Di dunia ini, saya rasa tidak ada satu gitarispun yang meragukan kemampuan teknis si jenius serba bisa, dewa gitar yang flamboyan mister Steve Vai. Lagu Tender Surrender ini merupakan salah satu komposisi lagu yang sangat easy listening tapi rumit dan sulit dimainkan dengan tingkat kesempurnaan yang tinggi seperti di video ini. Dulu saya pertama kali dengar lagu ini ketika masih kuliah, saat main ke tempat seorang teman, - seorang gitaris dengan bakat luar biasa- dia menertawakan expresi om steve saat memainkan lagu ini dengan penuh penghayatan, seolah-olah menjadi satu dengan gitar ibanez JEM nya. Katanya ekspresi om steve seperti tampang orang yang sedang berhubungan sex! 
about this video:
Steve Vai performs "Tender Surrender" from the DVD "Alien Love Secrets" featuring full-length performance videos of every song from the "Alien Love Secrets" EP.
The DVD includes:
• 7 Performance Videos
• 5.1 Surround & Stereo Mixes
• Alternate Video Angles
• Feature-length Commentary
• Interview with Steve Vai
"Alien Love Secrets" is available through all major music retailers such as Amazon.com, and also through the official Steve Vai website: http://www.vai.com
http://www.vai.com
http://www.myspace.com/stevevai
Okey, ini ada kutipan biography pendek om steve:
Siapa
yang tidak kenal dengan dewa gitar yang satu ini? Permainannya mulai
dari blues, jazz, rock sampai klasik dan ethnic music.
Permainan gitarnya pun tidak terbatas pada komunitas gitar saja tetapi juga bagi orang-orang awam yang tidak mendalami gitar.
Pada
umur 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada umur 10 tahun, Steve
mulai belajar bermain akordeon. Pada umur 13 tahun barulah Steve mulai
mendalami gitar dan sejak saat itu lahirlah seorang dewa gitar yang
baru.
Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare.
Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan
polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda.
Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.
Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone.
Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi
lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song
dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis
Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis.
Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1
dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric
Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga
bergabung dalam G3.
Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan
diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve
Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat
fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan. Belum pasti kapan album
barunya akan beredar, kita tunggu saja... liberty and justice for all!!!
Nama Lengkap: Steven Siro Vai
Website Resmi: Vai.com
Tempat/Tgl Lahir: 06 Juni 1960 di New York, USA
Group Band Saat Ini: Steve Vai
Group
Band Sebelumnya: Hot Chocolate, The Ohio Express, Circus, Rayge, Bold
As Love, Axis, Morning Thunder, Frank Zappa, The Out Band, The
Classified, 777, Alcatrazz, David Lee Roth, Whitesnake
Pengaruh: Joe Satriani, Frank Zappa
Gitar: Ibanez Universe, Ibanez JEM
Keahlian: semua teknik dalam buku pelajaran gitar bisa dilakukannya dengan sempurna!!!
sumber: gitaris.com
Dear deary,
Tulisan ini terutama saya tujukan kepada diri saya sendiri, dan juga mungkin untuk sedikit orang yang beresonansi. Tadi saya iseng buka show unread posts, n iseng masuk ke tret marshanda krn liat di latest postnya ada user yg dikenal,
Ups, ternyata baru tau ada kejadian kek gitu, n baru tau juga klo marshanda itu nama panggilannya chacha n rambutnya sekarang di cat blonde
*kuper.co.id*
Trus kumat deh mode penasarannya n mulai berburu info dg bantuan Prof.Ir Google, M.Sc, MBA, Ph.D, etc… etc…
Ternyata ada video2 heboh di youtube, plus info klo ada gangguan mental pada diri mar.
Sebenarnya saya ga begitu tau siapa itu caca, selain dulu pernah main sinetron bidadari yg sering ditonton adik sepupu saya yg masih kecil, ngefans kagak, benci juga nggak., biasa aja.
Apa yang terjadi pada caca, sebenernya bisa terjadi pada siapapun. Tapi sayangnya, kita terbiasa… ntah oleh budaya, naluri, atau apa untuk judging –menghakimi- dan mencaci maki sesuatu yang tidak kita sukai, plus ngajakin orang lain untuk ngomongin kejelekan orang dibelakang, sukur2 sambil mengeluarkan sumpah serampah biar mampus. Di lain pihak, fansnya juga begtiu dibutakan oleh berhala bernama marshanda di kepala mereka yang mereka puja. Apa yang idola mereka lakukan, meskipun itu jelas2 salah akan dibela setengah mati bahkan secara irrasional. Idola tsb menjadi tidak di manusiakan, menjadi di dewakan, seolah olah sempurna.
Tak ada asap kalo tak ada api, setiap tindakan, kejadian, ataupun respon atas sesuatu… pasti ada penyebabnya. Itulah hukum sebab akibat, aksi-reaksi dalam ilmu fisika. Klo ada anak abg sampai terganggu mentalnya, berarti harus dicari apa penyebabnya, bukannya dibenci. Sebenarnya saya merasa prihatin melihat caca, bukan krn saya suka, tapi sebagai sesama manusia kok rasanya ga enak banget ya seandainya adik, kakak, temen, ibu, saudara, atau bahkan kita sendiri mengalami hal seperti itu.
cuplikan:
dalam salah satu video yang diupload, Marshanda bercerita mengenai masa kecilnya. Tutur Marshanda dalam video itu, saat menginjak bangku SD, ia kesepian dan tidak punya teman. Banyak anak-anak yang memusuhinya.
"Buat temen-temen SD gue yang musuhin gue. Yang buat gue struggle sendirian kayak orang gila..," demikian sepenggal kalimat yang Marshanda ucapkan di videonya.
Kemudian dengan lugas, bintang 'Kalau Cinta Jangan Cengeng' itu menyebutkan satu persatu nama teman SD yang memusuhi dan mengganggunya dulu. Cha-cha sapaan akrabnya bahkan sempat mengeluarkan cibiran yang cukup pedas pada teman-temannya itu. (detik)
Oang-orang mencaci maki orang lain yang mereka anggap memakai topeng dengan penuh kebencian, tanpa mereka sadari bahwa mereka sendiri adalah manusia dengan seribu topeng.
Itulah yang terlihat di mata saya pada kejadian ini,
Saya sering, sangat sering sekali menemukan orang2 yang seolah-olah bijak, membawa kedamaian, baik hati, memperhatikan orang lain, dsb… tetapi kemudian terlihat wajah aslinya di situasi2 tertentu. Bahkan kadang wajah asli itu sangat mengerikan, menakutkan… berbeda sekali dengan topeng dan kata-kata manis yang ia keluarkan.
Hanya mata yang sejati yang bisa melihat, memandang menembus topeng hingga ke kedalaman lubuk jiwa. Dan hanya hati yang murni, yang bisa menerima, memaafkan, dan bahkan mungkin menyejukkan, wajah2 mengerikan di balik topeng-topeng indah itu.
Entahlah, apakah saya juga pemakai topeng atau tidak, tapi yang saya tau di budaya timur kita memang diajarkan untuk menutup aurat, mengenakan “pakaian”, untuk menutupi organ2 tertentu pada diri kita yang hanya boleh dilihat dan diperlihatkan pada orang-orang tertentu saja. Hanya dihadapan tuhan, kita akan selalu bertelanjang….. lahir dan batin….
Setuju bgt ma statementnya rimce:
chacha tuh gak sempurna, dia manusia biasa. seperti yg kalian bilang, gue tahu bgt. meskipun ada beberapa tindakannya yg gak gue suka, tp gue menghargai dia sebagai manusia. dan menurut gue yg dia lakukan masih belom masuk tindakan yg merugikan org banyak kok. ini kan bukan tindakan kriminal.
-----------------------------
Caca itu orang “ sakit” , dan kita semua sebenernya punya potensi untuk jadi “sakit” kalau mental kita tertekan sementara hati dan jiwa kita begitu lemah dan labil.Tidak ada jaminan, bahwa saya, anda, dan kita semua lebih baik dari orang-orang yang kita benci atau caci maki….
Orang tua saya mengajarkan, ketika kita tidak menyukai sesuatu, lebih baik meninggalkannya atau menskipnya, caci maki hanya akan kembali pada kita sendiri, itu sudah hukum alam. Kalau kita melakukan kebaikan meski hanya seberat zarah, akan ada balasan/pantulannya, demikian juga sebaliknya, vice versa…
Dan saya memilih untuk percaya kata2 tersebut…..
dd,
jujur aja, sebenernya menurut saya ga ada yg istimewa dari
musiknya mbah surip, jarang n hampir ga pernah dengerin juga loh
sebenernya...
tapi,
yg saya sukai dari dia adalah sikap optimis dan kemampuannya untuk
memandang dunia dan hidup ini dengan indah, apapun yg terjadi. Tipe
manusia yang selalu bisa bergembira dan menemukan kegembiraan apapun kondisi yang menimpanya. Biar saja orang bilang tertawanya dibuat-buat
menurut saya dia hanya ingin menunjukkan dan berbagi wajah kegembiraan
kepda orang lain, bukannya berbagi masalah hidup, kesusahan kok
dibagi-bagi... 
Pernah beberapa kali ketemu sama dia, sewaktu dia belum terkenal dulu... dia sering mengunjungi tempat kami,
dari si mbah satu itu, saya belajar untuk tidak bersedih atas apa yang mungkin luput dari saya, dan supaya tidak terlalu begembira berlebihan alias euphoria kebablasan terhadap nikmat yang diterima. Karena sesungguhnya, sang maha kasih tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri... 57:23
Loh, kok malah jadi kepanjangan ya de..., diposting di blog aja ah, mayan buat nambah2, sapa tau abis ini diangkat jadi SM
*padahal penyelam unggul aja belum, n mustahil juga sih ngemis2 biar jadi SM, ngimpi! * 
Dua malam yang lalu om saya nelpon -lumayan lama- (setelah bbrp hari sebelumnya ketemu di gathering keluarga besar di senayan), kita ngobrol tentang banyak hal mulai dari pilpres, politik, bumn, kinerja processor pada laptop, dsb… terima kasih telkomsel… utk kualitas oke dan tarif murah *iklan terselubung*
Tapi ahirnya sampai
pada suatu bagian dimana saya harus mendengarkan berbagai saran dan
koreksi tentang diri saya
, dengan suasana santai tentu saja ? 
Katanya beberapa
hari kemaren saya sangat ga enak dilihat 
dalam artian aura yang
saya pancarkan berkesan negative dan membuat sekeliling saya menjadi
tidak nyaman. Saya cenderung terlihat murung en terlalu serius ,
sehingga seolah kurang bersahabat, pendiam, egois, dan kurang
menikmati hidup. Meskipun saya nggak jutek dan masih sok ramah sih ke
orang lain 
Mungkin karena saya terlalu mengejar sesuatu, target2 hidup dan cita2 yang semakin berlari menjauh, lha wong namanya aja dikejar… ya lari dong…

“I think you’re too serious and forget to enjoy your life.. You should care about people & things around you. Don’t waste your time with your own self. Try to serve others, and don’t be self centered.”
Begitulah kira2
nasehat yang lumayan menohok kesadaran nurani saya. Tapi bagi saya
kata2 itu sangat inspiring sekali. Belakangan ini saya merasa terlalu
serius, ga seperti dulu. Cuma mikirin diri sendiri dan kurang peduli
pada orang lain. Dulu saya seneng bercanda, berinteraksi dengan
teman, dan menjalani hidup dengan ngalir, santai, tenang, meski
tetap serius dan bertanggung jawab. Dan hasilnya, ga tau kenapa malah
jadi lebih baik daripada ketika terlalu serius bin tegang sampai
mukanya kaku kayak monster
. Dengan begitu hidup rasanya kok jadi
seimbang. Beranjak dewasa kan bukan berarti harus membuang seluruh
sifat anak2 dalam diri saya, tapi memelihara sebagian yg bermanfaat
dan mengevolusikan yang lainnya agar sesuai dengan proporsi yang
tepat. Saat melihat adik2 sepupu saya yang masih kecil bermain,
terasa sekali suasana surgawi disana. Para malaikat kecil itu
belajar, mempelajari sesuatu, dan berusaha dengan perasaan sangat
enjoy dan tanpa beban. Yup, dengan perasaan “bermain”. Dengan
menikmatinya, bukan stress yang di dapat tapi hasil2 positive dan
hidup yang tetap seimbang.
Dan… stress yang
saya rasakan beberapa hari lalu itu, brpengaruh juga pada fisik saya…
saya jatuh sakit, gejala typhus…. sampai saat ini, dan
perkembangannya sangat sangat cepat menuju
arah sembuh total! Demam sudah turun, stamina pulih, dan tinggal rasa
nyeri di perut saja yang kadang sesekali menyerang. Mungkin karena
saat ini saya merasa begitu tenteram dan gembira, ditambah khasiat
dari cacing tanah yg saya telan
. Ternyata berinteraksi dengan
sekitar itu sangat menyenangkan yah, hidup terasa lebih indah ketika
kita berbagi. Ketika egois hanya mikirin diri sendiri, dunia jadi
terasa sempit.
