Dalam kalender lunar, semalam adalah tanggal 15. Kalender lunar adalah sistem kalender yang dibuat berdasarkan peredaran revolusi bulan terhadap bumi. Dalam tanggal 13, 14, dan 15 bulan terlihat sangat indah, memancarkan sinar yang sempurna dalam bentuknya yang paling utuh. Karena satu siklus bulan lamanya 29.5 hari, maka bulan purnama biasanya terjadi di antara hari ke-14 dan 15 dalam kalender ini.
Ayah seorang teman saya pernah berkata, jika mandi cahaya bulan purnama akan mendapatkan radiasi sinar kosmik tertentu yang akan membuat badan kita bugar dan sehat, selain itu juga merangsang cahaya jiwa lebih kemilau., dan sinar wajah yang teduh dan menyejukkan.
Banyak cerita-cerita rakyat, termasuk juga tradisi2 di berbagai belahan dunia yang tercipta karena momentum ini. Ada juga kebiasaan2 tertentu di beberapa agama dan kebudayaan untuk melakukan puasa selama tanggal 13, 14, 15 dalam kalender bulan. Orang jawa menyebut malam terang bulan sebagai “Padhang Mbulan”. Saat dimana anak2 mereka bermain-main berkumpul bersama keluarga dan teman2 di bawah cahaya purnama, melepas kangen. Suku Indian, penduduk native amerika, malah menamai setiap purnama yang terjadi dalam suatu siklus. Mereka mempunyai berbagai mitos tentang purnama ini. Dalam kalender China, setiap bulan ke 1 tanggal 15 juga ada festival lentera. Di masyarakat batak, mereka menyebut peristiwa ini poltak bulan purnama. Para pemuda-pemudi berkumpul, basanya dijadikan ajang mencari jodoh, nama acara di bulan purnama ini disebut gondang naposo. Pokoknya ada banyak kebudayaan dan legenda yang terbentuk karena peristiwa ini.
Menurut penuturan beberapa orang tua yang pernah saya jumpai, konon saat terang bulan adalah saat2 daya gravitasi dan kerinduan memuncak. Saat2 terjadi puncak romantisme berbagai mahluk dan benda yang bisa merasakan dan terpengaruh frekuensinya. Biasanya orang2 yang saling mengalami resonansi frekuensi getaran hati bisa saling merasakan perasaan rindu. Binatang2 juga katanya terpengaruh. Itu konon loh… ^ ^ … Dan puasa atau ritual tertentu yang dilakukan konon salah satu fungsinya adalah untuk membantu pengendalian diri agar tidak terlalu mabuk kepayang.
Ada yang bercerita juga saat purnama air laut akan naik, karena rindunya bumi terhadap bulan dan sebaliknya, karena mereka berdua dulunya adalah satu.
ngg... jadi teringat beberapa kata2 yg pernah saya tulis di suatu malam:
Roh bulan keluarlah, aku ingin berbincang sejenak tentang malam, tentang bintang, dan tentang awan yang menggumpal. Tentang garis tipis di cakrawala yang kelabu namun menggenggam taburan cahaya. Tentang lilin-lilin yang kulihat berpendaran di temaram kesunyian waktu kosmosku yang membeku.
Wahai purnama, kau selalu tampakkan wajah yang sama
Wahai roh angin menderulah, bawa ku mengembara menelusup ke sudut-sudut tersembunyi bebatuan, terbangkan aku jauh di ufuk cakrawala yang terbuka. Hantarkanlah suara nyanyian burung-burung yang menari indah di oase padang pasir. Yang bercerita tentang fatamorgana, tentang kesejatian, dan tentang kehidupan.
Wahai topan, kau terus sampaikan pesan
Wahai roh bunga merekahlah, pinjami aku kesegaranmu untuk bertutur kata. Untuk berbicara dengan telinga yang peka. Untuk berbagi dengan hidung yang merasa aroma.
Wahai corolla, kau setia menatap corona
Ah, apapun itu terserah, pokoknya bagi saya bulan purnama itu indah, titik.
Sekian, ^ ^
Ah, apapun itu terserah, pokoknya bagi saya bulan purnama itu indah, titik. => iya iya

Ayah seorang teman saya pernah berkata, jika mandi cahaya bulan purnama akan mendapatkan radiasi sinar kosmik tertentu yang akan membuat badan kita bugar dan sehat, selain itu juga merangsang cahaya jiwa lebih kemilau., dan sinar wajah yang teduh dan menyejukkan. => masa??
Baca blognya jadi inget Sailormoon..