Bisa menghitung dengan cepat, bahkan lebih cepat dari orang yang pakai kalkulator. Sering dengan skill hasil belajar Mental Aritmatika seperti ini orang dianggap jago Matematika. Well, tidak benar! Bukan jago matematika, malah bahkan bukan jago aritmatika. Hanya jago berhitung, skill yang sebenarnya bisa diganti dengan kalkulator. Sering
label jago matematika diberikan pada anak-anak yang biasanya mengambil
kursus Mental Aritmatika, karena anak-anak ini bisa menghitung dengan
cepat. Lebih cepat dari orang dewasa bahkan sering lebih cepat dari
orang yang memakai kalkulator. Sebenarnya anak-anak ini tidak bisa dikatakan jago matematika. Mereka hanya jago pada very narrow view
tentang matematika yaitu berhitung. Yang terjadi pada anak-anak ini
tidak lebih dari dipelajarinya suatu (atau beberapa) algoritma
berhitung, kemudian algoritma ini dilatih berulang-ulang hingga
anak-anak ini begitu fasih menggunakan algoritma tersebut. Sayang sekali. Anak-anak ini tak ubahnya komputer yang diinstall
suatu program, lalu program tersebut dijalankan berulang-ulang.
Padahal, manusia itu jauh lebih pintar daripada komputer. Komputer
hanya menjalankan suatu algoritma yang diimplementasi sebagai program
pada dirinya. Manusia mampu menciptakan algoritma! Lihat bagaimana
Euclid menjelaskan bagaimana mendapatkan Faktor Persekutuan Tebesar dua
buah bilangan. Ini baru jago matematika yang sesungguhnya. Membuat
algoritma, bukan mempelajari sebuah algoritma dan hanya menjalankannya
berulang-ulang. O ya, Matematika itu bukan cuma berhitung
(aritmatika), tapi ada juga aljabar, geometri dan kalkulus. Lalu
Matematika sebenarnya berurusan dengan proof. Membuktikan conjecture hingga menjadi teorema. Orang yang jago dalam hal proof
inilah yang bisa disebut jago matematika. Skill untuk proof inilah yang
mestinya dilatih berulang-ulang. Skill untuk membuat algoritma inilah
yang mestinya dilatih berulang-ulang. Baru bisa dikatakan jago
matematika. Orang yang jago Mental Aritmatika hanyalah orang jago
berhitung. Bahkan tidak bisa dibilang jago aritmatika, karena jago
aritmatika berhubungan dengan skill membuat algoritma aritmatika. Bukan cuma belajar memakai algoritma seperti pada Mental Aritmatika. Mental Aritmatika membuat anda seperti kalkulator, well, kalau gitu skill
anda bisa diganti dengan kalkulator/komputer saja. Lebih murah. Skill
sesungguhnya di Matematika akan lebih berguna dan mahal nilainya. Jadilah manusia, jangan jadi komputer. Manusia lebih pintar dari komputer. *) ditulis oleh Norman Sasono http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=1622