Silver Phoenix by Cindy Pon
Title : Fireheart - Legenda Paladin : Sang Pemburu
Author : Andry Chang
Genre : Fantasy
Penerbit : Sheila
Tahun : 2008
So, izinkan gw untuk memperkenalkan novel fantasi Indonesia pertama yang pernah gw beli dan baca.
Novel ini menceritakan tentang seorang Bounty Hunter bernama Robert yang memiliki rasa dendam pribadi terhadap kaum Orc, menjalin kisah terlarang dengan seorang putri raja, menggunakan pedang Kilij, berambut silver dan memiliki kebiasaan mencium cincin ibunya yang ia pasang di jari kelingking.

Suatu ketika, Robert bertemu dengan dua orang petualang yang agak-agak noobs dan selengekan, kemudian nasib menyeretnya pada semacam aliansi untuk mengurus masalah masa lalu yang bisa mengancam kesejahteraan dunia ini.
Penulis kelihatannya masih kaku dalam menulis novel, tapi harap diingat, ini terbitan tahun 2008. Narasi novel ini sedikit banyak mengingatkan gw dengan narasi novel-novel klasik China, terutama kalau karakter-karakternya udah mulai berinteraksi. Dan satu yang gw tangkep dari membaca novel ini tentang penulisnya adalah; ternyata Andry Chang sangat memahami dunia Fantasi, termasuk di dalamnya sihir, makhluk-makhluk fantasi, dunianya, dan tipikal-tipikal tokoh dalam novel ini kadang mengesankan gw kalau si penulis ini banyak terpengaruh dari game-game RPG Jepang atau mungkin juga anime.
Hal ini karena gw mendapati ada beberapa gesture karakter yang sangat anime, seperti waktu si hewan kecil peliharaannya Carolyn berbinar-binar melihat sebuah foto yang sebangsa dengannya. Christopher yang sedikit banyak mengingatkan gw dengan tokoh utama serial Tales of, dan .. entah mengapa waktu gw baca bagian awalnya, terutama Robert dengan tuan putri, gw teringat dengan suasana dalam game Legend of Dragoon. Kemudian suasana di stage akhir untuk suatu sebab membuat gw bernostalgia dengan game Dragon Valor. Terakhir, tingkah laku Iris kadang begitu komikal, terutama waktu dia sedang tertawa.
Buku novel Fireheart tidak terlalu tebal, hanya 492 halaman. Dikemas rapih dan tidak kaku, enak buat dibaca dan ga makan tempat buat dibawa jalan-jalan. Kadang di awal chapter ada susupan semacam puisi dan ilustrasi dari pengarangnya sendiri.
Watch the prolog :
Berikut adalah daftar alasan kenapa lu ga boleh lewatin film keren ini :
1. Twisted storyline
2. Dialog yang cerdas dan dewasa
3. Penuh filosofi sarkastik
4. Inspiratif (terutama buat para emo untuk bangkit dari ke-emoan mereka)
5. Tyler Durden adalah tokoh movie hollywood terbaik versi sebuah web (sori, lagi2 gw lupa sumbernya), mengalahkan 99 tokoh hebat lainnya, termasuk diantaranya : James Bond (yang dikate sebagai sosok ideal pria sejati itu, gan).

Fight Club sekilas kelihatan seperti film bernuansa suram yang dikemas secara berandal. Film ini banyak mengungkap sisi kerapuhan manusia, kehidupan seorang yang brengsek dan menganggap manusia lain ga penting (macem sosiopath gitu). Madness barangkali juga adalah tema dari film ini.
Mengisahkan seorang pegawai kantoran yang kena Insomnia karena saking bosannya dengan hidupnya sendiri. Hidupnya berubah waktu dia bertemu dengan Tyler Durden, condominiumnya meledak, dia pindah ke rumah terbengkalai. Untuk menyembuhkan insomnianya, orang ini rajin datang ke klub sharing biar dia punya alasan buat nangis dan berbagi simpati. Dia jadi ketagihan simpati sampai akhirnya dia pura-pura sakit kanker, AIDS, dan penyakit berat lainnya yang bisa bikin siapapun jadi stres.
Tapi hanya satu kegiatan yang bisa bikin dia merasa seperti terlahir kembali jadi manusia baru. Bukan, bukan agama, ga ada hubungannya dengan agama kok. Kegiatan itu adalah : mendirikan Fight Club. Dengan berantem, dia bisa melepaskan semua emosi negatifnya. Dia bebas ngamuk atau menerima pukulan dan semua itu berefek "baik" bagi dia sendiri. Dia jadi lebih berani, lebih cuek dan lebih bebas. Dia dan Tyler adalah pendiri dari Fight Club yang akhirnya jadi legendaris di underground street.
Setelah anggotanya semakin banyak, Tyler mulai aneh-aneh. Filosofi dia yang sarkastik dan sudah pasti orang yang taat beragama bakal shock dengernya, ternyata cukup diterima orang lainnya dan membuat mereka mengikuti Tyler seperti tentara yang sudah dicuci otak. Mereka jadi seperti robot dan organisasi mereka mulai meresahkan masyarakat. Waktu Fight Club ini mau diberantas sama yang berwenang, ternyata anggota-anggotanya sudah merasuk sampai orang dalam pihak yang berwenang itu sehingga si kepala polisi ini ga bisa apa-apa.
Tyler dan tokoh utama sering curhat. Mereka ternyata punya satu kemiripan dan punya masalah dengan bapak mereka. Mereka sama-sama merasa ditinggal bapak mereka. Suatu hari waktu akhirnya tokoh utama ga tahan lagi dengan Tyler, dan mereka berantem, Tyler pergi ga tau kemana. Jejaknya ga ada dan tingkah laku anak buah Tyler jadi semakin meresahkan dan aneh.

Setelah tokoh utama bergumam "My dad dumped me, Tyler dumped me, I'm Jack's broken heart.",
Tokoh utama pun memutuskan untuk mencari Tyler ke seluruh pelosok Amerika. Dan dia menemukan ternyata anak buah Tyler juga ada di semua tempat atau negara bagian yang dia kunjungi. Sampai di sini, gw harus stop, karena kalau gw lanjutin, bisa-bisa spoiler. Sori nih, biasanya gw demen banget bocorin spoiler dan bikin orang marah-marah karena gregetnya gw bocorin. Tapi kali ini ... u must see for yourself. Terlalu keren buat gw spoil.
Dan barangkali kalau kamu penggemar Brad Pitt tapi belum nonton film ini, well, gw saranin lu cepet2 cari DVD nya. Sekalipun udah susah juga nyarinya, berhubung ini film lama sih, gan. Pendapat gw pribadi, film ini termasuk one of the best nya Brad Pitt, karena setelah nonton film ini, gw sudah resmi jadi fans Brad Pitt.
Oh, mungkin ada yang nyadar 1 benda "nyasar" yang malah jadi simbol Fight Club dan bertanya-tanya, apa yang dilakukan sabun berwarna PINK di sana? Percaya deh, sabun itu bisa bikin lu ... kalo gw sih ngakak ya. Mungkin ada yang muntah-muntah, mungkin ada yang pingin coba, tapi mungkin ada juga yang biasa-biasa aja. Yang pasti plotnya bener2 ga terduga dan temanya cukup langka kok. Bisa jadi tontonan fresh di hari minggu. Worth to watch.
Selamat menonton.

Pernah baca Romance Three Kingdoms? Roman yang katanya sudah berusia ratusan tahun tapi sampai sekarang masih saja laris dan diperbincangkan. Semakin tua, kisah ini semakin banyak dikembangkan orang-orang, mulai dari game, film, novel, komik, bahkan variasinya pun semakin beragam!
Sekarang gw mau ngomongin sesuatu yang menjadi point yang paling disukai orang-orang dari cerita R3K; karakteristik. Warning, karena gw bakal cuma ngomongin karakter-karakter yang menjadi daya tarik utama gw dalam menyukai kisah R3K. Jadi kalau ada tokoh favoritmu yang ga gw bahas padahal cukup penting, harap maklum, krn barangkali gw lagi ga tertarik buat ngomongin dia.
1. Guan Suo
Hah? Siapa tuh? Oi! Guan Yu kali, siapa tuh Guan Suo?

Teman-teman, perkenalkan, ini adalah anak dari Guan Yu. Namanya hanya disebut dalam versi novel, itupun ga ada 5 kali lah kayaknya. Ciri-ciri fisiknya juga ga pernah disinggung Lou Guan Zhong, perannya cuma menang duel melawan Meng Huo dan membantu Wang Ping menangkap Meng Huo. Tapi kenapa dia ada di urutan nomer satu?
Gw baru menyadari ternyata bukan cuma gw yang penasaran sama orang ini. Memang, ga banyak yang penasaran, dan ga banyak pula yang nyadar bahwa dia ada. Tapi begitu orang sadar eksistensi dia di novel, orang bakal penasaran untuk mencari tau tentang dia. Hal ini ga cuma terjadi di gue doang, ada beberapa orang juga yang penasaran dan melakukan solo search secara hopeless di google. Gw termasuk beruntung karena gw berhasil menemukan artikel dari Gail Omar King yang ngasih tau gw tentang Guan Suo.
Coba cari tahu tentang nama "Suo", lihat apa artinya.
Dalam kamus nama-nama China manapun (hasil window shopping di gramedia), ga bakal ketemu deh arti nama dari "Suo".
Lha, itu kok bisa dinamain begitu?
Belum selese...nama "Suo" emang ada. Tapi bukan di nama yang punya arti. "Suo" adalah sebuah she seperti layaknya "Guan", "Chen", "Zhang", "Liu", "Cao", dst.
Konon pada masa Dinasti Tang (atau Ming ya..?), zaman itu sedang ngetop2nya karya novel klasik tentang kepahlawanan. Pahlawan China saat itu adalah orang-orang yang melawan setan, siluman, dan pendekar tanpa tanding yang biasanya matinya di medan perang (mati sebagai pejuang). Dan kelihatannya berawal dari pahlawan rakyat di sebuah bukit (inget water margin ga sih?), pemimpinnya mengaku bernama Guan Suo, dari yang gw baca dari artikel bahasa inggris itu (beneran deh bahasanya terlalu rumit buat gw), si pempimpin bandit ini diampuni oleh pemerintah karena berlaku seperti halnya "Robin Hood". Sejak itu nama "Guan Suo" menjadi nick name yang cukup populer untuk figur-figur masyarakat yang dikagumi layaknya pahlawan.
Trend nick name itu kelihatannya juga menciptakan semacam "Fanfic" bagi para penulis China pada zaman itu sehingga ditulislah beragam cerita mengenai Guan Suo, si anak ketiga Guan Yu. Mengenai variasi cerita-cerita Guan Suo, mungkin akan gw tulis lain waktu.
2. Cao Pi
Banyak orang beranggapan tokoh paling jahat di R3K adalah Dong Zhuo, atau Lu Bu, bahkan mungkin ada yang menganggap paling jahat adalah Cao Cao atau malah ada juga yang bilang Liu Bei yang paling jahat.
Tapi menurutku, Dong Zhuo itu psikopat yang punya hoki gede, Lu Bu adalah seorang pahlawan dengan narsisme yang sangat tinggi, Cao Cao hanya perdana mentri dengan tangan dingin berdisiplin tinggi yang sangat supel dan banyak bakat, selain itu kelicikannya dan rasa tidak takut berbuat keji demi menyelamatkan diri, membuatnya menduduki kursi panas hingga akhir hayatnya. Sementara Liu Bei ... entahlah, pendapat saya pribadi, dia antara seorang pemberontak atau hanya seorang pemuda yang mendirikan kerajaan karena terlanjur diburon oleh Cao Cao.
Tapi diantara semua tokoh yang dilabel jahat itu, menurutku yang paling tidak mendapat respek dariku adalah Cao Pi, anak Cao Cao. Berikut adalah dosa-dosa Cao Pi yang bikin gw ogah mainin dia di game DW, dan kalo dia muncul sebagai musuh pasti gw dengan senang hati nyamperin dia buat di hajar :
1. Paranoid.
Bukan rahasia lagi kalau Cao Pi membunuh saudara-saudaranya, termasuk Cao Zhang, dan ditakuti saudara-saudaranya yang lain. Semua itu karena dia takut saudaranya bakal mencelakakan dia atau mendepak dia demi tahta.
2. Kudeta
Bukan Cao Cao kaisar pertama Wei. Cao Pi lah kaisar pertama Wei setelah membunuh Kaisar.
Di akhir hidupnya, Cao Pi juga bermasalah dengan istrinya, ia membunuh Zhen Ji, cewek yang dia rebut dari musuh bapaknya, Yuan Tan, anak Yuan Shao. Dia membunuh Zhen Ji karena dengan bodohnya kemakan hasutan istri mudanya yang mengatakan bahwa Zhen Ji meracuni dia karena cemburu.
Yah, setidaknya Cao Rui tumbuh menjadi seorang kaisar Wei terakhir yang bisa dihormati Sima Yi.
3. Guan Yu
Sering kok, gw cerita ke temen-temen gw bahwa gw untuk alasan misterius dan mistis memiliki ketertarikan sendiri terhadap Guan Yunchang. Entah kenapa setiap kali melihat adegan Guan Yu mati, pasti membawa efek suram dan sedih buat gw selama beberapa hari. Dan film-film bagus tentang Guan Yu atau komik yang mengekspos Guan Yu sebagai karakter, selalu bisa membuat gw tertarik seperti gw lagi melihat diri sendiri atau ayah sendiri lagi diekspos.
Bukan berarti menyamakan ayah gw dengan Guan Yu. Ayah gw bukan Guan Yu dan ga punya karakteristik Guan Yu, mirip pun enggak. Barangkali karena terlalu kagum dengan tokoh ini, sampai-sampai dia menjadi semacam figur panutan buat gw.

Tapi serius deh. Jarang banget gw temuin ada tokoh yg gw kenal di novel atau manga yang bisa mempengaruhi mood gw. Guan Yu dan Guts (Berserk) adalah dua orang fiksi spesial itu. Dan yang menyebalkan, gw ga bisa menjelaskan apa yang istimewa dari Guan Yu. Kelihatannya kharisma beliau bukan sembarang mitos semata. hahaha...
4. Cao Cao
Orang bilang, perdana mentri adalah kursi panas incaran semua orang. Kekuasaan adalah daya tarik klasik yang selalu ada dari zaman dahulu hingga sekarang, menguasai berbagai macam kasta dan spesies. Haus kekuasaan itu bukan hanya manusiawi, tapi juga natural. Dan yang luar biasa, sejak muda Cao Cao menduduki kursi itu tanpa lengser sedikitpun!

Apa yang membedakan antara Cao Cao dan Liu Bei?
Tidak dideskripsikan di dalam novelnya, tapi dari rekrutan mereka, gw bisa menarik kesimpulan bahwa Cao Cao adalah seorang kharismatik yang supel, cerdas, berani, jenius dan menarik. Cao Cao pastilah seorang yang sangat mengenal beragam sifat manusia, sangat mengerti apa kebutuhan dasar setiap manusia, dan bisa memanfaatkan orang-orang hebat yang dia punya. Ia pasti tahu kapan memberikan hukuman dan kapan saatnya memuji. Kapan ia harus mendengarkan, dan kapan ia harus mentertawakan ide naif bawahannya tanpa menyinggung perasaan.
Sementara Liu Bei pastilah seorang kharismatik yang peragu, pemalu dan sensitif. Barangkali mungkin Lou Guan Zhong benar akan satu hal mengenai Liu Bei : naif. Dan barangkali karena ke-naifannya itu pula, Zhuge Liang merasa kasihan dan rela turun gunung untuk menolong Liu Bei. Lantas, kenapa bisa kartu as seperti Guan Yu dan Zhang Fei mau bersumpah setia pada Liu Bei? Barangkali karena Liu Bei juga orang yang baik dan mungkin ada sesuatu dari dirinya yang bisa menarik simpati dari orang-orang hebat yang setia padanya. Jangan lupa Zhao Zilong.
Orang bilang, Cao Cao adalah figur dari manusia modern. Kurasa, kunci sukses Cao Cao ada pada kepandaiannya memanfaatkan apapun yang ia punya dan ketajamannya membaca situasi. Kekalahan di Red Cliff? Oh, tentu saja bisa dimaklumi. Sun Quan adalah orang yang sama hebatnya dengan Cao Cao.
5. Sun Quan
Orang bilang Sun Quan sangat gagah. Tapi gw bilang, Sun Quan adalah bule nyasar. Mereka bilang, matanya biru, janggutnya merah.

Kesan yang kudapat dari Sun Quan tidak berbeda dari Cao Cao. Sedikit banyak, kadang gw jg menemukan Sun Quan bermain-main dengan kalimat yang agak manipulatif. Hanya bedanya, Sun Quan lebih ber"hati" daripada Cao Cao. Seringkali dalam ceritanya, gw mendapati Sun Quan sedang berpesta dan menjamu bawahannya, bersenang-senang, dan Sun Quan adalah emperor langka yang ga ragu-ragu menuangkan arak ke gelas bodyguardnya sendiri, atau orang2 yang dia suka.
Barangkali Sun Quan di zaman modern ini adalah contoh orang-orang yang suka party-party di club house, contoh orang kaya yang hidup sejahtera, memimpin dengan mengandalkan persahabatan. Satu yang gw suka dari Sun Quan, sifat manipulatifnya tinggi sekali. Sekarang dia bisa ngomong manis sambil menyembah-nyembah, tapi begitu lu balik badan dan lengah dikit, dia ga pake lama bakal nusuk lu sampe lu ga berkutik. Ya, itulah Sun Quan. Bukan hanya satu kali (dalam perebutan propinsi Jing yang mengakibatkan terbunuhnya Guan Yu) dia berlaku seperti itu.
Dalam perang tiga kerajaan, sesungguhnya perang utama adalah pada Shu vs Wei. Ya, itulah panggung utamanya. Tapi dengan keberadaan Sun Quan yang selicik Cao Cao dengan wilayah yang gak kecil dan orang-orang hebat yang terus beregenerasi, Sun Quan bisa jadi pihak ketiga yang harus diwaspadai. Kadang dia bekerja sama dengan Wei, kadang ke Shu, tapi baik Wei maupun Shu sama-sama tahu bahwa mereka ga bisa meremehkan Sun Quan. Karena bawahannya juga ga cuma pinter-pinter, tapi juga pinter ngomong, pinter berantem.
Jadi, gw ga bisa menentukan apakah gw suka atau sebel dengan Sun Quan. Tergantung dimana posisi gw. Kalau gw sebagai bawahannya, sudah pasti Sun Quan adalah bos favorit setiap orang, bos impian lu. (selain dari sifatnya yang rada2 temperamen. Tapi itu keturunan kok. Dari Sun Jian, Sun Ce, semuanya juga temperamen). Tapi kalo gw jadi pihak yang sejajar dengan dia, gw bakal bekerja sama dengan dia, dengan tidak mengurangi kewaspadaan.
Yah, siapa juga tahu serigala seperti apa. hehe...

Another film berdasarkan Romance of The Three Kingdoms. Cuma perasaan gw doang, atau memang sejak booming game Dynasty Warriors, China jadi sering banget bikin film berdasarkan San Guo? ==a
The Lost Bladesman menurut saya adalah film yang bener-bener best! Dalam segala hal termasuk diantaranya : akting, dialog, plot, kesesuaian cerita dengan judul, chemistry antar karakter (sayang persahabatan Guan Yu dengan Zhang Liao kurang diangkat), dan terutama nih yang bikin gw ga pikir panjang buat beli DVD nya ... fight scenes nya!
Background Story
Prolog menggunakan epilog, yaitu ketika Sun Quan dari Wu berhasil menjebak Guan Yu dan menangkapnya. Guan Yu memilih untuk mati daripada mengkhianati Liu Bei. Sun Quan yang tahu bahwa aliansinya dengan Liu Bei sudah berakhir secara otomatis ketika ia membunuh Guan Yu, mencari perserikatan dengan Cao Cao, lalu memberikan kepala Guan Yu yang sudah dipenggal kepada Cao Cao. Konon katanya sejak itu Cao Cao dihantui arwah Guan Yu yang tidak tenang karena kehilangan kepala, maka Cao Cao membuatkan tubuh buatan dari kayu harum (gw lupa kayu jenis apa) sebagai pengganti badannya yang ada di Sun Quan, kemudian dikubur.

Denger2, katanya di pihak Wu sendiri yang menyimpan badan Guan Yu, kena teror hantu headless knight juga sampai bikin Lu Meng sakit dan mati. Sun Quan akhirnya mengembalikan tubuh Guan Yu ke Liu Bei untuk dimakamkan.
Anyway! Ada yang inget Lu Bu? Ksatria tanpa tanding, kuat, tak terkalahkan dalam duel, gagah dan badass tapi bodo luar biasa? Plot The Lost Bladesman mengambil setting ga jauh-jauh dari waktu Lu Bu mati setelah diakalin sama Cao Cao. Setelah itu Cao Cao merebut kota Liu Bei yang kosong, cuma Guan Yu yang balik, tapi krn ada keluarga Liu Bei sedang "disandera" Cao Cao, Guan Yu ga berani macam-macam. Guan Yu dan pasukannya ga bisa apa-apa, diem aja di atas bukit, setelah itu datanglah Zhang Liao, mantan anak buah Lu Bu yang ga takut mati untuk membujuk Guan Yu menakhluk pada Cao Cao. Guan Yu pun mau menakhluk dengan tiga syarat;
1. dia menakhluk pada kaisar, bukan pada perdana mentri Cao Cao
2. Cao Cao ga boleh ganggu keluarganya Liu Bei
3. begitu denger kabar tentang Liu Bei, Guan Yu langsung pergi ninggalin Cao Cao dan dia ga boleh dihalangi.

Cao Cao setuju dan disanalah Guan Yu, di perkemahan Cao Cao. Selama ada di perkemahan Cao Cao, Guan Yu ga mau ngapa-ngapain untuk Cao Cao, karena dia gak ngerasa Cao Cao itu majikannya. Cuma karena beberapa hal saja yang berhubungan dengan kebijakan, akhirnya Guan Yu mau bantu2 dikit. Yah ... bunuh-bunuh Yan Liang dan Wen Chou sih kecil....
Selama Guan Yu mendekam dalam perkemahan Cao Cao, si perdana mentri yang kesengsem sama bakat Guan Yu yang serba bisa, gagah di lapangan, integritas tinggi, sportif dan setia luar biasa, berusaha untuk mendapatkan Guan Yu dengan segala cara. Termasuk diantaranya, dia menjebak Guan Yu buat nidurin kakak iparnya (istri Liu Bei), dibikin senang dengan ngasih banyak hadiah berkualitas tinggi, dikasih baju perang baru, bahkan kudanya Lu Bu, Red Hare juga dikasih. Ada hal konyol yang ada di novelnya tapi ga ada di film serius ini.
CC : "liat nih, ...ta da...!"
GY : "wow...!! Red Hare! bisa lari 250 mil per hari! kuda terbaik!" (bayangin aja lo dikasih motor langka idaman semua orang)
CC : "kamu senang?" (ngarep Guan Yu tersentuh dan berpaling padanya meninggalkan Liu Bei)
GY : (bersujud memberi hormat) "perdana mentri sangat baik hati!! dengan ini aku bisa lebih cepat mencapai Liu Bei!!"
CC : $%&@%$%!!!
Konon Guan Yu sangat suka dengan Red Hare dan kuda itu adalah satu-satunya hadiah dari Cao Cao yang dibawa Guan Yu waktu dia denger kabar tentang keberadaan Liu Bei yang sedang berlindung dalam perkemahan Yuan Shao. Setelah membagikan semua pemberian Cao Cao ke rakyat miskin, (di novelnya, hadiah2 itu ditinggal sama sekali) Guan Yu tiga kali datengin kantor Cao Cao untuk pamit baik-baik. Tapi Cao Cao pura-pura lagi pergi krn tau Guan Yu orang bermoral dan ga bakal pergi sebelum dia ketemu langsung sama dia. Kali ketiga Guan Yu pamit dan Cao Cao ga ada secara misterius, Guan Yu titip salam doang dan cabut.
Dalam pelariannya kembali ke perkemahan Liu Bei, Guan Yu menerobos 5 kota dan membunuh 6 officer nya Cao Cao. Kong Xiu, Bian Xi, Meng Tan, Wang Zhi ... di film ini, setiap pertarungan bener2 ada challengenya sendiri dan Donnie Yen memang ga pernah mengecewakan kita dengan permainan tongkatnya yang ciamik dan fantastis!
most badass fight scenes :
1. vs Kong Xiu
> Guan Yu menghead-butt kepala prajurit Kong Xiu dengan helm, dan yang pusing adalah prajuritnya!
> Guan Yu menghajar kepala prajurit Kong Xiu yang berhelm dengan TANGAN KOSONG tanpa glove atau apapun!!
> duel dengan Kong Xiu bener2 best duel di sini, karena Kong Xiu juga bukan orang sembarangan untuk dikalahkan (di film ini) dan kalau lu amatin gerakan-gerakan spear nya Kong Xiu, itu gak kalah indahnya dengan gerakan Donnie Yen. dan entah knp gerakan Kong Xiu ini mengingatkan gw dengan gerakan-gerakan Ma Chao di game DW (Ma Chao is my number 1 favourite character in DW)
> arena battle yang sempit tapi melengkung juga menjadi nilai plus. selain dengan adegan waktu Guan Yu menghancurkan atap untuk melumpuhkan Kong Xiu, adegan ini seakan memberitau gw bahwa arena juga adalah orang ketiga dalam duel. arena sempit lurus aja susah, apalagi arena sempit dan melengkung, lebih susah lagi buat mengayunkan senjata seperti long blade milik Guan Yu.


2. vs Meng Tan
> Guan Yu dengan berani menerima racun dari brother nya karena tau dia cuma punya satu lengan dan bukan seorang petarung. ini memperlihatkan betapa gentleman dan sportifnya Guan Yu.
> dalam keadaan keracunan dan melindungi cewek yang cuma bisa merem, tutup telinga dan umpetan di belakang Guan Yu, menghadapi ratusan orang marah bersenjata dan berperisai harusnya menjadi Hell pit, namun Guan Yu berhasil membuktikan bahwa ratusan orang itu baru bisa mengimbangi dia ... asalkan dia dalam kondisi keracunan, melindungi cewek dan pake pedang patah. Badass!
3. vs Bian Xi
> nothing's special, maka dari itu directornya dengan cerdik mengambil perspektif langka, hanya menshoot gambar pintu gerbang ditutup dan memposisikan penonton andai mereka menjadi orang yang kebetulan melewati markas penyamun yang sedang dibantai oleh seorang one man army
4. vs Wang Zhi
> Like this fight! Wang Zhi kelihatannya seperti seorang pejabat psikopat yang cuma bisa berlindung di balik bodyguardnya, ga ada tampang pendekar sama sekali seperti aktor Kong Xiu, tapi ngeliat dia berantem, bisa ngimbangin kecepatan Guan Yu dengan baik, bikin gw kagum juga. sayang dia terlalu overestimate diri sendiri, dengan pede nya pake pedang besar dan berat. Andai badannya lebih gede dikit, Wang Zhi bisa jadi lawan yang bener2 merepotkan. (kalo Wang Zhi pake pedang yg lebih ringan, bisa dipatahin Guan Yu, pedangnya) tapi untuk mengalahkan Guan Yu ... tunggu dulu deh.
> gw suka adegan waktu pedang Wang Zhi dihantam Black Dragon (nama pedang Guan Yu) yang beratnya 30 kg itu dan bunyi .. "Ngiiiing..." lalu bikin tangan Wang Zhi gemetar, sementara pedang Guan Yu sendiri jadi cacat krn kerasnya pedang yg dipake Wang Zhi. Kalau kamu pakai pedang, dan ga bisa kontrol bunyi "Ngiiiiiing..." pada pedangmu, itu berarti pedang itu terlalu berat buat kamu. Di sinilah kebodohan Wang Zhi.
> ada 1 gerakan Donnie Yen yang bikin gw tertarik buat nonton ini, yaitu waktu dia muter pedangnya di lehernya buat menghajar Wang Zhi (ada di trailernya). gerakan itu bener2 indah buat diliat, sekaligus powerful karena kecepatannya.

5. vs Imperial Troops
> oh, how I love one man army fight. satu orang owning puluhan orang sekaligus. adegan apik buat dilihat terutama gerakan Donnie Yen yang bener2 lincah menghindari panah2. dan gw tambahin point plus lagi buat editor dan sutradaranya karena tidak memasukkan efek slow motion atau extreme close up Guan Yu menghindari panah yang nyaris mengenai tubuhnya seperti di film2nya Andy Lau (krn dia emang ga bisa brantem). dan cipratan darah di wajah Guan Yu yang menyerupai keringat daripada diolesin cet merah (ceritanya darah musuh) bener2 keliatan alami.
> suka banget ekspresi Cao Cao waktu dia tau siapa yang sebenernya ngasih order untuk bunuh Guan Yu. dan dialog twist dari Cao Cao yang ambigu waktu dia ngomong ke Emperor bener2 ngasih tau gw betapa cerdasnya penulis skrenario itu dalam memahami karakter orang2.
> ga kalah menariknya, waktu Guan Yu menggeram kesal sambil mengacungkan pedang ke wajah Cao Cao. satu geraman saja sudah mengungkapkan semua perasaan Guan Yu di seluruh film.
overall, film ini bener2 worth buat ditonton, dan film kedua yg gue beli DVD nya, sekalipung gw udah nonton filmnya di Youtube. Bahkan gw belum puas, gw sekarang lagi download file nya dari sebuah file hosting. dialog-dialog dan adegan dalam film ini benar-benar menunjukkan bahwa penulis skrenario atau sutradara dari film ini pasti sangat memahami karakter Cao Cao. Cao Cao benar-benar digambarkan sangat pas dengan apa yang saya duga tentang dia : bukan orang idealis terhadap kebaikan seperti Liu Bei, tapi orang yang sangat smoocher, supel, banyak akal, kharismatik (bahkan aktornya gak ganteng dan kecil begitu, tapi kharismanya tetep keliatan).
Most memorable quotes :
> "Guan Yunchang, outside a wolf, inside a sheep.
but this world belongs to the wolves.
world of wolves..." --Cao Cao
> GY : "If I kill this person will the battle end?"
CC : "of course."
GY : "Who's this man?"
CC : "no rush. let's eat and talk"
GY : "no rush. let's kill and eat"
> "I can lose my city, but I cannot lose the heart of my men" --Cao Cao
> "live you must, live rightously" --Monk
> "Guan Yu, tetaplah jadi pahlawan. Orang jahatnya? Biar aku saja." --Cao Cao
Tentang Judul
Maksud dari "Lost Bladesman" adalah Guan Yu yang hilang atau tersesat. Hilang bila dilihat dari sudut pandang Liu Bei dan tersesat atau kebingungan arah, karena di satu sisi, ia terkesan dengan Cao Cao, tapi di sisi lain, Guan Yu sangat memegang komitmennya dengan Cao Cao. "Lost" dalam film ini juga menggambarkan sisi romantisme antara dia dengan sang kakak ipar yang ternyata love interestnya sebelum bertemu Liu Bei. Wanita itu yang selama ini dicintai Guan Yu, namun juga dia adalah kakak iparnya.
pokoknya judul "Lost Bladesman" sudah benar2 tepat buat film ini.

Foot Notes :
- Reviewer adalah penggemar berat Guan Yu
- Reviewer adalah penikmat Kung Fu
- Reviewer memberi rating 7 dari 5 bintang.
- RECOMENDED!!