Silent Station it's all about stellar memories

Blog Category: Song
Dec
08
2009

 

Saya tidak tahu harus mulai tulisan ini dari mana, tetapi saya ingin menulis karena sudah sangat kesal dan teramat muak  dengan masalah keadilan hukum di Indonesia. Tanggal 6 desember kemarin, ada seorang teman mengirimkan link suatu artikel via ym, artikel tentang Prita Mulyasari dan bobroknya hukum  Indonesia, di New York Times. Tidak hanya Prita, artikel tersebut juga menyebutkan  beberapa kasus  lainnya, sepeti kasus Nenek Minah yang karena keluguannya  mengambil tiga butir kakao seharga dua ribu rupiah dan sudah mengembalikan serta meminta maaf. Tapi, manajemen PT Rumpun Sari Antan mengatakan biji kakao yang dicuri nenek Ninah jumlahnya mencapai tiga kilogram seharga Rp 30 ribu.:  (klik link dibawah untuk berita lebih detail)

http://www.detiknews.com/read/2009/11/19/152435/1244955/10/mencuri-3-buah-kakao-nenek-minah-dihukum-1-bulan-15-hari

http://id.news.yahoo.com/dtik/20091120/tpl-menkum-ham-kasus-nenek-minah-memaluk-51911aa.html

 

Kasus  Aguswandi yang didakwa melakukan pencurian listrik,  tuduhan  dari manager PT Jakarta Sinar Intertrade (pengelola apartemen ITC Roxy Mas).  Dicurigai kasus ini adalah upaya penjegalan terhadap Aguswandi. Sejak 2004, Aguswandi gencar mempertanyakan perubahan sertifikat hak milik atas satuan rumah susun yang dibagikan kepada para penghuni. Sertifikat yang semula diatasnamakan setiap pemilik apartemen atau kios tiba-tiba diubah pengurus Perhimpunan Penghuni Rumah Susun menjadi atas nama PT Duta Pertiwi selaku pengembang. (klik link dibawah untuk berita lebih detail)

 

http://www.facebook.com/group.php?gid=205818371795&ref=mf&v=info

http://metro.vivanews.com/news/read/100028-aguswandi_gigih_perjuangkan_hak_penghuni

http://www.detiknews.com/read/2009/10/26/120338/1228541/10/numpang-nge-charge-hp-aguswandi-dipenjara

 

NYTimes:

Meanwhile, ordinary people appear subject to severe punishment for seemingly harmless infractions. Last month, an illiterate grandmother in Central Java was convicted of stealing cacao fruits worth 15 cents, which she took by mistake, from a plantation company and handed a suspended sentence of 45 days. A Jakarta man arrested for charging his cellphone in a hallway inside his building is now on trial for theft.

 

Dan tentu saja yang paling heboh adalah kasus Prita Mulyasari,

NYTimes

Then, for reasons that remain unclear, prosecutors indicted Ms. Mulyasari under a new law governing electronic information and transactions, which carries a maximum sentence of six years in prison. This law, originally intended to help regulate business transactions, was enacted in such a way that, human rights organizations warned, it could be used to rein in Indonesia's flourishing Internet culture. Ms. Mulyasari was one of the first people to be charged under the law, which, because it carries a maximum prison sentence of more than five years, allowed the authorities to put her in jail immediately.

 

Belum lagi kalau kita tengok kasus-kasus lain seperti masalah KPK, bank Century, dsb…

Sepertinya masalah hukum dan  keadilan di Indonesia adalah sesuatu yang pasti tidak memihak  masyarakat kelas bawah yang tak punya uang dan orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan. Coba saja kita bandingkan dengan kasus Tommy Soeharto, kasus Jaksa  Ester dan Dara, kasus Anggoro dan Anggodo, dsb… ketimpangan tersebut terlihat sangat jelas.

 

Lalu timbulah berbagai macam gerakan  pendukung prita, KPK, dsb dari masyarakat…

Yang lagi hangat sekarang ini adalah aksi Koin Keadilan untuk Prita… http://koinkeadilan.com/

koin keadilan

ketika keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan receh

 

Masyarakat yang bersimpati atas kalahnya Prita melawan RS. Omni di pengadilan, bisa ikut menyumbangkan uang mereka untuk membantu membayar denda sebesar 204 juta rupiah. Uang yang dikumpulkan dalam bentuk uang recehan, sehingga diharapkan akan lebih banyak lapisan masyarakat yang bisa ikut terlibat. Dan ada juga yang mengatakan bahwa  uang koin ini sebagai perwujudan protes dan sindiran terhadap  penegakan hukum di Indonesia. Tetapi sumbangan ini tidak harus berupa koin, bisa juga melalui transfer bank , paypal, dsb…

Hal yang terpenting dari peristiwa ini bukanlah dukungan terhadap Pritanya. Namun yang mesti kita lihat,  hal ini sebenarnya merupakan representasi  perlawananan rakyat, yang selama ini hanya berposisi sebagai the silent majority yang sudah sangat muak dengan kebusukan negeri ini. . Semoga … ke depannya Indonesia akan menjadi lebih baik,

 

 

 * Criticism is always good when it's well put out with the best intentions. Tongue

Seharusnya Pemerintah bisa mengayomi rakyatnya, sebagaimana orang tua menyayangi anak-anak mereka………. Ada lagu lama:

PS: video di bawah nggak nyambung sama lagunya

 

 

 

Bongkar
Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)


Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Sabar sabar sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

Dijalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

Oh oh

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Kok bisa?
Bisa kok!

 

Views: 746
Posting: 8-Dec-2009 11:28:58 WIB
Comments: 0 comments
Category: Prita Mulyasari, Omni, Malpraktek, Song, Mistis
Nov
11
2009

Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku bos eksekutive
Tokoh papan atas, atas s'galanya asyik . . . . . . . . .

Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang
Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik sekali lagi asyik . . . . . . . . .

Khotbah soal moral, omong keadilan, sarapan pagiku...
Aksi tipu-tipu lobbying dan upeti oh . . . jagonya . .
Maling kelas teri bandit kelas coro itu kan tong sampah
Siapa yang mau berguru, datang padaku
Sebut tiga kali namaku Bento . . . .Bento . . . . Bento . . . . .
Asyik . . . . . . . ! ! ! ! ! ! Asyik . . . . . .





Indonesia makin menyedihkan ya, haha~
Laughing
Views: 446
Posting: 11-Nov-2009 22:18:12 WIB
Comments: 1 comments
Category: Song, Indonesia Raya, Mistis
Aug
27
2009

Di dunia ini, saya rasa tidak ada satu gitarispun yang meragukan kemampuan teknis si jenius serba bisa, dewa gitar yang flamboyan mister Steve Vai. Lagu Tender Surrender ini merupakan salah satu komposisi lagu yang sangat easy listening tapi rumit dan sulit dimainkan dengan tingkat kesempurnaan yang tinggi seperti di video ini. Dulu saya pertama kali dengar lagu ini ketika masih kuliah, saat main ke tempat seorang teman, - seorang gitaris dengan bakat luar biasa-  dia menertawakan expresi om steve saat memainkan lagu ini dengan penuh penghayatan, seolah-olah menjadi satu dengan gitar ibanez JEM nya. Katanya ekspresi om steve seperti tampang orang yang sedang berhubungan sex! LOL

 

about this video:

Steve Vai performs "Tender Surrender" from the DVD "Alien Love Secrets" featuring full-length performance videos of every song from the "Alien Love Secrets" EP.

The DVD includes:

• 7 Performance Videos
• 5.1 Surround & Stereo Mixes
• Alternate Video Angles
• Feature-length Commentary
• Interview with Steve Vai

"Alien Love Secrets" is available through all major music retailers such as Amazon.com, and also through the official Steve Vai website: http://www.vai.com

http://www.vai.com
http://www.myspace.com/stevevai

 

Okey, ini ada kutipan biography pendek om steve:

 

 

 

Siapa yang tidak kenal dengan dewa gitar yang satu ini? Permainannya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan ethnic music.
Permainan gitarnya pun tidak terbatas pada komunitas gitar saja tetapi juga bagi orang-orang awam yang tidak mendalami gitar.

Pada umur 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada umur 10 tahun, Steve mulai belajar bermain akordeon. Pada umur 13 tahun barulah Steve mulai mendalami gitar dan sejak saat itu lahirlah seorang dewa gitar yang baru.

Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.

Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis.

Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3.

Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan. Belum pasti kapan album barunya akan beredar, kita tunggu saja... liberty and justice for all!!!

Nama Lengkap: Steven Siro Vai
Website Resmi: Vai.com
Tempat/Tgl Lahir: 06 Juni 1960 di New York, USA
Group Band Saat Ini: Steve Vai
Group Band Sebelumnya: Hot Chocolate, The Ohio Express, Circus, Rayge, Bold As Love, Axis, Morning Thunder, Frank Zappa, The Out Band, The Classified, 777, Alcatrazz, David Lee Roth, Whitesnake
Pengaruh: Joe Satriani, Frank Zappa
Gitar: Ibanez Universe, Ibanez JEM
Keahlian: semua teknik dalam buku pelajaran gitar bisa dilakukannya dengan sempurna!!!


sumber: gitaris.com

 

Views: 680
Posting: 27-Aug-2009 16:39:18 WIB
Comments: 2 comments
Category: Keren, Song, Narsis
Aug
23
2009

 

Sebenarnya lagu in aslinya punya meat puppets, tapi dimainkan oleh nirvana di suatu pertunjukan live show  yang direkam dalam album unplugged in new york. Ga tau kenapa saya suka banget sama lagu ini sejak pertama kali dengar sekitar 11 tahun lalu, dari kaset album unplugged in new york yang dibelikan om saya sebagai hadiah. Dan lyricsnya... aduh.... ga nahan... Thumbs Up 

Emosi kurt yang tertuang saat menyanyikan lagu ini, feel-nya juga terasa sekali. Di lagu ini, entah kenapa dia tidak memainkan gitar, bener-bener cuma duduk en nyanyi. Oh ya, dave grohl; drummer nirvana yg pada abad ini jadi vocalistnya foo fighters, terlihat sangat culun di video ini...Grin

 

 

 

Oh me

 

If I had to lose a mile
If I had to touch feelings
I would lose my soul
The way I do

I don't have to think
I only have to do it
The results are always perfect
And that's old news

Would you like to hear my voice
sprinkled with emotion
Invented at your birth?

I can't see the end of me
My whole expanse I cannot see
I formulate infinity
Stored deep inside me

Views: 492
Posting: 23-Aug-2009 22:46:13 WIB
Comments: 0 comments
Category: Song, Inspiration, Keren, Mistis
Aug
17
2009

 

I

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

REFRAIN :

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

II

Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

REFRAIN

III

Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.

S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

REFRAIN

I

Indonesia, my native land
The land where I shed my blood
There, I stand
To be the guard of my motherland

Indonesia, my nationality
My nation and my homeland
Let us exclaim
"Indonesia unites!"

Long live my land, long live my state
My nation, my people, entirely
Build its soul, build its body
For the Great Indonesia

REFRAIN :

Great Indonesia, independent & sovereign!
My land, my country which I love
Great Indonesia, independent & sovereign!
Long live Great Indonesia!

Great Indonesia, independent & sovereign!
My land, my country which I love
Great Indonesia, independent & sovereign!
Long live Great Indonesia!

II

Indonesia, a noble country
Our wealthy land
There, I stand
Forever and ever

Indonesia, a hereditary land
A heritage of ours
Let us pray
"For Indonesians' happiness!"

Fertile may its soil, flourish may its soul
Its nation, its people, entirely
Aware may its heart, aware may its mind
For the Great Indonesia

REFRAIN

III

Indonesia, a sacred land
Our victorious country
There, I stand
To guard the pure motherland

Indonesia, a radiant land
A land which I adore
Let us pledge
"Indonesia is eternal!"

Safe may its people, safe may its children
Its islands, its seas, entirely
Progressive may the state, its scouts advance
For the Great Indonesia

REFRAIN

Views: 719
Posting: 17-Aug-2009 07:31:44 WIB
Comments: 3 comments
Category: Indonesia Raya, Song, Keren, Inspiration, Mistis
 1 2 > 
Gibson Les Paul Custom
Gibson Les Paul Custom
Blog Category