di dalam bis untuk sekadar mengisi waktu kosong daripada saya pakai untuk tidur.

Saya begitu takjub dengan kekuatan narasinya yang sangat lekat untuk mata, ini salah satu novel yang membuat saya merasa bosan ingin menutup bukunya, tapi tidak bisa karena terjerat kekuatan narasinya. Dan ini menjadi novel tercepat yang pernah saya baca. Hanya butuh waktu satu minggu untuk melahap seluruh ceritanya yang menawan dan membuat penasaran sekalipun ada beberapa hal yang menurut saya terlalu dipaksakan.

Dan saya suka cara dia mengakhiri reign Dark Lord itu. Kiss of Death.


Silver Phoenix mengisahkan tentang cerita masa lalu Silver Phoenix dengan Zhong Ye, rahasia latar belakang Chen Yong, tentang Ai Ling yang berjuang menyelamatkan ayahnya. Namun yang saya sayangkan adalah hingga akhir, masih belum jelas siapa itu Silver Phoenix dan bagaimana kehidupnnya. Barangkali sempat diceritakan di pertengahan cerita (saat berada di Dunia Atas) namun mungkin saat itu saya sedang "hajar blas" sehingga tidak mencerna isi ceritanya dengan baik.

Bagian termenakjubkan kedua setelah kekuatan narasinya adalah deksripsi makhluk-makhluk setan dan mistik nya yang begitu jelas dan kreatif. Sekalipun tertulis di bagian akhir buku bahwa monster-monster itu terilhami (atau mungkin diambil) dari hewan-hewan mitologi China. Mungkin ini pertama kalinya saya membaca genre Dark-Fantasy dalam bentuk novel. Sekalipun tidak terlalu mampu memberikan kesar horor atau teror, namun saya merasa cukup pantas untuk di sebut Dark-Fantasy. Satu hal yang saya sayangkan lagi adalah kematian Permaisuri. Saya mengharapkan sebuah kematian indah dan juga kematian Selir (Ibu Chen Yong) yang juga saya harapkan dibunuh dengan "sedap" tapi ternyata hanya seperti itu.

Bagian ketiga yang membuat saya menyukai cerita ini adalah kebudayaan China yang diangkat terasa cukup kental. Saya banyak mengetahui hal baru tentang kebudayaan China terutama dari sudut pandang kaum hawa berkat buku ini. Tetap ada "tapi" nya, saya sangat menyayangkan percakapan antar karakternya (terutama Li Rong) yang menurut saya adalah dialog-yang-sangat-Amerika. Percakapan-percakapan yang sangat Amerika ini seringkali mementalkan saya dari dunia Xia yang kaya akan makhluk mistik menjadi ke dunia film-film amerika terutama film remaja yang kehidupannya berkisar tentang sekolah dan jokes-jokes para siswanya yang khas seperti itu.

Battle scene ... kurang begitu istimewa. Banyak informasi dalam battle scene yang harus saya baca ulang karena membuat saya "Zone out" saat membacanya. Tapi cara monster-monster itu bertindak sangat keren dan tidak monoton.

"Marry Sue" ... ada, sedikit, sempat bingung juga bahwa gadis yang tidak laku-laku ini ternyata begitu keluar dari rumah jadi incaran beberapa orang di sekitarnya dan beberapa kali disebut-sebut "cantik".

Karakteristik ... entahlah, saya tidak menemukan ada sifat yang menonjol selain Li Rong dan mungkin sifat khas Chen Yong yang suka membaca buku.

Secara keseluruhan cerita ini layak dibaca, tapi saya tidak tahu apakah berniat untuk membacanya sekali lagi atau tidak.

Oh ya, ini 17+

View all my reviews
Views: 430
Posting: 17-Dec-2011 11:41:37 WIB
Comments: 1 comments
Category: Dark Fantasi, Fantasi, Novel, Review, Romance
Jun
17
2011

Pada suatu pagi yang cerah, kamu mengupload gambar kamu di DeviantArt, setelah itu tersenyum-senyum bangga melihat kerja keras kamu membuat gambar sebaik yang kamu bisa. Kamu ga sabar menantikan orang-orang di internet untuk melihat gambar kamu dan memberikan komentar. Karena semua butuh waktu, maka kamu meninggalkan internet selama beberapa saat dan mengerjakan hal lain dulu.

3 hari kemudian, kamu kembali ke DeviantArt dan melihat bahwa gambar kamu sudah diberi komentar oleh seseorang di internet. Sementara  arus internet yang lemot keberatan membuka halaman DeviantArt (yang katanya brandwidth killer), bibir kamu tersenyum-senyum dengan perasaan berdebar ... kira-kira apa tanggapan orang atas gambar kamu?

dan, brettt..... seluruh halaman terbuka dan kamu bisa melihat komentar itu.

"Your pic is so ugly I can't wait to piss on it so it would be a better piece than this sh*t"

bukan main panas hati kamu membaca tulisan itu lantas kamu ingin tahu siapa orang ini. Tapi kamu berusaha sabar. Ya, benar. Batu karang kalahnya dengan kesabaran air laut.

"Excuse me, why would you like to piss on my piece? Can't you just be nice and tell me what's wrong with my deviation so I could create a better stuff?"

Ditinggal 1 jam, orang itu membalas lagi...

"You call this junk a deviation? Don't fool me, b*tch, nothing worse than this water closet! Get your a$$ out of DA and do something else!"

==================================================

Itu adalah salah satu contoh dari internet troll. Biasanya bahasa yang mereka pakai sangat tajam dan kasar, dan jelas-jelas dimaksudkan untuk menyakiti perasaan orang yang dituju. Lain halnya bila ia mengatakan sesuatu seperti : "Your pic is so ugly." kata-kata itu belum tentu sebuah troll dan kita tidak perlu tersinggung, karena "ugly" adalah bentuk kata relatif dan belum tentu bertujuan untuk menghina.

Sebelum memutuskan apakah seseorang melakukan trolling pada kita, sebaiknya kita memahami dulu apa maksudnya, apakah dia memang berniat untuk mengucilkan kita? Menyakiti perasaan? Atau dia hanya sekadar mengungkapkan pendapatnya apa adanya tanpa bermaksud menyakiti dan menghina? Jangan sampai justru kita sendiri yang melakukan trolling pada orang yang hanya ingin mengungkapkan pendapat yang kebetulan kurang diplomatis sehingga kata-katanya terasa pedas.

Kuncinya adalah berpikiran tenang, dan bila tersinggung dengan ucapan seseorang, coba tanyakan dulu pada orang lain yang sedang tidak tersulut emosi untuk menilai apakah ucapan tersebut adalah trolling atau hanya ungkapan pendapat yang jujur saja. Bila ternyata memang seekor troll sedang menyerangmu, ini adalah hal-hal yang biasanya kulakukan untuk menghadapi mereka :

1. Tenangkan diri

Pikiran tenang akan menyelamatkan kita dari hal-hal buruk yang sebenarnya bisa kita cegah. Cara saya menenangkan diri adalah dengan cara membaca tulisan tersebut berulang-ulang sambil berusaha memahami apa maksud orang ini pada saya sehingga dia menulis seperti itu hingga otak saya merasa bosan dengan postingan dia. Setelah agak surut, baru saya coba pahami sekali lagi, apa maksud dia mengatakan itu.

2. Lacak orang itu

Jangan langsung direspon, tapi dilacak dulu, siapa dia, bagaimana perangainya sehari-hari dan dengan siapa mereka berteman atau apa yang mereka suka dan tidak disukai lalu yang paling penting nih ... cari tahu gaya bercandanya. Siapa tahu anda menemukan alasan tak terduga yang membuatnya melakukan trolling. Kadang ada orang yang baru diputusin pacar, lantas mencari perhatian dengan membuat keributan pada orang asing. Kadang juga ada orang kurang perhatian yang selalu dicuekin orang lain kalau ngomong, maka dia mengeluarkan kata-kata tajam yang mengejutkan untuk mendapat perhatian.

3. Diamkan

Anda bisa memilih untuk membalas atau mendiamkan. Bila anda yakin bisa membuat orang ini jera, saya akan bagi beberapa tips yang biasa saya gunakan untuk meladeni para troll. Tapi pilihan paling aman adalah : mendiamkan.
Anda tahu cara paling halus untuk membunuh seseorang? Cara itu tidak lain adalah menganggap orang yang ingin "dibunuh" itu menjadi tidak ada. Pokoknya jangan dianggep ada.
Kalau kamu pernah dikacangin, kamu bakal ngerti kalau dikacangin lebih menyakitkan daripada dimarahi.

4. Balas

Saya tidak menganjurkan ini, karena pengalaman saya ketika membalas troll2 internet adalah membuat saya menjadi pihak yang ikut dibenci orang lain yang menyaksikan adu troll itu karena meributkan hal yang sepele. (hey, siapa yang gak benci dengan orang lebay?)
Tapi bila kamu tetap pingin membalas, ada beberapa cara yang biasa saya gunakan untuk membalas internet troll.
- kalau dia seorang ignorant dan manipulatif, saya gunakan cara yang sama, saya juga menjadi Ignorant dan manipulatif terhadapnya.

- kalau dia sudah mulai emosi ... oh, ini favorit saya. Cari tahu apa yang buat dia emosi dan ulangi terus-terusan sambil tingkatkan hal yang membuat dia emosi itu sedikit demi sedikit. Dengan cara ini, anda telah melakukan troll balik.

- kalau dia menggunakan kata-kata makian, gunakan positif thinking untuk meladeninya.
contoh :
"Lo tuh losser tau ga! Kuliah DO, dibuang keluarga, pengangguran, tapi omong gede!"

Tahan dulu dan awasi baik-baik. Dari kalimat itu kelihatannya si troll demen banget menyerang harga diri dan berusaha membuktikan bahwa mereka hebat dan kamu payah. Dia pingin kamu menyadari bahwa posisi kamu ada di bawah kaki dia.

Don't give them that.

Cara gw, gw balik kuliahin dia, kasih dia deskripsi, apa itu losser dan buktiin dia salah plus kurang berwawasan karena mengatai gw losser. Jangan lupa comot kata-kata motivator yang kamu tau untuk memperkuat debatan kamu bahwa kamu bukanlah seorang losser karena tidak sesuai dengan deskripsi ilmiah yang kamu jabarkan barusan. Tapi ingat. Tulis dengan bahasa yang penuh ilmiah, teoritis dan sistematis.

Jadi ntar kalau dia baca ulang, dia bisa membandingkan sendiri kalau omongan dia penuh caci maki, sementara kamu cukup membalas dengan tulisan yang lebih cerdas daripada dia. Gw yakin ini bisa gampar dia buat ngerasa sendiri kalau dia lebih bodo dari kamu. (kalau dia ga ngerasa jg, berarti orang ini ga bakal berkembang selamanya. Ga berkembang = mati)

Show. Don't tell.

 

Satu hal utama yang harus kamu pegang dalam menghadapi internet troll adalah : jangan sampai kehilangan kesabaran, dan jangan sampai kehilangan kendali atas emosi.

Tapi overall, tetap saja tindakan terbaik untuk menghadapi internet Troll adalah dengan cara mengabaikannya. Bunuh mereka secara halus.
Kalau mereka tetep nganggu2 juga, ada tuh fitur block. Saat kamu memblock seseorang, dia akan mengatai kamu pengecut dan melarikan diri karena ga tahan. Tapi itu hanya pendapat orang yang melampiaskan kekesalannya karena dia sudah tidak punya akses untuk menghubungi kamu lagi. Kamu tetap menang dengan cara memblock dia. Trust me.

Yang jelas, troll ingin sesuatu dari kamu, dan kamu harus tau apa yang dia mau, setelah itu jangan dikasih.

 

Sekian sedikit tips dari gue, kalau ada yang mau meralat atau menambahkan, silahkan saja.

Views: 391
Posting: 17-Jun-2011 04:20:12 WIB
Comments: 7 comments
Category: Internet, Motivasi, Psikologi, Tips
Jun
16
2011

Dapet ini dari seorang teman klik ipersonic buat ambil tesnya. Cukup baca aja dan hitung sendiri, kamu lebih cenderung ke yang mana. Kalau jumlahnya sama banyak dan kamu bingung, kamu pilih aja mana yang lebih kamu suka.

Jangan lupa post hasil kalian di comments, mari kita berkenalan ^__^

ini hasil gue.

Views: 396
Posting: 16-Jun-2011 19:35:39 WIB
Comments: 8 comments
Category: Psikologi, Quiz, Persahabatan
Jun
16
2011

Dear Friends,

Pantaskah sekarang kalau gue bilang bahwa zaman kita ini adalah era kebangkitan dari genre fantasi? Gw ga bisa bilang menurut masyarakat umum seperti apa, karena yang gw lihat sehari-hari ini adalah komunitas penulis fantasi, penikmat fantasi, dan dunia fantasi masing-masing. Kalau memang benar begitu, berarti kita ini calon-calon pemahat wajah masa depan literatur Indonesia?

Sounds exaggerated? Well, oke, let's down to the business.

Kira-kira lebih dari 20 tahun lalu, kita semua hanyalah penikmat anime, game dan film-film epik bertema fantasi. Kita adalah pengagum dan penikmat, menjadikan fantasi adalah dunia kita. Sudah naluri dan alami bahwa manusia selalu ingin berada di tempat dimana mereka seharusnya berada. Tempat yang tepat, komunitas yang menerima apa adanya, dan mencintai hal yang sama. Kini para pecinta-pecinta fantasi itu semakin berkembang dan mewabah, kami bosan mencintai dan menonton, angan kami ingin menciptakan sesuatu yang ingin kami nikmati sendiri sesuai dengan alam bawah sadar kami, maka diantara kami akhirnya menciptakan dunia itu dan memperkenalkanya pada dunia nyata.

So, buat temen-temen sesama penulis cerita fantasi Indonesia, gw bilang, jangan takut bermimpi, tapi jangan terlalu bermimpi. Jangan takut terbang, tapi jangan sampai lupa daratan. Ciptakan apapun yang ingin kau ciptakan, jangan takut dengan kritik orang, tapi juga jangan terlalu bebal terhadap kritik dan saran yang membangun. Bila karanganmu tidak ada hubungannya dengan kebudayaan Indonesia karena itulah yang ingin kau ciptakan, jangan takut dikatai tidak nasionalis, karena karya yang baik bukanlah karya yang nasionalis, tapi karya yang murni mengungkapkan isi pikiranmu dan dapat diterima orang lain.

Buat yang minder, merasa tulisan ga bagus-bagus, harap ingat kisah Stephen King, seorang petugas laundri yang saking miskinnya sampe2 waktu anaknya sakit, dia harus jual perabotan rumah. Dia terus menulis sebanyak dia ditolak penerbit. Dia tetap mempelajari tulisannya apa yang salah dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki, namun dia tetap ditolak dan ditolak. Saat kecewa ia buang naskahnya ke tempat sampah, istrinya menyemangatinya untuk tetap menulis. Stephen King pun menulis lagi dan karyanya diterbitkan. Karya itu menjadi novel horor terlaris pada masanya.

Buat yang ga modal, jangan pernah menyerah dan tetaplah gigih! Ingatlah kisah J.K Rowling, siapa yang gak kenal dia sekarang? Dulu dia termasuk dari orang-orang yang saking miskinnya sampai-sampai disantuni oleh pemerintah. Bahkan untuk mencetak novel sendiri dia ga punya uang buat bayar fotokopi, dia ketik ulang semuanya pake mesin secara manual. Benar-benar kegigihan yang ga dipunyai semua orang! Dia memang telah membuktikan bahwa ia lebih unggul dari kita, dan karena itulah dia sukses.

Buat yang merasa terlalu muda, jangan jadikan itu blokade untuk menerbitkan novel. Christopher Paolini menulis Eragon waktu dia masih imut-imut di usia 15 tahun! Dia menghabiskan waktu 3 tahun hingga novelnya terbit dan booming! Sekarang novel itu menjadi tren novel fantasi generasi baru (karena gw denger penikmat fantasi generasi 4 dekade lalu udah ga enjoy lagi baca Eragon). Takut dengan komentar pedas kritikus? Worry not! Christopher sama sekali ga memikirkan pendapat kritikus kalau mereka membaca karyanya, "I just write what I like to read" and the world like his story too.

Setiap kali kamu merasa terhambat, carilah figur-figur inspiratif yang senasib dengan kamu, contoh semangat mereka dan perjuangan mereka. Ga semua orang bisa sukses. Yang menentukan kesuksesan seseorang adalah saat dia mengenal dirinya sendiri dan mengenal orang lain lalu menciptakan sesuatu yang bisa menyatukan dirinya dengan orang lain.

Ok, daripada gw makin sotoy di sini, mending gw sudahi dulu.
Keep writing!

Salam 

Views: 337
Posting: 16-Jun-2011 07:46:34 WIB
Comments: 4 comments
Category: Fantasi, Genre, Inspirasi, Kreativitas, Motivasi, Novel
Jun
16
2011

Title : Fireheart - Legenda Paladin : Sang Pemburu
Author : Andry Chang
Genre : Fantasy
Penerbit : Sheila
Tahun : 2008

So, izinkan gw untuk memperkenalkan novel fantasi Indonesia pertama yang pernah gw beli dan baca.

Novel ini menceritakan tentang seorang Bounty Hunter bernama Robert yang memiliki rasa dendam pribadi terhadap kaum Orc, menjalin kisah terlarang dengan seorang putri raja, menggunakan pedang Kilij, berambut silver dan memiliki kebiasaan mencium cincin ibunya yang ia pasang di jari kelingking.

Suatu ketika, Robert bertemu dengan dua orang petualang yang agak-agak noobs dan selengekan, kemudian nasib menyeretnya pada semacam aliansi untuk mengurus masalah masa lalu yang bisa mengancam kesejahteraan dunia ini.

Penulis kelihatannya masih kaku dalam menulis novel, tapi harap diingat, ini terbitan tahun 2008. Narasi novel ini sedikit banyak mengingatkan gw dengan narasi novel-novel klasik China, terutama kalau karakter-karakternya udah mulai berinteraksi. Dan satu yang gw tangkep dari membaca novel ini tentang penulisnya adalah; ternyata Andry Chang sangat memahami dunia Fantasi, termasuk di dalamnya sihir, makhluk-makhluk fantasi, dunianya, dan tipikal-tipikal tokoh dalam novel ini kadang mengesankan gw kalau si penulis ini banyak terpengaruh dari game-game RPG Jepang atau mungkin juga anime.

Hal ini karena gw mendapati ada beberapa gesture karakter yang sangat anime, seperti waktu si hewan kecil peliharaannya Carolyn berbinar-binar melihat sebuah foto yang sebangsa dengannya. Christopher yang sedikit banyak mengingatkan gw dengan tokoh utama serial Tales of, dan .. entah mengapa waktu gw baca bagian awalnya, terutama Robert dengan tuan putri, gw teringat dengan suasana dalam game Legend of Dragoon. Kemudian suasana di stage akhir untuk suatu sebab membuat gw bernostalgia dengan game Dragon Valor. Terakhir, tingkah laku Iris kadang begitu komikal, terutama waktu dia sedang tertawa.

Buku novel Fireheart tidak terlalu tebal, hanya 492 halaman. Dikemas rapih dan tidak kaku, enak buat dibaca dan ga makan tempat buat dibawa jalan-jalan. Kadang di awal chapter ada susupan semacam puisi dan ilustrasi dari pengarangnya sendiri.

Watch the prolog :

Views: 443
Posting: 16-Jun-2011 07:05:08 WIB
Comments: 0 comments
Category: Fantasi, Novel, Martial Arts, Review
 1 2 3 > 
Blog Category
Chronicles of Riddick
Chronicles of Riddick
One of the coolest fictional fantasy character