Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan, politik tidak sehat yang selama ini banyak dijalankan oknum politisi di tanah air menjadi sumber munculnya korupsi di Indonesia.
"Sebenarnya politik tidak sehat menjadi sumber munculnya korupsi," kata Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, dalam diskusi "Indonesia, G20, dan Komitmen Pemberantasan Korupsi" di Jakarta, Selasa (30/11/2010).
Menurut dia, dampak dari kondisi tersebut sangat luas, bahkan hingga mengganggu jalannya roda pemerintahan.
Bahkan, dalam pertemuan terakhirnya dengan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini juga mengungkapkan rasa bingungnya mencari cara memberantas korupsi di jajaran Pemerintah Daerah.
"Karena itu partai politik harus direformasi," tegas Adnan. Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sebagai lembaga antikorupsi pun sudah banyak menjerat politisi yang terbukti atau pun diduga melakukan tindak pidana korupsi yang juga melibatkan pejabat pemerintahan.
Kasus terakhir yang juga menjadi perhatian banyak orang adalah dugaan penerimaan suap dari Miranda Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2004 berupa "travellers cheque" (TC) kepada 26 anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.
Selain itu, KPK juga tengah banyak melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi APBD oleh kepala daerah yang rata-rata merupakan anggota partai tertentu.
Mulai dari Gubernur Sumatera Utara yang berasal dari Partai Golkar, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dari PDI Perjuangan, ataupun Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar dari Partai Golkar.
Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia merupakan kata pembuka dalam postingan ini. Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional, Kamis (28/10/2010) di Jakarta, dalam acara puncak Bulan Bahasa dan Sastra, mengumumkan 10 media massa pengguna bahasa Indonesia yang baik tahun 2010. Harian Kompas menempati peringkat kedua, setelah Koran Tempo di peringkat pertama. Peringkat ketiga pengguna bahasa Indonesia yang baik adalah Media Indonesia.
Penilaian penggunaan bahasa Indonesia yang baik di media massa rutin digelar tiap tahun untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra. "Diharapkan, penggunaan bahasa Indonesia oleh media massa dari tahun ke tahun semakin baik sehingga juga berdampak baik kepada masyarakat pembaca," kata Koordinator Intern Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional, Yeyen Maryani.
Sepuluh media massa pengguna bahasa yang baik secara berturut-turut sesuai peringkatnya adalah Koran Tempo (Jakarta), Kompas (Jakarta), Media Indonesia (Jakarta), Republika (Jakarta), Sinar Harapan (Jakarta), Suara Pembaruan (Jakarta), Pikiran Rakyat (Bandung), Seputar Indonesia (Jakarta), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), dan Jawa Pos (Surabaya).
Sementara untuk Penghargaan Karya Sastra Pusat Bahasa tahun 2010 diraih Afrizal Malna dengan judul puisi Teman-temanku dari Atap Bahasa, Linda Christanty dengan cerita pendek Dari Jawa Menuju Atjeh, dan Nukila Amal dengan karya cerpen Laluba.
Sastrawan Afrizal Malna sekaligus ditetapkan sebagai penerima SEA Write Award 2010, yang akan ia terima langsung penghargaan tersebut dari Raja Thailand di Bangkok.
Menurut Yeyen Maryani, puncak Bulan Bahasa dan Sastra juga menjadi penyerahan hadiah bagi pemenang sayembara penulisan proposal penelitian kebahasaan dan kesastraan, pemenang sayembara penulisan esai sastra, pemenang sayembara penulisan naskah drama tingkat nasional, pemenang sayembara penulisan cerita rakyat, pemenang penulisan cerpen remaja tingkat nasional, pemenang sayembara cipta puisi remaja, pemenang festival musikalisasi puisi tingkat nasional, dan pemenang festival musikalisasi puisi tingkat DKI Jakarta, pemenang kuis tiara bahasa, pemenang debat bahasa, pemenang keterampilan bahasa Indonesia bagi peserta BIPA, dan pemenang lomba pembuatan blog kebahasaan dan kesastraan.
TELEVISI 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka
panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, IETV adalah
pendorong pertumbuhan utama. Para produsen utama televisi di dunia
menggelar kampanye pemasaran besar-besaran untuk mendongkrak popularitas
televisi tiga dimensi (3D), demi meningkatkan pertumbuhan penjualan.
Namun demikian, televisi 3D ternyata bukan generator pertumbuhan pasar.
Firma riset iSuppli Corp menilai, pendorong utama pertumbuhan penjualan
televisi di dunia sesungguhnya adalah televisi internet, alias
Internet-Enabled Television (IETV. Dan dukungan untuk artikel yang
berjudul Blogger Templates Colorizetemplates.com
Sebab,
penjualan global IETV akan jauh melampaui volume televisi 3D. iSuppli
menjelaskan, volume penjualan global IETV pada 2010 akan sanggup
menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan,
volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total
4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi
pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi.Namun untuk
jangka pendek, iSuppli menyebutkan, IETV adalah pendorong pertumbuhan
utama.
"Terlepas dari promosi besarbesaran yang dilakukan para
produsen utama televisi di dunia, adopsi televisi 3D di dunia pada 2010
akan tetap terbatas pada volume kecil," ujar Director & Principal
Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada 2010, iSuppli
menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki
anggaran belanja nyaris tidak terbatas, dan antusias mencoba teknologi
baru. Sementara itu,sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli
televisi 3D karena sejumlah kendala.
"Televisi 3D masih
menghadapi sejumlah tantangan besar.Antara lain harga yang masih terlalu
tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat
interoperabilitas. Sebaliknya, IETV tidak menghadapi kendalakendala
tersebut," tutur Patel. Pada saat ini, iSuppli menegaskan, konsumen
memang lebih mudah memanfaatkan IETV daripada televisi 3D karena konten
berupa video online sudah sangat banyak tersedia di internet. Untuk
menghubungkan IETV ke jaringan internet, konsumen pun tidak menjumpai
kesulitan teknis. Sebab, IETV mampu langsung mengakses internet, baik
melalui kabel atau pun secara nirkabel, tanpa bantuan alat tambahan.
Di
samping itu, pilihan produk IETV yang tersedia di pasar juga sangat
beragam karena para produsen utama televisi di dunia sudah
menawarkannya. iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di
dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp,
Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV.
Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai
24 inci hingga 65 inci. Dengan IETV, pengguna juga bisa menonton video
online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone
yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research
iSuppli Corp Tina Tseng. Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan,
iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan bertumbuh
rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014.
Khusus untuk 2010,
iSuppli menyebutkan, volume penjualan global IETV bahkan mampu meraih
pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume
penjualan global IETV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit dan
menguasai paling sedikit 54 persen pangsa di pasar televisi flat-panel
global. Artinya, sebagian besar televisi flat-panel yang beredar di
dunia pada 2014 sudah bisa mengakses internet.
"Kehadiran IETV
adalah bagian dari evolusi teknologi televisi. Inovasi adalah syarat
utama pertumbuhan pasar televisi. Sebab jika tidak ada teknologi
baru,maka konsumen tidak akan bersedia mengganti televisi lama dengan
yang baru," tandas Patel. Firma riset DisplaySearch Ltd menambahkan,
konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada
saat ini sudah semakin matang, sebab IETV sudah mampu menyuguhkan
sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.
"Di
rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV
daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur
Director Electronics Research Display- Search Ltd Paul Gray. Survei
DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan, sekitar 55 persen
televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas
internet. Karena itu, DisplaySearch meyakini, volume penjualan global
IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit, atau 19 persen
dari total volume pasar televisi flat-panel.
DisplaySearch
memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat-panel akan terus
meningkat. Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan
menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume
penjualan televisi flat-panel global. Firma riset Strategy Analytics Inc
pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak
hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten
internet, dan penyedia jasa internet. IETV sudah menjadi bagian dari
desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang
konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang
berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy
Analytics Inc Christopher Dodge.
Menurut informasi yang diterima Blogger Templates Colorizetemplates.com
bahwa tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet, para raksasa
teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali
perusahaan media internet terbesar di dunia Google Inc, yang berencana
merilis platform Google TV pada akhir 2010. Director Multiplay Market
Dynamics Service Strategy Analytics Inc Ben Piper menegaskan, kehadiran
Google TV adalah sebuah revolusi. Sebab, Google TV akan mengubah total
cara manusia menonton televisi. Selama ini, pemirsa harus mengikuti
jadwal yang ditentukan stasiun televisi untuk menonton siaran
favorit.Tetapi dengan televisi online,terutama Google TV,pemirsa bisa
menonton siaran televisi kapan pun sempat," tutur Piper.
SEIRING gerak laju perekonomian global yang menggeliat tahun ini,
optimisme konsumen global pun turut memperlihatkan hal serupa.Hal itu
terlihat pada hasil penelitian terbaru Nielsen Company tentang Indeks
Kepercayaan Konsumen (IKK) global. Menurut pengamatan Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa dalam survei IKK Nielsen
pada kuartal I/2010 yang dilakukan pada 8 Maret dan 26 Maret 2010, India
menempati peringkat pertama dengan 127 poin, disusul Indonesia di
posisi kedua dengan 116 poin dan Norwegia di posisi ketiga dengan 115
poin.Posisi lima besar selanjutnya adalah Filipina (111 poin),Australia
(111),Arab Saudi (108), Brasil (108), dan China (108).
IKK
ratarata semua negara meningkat sebanyak 6 poin dari 86 poin pada enam
bulan lalu menjadi 92 poin pada kuartal I/2010. Taiwan merupakan negara
yang mengalami peningkatan paling besar,yaitu 14 poin dari 71 poin pada
enam bulan lalu menjadi 85 pada kuartal I/2010. Kemudian diikuti
Singapura yang meningkat 11 poin dari 96 menjadi 107,diikuti Israel dan
Kolombia yang masingmasing meningkat 10 dan 9 poin. Israel saat ini
mengantongi 97 poin dan Kolombia 100 poin.
Hanya beberapa negara
saja yang mengalami penurunan IKK. Negara yang mengalami penurunan IKK
terbesar adalah Yunani yang mencapai 15 poin sehingga poinnya turun
menjadi 57.Kemudian diikuti Venezuela yang turun sebesar 9 angka menjadi
83.Adapun Vietnam dan Lithuania turun sebanyak 8 angka yang
masingmasing kini mempunyai poin sebesar 101 dan 46.Ada juga Denmark
yang mengalami penurunan 7 poin menjadi 93. Dari 55 negara yang
disurvei,41 di antaranya mengalami peningkatan kepercayaan konsumen.
Negara
yang mengalami peringkat paling rendah adalah Lithuania (46), Kroasia
(48), dan Portugal (51).Peningkatan kepercayaan konsumen global
menunjukkan tanda yang paling definitif bahwa dunia mulai pulih dari
resesi. Kenaikan enam poin dibandingkan enam bulan sebelumnya tentu
merupakan kabar yang akan memberikan sumbangan pada perekonomian dunia.
Karena gerak konsumsi konsumen akan memberikan pengaruh pada laju
perekonomian secara keseluruhan.
Rata-rata kepercayaan konsumen
pernah mencapai titik yang sangat rendah pada awal 2009, yaitu 77. Pada
saat tersebut perekonomian dunia sedang mengalami krisis yang cukup
dalam. Kini untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir, data
kepercayaan konsumen global Nielsen memberikan bukti bahwa prospek
ekonomi global mulai meningkat. Hal ini juga membuktikan bahwa niat
belanja konsumen akan kembali menjadi kenyataan pengeluaran aktual.
menurut
Jasa
Sertifikasi Postel bahwa Kini seiring dengan perbaikan
perekonomian,sebanyak 43% konsumen global percaya bahwa prospek kerja
mereka akan membaik dibandingkan enam bulan sebelumnya di mana hanya 35%
responden mengatakan hal yang serupa. Keyakinan konsumen juga terlihat
dari rencana pengeluaran mereka. Satu dari tiga konsumen berencana
meningkatkan pengeluaran untuk hiburan di luar rumah, membeli baju dan
alat-alat teknologi baru.
Kepercayaan konsumen yang meningkat
salah satunya disebabkan adanya peningkatan kepercayaan bahwa negara
mereka saat ini tidak sedang berada masa krisis. Kendati begitu,58%
konsumen global masih mengatakan negara mereka berada dalam resesi saat
ini. Namun, dibandingkan tahun lalu, angka ini jauh lebih sedikit.
Tahun
lalu 77% konsumen dunia meyakini bahwa negara mereka berada dalam
hantaman krisis. Jumlah yang mulai menurun itu diyakini akan lebih
rendah karena ada 24% dari konsumen global yang mengatakan bahwa mereka
akan keluar dari resesi dalam 12 bulan ke depan.
Kawasan yang
paling yakin bahwa mereka tidak sedang berada dalam masa krisis adalah
Asia Pasifik. Secara rata-rata Asia Pasifik merupakan kawasan yang
paling optimistis dengan keadaan perekonomian mereka. Sebanyak 65%
konsumen percaya bahwa negara mereka tidak sedang berada dalam masa
krisis. Jumlah ini naik dibandingkan survei yang dilakukan pada kuartal
III/2009 yang hanya sebesar 57%.
Masyarakat Asia Pasifik
menunjukkan indikasi yang lebih kuat terhadap kebiasaan berbelanja
mereka.Konsumen Asia Pasifik siap membelanjakan uangnya karena merasa
sudah terlepas dari krisis global. Asia Pasifik mencatat kenaikan
terbesar hampir di semua wilayah, yaitu rata-rata sebanyak 8
poin.Kenaikan terbesar terjadi di Taiwan yang naik 14 poin dan Singapura
11 poin.
Dua pasar yang paling berkembang di dunia, India dan
China, meningkat masing-masing 7 dan 6 poin. Walaupun rata-rata konsumen
Asia Pasifik lebih optimistis, masyarakat Korea Selatan (Korsel),
Thailand,dan Jepang lebih banyak beranggapan sebaliknya. Sebanyak 77%
masyarakat Korsel berpendapat bahwa negara mereka sedang dalam krisis.
Hanya 22% responden Korsel yang yakin bahwa negara mereka akan keluar
dari krisis dalam setahun ini.
Begitu juga dengan Negeri Matahari
Terbit yang beranggapan serupa, di mana 76% responden menyatakan Jepang
masih berada di dalam hantaman krisis. Bahkan hanya 5% masyarakat
Jepang yang merasa bahwa negara mereka akan keluar dari krisis dalam
setahun ini. Asumsi serupa juga dilontarkan 71% responden Thailand yang
menyatakan Negeri Gajah Putih itu masih dalam keadaan krisis.Hanya 19%
masyarakat Thailand yang yakin negara mereka akan keluar dari krisis
dalam setahun ke depan.
Jika rata-rata Asia Pasifik menunjukkan
perkembangan optimisme yang sangat besar, tidak demikian dengan
negara-negara di Eropa. Meski di Eropa secara keseluruhan meningkat dua
poin, 7 dari 28 pasar mencatat penurunan kepercayaan konsumen. Jika
dilihat dari IKK yang dikeluarkan Nielsen, negara yang mengalami
penurunan IKK didominasi negara-negara dari Benua Biru (Eropa), di
antaranya Yunani, Lithuania, dan Denmark.
Penurunan juga terlihat
pada pasar utama Eropa, Italia, dan Jerman, yaitu turun 3 poin
dibandingkan enam bulan lalu. Hal itu menunjukkan perekonomian negara
sedang sulit. Pada kuartal I/2010, 84% konsumen di Inggris mengatakan
mereka berada dalam keadaan resesi. Angka ini memang menurun
dibandingkan enam bulan lalu di mana 94% masyarakat Inggris beranggapan
mereka masih diselimuti krisis.
Kendati begitu, konsumen yang
percaya bahwa mereka berada dalam resesi masih tinggi. Sementara
itu,Spanyol menunjukkan sedikit pemulihan. Hal ini terlihat dari
peningkatan 5 poin kepercayaan konsumen. Saat ini IKK Negeri Matador itu
mengantongi 79 poin. Sementara Prancis meningkat satu poin dan kini
mempunyai 68 poin. Turunnya kepercayaan konsumen Yunani yang mencapai 15
poin merupakan reaksi dari krisis utang yang sedang melanda Negara Para
Dewa tersebut.
Dari peringkat yang dikeluarkan Nielsen terlihat
bahwa negara yang berada di peringkat terbawah didominasi negara-negara
Eropa. Di kawasan lain seperti Amerika Latin,Timur Tengah, Afrika, dan
Amerika Utara, kepercayaan konsumennya lebih bagus dibandingkan di
Eropa. Amerika Latin secara rata-rata meningkat lima poin dari 94
menjadi 99 poin.Brasil (108),Kolombia (100),Cile (99) dan Argentina (91)
tercatat mempunyai poin paling tinggi di kawasan tersebut.
Sementara
itu kondisi Timur Tengah dan Afrika menunjukkan hal yang cukup beragam,
menurut hasil pengamatan Belajar Seo.
”Kondisi ekonomi di Timur Tengah dan Afrika terus beragam di antara
beberapa negara,di mana Arab Saudi menunjukkan potensi pertumbuhan yang
maksimal dengan performa menjanjikan di FMCG (fast-moving consumer
goods), sektor keuangan dan ritel,” kata Hany Mwafy, Managing Director
Nielsen untuk kawasan Afrika Utara.
Rapor buruk La Nazionale di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan membuat
presdien FIGC Giancarlo Abete dengan lapang dada menerima fakta jika
sepak bola Italia tengah terpuruk.
Mantan arsitek Fiorentina
Cesare Prandelli akan mengambil alih kursi jabatan pelatih Italia dari
kekuasaan Marcelo Lippi, namun Abete mengatakan perubahan itu tidak akan
langsung menyelesaikan masalah. Kami cemas dengan situasi sekarang,
begitu juga ada kekhawatiran di level klub," kata Abete. Dan miliki Jadwal
Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.
"Jelas
terlihat para pemain minim jam terbang di level internasional dan hal
ini berimbas pada kekuatan tim nasional saat berlaga di kompetisi besar
yang menuntut keberanian lebih untuk tampil kompetitif, sebagai contoh
kami mengalami kesulitan saat menghadapi Siprus di awal babak
kualifikasi Piala Dunia," jelasnya panjang lebar seperti dilansir
tribalfootball.
"Jika timnas U-21 kesulitan menembus Euro dan tim
senior tidak meraih kemenangan di tahun 2010, maka masalah besar telah
menanti."
"Kami khawatir, bukan pesimistis. Ada masalah pada
kualitas pemain yang bisa diterbangkan ke Afrika Selatan."
"Tim-tim
papan atas Serie A Italia diperkuat pemain asing. Hal ini membuat
kesempatan pemain Italia berlaga di level internasional semakin
menipis."
"Kami memang belum bisa berdiri. Seluruh komponen
sepakbola Italia harus segera bekerja keras untuk menyelesaikan masalah
ini," tandasnya. Dan selalu update Hasil
Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.