Menurut informasi yang diterima Dolpin bahwa Apple sudah menjelaskan kalau masalah antena yang terjadi di iPhone 4 tidaklah terlalu mengganggu. Namun, beberapa pengujian menemukan kalau masalah pada iPhone 4 sangat mengganggu dan tidak sesuai yang diharapkan.
Salah satu lembaga yang melakukan pengujian itu adalah Consumer Report. Dari hasil sejumlah pengujian, mereka menyimpulkan kalau masalah antena di ponsel cerdas itu tidak bisa ditolerir, dan mereka tidak merekomendasikan kosumen membeli iPhone 4.
"Para insinyur kami baru saja menyelesaikan pengujian iPhone 4 dan dikonfirmasi ada masalah dengan penerimaan," kata juru bicara CR Mike Gikas, seperti yang dikutip TG Daily, Selasa (13/7/2010).
"Ketika jari atau tangan menyentuh tempat di sisi kiri bawah telepon, sinyal secara signifikan menurun. Ini menyebabkan iPhone 4 kehilangan koneksi, bahkan sama sekali hilang jika Anda di daerah dengan sinyal lemah. Karena masalah ini, kami tidak dapat merekomendasikan iPhone 4," tambahnya
Menurut Gikas, insinyur CR menguji tiga iPhone 4di lingkungan dari frekuensi radio (RF) ruang isolasi. Hasilnya, hanya iPhone 4 yang mengalami gangguan.
"Kami juga menguji beberapa ponsel AT&T dengan cara yang sama, termasuk iPhone 3GS dan Palm Pra. Tak satu pun ponsel memiliki masalah sinyal seperti 4 iPhonem," cetusnya.
Namun demikian menurut Dolpin bahwa Gikas mencatat bahwa Consumer Reports telah menemukan solusi yang cepat untuk menyelesaikan masalah antena ini. Tutup bagian sisi antena dengan sepotong lakban atau material lain, dengan tebal non-konduktif. Ini mungkin tidak cukup berhasil, tetapi bekerja," sebut Gikas.
Mnurut Dolpin bahwa Menikmati udara pagi pada akhir pekan di perumahan Kota Wisata Cibubur merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi di dalamnya banyak tempat alternatif untuk berwisata,ada tempat khusus untuk outbound,dan permainan anak-anak. Juga terdapat pusat suvenir yang terbagi atas suvenir lokal dan internasional.Tetapi yang dominan adalah kampung China serta dekorasinya yang memang dibentuk sedemikian rupa menyerupai great wall di China serta ada gerbang kemakmurannya. Semakin semarak lagi karena sejak dua minggu lalu di perumahan Kota Wisata, harian Seputar Indonesiamenggelar acara Fun Weekend Harian Seputar Indonesia.
Acara tersebut berlangsung berkat kerja sama harian Seputar Indonesia dengan manajemen perumahan Kota Wisata. Acara yang berlangsung di kantor pemasaran Kota Wisata ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan acara aerobik bersama. Kegiatan aerobik itu sendiri dimaksudkan untuk menjalin keakraban. Selain itu, aerobik juga memiliki manfaat lain, seperti dapat menyegarkan pikiran, selalu berpikir positif dan murah senyum, dan bahkan sebagai proses sosialisasi untuk menambah relasi. Setelah itu, diadakan beberapa game yang mengikutsertakan warga kawasan hunian.Tentu saja game tersebut dikemas dengan cara unik agar bisa dinikmati.
Misalkan saja, lomba memakan biskuit dengan mempergunakan sumpit. Games ini menjadi salah satu permainan yang paling banyak mendapatkan perhatian dari penghuni karena cukup banyak tingkah lucu yang dilakukan peserta. Untuk anak-anak, panitia mengadakan lomba menggambar. Lomba yang tidak dikenakan biaya ini cukup banyak diminati anak-anak.
Terbukti,lebih dari 20 anak ikut serta dalam lomba ini. Tentu saja orang tua dari anakanak tersebut ikut serta mendampingi dan memberikan semangat kepada anak-anaknya. Brand Manager HSBC Cibubur Ramlan Basri mengaku sangat tertarik dengan pola marketingyang diadakan harian Seputar Indonesia.Karena kegiatan tersebut langsung mendatangi masyarakat. Jadi, peluang perusahaannya untuk menjaring konsumen semakin besar.
Dirinya berharap dengan menjadi salah satu peserta pada acara fun weekend bisa memperkenalkan secara langsung berbagai produk yang dimiliki HSBC. Baik itu kartu kredit, tabungan, deposito berjangka, asuransi, maupun investasi.
”Kami berharap bisa menambah beberapa nasabah baru,” harapnya. Untuk itu, pada Mingguminggu mendatang, dirinya berharap jumlah peserta yang hadir bisa lebih banyak lagi.Sebab,ada kecenderungan pada setiap minggunya peserta yang hadir kurang maksimal. ”Mungkin sosialisasi perlu ditambah lagi agar warga yang datang terus bertambah,”katanya.
Sementara Marketing Showroom Suzuki PT Dwi Perkasa Mobiltama Rahim Jainuddin mengaku, acara yang diadakan harian Seputar Indonesia bisa mendatangkan manfaat bagi showroom- nya. Terbukti menurut Dolpin, pada acara tersebut setidaknya ada enam warga yang menyatakan minat membeli Suzuki. Dia berharap, pada acaraacara harian Seputar Indonesia selanjutnya yang dilangsungkan di Cibubur,pihaknya bisa diikutsertakan. Karena dengan cara seperti ini, prospek menjual mobil relatif lebih baik. Apalagi sebagian besar warga di perumahan Kota Wisata adalah kalangan menengah ke atas.
Menurut informasi yang diterima Dolpin bahwa PT Bakrieland Development Tbk mulai melaksanakan serah-terima kepada pembeli unit Apartemen Sentra Timur di Pulogebang Jakarta Timur. “Sebagai tahap awal akan diserahkan sebanyak 157 unit sampai Juli 2010,”kata Direktur Utama anak perusahaan Bakrieland untuk Sentra Timur Residence,Dicky Setiawan dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Dicky, unit yang diserahterimakan merupakan bagian dari pembangunan tahap 1A sebanyak 1.036 unit yang akan diselesaikan pada 2010. Sedangkan untuk tahap 1B akan diluncurkan kepada publik awal 2011, sementara tahap II akan diluncurkan pada 2012. Pengembang akan mengundang perusahaan ritel untuk memenuhi kebutuhan penghuni, sudah memasuki tahap negosiasi sebelum persiapan lokasi (fitting out) kemudian baru bisa beroperasi. “Sebagian besar pembeli Sentra Baru Timur, masyarakat yang tinggal di sekitar Jakarta Timur sampai Bekasi dari kalangan swasta dan pemerintah,”jelasnya.
Sentra Baru Timur, menurut Dicky, merupakan bagian dari pengembangan superblock Sentra Baru Timur seluas 40 hektar kerja sama PT Bakrieland Development Tbk, Perum Perumnas, dan PT Jakarta Propertindo. Dicky mengatakan, di dalam kawasan tersebut selain akan dibangun hunian bertingkat yang selama ini menjadi keahlian Bakrieland juga hotel, mal,dan perkantoran.
Sementara General Manager Divre III Perum Perumnas,Aucke Aulia mengatakan, pembeli unit tahap I sangat beruntung karena masih menggunakan harga lama, sedangkan setelah Juli ini harga apartemen mengalami kenaikan karena kebijakan pemerintah. Menurut dia,pemerintah kini tidak lagi mematok harga apartemen bagi masyarakat menengah-bawah, tetapi diserahkan kepada pasar.Sebagai kompensasi,sudah disiapkan dana cicilan murah (terjangkau).
Menurut informasi yang diterima Dolpin bahwa Sentra Timur Residence memiliki aksesibilitas hanya berjarak 1,5 kilometer dari pintu tol Bintara dan pintu tol Cakung, serta dekat dengan stasiun kereta Cakung. Tahun ini telah dianggarkan pembangunan terminal modern terpadu Pulo Gebang yang jaraknya hanya 500 meter dari lokasi apartemen. “Pembangunan apartemen tahap I terdiri atas 3 menara, 1.327 unit dari total 11 menara 4.339 unit di atas lahan tiga hektar,” paparnya.
PT Bumi Serpong Damai Tbk sebagai pengembang BSD City berkomitmen pada pengembangan produk yang berwawasan lingkungan (green development). Menurut Informasi yang diterima Mbah Gendeng bahwa Salah satu perwujudan konsep green development adalah pemilihan desain setiap bangunan hunian dan komersial yang selaras dengan alam.
Desain tersebut akan meminimalisasikan penggunaan energi listrik lewat keberadaan pintu dan jendela yang ideal, hingga dapat mengalirkan pencahayaan sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik ke dalam rumah,” papar Direktur Corporate Communications PT BSD Tbk Hadiprajogo Widjaja dalam rilis yang diterima Seputar Indonesia. Selain itu, lanjutnya, saat ini tengah dibangun gedung perkantoran berkonsep ramah lingkungan yang diberi nama Sinarmas Land Building.
Gedung yang dibangun di lahan seluas 2,5 ha dan berada di kawasan BSD Office Park ini diperkirakan rampung dan siap beroperasi pada kuartal keempat tahun 2011. Menurut Nggo Kontes bahwa Kawasan BSD Office Park seluas 25 ha tersebut dikembangkan dengan mengusung konsep ramah lingkungan ,” ujarnya.
Anggota Satpol-PP Tana Toraja Thomas Lamba (kiri) memberikan keterangan kepada penyidik Polres Tana Toraja terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan Bupati Tana Toraja Johanis Amping Situru terhadap dirinya kemarin. Menurut Dolpin bahwa Bupati Tana Toraja (Tator) Johanis Amping Situru dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Thomas Lamba,38,kemarin.
Korban langsung melaporkan penganiayaan yang dilakukan atasannya itu ke Polres Tator yang dibuat dalam laporan polisi Nomor: LP/192/VII/2010 Polda Sulselbar/ Res Tator, tanggal 6 Juli 2010. Keterangannya di depan penyidik, Thomas mengaku ditampar di pipi bagian kanannya oleh Amping.Namun,saat dikonfrontasi mengenai tuduhan penganiayaan, bupati dua periode itu membantahnya. “Dalam hal ini saya tidak pernah menampar anggota Satpol PP seperti yang dituduhkan kepada saya.Apa yang saya lakukan dengan menegur anggota Satpol PP sebagai bentuk pembinaan karena yang bersangkutan sering melalaikan tugasnya sebagai PNS,” kata Amping saat ditemui di Kantor Sekretariat Daerah Tator,kemarin.
Versi Thomas,kejadian itu bermula saat dia mendapat giliran tugas piket pagi di Kantor Sekretariat Daerah.Seperti bisanya,bupati datang untuk berkantor pagi itu. Saat bupati masih berada di ruang depan Kantor Sekretariat Daerah, dia sempat mencari bawahannya itu. Lantaran dipanggil, Thomas datang dan mengaku bernama Thomas Lamba. Bupati lalu menegur serta menarik kerah baju Thomas.Menurut korban, usai menarik kerah bajunya, yang saat itu memakai seragam Satpol PP,bupati juga menampar pipi kanan korban sebanyak satu kali. Usai “beraksi”,Amping berlalu menuju kantornya.Tidak beberapa lama setelah nasib naas yang dialaminya itu,Thomas melaporkan Amping ke Mapolres Tator.
“Saya tidak tahu apa alasan Pak Bupati menampar pipi dan menarik kerah baju saya saat bertemu di ruang piket penjagaan Satpol PP di sekretariat daerah. Bupati hanya mengatakan kalau saya sudah kurang ajar,” kata Thomas di depan penyidik,kemarin. Penyidik membenarkan laporan dugaan penganiayaan yang ditengarai dilakukan Bupati Tator Johanis Amping Situru kepada Thomas Lamba, anggota Satpol PP Tator. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tana Toraja,Yohanis Lintin Paembongan,saat dimintai tanggapannya oleh wartawan,menyesalkan sikap Bupati Tator yang diduga main hakim sendiri terhadap anak buahnya. Menurut Anis,sapaan akrab Yohanis Lintin Paembongan, sebagai wakil rakyat,fraksi PDIP siap membela korban jika memang terbukti kuat dianiaya oleh bupati serta mendesak aparat kepolisian serius mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Ini negara hukum dan tidak dibenarkan ada pihak-pihak yang main hakim sendiri.Apalagi kalau dilakukan oleh seorang pejabat pemerintahan. Kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat Tana Toraja,”kata Anis. Menyikapi tuduhan itu, Amping mengatakan, selaku pimpinan hanya menegur keras korban karena berkali-kali sudah melalaikan tugas sebagai PNS. Bahkan, kata Amping,Thomas juga dinilai sibuk mengurusi koperasi daripada menjalankan kewajibannya sebagai abdi negara.Lebih lanjut,bupati mengatakan,juga sudah beberapa kali memanggil Thomas untuk menghadap tetapi panggilan itu tidak dipenuhi.“Saya siap menuntut balik apabila dilaporkan telah melakukan penganiayaan yang tidak pernah saya lakukan,” tegas Amping.
Sementara itu menurut Dolpin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang dimintai tanggapannya mengaku belum menerima laporan dari daerah terkait kejadian tersebut. ”Kalau memang itu pidana,pastinya diajukan ke kepolisian.Namun, sampai sekarang belum ada tuh laporannya. Jangan dikembangkan dulu sebelum jelas duduk masalahnya,” tegasnya.