SEIRING gerak laju perekonomian global yang menggeliat tahun ini,
optimisme konsumen global pun turut memperlihatkan hal serupa.Hal itu
terlihat pada hasil penelitian terbaru Nielsen Company tentang Indeks
Kepercayaan Konsumen (IKK) global. Menurut pengamatan Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa dalam survei IKK Nielsen
pada kuartal I/2010 yang dilakukan pada 8 Maret dan 26 Maret 2010, India
menempati peringkat pertama dengan 127 poin, disusul Indonesia di
posisi kedua dengan 116 poin dan Norwegia di posisi ketiga dengan 115
poin.Posisi lima besar selanjutnya adalah Filipina (111 poin),Australia
(111),Arab Saudi (108), Brasil (108), dan China (108).
IKK
ratarata semua negara meningkat sebanyak 6 poin dari 86 poin pada enam
bulan lalu menjadi 92 poin pada kuartal I/2010. Taiwan merupakan negara
yang mengalami peningkatan paling besar,yaitu 14 poin dari 71 poin pada
enam bulan lalu menjadi 85 pada kuartal I/2010. Kemudian diikuti
Singapura yang meningkat 11 poin dari 96 menjadi 107,diikuti Israel dan
Kolombia yang masingmasing meningkat 10 dan 9 poin. Israel saat ini
mengantongi 97 poin dan Kolombia 100 poin.
Hanya beberapa negara
saja yang mengalami penurunan IKK. Negara yang mengalami penurunan IKK
terbesar adalah Yunani yang mencapai 15 poin sehingga poinnya turun
menjadi 57.Kemudian diikuti Venezuela yang turun sebesar 9 angka menjadi
83.Adapun Vietnam dan Lithuania turun sebanyak 8 angka yang
masingmasing kini mempunyai poin sebesar 101 dan 46.Ada juga Denmark
yang mengalami penurunan 7 poin menjadi 93. Dari 55 negara yang
disurvei,41 di antaranya mengalami peningkatan kepercayaan konsumen.
Negara
yang mengalami peringkat paling rendah adalah Lithuania (46), Kroasia
(48), dan Portugal (51).Peningkatan kepercayaan konsumen global
menunjukkan tanda yang paling definitif bahwa dunia mulai pulih dari
resesi. Kenaikan enam poin dibandingkan enam bulan sebelumnya tentu
merupakan kabar yang akan memberikan sumbangan pada perekonomian dunia.
Karena gerak konsumsi konsumen akan memberikan pengaruh pada laju
perekonomian secara keseluruhan.
Rata-rata kepercayaan konsumen
pernah mencapai titik yang sangat rendah pada awal 2009, yaitu 77. Pada
saat tersebut perekonomian dunia sedang mengalami krisis yang cukup
dalam. Kini untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir, data
kepercayaan konsumen global Nielsen memberikan bukti bahwa prospek
ekonomi global mulai meningkat. Hal ini juga membuktikan bahwa niat
belanja konsumen akan kembali menjadi kenyataan pengeluaran aktual.
menurut
Jasa
Sertifikasi Postel bahwa Kini seiring dengan perbaikan
perekonomian,sebanyak 43% konsumen global percaya bahwa prospek kerja
mereka akan membaik dibandingkan enam bulan sebelumnya di mana hanya 35%
responden mengatakan hal yang serupa. Keyakinan konsumen juga terlihat
dari rencana pengeluaran mereka. Satu dari tiga konsumen berencana
meningkatkan pengeluaran untuk hiburan di luar rumah, membeli baju dan
alat-alat teknologi baru.
Kepercayaan konsumen yang meningkat
salah satunya disebabkan adanya peningkatan kepercayaan bahwa negara
mereka saat ini tidak sedang berada masa krisis. Kendati begitu,58%
konsumen global masih mengatakan negara mereka berada dalam resesi saat
ini. Namun, dibandingkan tahun lalu, angka ini jauh lebih sedikit.
Tahun
lalu 77% konsumen dunia meyakini bahwa negara mereka berada dalam
hantaman krisis. Jumlah yang mulai menurun itu diyakini akan lebih
rendah karena ada 24% dari konsumen global yang mengatakan bahwa mereka
akan keluar dari resesi dalam 12 bulan ke depan.
Kawasan yang
paling yakin bahwa mereka tidak sedang berada dalam masa krisis adalah
Asia Pasifik. Secara rata-rata Asia Pasifik merupakan kawasan yang
paling optimistis dengan keadaan perekonomian mereka. Sebanyak 65%
konsumen percaya bahwa negara mereka tidak sedang berada dalam masa
krisis. Jumlah ini naik dibandingkan survei yang dilakukan pada kuartal
III/2009 yang hanya sebesar 57%.
Masyarakat Asia Pasifik
menunjukkan indikasi yang lebih kuat terhadap kebiasaan berbelanja
mereka.Konsumen Asia Pasifik siap membelanjakan uangnya karena merasa
sudah terlepas dari krisis global. Asia Pasifik mencatat kenaikan
terbesar hampir di semua wilayah, yaitu rata-rata sebanyak 8
poin.Kenaikan terbesar terjadi di Taiwan yang naik 14 poin dan Singapura
11 poin.
Dua pasar yang paling berkembang di dunia, India dan
China, meningkat masing-masing 7 dan 6 poin. Walaupun rata-rata konsumen
Asia Pasifik lebih optimistis, masyarakat Korea Selatan (Korsel),
Thailand,dan Jepang lebih banyak beranggapan sebaliknya. Sebanyak 77%
masyarakat Korsel berpendapat bahwa negara mereka sedang dalam krisis.
Hanya 22% responden Korsel yang yakin bahwa negara mereka akan keluar
dari krisis dalam setahun ini.
Begitu juga dengan Negeri Matahari
Terbit yang beranggapan serupa, di mana 76% responden menyatakan Jepang
masih berada di dalam hantaman krisis. Bahkan hanya 5% masyarakat
Jepang yang merasa bahwa negara mereka akan keluar dari krisis dalam
setahun ini. Asumsi serupa juga dilontarkan 71% responden Thailand yang
menyatakan Negeri Gajah Putih itu masih dalam keadaan krisis.Hanya 19%
masyarakat Thailand yang yakin negara mereka akan keluar dari krisis
dalam setahun ke depan.
Jika rata-rata Asia Pasifik menunjukkan
perkembangan optimisme yang sangat besar, tidak demikian dengan
negara-negara di Eropa. Meski di Eropa secara keseluruhan meningkat dua
poin, 7 dari 28 pasar mencatat penurunan kepercayaan konsumen. Jika
dilihat dari IKK yang dikeluarkan Nielsen, negara yang mengalami
penurunan IKK didominasi negara-negara dari Benua Biru (Eropa), di
antaranya Yunani, Lithuania, dan Denmark.
Penurunan juga terlihat
pada pasar utama Eropa, Italia, dan Jerman, yaitu turun 3 poin
dibandingkan enam bulan lalu. Hal itu menunjukkan perekonomian negara
sedang sulit. Pada kuartal I/2010, 84% konsumen di Inggris mengatakan
mereka berada dalam keadaan resesi. Angka ini memang menurun
dibandingkan enam bulan lalu di mana 94% masyarakat Inggris beranggapan
mereka masih diselimuti krisis.
Kendati begitu, konsumen yang
percaya bahwa mereka berada dalam resesi masih tinggi. Sementara
itu,Spanyol menunjukkan sedikit pemulihan. Hal ini terlihat dari
peningkatan 5 poin kepercayaan konsumen. Saat ini IKK Negeri Matador itu
mengantongi 79 poin. Sementara Prancis meningkat satu poin dan kini
mempunyai 68 poin. Turunnya kepercayaan konsumen Yunani yang mencapai 15
poin merupakan reaksi dari krisis utang yang sedang melanda Negara Para
Dewa tersebut.
Dari peringkat yang dikeluarkan Nielsen terlihat
bahwa negara yang berada di peringkat terbawah didominasi negara-negara
Eropa. Di kawasan lain seperti Amerika Latin,Timur Tengah, Afrika, dan
Amerika Utara, kepercayaan konsumennya lebih bagus dibandingkan di
Eropa. Amerika Latin secara rata-rata meningkat lima poin dari 94
menjadi 99 poin.Brasil (108),Kolombia (100),Cile (99) dan Argentina (91)
tercatat mempunyai poin paling tinggi di kawasan tersebut.
Sementara
itu kondisi Timur Tengah dan Afrika menunjukkan hal yang cukup beragam,
menurut hasil pengamatan Belajar Seo.
”Kondisi ekonomi di Timur Tengah dan Afrika terus beragam di antara
beberapa negara,di mana Arab Saudi menunjukkan potensi pertumbuhan yang
maksimal dengan performa menjanjikan di FMCG (fast-moving consumer
goods), sektor keuangan dan ritel,” kata Hany Mwafy, Managing Director
Nielsen untuk kawasan Afrika Utara.
Terdakwa kasus bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan,
Jakarta Selatan, Amir Abdillah akan membacakan nota pembelaan (pledoi)
hari ini. Sebelumnya, jaksa menuntut Abdillah dengan hukuman 10 tahun
penjara, menurut hasil informasi yang diterima Type Approval Indonesia.
Menurut
Jaksa pada Satgas Antiteror dan Tindak Pidana Lintas Negara, Iwan
Setiawan mengatakan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga akan
menyidangkan terdakwa teroris lainnya Supono, Bejo dan Putri Munawaroh.
Jaksa
menjelaskan fakta-fakta yang mendasari tuntutannya, yakni terdakwa
tidak melaporkan Noordin M Top ke yang berwajib, padahal sudah menjadi
DPO. Amir juga dianggap mengetahui pengeboman di Hotel JW Marriott dan
Ritz Carlton, bahkan membantu perencanaannya.
Sementara sidang
terdakwa Al Khelaiw Ali Abdullah alias Ali akan ditunda. Sebelumnya, Ali
dijadwalkan akan mendengar tuntutan jaksa. "Sidang Ali agendanya
penundaan tuntutan,karena tuntutannya belum turun," ujar Iwan saat
dihubungi media massa, Selasa (8/6/2010).
Menurut hasil
penyelidikan yang diterima Belajar
HTML bahwa Ali didakwa sengaja memberikan bantuan atau kemudahan
kepada pelaku tindak pidana teorisme dengan meminjamkan uang dan
dikenakan Pasal 13 huruf a UU RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak
Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Krisis air bersih telah merugikan masyarakat.Kesulitan untuk memperoleh
air bersih, membuat warga harus membeli air bersih hingga menambah
beban biaya hidup. Situasi ini,tentunya membuat warga tertekan.
Sebagian pihak beralasan, penyebab krisis air ini akibat tersendatnya
pasokan air dari Waduk Jatiluhur lantaran tertutupnya pipa penyaluran
air oleh lumpur yang disebabkan banjir di Karawang beberapa waktu lalu.
Sebenarnya menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com,
hal ini tidak bisa dijadikan sebagai penyebab utama krisis air sekarang
ini. Seharusnya, pihak PDAM dan perusahaan penyedia air dari pihak
swasta sudah mempunyai alternatif untuk pengadaanairbersih.
Sejaklamasumber air di Jakarta,baik yang berasal dari sungai maupun
tanah, telah tercemar, menurun kualitasnya, serta tidak aman untuk
dikonsumsi.
Tindakan yang terpenting saat ini seharusnya
bagaimana masyarakat mendapatkan kompensasi atas krisis air bersih yang
merugikan mereka. Hal itu harus dilakukan melalui berbagai cara.
Pertama, sebelum memberikan kompensasi,pihak pemprov dan penyedia air
bersih harus memberikan penjelasan yang sebenarnya kepada publik
mengapa terjadi krisis air bersih. Setelah itu, perusahaan penyedia air
bersih memasok tangki air ke wilayah yang kesulitan dan mengurangi
biaya abonemen pelanggan sebagai kompensasi.Selanjutnya,untuk mencegah
krisis air bersih terulang, pemerintah harus melakukan langkah
antisipasi dengan menyiapkan sumber air baru dan tidak mengandalkan
satu sumber saja.
Sumber air alami, air tanah sepertinya sudah
hampir tidak memungkinkan lagi,karena pada saat turun hujan hanya 26%
air yang terserap ke dalam tanah.Hal yang paling memungkinkan,
barangkali penyulingan air laut. Namun, penyulingan ini tentunya
membutuhkan investasi yang besar. Lebih penting dari itu, perusahaan
penyedia air bersih juga harus meningkatkan kinerjanya.
TURIN - Isu kepindahan Gianluigi Buffon dari Juventus masih saja
bergulir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bianconeri pun mulai
mendaftar nama-nama portiere yang berpotensi menggantikannya.
Nasib Buffon di Olimpico Turin belakangan semakin tidak jelas. Dia disebut-sebut bakal dijadikan tumbal perombakan skuad.
Menurut
skenario, La Vecchia Signora hendak melego kiper nomor satu Italia
tersebut demi mendongkrak ketersediaan dana transfer musim depan. Nah,
uang yang sudah terkumpul nantinya akan dipakai untuk belanja pemain
bintang diantara Fernando Torres, Dirk Kyut, Javier Mascherano dll.
Jika
Buffon benar jadi hengkang, pertanyaan yang mencuat selanjutnya adalah
“siapa yang bakal berdiri di bawah mistar gawang Juventus selanjutnya?”
Tidak
perlu cemas, meskipun belum tahu apakah calon penggantinya memiliki
kualitas setara dengan penjaga gawang berjuluk ‘Superman’, yang jelas
Juventus sudah mendata beberapa nama. Seperti dilansir Goal, Rabu
(28/4/2010) diantaranya adalah Federico Marchetti (Cagliari), Sebastien
Frey (Fiorentina), Salvatore Sirigu (Palermo), Hugo Lloris (Olympique
Lyon) dan Stefano Sorrentino (Chievo Verona) dan juga Jadwal Piala Dunia 2010 hehehe...
Ketika mengawali tugas pertamanya sebagai Presiden RI periode
2004-2009, kunjungan pertama kali yang dilaksanakan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) ke lembaga pemerintah adalah kunjungan ke
Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara RI (Polri), Direktorat Jenderal
(Ditjen) Bea dan Cukai, serta Ditjen Pajak.
Kunjungan itu
dilaksanakan secara berturut-turut pada 26 Oktober 2004 ke Kejaksaan
Agung dan Polri, dilanjutkan sehari berikutnya, 27 Oktober 2004,
kunjungan ke Kantor Ditjen Bea dan Cukai serta ke Ditjen Pajak, yaitu
enam hari setelah pelantikan dan diangkat sumpahnya sebagai presiden.
Kunjungan ini sesungguhnya bukan sebagai kunjungan biasa, melainkan
kunjungan dengan misi amanah yang serius.
Yaitu amanah penegakan
hukum, pemberantasan korupsi, penciptaan rasa aman, dan upaya menggali
terobosan mewujudkan kehidupan masyarakat bangsa Indonesia yang
sejahtera dan berkeadilan. Kenapa empat instansi itu yang menjadi
prioritas kunjungan Presiden SBY dalam mengawali tugasnya saat itu?
Presiden SBY mengungkapkan bahwa dalam penyerapan terhadap aspirasi
masyarakat selama tujuh bulan efektif dalam kunjungannya ke berbagai
daerah, sebelum diangkat sebagai presiden, SBY telah bertemu,
berdialog, mendengarkan pikiran, kritik, dan harapan berbagai kelompok
masyarakat.
Kesimpulannya, ada tiga permasalahan urgen yang
menjadi sumber kerisauan dan sekaligus dambaan masyarakat untuk secara
serius ditangani pemerintah yaitu tegaknya hukum, dihapusnya praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme, serta terciptanya rasa aman dalam
kehidupan masyarakat. Tiga hal tersebut merupakan faktor penting bagi
terwujudnya kehidupan yang sejahtera dan adil dalam masyarakat.
Empat
lembaga yang dikunjungi Presiden SBY itu mempunyai peranan penting
dalam mewujudkan harapan dan tuntutan masyarakat tersebut. Itulah
kiranya latar belakang kenapa Presiden SBY mengambil kesempatan pertama
menyambangi empat instansi dalam mengawali tugasnya sebagai presiden
dalam Kabinet Indonesia Bersatu I enam tahun lalu.
Tiga
substansi permasalahan yang mendasari langkah Presiden di atas memang
menjadi beban dan amanah yang harus diselesaikan oleh siapa pun yang
menjadi presiden negeri ini.Dalam beberapa kurun waktu, kita memang
masih prihatin dengan masih banyaknya hasil penelitian dan pemberitaan
luar negeri yang memosisikan negeri kita ini sebagai negara yang cukup
tinggi tingkat korupsinya.
Negeri kita ini dikategorikan dalam
the most corrupt nation. Sebagai eksesnya, ekonomi menjadiberbiaya
tinggi, prosesperizinan bagi dunia usaha dikenal tidak mudah dan tidak
murah. Penanam modal, baik dari dalam maupun luar negeri, bahkan sering
mengeluhkan panjangnya proses untuk mendapatkan izin, berbelitnya
proses untuk memulai usaha di Indonesia dibandingkan dengan negara lain
yang dikenal lebih mudah dan lebih simpel.
Akibatnya,cost of
production menjadi tinggi, harga jual menjadi tinggi, dan rakyat
sebagai konsumen harus memikul akibatnya. Karena itu, tidak banyak
investor yang mau datang, bahkan yang sudah datang pun banyak yang
pergi. Investasi tidak bisa tumbuh dengan baik. Akibat itu, meskipun
kaya potensi, negeri ini sering kalah bersaing dengan negara-negara
lain. Semua itu berpangkal dari kebiasaan inefficiency, corruption, dan
corrupt practice.
Ditambah lagi dengan masih adanya tindak
kriminal ataupun pungli di jalanan yang mengganggu. Di dalam negeri,
kepercayaan diri, trust, meluntur, legitimasi hilang, muncul sikap
curiga dan mispersepsi, yang akibatnya banyak yang bertindak dengan
cara-caranya sendiri dengan mengabaikan hukum dan perundang-undangan
yang berlaku sehingga timbul suasana law disobedience dan lain-lain.
Kesemuanya
itu, di satu sisi jelas mencederai martabat dan kehormatan bangsa, di
sisi lain jelas menghambat pertumbuhan ekonomi. Itulah kondisi menonjol
waktu itu yang harus dipikul pemimpin dan juga seluruh komponen bangsa
ini. Presiden punya kewajiban dan terpanggil untuk membangun kembali
martabat bangsa ini dengan membenahi struktur dan memberdayakan potensi
yang ada.
Sesungguhnya sudah dari enam tahun lalu Presiden SBY
menancapkan pohon besar pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan
jalan menuju kehidupan masa depan yang berkeadilan. Pohon besar itu
adalah tekad, komitmen, dan kebijakannya sebagai kepala negara dan
kepala pemerintahan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah
tersebut. Pohon besar kebijakan Presiden sudah sangat jelas.
Bagaimana
pohon ini bisa tumbuh besar dan berbuah lebat? Di sinilah peran
aparatur kementerian dan lembaga pemerintah terkait serta semua pihak
dan masyarakat pada umumnya ditantang dan diuji. Dalam kunjungannya ke
beberapa instansi tersebut Presiden telah berusaha membangkitkan
semangat, mengajak, dan merangkul mereka untuk maju.
Tetapi
sekaligus menegaskan ancaman bagi yang tidak mampu mengembannya.
Presiden mengatakan, Saya akan bersama Saudara tanpa harus melakukan
campur tangan apa pun karena hubungan semacam ini sangat penting untuk
membangun dan memelihara mutual trust. Saya mempercayai Saudara
semuanya. Saudara harus mempercayai saya. Kita bikin kontrak baru,
kontrak tanggung jawab, the contract of accountability, yang keluar
dari kontrak tentu harus mendapat sangsi, mahal kontrak itu.
Begitulah
antara lain yang ditegaskan Presiden kepada pimpinan dan anggota
lembaga-lembaga tersebut enam tahun lalu. Dan pesan ini terus menerus
digemakan dalam setiap kesempatan. Dari cuplikan pernyataan Presiden
tersebut ada prinsip mendasar yang seharusnya dipahami bagi siapa pun
terutama yang menjadi pengawal tegaknya keadilan, dihapusnya praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta terciptamya rasa aman.
Pertama, dalam tekadnya memberantas korupsi dan mafia hukum lainnya,
Presiden akan maju bersama mereka.
Dalam prinsip dan filosofi kepemimpinan menurut Type Approval Indonesia,
maju bersama ini bisa dimaknai bahwa dalam kapasitasnya sebagai
Presiden akan senantiasa ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa
dan tut wuri handayani. Presiden akan di depan memandu, di tengah,
menyemangati, membangun kebersamaan, dan senantiasa mendorong tekad
berkarya yang terbaik. Presiden telah menunjukkan komitmennya dengan
tidak melakukan intervensi ketika proses hukum bersentuhan dengan orang
dekatnya sekalipun. Dengan cara ini diharapkan terbangun mutual trust.
Untuk
tugas seberat ini memang sangat diperlukan rasa saling menghormati dan
mempercayai. Saling percaya dan dapat dipercaya. Betapa sangat
melelahkan jika Presidennya jelas mau ke utara, aparaturnya masih
berpikir ngelantur ke selatan, ke barat,atau ke timur. Kedua, karena
semangat yang dibangun adalah mutual trust, Presiden tidak akan campur
tangan atau intervensi atas pelaksanaan tugas masing-masing instansi.
Masing-masing fungsi bertanggung jawab membangun kualitas kinerjanya
secara bertanggung jawab.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden
selalu menegaskan agar semua pihak berpegang teguh dengan prinsip rule
of law dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah. Ini juga mengandung
arti pentingnya tegaknya kepemimpinan dan soliditas instansi penegak
hukum dan instansi terkait lainnya untuk optimalisasi peran tiap-tiap
instansi dalam mengemban tugasnya. Intervensi yang harus jalan adalah
intervensi tegaknya hukum. Ini perlu komitmen dan konsistensi.
Karena
itu tidak sepatutnya jika setiap muncul persoalan lantas Presiden
didorongdorong untuk intervensi dalam penyelesaiannya secara tidak
proporsional. Jika toh intervensi adalah tegaknya rule of law, bukan
intervensi hukumnya. Ketiga, terkait poin pertama dan kedua tersebut,
perlu ada contract of accountability, yaitu kontrak tanggung jawab yang
berkonsekuensi adanya sangsi yang melanggarnya seperti yang ditegaskan
SBY. Bagaimana masingmasing menetapi kontrak kerja dan sumpah jabatan
yang telah dijanjikannya. Ini merupakan bagian penting, yang saat ini
tampak masih perlu mendapat perhatian serius.
Meskipun dalam
beberapa kurun waktu terakhir penegakan hukum mengalami kemajuan dengan
terbongkarnya berbagai kasus tindak pidana korupsi dan berhasil
menyeret pelakunya baik di kalangan eksekutif, legislatif, maupun
masyarakat umum, masih jauh dari harapan. Presiden SBY selalu
menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang ada, tetapi SBY juga selalu
menyatakan keprihatinan dan rasa belum puasnya.
Masih banyak
pengaduan, baik dalam bentuk surat maupun SMS yang sampai ke meja
Presiden melalui PO BOX & SMS 9949. Dari sekian banyak surat dan
SMS pengaduan, persoalan mafia hukum yang muaranya tindak pidana
korupsi, merupakan persoalan yang memerlukan perhatian. Indikasi itu
cukup nyata. Dalam kerisauannya tersebut, Presiden memandang perlu
langkah-langkah terobosan dalam membongkar mafia hukum.
Untuk
itu, melalui Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 2009, tanggal 30
Desember 2009 dibentuklah Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.
Terbongkarnya beberapa kasus mafia hukum akhir-akhir ini mudah-mudahan
memperkuat kepastian jalan terbongkarnya kasus-kasus mafia hukum di
berbagai bidang kehidupan lainnya. Semoga pula membuka cermin betapa
mahal dan mulianya nilai ketaatan kepada hukum.
Semoga demikian.
Untuk mengakhiri tulisan ini dan dengan mencermati fenomena yang
berkembang akhir-akhir ini, patutlah kita simak kembali pesan moral
yang cukup populer yang disampaikan Raja Jayabaya (1135- 1157) dalam
Jangka Jayabaya: Sak beja-bejane sing lali, isih beja kang eling lan
waspada. Seuntunguntungnya yang lupa diri masih tetap untung yang
senantiasa ingat dan waspada.