Blogger Bekasi Belajar ngeblog

Blog Category: Bebas
Jul
05
2010

SEIRING gerak laju perekonomian global yang menggeliat tahun ini, optimisme konsumen global pun turut memperlihatkan hal serupa.Hal itu terlihat pada hasil penelitian terbaru Nielsen Company tentang Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) global. Menurut pengamatan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa dalam survei IKK Nielsen pada kuartal I/2010 yang dilakukan pada 8 Maret dan 26 Maret 2010, India menempati peringkat pertama dengan 127 poin, disusul Indonesia di posisi kedua dengan 116 poin dan Norwegia di posisi ketiga dengan 115 poin.Posisi lima besar selanjutnya adalah Filipina (111 poin),Australia (111),Arab Saudi (108), Brasil (108), dan China (108).

IKK ratarata semua negara meningkat sebanyak 6 poin dari 86 poin pada enam bulan lalu menjadi 92 poin pada kuartal I/2010. Taiwan merupakan negara yang mengalami peningkatan paling besar,yaitu 14 poin dari 71 poin pada enam bulan lalu menjadi 85 pada kuartal I/2010. Kemudian diikuti Singapura yang meningkat 11 poin dari 96 menjadi 107,diikuti Israel dan Kolombia yang masingmasing meningkat 10 dan 9 poin. Israel saat ini mengantongi 97 poin dan Kolombia 100 poin.

Hanya beberapa negara saja yang mengalami penurunan IKK. Negara yang mengalami penurunan IKK terbesar adalah Yunani yang mencapai 15 poin sehingga poinnya turun menjadi 57.Kemudian diikuti Venezuela yang turun sebesar 9 angka menjadi 83.Adapun Vietnam dan Lithuania turun sebanyak 8 angka yang masingmasing kini mempunyai poin sebesar 101 dan 46.Ada juga Denmark yang mengalami penurunan 7 poin menjadi 93. Dari 55 negara yang disurvei,41 di antaranya mengalami peningkatan kepercayaan konsumen.

Negara yang mengalami peringkat paling rendah adalah Lithuania (46), Kroasia (48), dan Portugal (51).Peningkatan kepercayaan konsumen global menunjukkan tanda yang paling definitif bahwa dunia mulai pulih dari resesi. Kenaikan enam poin dibandingkan enam bulan sebelumnya tentu merupakan kabar yang akan memberikan sumbangan pada perekonomian dunia. Karena gerak konsumsi konsumen akan memberikan pengaruh pada laju perekonomian secara keseluruhan.

Rata-rata kepercayaan konsumen pernah mencapai titik yang sangat rendah pada awal 2009, yaitu 77. Pada saat tersebut perekonomian dunia sedang mengalami krisis yang cukup dalam. Kini untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir, data kepercayaan konsumen global Nielsen memberikan bukti bahwa prospek ekonomi global mulai meningkat. Hal ini juga membuktikan bahwa niat belanja konsumen akan kembali menjadi kenyataan pengeluaran aktual.

menurut Jasa Sertifikasi Postel bahwa Kini seiring dengan perbaikan perekonomian,sebanyak 43% konsumen global percaya bahwa prospek kerja mereka akan membaik dibandingkan enam bulan sebelumnya di mana hanya 35% responden mengatakan hal yang serupa. Keyakinan konsumen juga terlihat dari rencana pengeluaran mereka. Satu dari tiga konsumen berencana meningkatkan pengeluaran untuk hiburan di luar rumah, membeli baju dan alat-alat teknologi baru.

Kepercayaan konsumen yang meningkat salah satunya disebabkan adanya peningkatan kepercayaan bahwa negara mereka saat ini tidak sedang berada masa krisis. Kendati begitu,58% konsumen global masih mengatakan negara mereka berada dalam resesi saat ini. Namun, dibandingkan tahun lalu, angka ini jauh lebih sedikit.

Tahun lalu 77% konsumen dunia meyakini bahwa negara mereka berada dalam hantaman krisis. Jumlah yang mulai menurun itu diyakini akan lebih rendah karena ada 24% dari konsumen global yang mengatakan bahwa mereka akan keluar dari resesi dalam 12 bulan ke depan.

Kawasan yang paling yakin bahwa mereka tidak sedang berada dalam masa krisis adalah Asia Pasifik. Secara rata-rata Asia Pasifik merupakan kawasan yang paling optimistis dengan keadaan perekonomian mereka. Sebanyak 65% konsumen percaya bahwa negara mereka tidak sedang berada dalam masa krisis. Jumlah ini naik dibandingkan survei yang dilakukan pada kuartal III/2009 yang hanya sebesar 57%.

Masyarakat Asia Pasifik menunjukkan indikasi yang lebih kuat terhadap kebiasaan berbelanja mereka.Konsumen Asia Pasifik siap membelanjakan uangnya karena merasa sudah terlepas dari krisis global. Asia Pasifik mencatat kenaikan terbesar hampir di semua wilayah, yaitu rata-rata sebanyak 8 poin.Kenaikan terbesar terjadi di Taiwan yang naik 14 poin dan Singapura 11 poin.

Dua pasar yang paling berkembang di dunia, India dan China, meningkat masing-masing 7 dan 6 poin. Walaupun rata-rata konsumen Asia Pasifik lebih optimistis, masyarakat Korea Selatan (Korsel), Thailand,dan Jepang lebih banyak beranggapan sebaliknya. Sebanyak 77% masyarakat Korsel berpendapat bahwa negara mereka sedang dalam krisis. Hanya 22% responden Korsel yang yakin bahwa negara mereka akan keluar dari krisis dalam setahun ini.

Begitu juga dengan Negeri Matahari Terbit yang beranggapan serupa, di mana 76% responden menyatakan Jepang masih berada di dalam hantaman krisis. Bahkan hanya 5% masyarakat Jepang yang merasa bahwa negara mereka akan keluar dari krisis dalam setahun ini. Asumsi serupa juga dilontarkan 71% responden Thailand yang menyatakan Negeri Gajah Putih itu masih dalam keadaan krisis.Hanya 19% masyarakat Thailand yang yakin negara mereka akan keluar dari krisis dalam setahun ke depan.

Jika rata-rata Asia Pasifik menunjukkan perkembangan optimisme yang sangat besar, tidak demikian dengan negara-negara di Eropa. Meski di Eropa secara keseluruhan meningkat dua poin, 7 dari 28 pasar mencatat penurunan kepercayaan konsumen. Jika dilihat dari IKK yang dikeluarkan Nielsen, negara yang mengalami penurunan IKK didominasi negara-negara dari Benua Biru (Eropa), di antaranya Yunani, Lithuania, dan Denmark.

Penurunan juga terlihat pada pasar utama Eropa, Italia, dan Jerman, yaitu turun 3 poin dibandingkan enam bulan lalu. Hal itu menunjukkan perekonomian negara sedang sulit. Pada kuartal I/2010, 84% konsumen di Inggris mengatakan mereka berada dalam keadaan resesi. Angka ini memang menurun dibandingkan enam bulan lalu di mana 94% masyarakat Inggris beranggapan mereka masih diselimuti krisis.

Kendati begitu, konsumen yang percaya bahwa mereka berada dalam resesi masih tinggi. Sementara itu,Spanyol menunjukkan sedikit pemulihan. Hal ini terlihat dari peningkatan 5 poin kepercayaan konsumen. Saat ini IKK Negeri Matador itu mengantongi 79 poin. Sementara Prancis meningkat satu poin dan kini mempunyai 68 poin. Turunnya kepercayaan konsumen Yunani yang mencapai 15 poin merupakan reaksi dari krisis utang yang sedang melanda Negara Para Dewa tersebut.

Dari peringkat yang dikeluarkan Nielsen terlihat bahwa negara yang berada di peringkat terbawah didominasi negara-negara Eropa. Di kawasan lain seperti Amerika Latin,Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Utara, kepercayaan konsumennya lebih bagus dibandingkan di Eropa. Amerika Latin secara rata-rata meningkat lima poin dari 94 menjadi 99 poin.Brasil (108),Kolombia (100),Cile (99) dan Argentina (91) tercatat mempunyai poin paling tinggi di kawasan tersebut.

Sementara itu kondisi Timur Tengah dan Afrika menunjukkan hal yang cukup beragam, menurut hasil pengamatan Belajar Seo. ”Kondisi ekonomi di Timur Tengah dan Afrika terus beragam di antara beberapa negara,di mana Arab Saudi menunjukkan potensi pertumbuhan yang maksimal dengan performa menjanjikan di FMCG (fast-moving consumer goods), sektor keuangan dan ritel,” kata Hany Mwafy, Managing Director Nielsen untuk kawasan Afrika Utara.

Views: 109
Posting: 5-Jul-2010 19:20:15 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
08
2010

Terdakwa kasus bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Amir Abdillah akan membacakan nota pembelaan (pledoi) hari ini. Sebelumnya, jaksa menuntut Abdillah dengan hukuman 10 tahun penjara, menurut hasil informasi yang diterima Type Approval Indonesia.

Menurut Jaksa pada Satgas Antiteror dan Tindak Pidana Lintas Negara, Iwan Setiawan mengatakan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga akan menyidangkan terdakwa teroris lainnya Supono, Bejo dan Putri Munawaroh.

Jaksa menjelaskan fakta-fakta yang mendasari tuntutannya, yakni terdakwa tidak melaporkan Noordin M Top ke yang berwajib, padahal sudah menjadi DPO. Amir juga dianggap mengetahui pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, bahkan membantu perencanaannya.

Sementara sidang terdakwa Al Khelaiw Ali Abdullah alias Ali akan ditunda. Sebelumnya, Ali dijadwalkan akan mendengar tuntutan jaksa. "Sidang Ali agendanya penundaan tuntutan,karena tuntutannya belum turun," ujar Iwan saat dihubungi media massa, Selasa (8/6/2010).

Menurut hasil penyelidikan yang diterima Belajar HTML bahwa Ali didakwa sengaja memberikan bantuan atau kemudahan kepada pelaku tindak pidana teorisme dengan meminjamkan uang dan dikenakan Pasal 13 huruf a UU RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Views: 107
Posting: 8-Jun-2010 12:04:45 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
22
2010

Krisis air bersih telah merugikan masyarakat.Kesulitan untuk memperoleh air bersih, membuat warga harus membeli air bersih hingga menambah beban biaya hidup. Situasi ini,tentunya membuat warga tertekan. Sebagian pihak beralasan, penyebab krisis air ini akibat tersendatnya pasokan air dari Waduk Jatiluhur lantaran tertutupnya pipa penyaluran air oleh lumpur yang disebabkan banjir di Karawang beberapa waktu lalu. Sebenarnya menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, hal ini tidak bisa dijadikan sebagai penyebab utama krisis air sekarang ini. Seharusnya, pihak PDAM dan perusahaan penyedia air dari pihak swasta sudah mempunyai alternatif untuk pengadaanairbersih. Sejaklamasumber air di Jakarta,baik yang berasal dari sungai maupun tanah, telah tercemar, menurun kualitasnya, serta tidak aman untuk dikonsumsi.

Tindakan yang terpenting saat ini seharusnya bagaimana masyarakat mendapatkan kompensasi atas krisis air bersih yang merugikan mereka. Hal itu harus dilakukan melalui berbagai cara. Pertama, sebelum memberikan kompensasi,pihak pemprov dan penyedia air bersih harus memberikan penjelasan yang sebenarnya kepada publik mengapa terjadi krisis air bersih. Setelah itu, perusahaan penyedia air bersih memasok tangki air ke wilayah yang kesulitan dan mengurangi biaya abonemen pelanggan sebagai kompensasi.Selanjutnya,untuk mencegah krisis air bersih terulang, pemerintah harus melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan sumber air baru dan tidak mengandalkan satu sumber saja.

Sumber air alami, air tanah sepertinya sudah hampir tidak memungkinkan lagi,karena pada saat turun hujan hanya 26% air yang terserap ke dalam tanah.Hal yang paling memungkinkan, barangkali penyulingan air laut. Namun, penyulingan ini tentunya membutuhkan investasi yang besar. Lebih penting dari itu, perusahaan penyedia air bersih juga harus meningkatkan kinerjanya.

Views: 84
Posting: 22-May-2010 03:31:08 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
04
2010

TURIN - Isu kepindahan Gianluigi Buffon dari Juventus masih saja bergulir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bianconeri pun mulai mendaftar nama-nama portiere yang berpotensi menggantikannya.

Nasib Buffon di Olimpico Turin belakangan semakin tidak jelas. Dia disebut-sebut bakal dijadikan tumbal perombakan skuad.

Menurut skenario, La Vecchia Signora hendak melego kiper nomor satu Italia tersebut demi mendongkrak ketersediaan dana transfer musim depan. Nah, uang yang sudah terkumpul nantinya akan dipakai untuk belanja pemain bintang diantara Fernando Torres, Dirk Kyut, Javier Mascherano dll.

Jika Buffon benar jadi hengkang, pertanyaan yang mencuat selanjutnya adalah “siapa yang bakal berdiri di bawah mistar gawang Juventus selanjutnya?”

Tidak perlu cemas, meskipun belum tahu apakah calon penggantinya memiliki kualitas setara dengan penjaga gawang berjuluk ‘Superman’, yang jelas Juventus sudah mendata beberapa nama. Seperti dilansir Goal, Rabu (28/4/2010) diantaranya adalah Federico Marchetti (Cagliari), Sebastien Frey (Fiorentina), Salvatore Sirigu (Palermo), Hugo Lloris (Olympique Lyon) dan Stefano Sorrentino (Chievo Verona) dan juga Jadwal Piala Dunia 2010 hehehe...

Views: 90
Posting: 4-May-2010 23:33:23 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Apr
27
2010

Ketika mengawali tugas pertamanya sebagai Presiden RI periode 2004-2009, kunjungan pertama kali yang dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke lembaga pemerintah adalah kunjungan ke Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara RI (Polri), Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, serta Ditjen Pajak.

Kunjungan itu dilaksanakan secara berturut-turut pada 26 Oktober 2004 ke Kejaksaan Agung dan Polri, dilanjutkan sehari berikutnya, 27 Oktober 2004, kunjungan ke Kantor Ditjen Bea dan Cukai serta ke Ditjen Pajak, yaitu enam hari setelah pelantikan dan diangkat sumpahnya sebagai presiden. Kunjungan ini sesungguhnya bukan sebagai kunjungan biasa, melainkan kunjungan dengan misi amanah yang serius.

Yaitu amanah penegakan hukum, pemberantasan korupsi, penciptaan rasa aman, dan upaya menggali terobosan mewujudkan kehidupan masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan. Kenapa empat instansi itu yang menjadi prioritas kunjungan Presiden SBY dalam mengawali tugasnya saat itu? Presiden SBY mengungkapkan bahwa dalam penyerapan terhadap aspirasi masyarakat selama tujuh bulan efektif dalam kunjungannya ke berbagai daerah, sebelum diangkat sebagai presiden, SBY telah bertemu, berdialog, mendengarkan pikiran, kritik, dan harapan berbagai kelompok masyarakat.

Kesimpulannya, ada tiga permasalahan urgen yang menjadi sumber kerisauan dan sekaligus dambaan masyarakat untuk secara serius ditangani pemerintah yaitu tegaknya hukum, dihapusnya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta terciptanya rasa aman dalam kehidupan masyarakat. Tiga hal tersebut merupakan faktor penting bagi terwujudnya kehidupan yang sejahtera dan adil dalam masyarakat.

Empat lembaga yang dikunjungi Presiden SBY itu mempunyai peranan penting dalam mewujudkan harapan dan tuntutan masyarakat tersebut. Itulah kiranya latar belakang kenapa Presiden SBY mengambil kesempatan pertama menyambangi empat instansi dalam mengawali tugasnya sebagai presiden dalam Kabinet Indonesia Bersatu I enam tahun lalu.

Tiga substansi permasalahan yang mendasari langkah Presiden di atas memang menjadi beban dan amanah yang harus diselesaikan oleh siapa pun yang menjadi presiden negeri ini.Dalam beberapa kurun waktu, kita memang masih prihatin dengan masih banyaknya hasil penelitian dan pemberitaan luar negeri yang memosisikan negeri kita ini sebagai negara yang cukup tinggi tingkat korupsinya.

Negeri kita ini dikategorikan dalam the most corrupt nation. Sebagai eksesnya, ekonomi menjadiberbiaya tinggi, prosesperizinan bagi dunia usaha dikenal tidak mudah dan tidak murah. Penanam modal, baik dari dalam maupun luar negeri, bahkan sering mengeluhkan panjangnya proses untuk mendapatkan izin, berbelitnya proses untuk memulai usaha di Indonesia dibandingkan dengan negara lain yang dikenal lebih mudah dan lebih simpel.

Akibatnya,cost of production menjadi tinggi, harga jual menjadi tinggi, dan rakyat sebagai konsumen harus memikul akibatnya. Karena itu, tidak banyak investor yang mau datang, bahkan yang sudah datang pun banyak yang pergi. Investasi tidak bisa tumbuh dengan baik. Akibat itu, meskipun kaya potensi, negeri ini sering kalah bersaing dengan negara-negara lain. Semua itu berpangkal dari kebiasaan inefficiency, corruption, dan corrupt practice.

Ditambah lagi dengan masih adanya tindak kriminal ataupun pungli di jalanan yang mengganggu. Di dalam negeri, kepercayaan diri, trust, meluntur, legitimasi hilang, muncul sikap curiga dan mispersepsi, yang akibatnya banyak yang bertindak dengan cara-caranya sendiri dengan mengabaikan hukum dan perundang-undangan yang berlaku sehingga timbul suasana law disobedience dan lain-lain.

Kesemuanya itu, di satu sisi jelas mencederai martabat dan kehormatan bangsa, di sisi lain jelas menghambat pertumbuhan ekonomi. Itulah kondisi menonjol waktu itu yang harus dipikul pemimpin dan juga seluruh komponen bangsa ini. Presiden punya kewajiban dan terpanggil untuk membangun kembali martabat bangsa ini dengan membenahi struktur dan memberdayakan potensi yang ada.

Sesungguhnya sudah dari enam tahun lalu Presiden SBY menancapkan pohon besar pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan jalan menuju kehidupan masa depan yang berkeadilan. Pohon besar itu adalah tekad, komitmen, dan kebijakannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Pohon besar kebijakan Presiden sudah sangat jelas.

Bagaimana pohon ini bisa tumbuh besar dan berbuah lebat? Di sinilah peran aparatur kementerian dan lembaga pemerintah terkait serta semua pihak dan masyarakat pada umumnya ditantang dan diuji. Dalam kunjungannya ke beberapa instansi tersebut Presiden telah berusaha membangkitkan semangat, mengajak, dan merangkul mereka untuk maju.

Tetapi sekaligus menegaskan ancaman bagi yang tidak mampu mengembannya. Presiden mengatakan, Saya akan bersama Saudara tanpa harus melakukan campur tangan apa pun karena hubungan semacam ini sangat penting untuk membangun dan memelihara mutual trust. Saya mempercayai Saudara semuanya. Saudara harus mempercayai saya. Kita bikin kontrak baru, kontrak tanggung jawab, the contract of accountability, yang keluar dari kontrak tentu harus mendapat sangsi, mahal kontrak itu.

Begitulah antara lain yang ditegaskan Presiden kepada pimpinan dan anggota lembaga-lembaga tersebut enam tahun lalu. Dan pesan ini terus menerus digemakan dalam setiap kesempatan. Dari cuplikan pernyataan Presiden tersebut ada prinsip mendasar yang seharusnya dipahami bagi siapa pun terutama yang menjadi pengawal tegaknya keadilan, dihapusnya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta terciptamya rasa aman. Pertama, dalam tekadnya memberantas korupsi dan mafia hukum lainnya, Presiden akan maju bersama mereka.

Dalam prinsip dan filosofi kepemimpinan menurut Type Approval Indonesia, maju bersama ini bisa dimaknai bahwa dalam kapasitasnya sebagai Presiden akan senantiasa ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani. Presiden akan di depan memandu, di tengah, menyemangati, membangun kebersamaan, dan senantiasa mendorong tekad berkarya yang terbaik. Presiden telah menunjukkan komitmennya dengan tidak melakukan intervensi ketika proses hukum bersentuhan dengan orang dekatnya sekalipun. Dengan cara ini diharapkan terbangun mutual trust.

Untuk tugas seberat ini memang sangat diperlukan rasa saling menghormati dan mempercayai. Saling percaya dan dapat dipercaya. Betapa sangat melelahkan jika Presidennya jelas mau ke utara, aparaturnya masih berpikir ngelantur ke selatan, ke barat,atau ke timur. Kedua, karena semangat yang dibangun adalah mutual trust, Presiden tidak akan campur tangan atau intervensi atas pelaksanaan tugas masing-masing instansi. Masing-masing fungsi bertanggung jawab membangun kualitas kinerjanya secara bertanggung jawab.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden selalu menegaskan agar semua pihak berpegang teguh dengan prinsip rule of law dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah. Ini juga mengandung arti pentingnya tegaknya kepemimpinan dan soliditas instansi penegak hukum dan instansi terkait lainnya untuk optimalisasi peran tiap-tiap instansi dalam mengemban tugasnya. Intervensi yang harus jalan adalah intervensi tegaknya hukum. Ini perlu komitmen dan konsistensi.

Karena itu tidak sepatutnya jika setiap muncul persoalan lantas Presiden didorongdorong untuk intervensi dalam penyelesaiannya secara tidak proporsional. Jika toh intervensi adalah tegaknya rule of law, bukan intervensi hukumnya. Ketiga, terkait poin pertama dan kedua tersebut, perlu ada contract of accountability, yaitu kontrak tanggung jawab yang berkonsekuensi adanya sangsi yang melanggarnya seperti yang ditegaskan SBY. Bagaimana masingmasing menetapi kontrak kerja dan sumpah jabatan yang telah dijanjikannya. Ini merupakan bagian penting, yang saat ini tampak masih perlu mendapat perhatian serius.

Meskipun dalam beberapa kurun waktu terakhir penegakan hukum mengalami kemajuan dengan terbongkarnya berbagai kasus tindak pidana korupsi dan berhasil menyeret pelakunya baik di kalangan eksekutif, legislatif, maupun masyarakat umum, masih jauh dari harapan. Presiden SBY selalu menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang ada, tetapi SBY juga selalu menyatakan keprihatinan dan rasa belum puasnya.

Masih banyak pengaduan, baik dalam bentuk surat maupun SMS yang sampai ke meja Presiden melalui PO BOX & SMS 9949. Dari sekian banyak surat dan SMS pengaduan, persoalan mafia hukum yang muaranya tindak pidana korupsi, merupakan persoalan yang memerlukan perhatian. Indikasi itu cukup nyata. Dalam kerisauannya tersebut, Presiden memandang perlu langkah-langkah terobosan dalam membongkar mafia hukum.

Untuk itu, melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 2009, tanggal 30 Desember 2009 dibentuklah Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Terbongkarnya beberapa kasus mafia hukum akhir-akhir ini mudah-mudahan memperkuat kepastian jalan terbongkarnya kasus-kasus mafia hukum di berbagai bidang kehidupan lainnya. Semoga pula membuka cermin betapa mahal dan mulianya nilai ketaatan kepada hukum.

Semoga demikian. Untuk mengakhiri tulisan ini dan dengan mencermati fenomena yang berkembang akhir-akhir ini, patutlah kita simak kembali pesan moral yang cukup populer yang disampaikan Raja Jayabaya (1135- 1157) dalam Jangka Jayabaya: Sak beja-bejane sing lali, isih beja kang eling lan waspada. Seuntunguntungnya yang lupa diri masih tetap untung yang senantiasa ingat dan waspada.

Views: 79
Posting: 27-Apr-2010 23:43:27 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
 1 2 >