Blogger Bekasi Belajar ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Dec
01
2010

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan, politik tidak sehat yang selama ini banyak dijalankan oknum politisi di tanah air menjadi sumber munculnya korupsi di Indonesia.

"Sebenarnya politik tidak sehat menjadi sumber munculnya korupsi," kata Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, dalam diskusi "Indonesia, G20, dan Komitmen Pemberantasan Korupsi" di Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Menurut dia, dampak dari kondisi tersebut sangat luas, bahkan hingga mengganggu jalannya roda pemerintahan.  

Bahkan, dalam pertemuan terakhirnya dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini juga mengungkapkan rasa bingungnya mencari cara memberantas korupsi di jajaran Pemerintah Daerah.

"Karena itu partai politik harus direformasi," tegas Adnan. Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sebagai lembaga antikorupsi pun sudah banyak menjerat politisi yang terbukti atau pun diduga melakukan tindak pidana korupsi yang juga melibatkan pejabat pemerintahan.

Kasus terakhir yang juga menjadi perhatian banyak orang adalah dugaan penerimaan suap dari Miranda Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2004 berupa "travellers cheque" (TC) kepada 26 anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.

Selain itu, KPK juga tengah banyak melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi APBD oleh  kepala daerah yang rata-rata merupakan anggota partai tertentu.

Mulai dari Gubernur Sumatera Utara yang berasal dari Partai Golkar, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dari PDI Perjuangan, ataupun Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar dari Partai Golkar.

Views: 102
Posting: 1-Dec-2010 13:33:34 WIB
Comments: 0 comments
Category: Update
Oct
28
2010

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia merupakan kata pembuka dalam postingan ini. Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional, Kamis (28/10/2010) di Jakarta, dalam acara puncak Bulan Bahasa dan Sastra, mengumumkan 10 media massa pengguna bahasa Indonesia yang baik tahun 2010. Harian Kompas menempati peringkat kedua, setelah Koran Tempo di peringkat pertama. Peringkat ketiga pengguna bahasa Indonesia yang baik adalah Media Indonesia.

Penilaian penggunaan bahasa Indonesia yang baik di media massa rutin digelar tiap tahun untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra. "Diharapkan, penggunaan bahasa Indonesia oleh media massa dari tahun ke tahun semakin baik sehingga juga berdampak baik kepada masyarakat pembaca," kata Koordinator Intern Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional, Yeyen Maryani.

Sepuluh media massa pengguna bahasa yang baik secara berturut-turut sesuai peringkatnya adalah Koran Tempo (Jakarta), Kompas (Jakarta), Media Indonesia (Jakarta), Republika (Jakarta), Sinar Harapan (Jakarta), Suara Pembaruan (Jakarta), Pikiran Rakyat (Bandung), Seputar Indonesia (Jakarta), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), dan Jawa Pos (Surabaya).

Sementara untuk Penghargaan Karya Sastra Pusat Bahasa tahun 2010 diraih Afrizal Malna dengan judul puisi Teman-temanku dari Atap Bahasa, Linda Christanty dengan cerita pendek Dari Jawa Menuju Atjeh, dan Nukila Amal dengan karya cerpen Laluba.

Sastrawan Afrizal Malna sekaligus ditetapkan sebagai penerima SEA Write Award 2010, yang akan ia terima langsung penghargaan tersebut dari Raja Thailand di Bangkok.

Menurut Yeyen Maryani, puncak Bulan Bahasa dan Sastra juga menjadi penyerahan hadiah bagi pemenang sayembara penulisan proposal penelitian kebahasaan dan kesastraan, pemenang sayembara penulisan esai sastra, pemenang sayembara penulisan naskah drama tingkat nasional, pemenang sayembara penulisan cerita rakyat, pemenang penulisan cerpen remaja tingkat nasional, pemenang sayembara cipta puisi remaja, pemenang festival musikalisasi puisi tingkat nasional, dan pemenang festival musikalisasi puisi tingkat DKI Jakarta, pemenang kuis tiara bahasa, pemenang debat bahasa, pemenang keterampilan bahasa Indonesia bagi peserta BIPA, dan pemenang lomba pembuatan blog kebahasaan dan kesastraan.

Views: 125
Posting: 28-Oct-2010 23:17:49 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel
Aug
03
2010

TELEVISI 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, IETV adalah pendorong pertumbuhan utama. Para produsen utama televisi di dunia menggelar kampanye pemasaran besar-besaran untuk mendongkrak popularitas televisi tiga dimensi (3D), demi meningkatkan pertumbuhan penjualan. Namun demikian, televisi 3D ternyata bukan generator pertumbuhan pasar. Firma riset iSuppli Corp menilai, pendorong utama pertumbuhan penjualan televisi di dunia sesungguhnya adalah televisi internet, alias Internet-Enabled Television (IETV. Dan dukungan untuk artikel yang berjudul Blogger Templates Colorizetemplates.com

Sebab, penjualan global IETV akan jauh melampaui volume televisi 3D. iSuppli menjelaskan, volume penjualan global IETV pada 2010 akan sanggup menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan, volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total 4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi.Namun untuk jangka pendek, iSuppli menyebutkan, IETV adalah pendorong pertumbuhan utama.

"Terlepas dari promosi besarbesaran yang dilakukan para produsen utama televisi di dunia, adopsi televisi 3D di dunia pada 2010 akan tetap terbatas pada volume kecil," ujar Director & Principal Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada 2010, iSuppli menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki anggaran belanja nyaris tidak terbatas, dan antusias mencoba teknologi baru. Sementara itu,sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli televisi 3D karena sejumlah kendala.

"Televisi 3D masih menghadapi sejumlah tantangan besar.Antara lain harga yang masih terlalu tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat interoperabilitas. Sebaliknya, IETV tidak menghadapi kendalakendala tersebut," tutur Patel. Pada saat ini, iSuppli menegaskan, konsumen memang lebih mudah memanfaatkan IETV daripada televisi 3D karena konten berupa video online sudah sangat banyak tersedia di internet. Untuk menghubungkan IETV ke jaringan internet, konsumen pun tidak menjumpai kesulitan teknis. Sebab, IETV mampu langsung mengakses internet, baik melalui kabel atau pun secara nirkabel, tanpa bantuan alat tambahan.

Di samping itu, pilihan produk IETV yang tersedia di pasar juga sangat beragam karena para produsen utama televisi di dunia sudah menawarkannya. iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp, Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV. Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai 24 inci hingga 65 inci. Dengan IETV, pengguna juga bisa menonton video online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research iSuppli Corp Tina Tseng. Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan bertumbuh rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014.

Khusus untuk 2010, iSuppli menyebutkan, volume penjualan global IETV bahkan mampu meraih pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume penjualan global IETV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit dan menguasai paling sedikit 54 persen pangsa di pasar televisi flat-panel global. Artinya, sebagian besar televisi flat-panel yang beredar di dunia pada 2014 sudah bisa mengakses internet.

"Kehadiran IETV adalah bagian dari evolusi teknologi televisi. Inovasi adalah syarat utama pertumbuhan pasar televisi. Sebab jika tidak ada teknologi baru,maka konsumen tidak akan bersedia mengganti televisi lama dengan yang baru," tandas Patel. Firma riset DisplaySearch Ltd menambahkan, konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada saat ini sudah semakin matang, sebab IETV sudah mampu menyuguhkan sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.

"Di rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur Director Electronics Research Display- Search Ltd Paul Gray. Survei DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan, sekitar 55 persen televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas internet. Karena itu, DisplaySearch meyakini, volume penjualan global IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit, atau 19 persen dari total volume pasar televisi flat-panel.

DisplaySearch memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat-panel akan terus meningkat. Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume penjualan televisi flat-panel global. Firma riset Strategy Analytics Inc pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten internet, dan penyedia jasa internet. IETV sudah menjadi bagian dari desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy Analytics Inc Christopher Dodge.

Menurut informasi yang diterima Blogger Templates Colorizetemplates.com bahwa tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet, para raksasa teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali perusahaan media internet terbesar di dunia Google Inc, yang berencana merilis platform Google TV pada akhir 2010. Director Multiplay Market Dynamics Service Strategy Analytics Inc Ben Piper menegaskan, kehadiran Google TV adalah sebuah revolusi. Sebab, Google TV akan mengubah total cara manusia menonton televisi. Selama ini, pemirsa harus mengikuti jadwal yang ditentukan stasiun televisi untuk menonton siaran favorit.Tetapi dengan televisi online,terutama Google TV,pemirsa bisa menonton siaran televisi kapan pun sempat," tutur Piper.

Views: 103
Posting: 3-Aug-2010 00:24:50 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel