Silent Station it's all about stellar memories

Blog Category: Logika
Mar
01
2010

Dari: http://popsy.wordpress.com

by Catshade

 

“Garing nih!”

“Basi ah!”

“Jayuz loe!”

Tak jarang respon yang tidak diharapkan tersebut diungkapkan oleh teman (atau siapapun) saat kita sedang menceritakan sebuah lelucon yang kita anggap lucu. Lalu timbul pertanyaan, apa sih lelucon yang bisa dianggap lucu oleh semua orang? Apakah setiap orang mempunyai preferensi lelucon yang berbeda-beda? Tidak hanya kita, namun Dr. Richard Wiseman, seorang psikolog dari University of Hertfordshire pun mengajukan pertanyaan yang sama. Bekerjasama dengan British Association for the Advancement of Science, ia mendirikan sebuah laboratorium online untuk mencari tahu ‘lelucon terlucu di dunia’. Selama setahun website tersebut menerima masukan dari 2 juta lebih pengunjungnya mengenai lelucon favorit mereka yang mencapai 40.000 entry, juga informasi diri tambahan untuk melihat perbedaan kewarganegaraan dan gender dalam preferensi lelucon.

 

Pada Desember 2001, Laugh Lab mengumumkan hasil utamanya, yaitu lelucon terlucu di dunia:

A couple of New Jersey hunters are out in the woods when one of them falls to the ground. He doesn’t seem to be breathing, his eyes are rolled back in his head. The other guy whips out his cell phone and calls the emergency services. He gasps to the operator: “My friend is dead! What can I do?” The operator, in a calm soothing voice says: “Just take it easy. I can help. First, let’s make sure he’s dead.” There is a silence, then a shot is heard. The guy’s voice comes back on the line. He says: “OK, now what?”

Lelucon ini dikirimkan oleh Gurpal Gosall, 31, seorang psikiater dari Manchester, UK. Menurut Dr. Wiseman, lelucon ini lebih mempunyai daya tarik universal dibandingkan yang lain karena memenuhi 3 alasan: (1) membuat kita merasa lebih superior dari si subyek lelucon (si pemburu), (2) mengurangi dampak emosional dari kejadian yang seharusnya menimbulkan kecemasan (matinya si pemburu), dan (3) mengejutkan karena adanya semacam ketidaksesuaian (kesalahpahaman teman si pemburu dengan operator). Begitu pula lelucon yang menempati urutan kedua:

Sherlock Holmes and Dr Watson go on a camping trip. After a good dinner and a bottle of wine, they retire for the night, and go to sleep.

Some hours later, Holmes wakes up and nudges his faithful friend. “Watson, look up at the sky and tell me what you see.”

“I see millions and millions of stars, Holmes” replies Watson.

“And what do you deduce from that?”

Watson ponders for a minute.

“Well, astronomically, it tells me that there are millions of galaxies and potentially billions of planets. Astrologically, I observe that Saturn is in Leo. Horologically, I deduce that the time is approximately a quarter past three. Meteorologically, I suspect that we will have a beautiful day tomorrow. Theologically, I can see that God is all powerful, and that we are a small and insignificant part of the universe. What does it tell you, Holmes?”

Holmes is silent for a moment. “Watson, you idiot!” he says. “Someone has stolen our tent!”

Dari data diri yang diberikan para respondennya, Dr. Wiseman juga mengurutkan ‘10 negara paling lucu’, dilihat dari rating lelucon yang mereka berikan. Di peringkat pertama adalah Jerman, diikuti dengan Prancis, Denmark, Inggris, Australia, Irlandia, Belgia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Kanada. Lalu Dr. Wiseman melihat perbedaan preferensi lelucon antar negara-negara tersebut. Orang Irlandia, Inggris, Australia, dan Selandia baru mempunyai preferensi kuat terhadap lelucon yang menggunakan permainan kata, seperti:

Patient: “Doctor, I’ve got a strawberry stuck up my bum.”

Doctor: “I’ve got some cream for that.”

Sementara orang AS dan Kanada lebih menyukai ejekan dimana ada perasaan superioritas, entah karena subyek terlihat bodoh atau ‘dibodoh-bodohi’ orang lain:

Texan: “Where are you from?”

Harvard grad: “I come from a place where we do not end our sentences with prepositions.”
Texan: “Okay – where are you from, jackass?”

Banyak orang Eropa daratan, seperti Prancis, Denmark, dan Belgia, memilih lelucon yang bersifat surreal,

An Alsatian went to a telegram office, took out a blank form and wrote:
“Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof. Woof.”
The clerk examined the paper and politely told the dog: “There are only nine words here. You could send another ‘Woof’ for the same price.”
“But,” the dog replied, “that would make no sense at all.”

…dan lelucon yang bersifat menertawakan topik-topik yang biasanya menimbulkan kecemasan, seperti contoh berikut:

A patient says: “Doctor, last night I made a Freudian slip, I was having dinner with my mother-in-law and wanted to say: “Could you please pass the butter.” But instead I said: “You silly cow, you have completely ruined my life.”

Namun Jerman merupakan perkecualian yang unik. Mereka tidak mempunyai kecenderungan ke arah lelucon manapun, sehingga mereka menganggap lucu berbagai macam jenis lelucon dan menempati urutan pertama.

Berikut adalah lelucon yang menempati urutan teratas di sebagian negara-negara tersebut:

Inggris

A woman gets on a bus with her baby. The bus driver says: “That’s the ugliest baby that I’ve ever seen. Ugh!” The woman goes to the rear of the bus and sits down, fuming. She says to a man next to her: “The driver just insulted me!” The man says: “You go right up there and tell him off – go ahead, I’ll hold your monkey for you.”

Amerika Serikat

A man and a friend are playing golf one day at their local golf course. One of the guys is about to chip onto the green when he sees a long funeral procession on the road next to the course. He stops in mid-swing, takes off his golf cap, closes his eyes, and bows down in prayer. His friend says: “Wow, that is the most thoughtful and touching thing I have ever seen. You truly are a kind man.” The man then replies: “Yeah, well we were married 35 years.”

Kanada

When NASA first started sending up astronauts, they quickly discovered that ballpoint pens would not work in zero gravity. To combat the problem, NASA scientists spent a decade and $12 billion to develop a pen that writes in zero gravity, upside down, underwater, on almost any surface including glass and at temperatures ranging from below freezing to 300 C. The Russians used a pencil.

Australia

This woman rushed to see her doctor, looking very much worried and all strung out. She rattles off: “Doctor, take a look at me. When I woke up this morning, I looked at myself in the mirror and saw my hair all wiry and frazzled up, my skin was all wrinkled and pasty, my eyes were bloodshot and bugging out, and I had this corpse-like look on my face! What’s WRONG with me, Doctor!?”

The doctor looks her over for a couple of minutes, then calmly says: “Well, I can tell you that there ain’t nothing wrong with your eyesight….”

Belgia

Why do ducks have webbed feet?

To stamp out fires.

Why do elephants have flat feet?

To stamp out burning ducks.

Jerman

A general noticed one of his soldiers behaving oddly. The soldier would pick up any piece of paper he found, frown and say: “That’s not it” and put it down again. This went on for some time, until the general arranged to have the soldier psychologically tested. The psychologist concluded that the soldier was deranged, and wrote out his discharge from the army. The soldier picked it up, smiled and said: “That’s it.”

Selain itu, Dr. Wiseman juga melihat hubungan kompleksitas lelucon dengan seberapa pandai seseorang membuat tebakan (estimates). Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang pandai dalam menebak lebih menyukai lelucon yang kompeks seperti,

A scientist and a philosopher were being chased by a hungry lion. The scientist made some quick calculations, he said “its no good trying to outrun it, its catching up”. The philosopher kept a little ahead and replied ” I am not trying to outrun the lion, I am trying to out run you”!

Sedangkan mereka yang tidak begitu pandai dalam menebak lebih menyukai lelucon yang ‘langsung’ (straightforward), seperti ini:

Which day of the week do fish hate?…….

Fry-Day.

Hal lain yang bisa dilihat dari penelitian ini adalah adanya perbedaan gender dalam preferensi lelucon. Laki-laki terlihat lebih menyukai lelucon yang agresif, menunjukkan superioritas dan agak sedikit porno, sementara perempuan lebih menanggap lucu lelucon yang lebih kompleks dalam bahasa dan menggunakan permainan kata, suatu hasil yang menurut Dr. Wiseman menunjukkan perbedaan cara kerja otak yang bersifat genetis dengan pembedaan gender oleh masyarakat yang bersifat lingkungan berpengaruh pada preferensi lelucon.

Beberapa lagi hasil yang menarik:

  • Disertakannya lelucon yang diciptakan oleh komputer milik Edinburgh University dalam voting sebagai tes AI (Artificial Intelligence), lelucon berikut rata-rata dinilai buruk (“What kind of line has sixteen balls? A pool cue!”), sementara satu lelucon lagi dinilai dengan rata-rata baik (“What kind of murderer has moral fibre? A cereal killer.”)
  • Laughlab menghitung rata-rata kata dalam setiap lelucon yang masuk, dan menurut perhitungan, lelucon yang ideal (dianggap paling lucu) mempunyai 103 kata; lelucon terlucu di dunia (kisah dua pemburu) sendiri mempunyai 102 kata.
  • Beberapa lelucon menggunakan binatang sebagai tokohnya. Laughlab menemukan bahwa lelucon yang menggunakan bebek dinilai lebih lucu dibandingkan lelucon yang menggunakan binatang lain.

Sumber:

Laughlab

World’s Funniest Joke (wikipedia entry)

Computer crack funnier than many human jokes

Views: 664
Posting: 1-Mar-2010 10:36:11 WIB
Comments: 6 comments
Category: Jokes, Iseng, Logika
Nov
22
2009

Bahan update kali ini saya ambilkan dari sebuah komik karya  Motohiro Katou ^ ^ , fokus bahasannya berkaitan dengan  enkripsi-dekripsi (encrypt-decrypt) data digital… Smiley



Saat ini komputer di seluruh dunia sudah bisa terhubung dengan internet sehingga sangat mudah bagi penggunanya untuk dapat memperoleh informasi. Tapi dalam kepraktisan tersebut, internet juga memiliki kelemahan yang besar….
Semua orang di seluruh dunia dapat berhubungan dengan komputer masing-masing, namun demikian ada beberapa informasi rahasia yang dilindungi, yang mungkin juga  ingin diketahui oleh orang lain. Karena itu, beberapa orang yang ingin  mengetahui informasi rahasia tersebut melakukan perbuatan ilegal dengan berusaha mencuri informasi. Untuk mencegah hal itulah…. informasi dienkripsi.  Informasi yang ingin dirahasiakan dienkripsi menggunakan program khusus dan hanya pihak penerima yang bisa mengembalikannya ke bentuk  semula. Jadi dengan kata lain, informasi tersebut hanya bisa diketahui oleh orang yang mempunyai kunci untuk membuka sandi. Lalu,  untuk angka yang digunakan dalam kunci itu… matematika bilangan prima memegang peranan penting…


Seperti yang kita semua tahu, bilangan natural dibagi menjadi dua kelompok, yaitu bilangan prima dan bilangan komposit.

BIL. KOMPOSIT

BIL. PRIMA

 4 ( 2 X 2 )

1

 6 ( 2 X 3 )

2

 8 ( 2 X 4 )

3

 9 ( 3 X 3 )

5

10 ( 2 X 5 )

7

12 ( 3 X 4 )

11

 dst..

 

Kemudian ada proses faktorisasi untuk mencari faktor prima dari bilangan majemuk. Proses inilah yang disebut analisis bilangan prima.

BIL. KOMPOSIT

= BIL. PRIMA X BIL. PRIMA

   9

= 3 X 3

   77

= 7 X 11

 299

= 23 X 13

1003

= 17 X 59

dst…

 

Memang kelihatannya sederhana, tapi ada alasannya kenapa analisis bilangan prima digunakan dalam kunci enkripsi, karena faktorisasi prima untuk bilangan komposit yang besar adalah proses yang sangat sulit.  Misalnya  pada tahun 1976, diadakan sayembara untuk faktorisasi suatu bilangan yang besar sekali. Kode sepanjang 129 digit yang disebut RSA-129. Secara teori kode ini tak mungkin dipecahkan. Karena untuk memecahkannya menggunakan super komputer tercepat saja tetap membutuhkan waktu kira-kira selama 4 x 1022  tahun!  Selama kita tak bisa melakukan  faktorisasinya, maka kodenya tak akan bisa dipecahkan.              Jadi keamanan sandi akan tetap terjaga….


Tetapi pada tahun 1993-94 terjadi suatu ‘kasus’…..


Faktorisasi RSA-129 yang secara teori mustahil dilakukan  ini, berhasil dipecahkan oleh sekelompok ahli matematika dibawah pimpinan Arjen K. Lenstra. Terlebih lagi, mereka memecahkannya hanya dalam waktu 8 bulan!
Bagaimana mungkin perhitungan yang secara teori  membutuhkan waktu 4 x 1022 tahun, dapat dipecahkan hanya dalam waktu 8 bulan?


Ada 3 hal yang dapat membuat mereka bisa memecahkan perhitungan tersebut

  1. Pertama, kemampuan komputer sudah maju pesat
  2. Kedua, Lenstra sebagai ahli matematika berhasil mengembangkan program khusus yang dapat mengefisienkan perhitungan algoritma
  3. Ketiga, adalah penggunaan internet

 

Dengan memanfaatkan 1600 unit komputer yang terhubung lewat internet mereka melakukan analisis  bilangan RSA-129.


In 1994, a worldwide conspiracy of more than 1600 computers (and two FAX machines!) solved the most famous cryptography challenge in existence, a challenge that was thought to be unbreakable!
(http://www.math.okstate.edu)
http://www.math.okstate.edu/~wrightd/crypt/crypt-intro/node24.html


The text "The Magic Words are Squeamish Ossifrage" was the solution to a challenge ciphertext posed by the inventors of the RSA cipher in 1977. The problem appeared in Martin Gardner's Mathematical Games column in Scientific American. It was solved in 1993–1994 by a large joint computer project co-ordinated by Derek Atkins, Michael Graff, Arjen Lenstra and Paul Leyland. More than 600 volunteers contributed CPU time from about 1,600 machines (two of which were fax machines) over six months. The coordination was done via the Internet and was one of the first such projects. (Wikipedia)




Begitulah…. ^ ^



Sebenarnya, proses enkripsi data ini sudah dilakukan sejak zaman lampau, salah satu yang terkenal adalah Cipher buatan Julius Caesar, yaitu shift cipher… Kalau anda pernah membaca buku tentang kriptografi ataupun kriptologi yang umum, biasanya pembahasan sejarah awal dimulai dari sini….


Cipher ini sangat sederhana, hanya dengan melakukan penggeseran huruf, misalnya huruf a menjadi  g, b menjadi h, c menjadi i dst…. (penggeseran posisi digit )


Dalam ilmu kriptografi modern, dikenal istilah cipher, yaitu suatu algoritma untuk melakukan penyandian data dan penerjemahannya. Elemen- elemen teks yang akan disandikan kita sebut dengan plaintext, sedangkan elemen – elemen text yang terenkripsi atau telah dienkripsi/disandikan kita sebut ciphertext, dan jika ditambahkan suatu kunci rahasia kita sebut kunci itu  secret key atau key, yaitu suatu bilangan dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.



Secara matematis dapat ditulis :


Enkripsi : E(P) = C


Dekripsi : D(C) = P

 

atau

 

D(E(P)) = P


dimana E adalah notasi untuk proses enkripsi dan P untuk dekripsi

 

Untuk algoritma yang menggunakan tambahan satu secret key disebut algoritma simetris (symmetric algorithm) , dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm.

C = Ek (P)


dan


P = Dk (C)


atau


P = Dk (Ek (P))


dimana k adalah notasi untuk key / kunci rahasia..



Algoritma enkripsi-dekripsi data  bisa juga menggunakan dua macam key, yaitu key  yang digunakan untuk proses enkripsi dan key untuk proses dekripsinya. Algoritma ini disebut algoritma asimetris (asymmetric algorithm).  Kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Ada dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Meski  kunci publik telah diketahui namun kunci privatnya belum tentu diketahui.


Secara persamaan matematis bisa ditulis:


C = Ek1 (P)


dan


P = Dk2 (C)


atau


P = Dk2 (Ek1 (P))


dimana


k1 adlah key dalam proses enkripsi dan k2 key untuk proses dekripsinya.



Biasanya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.

 

By the way,  algoritma yang digunakan dalam RSA termasuk Algoritma Sandi Kunci-Asimetris,  

Begitulah…. 

Flower


Q.E.D







Views: 841
Posting: 22-Nov-2009 23:26:16 WIB
Comments: 6 comments
Category: Computer, Matematika, Logika, Iseng
Jun
03
2009

*) Ini tadi saya postingkan di notes fesbuk saya, n ternyata respond dari temen2 oke juga For You

 

 

 

Hallo rekans, tadi saya nemu soal cerita ini n iseng2 saya coba menyelesaikannya. Soal ini sama sekali nggak sulit, tapi emang butuh konsentrasi buat menemukan jawabannya, saya lebih suka nyebut ini karakter soal berbentuk puzzle logika. Klo ada waktu silakan nyobain juga, tapi jangan nyontek ya.... harus main fair,


Buat temen2 lama di bangku kuliah, klo kalian inget... saya dulu penah mainan tebak2an dg soal yg mirip ini, tapi variabelnya lebih sedikit, cuma 3 var aja. So, logika cara ngerjainnya sama persis dg yg waktu itu ^ ^


Ada lima buah rumah yang masing-masing memiliki warna yang berbeda,
setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda beda, setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu, merokok dengan merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu


Tidak satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merk rokok yang sama, dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.





- Orang Inggris tinggal didalam rumah berwarna merah
- Orang Swedia memelihara anjing
- Orang Denmark senang minum teh
- Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih
- Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi
- Orang yang merokok PallMall memelihara burung
- Penghuni rumah yang terletak ditengah-tengah senang minum susu
- Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill
- Orang Norwegia tinggal dirumah paling pertama
- Orang yang merokok Marlboro tinggal disebelah orang yang memelihara kucing
- Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill
- Orang yang merokok StarMild senang minum bir
- Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia
- Orang Jerman merokok DjiSamSoe
- Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air


Pertanyaannya : Siapakah yang memelihara IKAN ?

Views: 632
Posting: 3-Jun-2009 21:32:55 WIB
Comments: 8 comments
Category: Logika
Gibson Les Paul Custom
Gibson Les Paul Custom
Blog Category