Menurut informasi yang diterima Type
Approval Indonesia bahwa Draf Rancangan Undang-Undang (RUU)
Perindustrian sudah tuntas 90% dan masuk tahap finalisasi. Nantinya,
draf RUU tersebut segera diserahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM
(Kemenhuk dan HAM) untuk dilakukan harmonisasi.
Rencananya, pekan
depan siap diserahkan ke Kemenhukham untuk dilakukan harmonisasi.
Setelah itu, Presiden menerbitkan Amanat Presiden untuk segera dibahas
di DPR,”ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin)
Agus Tjahajana di Jakarta belum lama ini. Dia menjelaskan,ada beberapa
substansi baru yang dimasukkan dalam draf revisi UU Perindustrian
tersebut.
”Misalnya soal industri hijau. Dan juga mengatur
tentang pembentukan Dewan Daya Saing,” paparnya. Kepala Badan Penelitian
dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi mengatakan,
secara substansial ada sekitar 70% perbedaan antara draf RUU tersebut
dengan UU yang lama.Misalnya kata dia,mengenai standardisasi yang
sebelumnya hanya sebatas perumusan, sekarang diterapkan secara lembaga.
Selain
itu,penerapan teknologi diarahkan menjadi inovasi, kemudian pertumbuhan
industri difokuskan pada kompetensi daerah, serta kemitraan publik dan
swasta dikembangkan merata untuk industri. ”Juga fokus upaya mewujudkan
industri hijau yakni bagaimana menekan limbah,” ungkap Dedi. Kemenperin,
lanjut Dedi, melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung
(ITB) untuk memetakan industri berdasarkan potensi limbah dan karbon
yang dihasilkan.
Hal itu, sebagai pedoman penentuan standar dan
sertifikasi industri low carbon. ”Industri prioritas untuk pengurangan
karbon, misalnya pengolahan semen,petrokimia,pulp dan kertas, keramik,
dan tekstil,” ujarnya. Pemetaan tersebut, menurut Dedi, dilakukan dengan
memakai metode survei, sampling, dan sensus. Pemetaan itu, membutuhkan
dana kurang lebih sekitar Rp15 miliar.
Menurut informasi yang
diterima Belajar HTML bahwa Semoga
saja dalam waktu dekat selesai dan anggaran yang dimohonkan, lancar
diturunkan,” tandas Dedi. Agus menambahkan, penyusunan draf revisi juga
dilakukan berdasarkan kajian dengan para pihak terkait, termasuk Kamar
Dagang dan Industri (Kadin). Persoalannya, kata dia, dalam UU itu,akan
membahas antisipasi terkait gangguan-gangguan industri, baik dari faktor
internal maupun eksternal.”Karena selama ini ada gangguan yang coba
diselesaikan sendiri oleh perusahaan,” ujarnya.
TERNYATA bukan hanya manusia yang tidak pernah merasa puas. Kisah Shrek
dalam instalemen terakhir, “Shrek: Forever After” membuktikan hal itu.
Alkisah, Shrek (Mike Myers) dan Fiona (Cameron Diaz) kini sudah
dikaruniai tiga anak lucu untuk melengkapi kehidupan bahagia mereka.
Bersama keluarga dan teman-teman dekatnya, Donkey (Eddie Murphy) dan
Puss (Antonio Banderas), Shrek menjalani kehidupan yang sangat
konvensional dan jauh dari citra ogre menyeramkan yang pernah
disandangnya dulu, menurut informasi yang di dapat oleh Belajar HTML.
Namun, hal itu
ternyata tidak lantas membuat Shrek “berbahagia sampai akhir hayat”.
Merasa ‘tercekik’ dengan kehidupan rutin sebagai seorang suami dan ayah,
Shrek merindukan masa-masa kebebasannya sebagai ogre lajang tanpa
tanggung jawab apapun.
Saat itulah, muncul Rumplestilskin (Walt
Dohm), seorang pria licik yang gemar menjebak orang-orang membuat
perjanjian magis demi menguntungkan dirinya sendiri. Kebetulan, Rumple
memiliki dendam pribadi terhadap Raja dan Ratu Far Far Away di masa
lalu. Tidak heran, dia berusaha keras mendekati Shrek untuk membalaskan
dendam tersebut.
Dalam sebuah ‘pertemuan tidak sengaja’, Rumple
menjanjikan Shrek kehidupan bebas layaknya ogre lajang selama 24 jam.
Syaratnya, Shrek harus memberikan satu hari dari kehidupannya sebagai
alat barter. Tergiur dengan janji itu, Shrek tidak ambil pusing dan
menyuruh Rumple mengambil semua yang dia mau.
Bisa ditebak, keputusan
itu salah besar. Rumple mengambil hari kelahiran Shrek dan mengubah
sejarah. Kerajaan Far Far Away kini menjadi milik Rumple, setelah Raja
dan Ratu mengikat perjanjian setan untuk menyelamatkan Fiona dari Istana
Naga. Sementara, Fiona, yang berhasil menyelamatkan diri, menjadi
pemimpin revolusi yang berniat menjungkalkan Rumple.
Bukan hanya
itu. Sahabat terbaik Shrek, Donkey, tidak pernah mengenalinya. Sedangkan
Puss adalah kucing obesitas yang terlalu dimanja. Tidak ada pernikahan
bahagia dan tidak ada anak-anak lucu yang dimiliki Shrek bersama Fiona.
Terlambat
untuk menyesali perbuatannya. Shrek harus mencari akal untuk
mengembalikan keadaan. Satu-satunya cara untuk membatalkan perjanjian,
seperti yang diketahuinya belakangan, adalah mengupayakan ciuman sejati
dengan Fiona. Namun, mungkinkah dia bisa melakukannya sementara Fiona
sama sekali tidak tertarik kepadanya?
Kisah akhir ogre hijau
kesayangan Hollywood memang terasa lebih dewasa ketimbang film-film
sebelumnya. Tapi, salah besar jika mengira film ini akan berjalan
membosankan. Shrek: Forever After masih memberikan hiburan ringan
menyenangkan kepada para penonton.
Bahkan, di Hollywood, film
garapan Mike Mitchell ini mendapat penilaian lebih baik dibandingkan
Shrek The Third yang ikut menampilkan bintang pop Justin Timberlake
sebagai salah satu pengisi suara. Meskipun, secara finansial, Shrek:
Forever After ($70,838,207) mencatat pendapatan hari pertama yang jauh
lebih kecil dibandingkan dua seri sebelumnya, Shrek The Third
($121,000,000) dan Shrek 2 ($108,000,000).
Tidak terlalu banyak
karakter baru yang muncul dalam instalmen terakhir ini. Namun, kehadiran
Fiona dan Puss dalam ‘bentuk’ baru tampaknya cukup memberikan nuansa
segar. Apalagi, pada seri ini, Dreamworks Animation juga menyuguhkan
kesempatan untuk menyaksikan petualangan Shrek dalam format tiga
dimensi.
Rasanya menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com, bukan hanya anak-anak kecil yang
akan menikmati tingkah polah Shrek dkk dalam film ini. Tema yang
diusung cukup mengena untuk para penonton yang lebih dewasa, terutama
mereka yang sudah menikah dan memiliki buah hati. Adakah cara yang lebih
baik ‘menertawakan’ pernikahan selain melalui film animasi?
Menurut informasi yang diterima Belajar
HTML bahwa Sakit hati dan kekecewaan mendalam dirasakan Rini
'Idol'. Putus dari Anji yang menghamili Sheila Marcia Joseph, Rini tak
peduli apakah kelak Anji akan menikahi Sheila.
"Ya itu sih urusan
dia. Mau dinikahin boleh, enggak dinikahin juga enggak masalah buat
gue. Itu kan urusan Anji. Bukan urusan gue. Mendingan tanya saja
langsung ke dia," kata Rini, di FX, Sudirman, Jakarta, Kamis
(27/5/2010).
Nada bicara Rini agak ketus tatkala membicarakan
vokalis Drive itu. Kabarnya, Rini telah menghapus akun BBM (BlackBerry
Messenger) Anji karena tak mau kontak lagi.
"Ya yang udah
kemarin, ya sudahlah. Enggak usah diungkit-ungkit lagi. Yang penting
silaturahmi masih terjalin," ujarnya.
Rini mengaku masih menjalin
komunikasi dengan Anji. "Aku masih komunikasi lewat BBM, SMS atau
telepon. Aku juga kemarin dapat kabar dari abangnya kalau orangtuanya
sakit. Aku paling dekat sama abangnya. Kalau sama abangnya, kadang masih
suka ketemu kalau ada perlu," tuturnya.
Meski tak lagi bersama
dan Rini mulai membatasi komunikasi, Anji masih tetap berusaha menjaga
hubungan baik. "Dia kalau ada apa-apa, pasti ngasih tahu. Menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Kemarin dia ngabarin kalau
keadaan dia dan anaknya baik-baik saja," imbuh Rini.