Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akan memberikan orientasi kepada kepala daerah terpilih 2010. Orientasi ini diharapkan dapat memperkecil penyelewengan yang dilakukan kepala daerah.
Tindakan ini diambil menteri menyusul data kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Sejak 2005 bupati yang menjadi tersangka sebanyak 150 orang.
Menurut Gamawan, jumlah tersangka dari total jumlah kepala daerah 524 orang itu sangat meprihatinkan. Untuk itu dia akan mengumpulkan calon pemimpin daerah untuk diberikan orientasi.
"Terkadang yang menjadi tersangka itu bukan yang mengambil uang, tapi karena salah menetapkan kebijakan," kata dia di Kantor Presiden di Jakarta, Rabu 29 September 2010.
Korupsi, lanjut dia, bukan hanya memperkaya diri sendiri, namun juga orang lain. Untuk itu dia berpesan kepada pemimpin daerah agar tidak salah mengambil kebijakan. "Tapi kalau karena niat, ya dihukum lah", tegas Gamawan.
Penanganan TKI bermasalah menjadi agenda pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi yang digelar bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
"Koordinasi rutin ini penting untuk terus memonitor TKI Bermasalah. BNP2TKI akan mengambil peran lebih besar dalam perlindungan TKI. Kita tidak ingin terus-menerus mengulang kasus-kasus seperti Saudari Winfaida," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangannya di Jakarta, Senin 27 September 2010.
Penanganan kasus TKI Bermasalah terus menjadi sorotan akhir-akhir ini setelah ada beberapa kasus kekerasan yang menimpa TKI di luar negeri. Rakor juga menyoroti secara khusus deportasi TKI tak berdokumen dari Malaysia yang terjadi setiap minggu.
"Koordinasi terpadu akan kami jalankan untuk menangani dan mengatasi TKI Bermasalah. Khusus mengenai TKI tak berdokumen, kita sedang mempertimbangkan kebijakan redokumentasi," tambah pria yang kerap disapa Cak Imin ini.
Selain itu, rakor juga mencermati pembenahan sistem penempatan dan perlindungan TKI. BNP2TKI yang memiliki tanggungjawab ini menjelaskan bahwa sistem yang sudah ada akan disempurnakan.
"Kita sudah memiliki contoh layanan satu atap di NTB yang berjalan dengan baik. Kita akan menerapkannya di daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Dengan sistem seperti itu, TKI Bermasalah akan dapat ditekan," kata Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat.
Dalam kesempatan yang sama, Jumhur juga melaporkan kepada Menakertrans bahwa penempatan G to G ke Korea Selatan berjalan dengan sangat baik. "Pada 2007, di awal BNP2TKI berdiri, jumlah TKI yang kita kirimkan ke sana masih sangat kecil. Nomor lima dibanding negara lain, jauh di bawah Vietnam. Alhamdulillah, pada semester pertama 2010 ini sudah menjadi nomor satu," tambah dia.
Hari ini, Rabu 22 September 2010, tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Barat menggelar putaran kedua pemilihan kepala daerah. Tiga kabupaten itu adalah Padang Pariaman, Agam dan Limapuluh Kota.
“Kami harap masing-masing KPU (kabupaten) bisa menjalankan pilkada putaran dua ini dengan baik,” kata anggota KPU Sumbar bidang sosialisasi Husni Kamil Manik pada VIVAnews, Selasa, 21 September 2010 kemarin.
Di Padang Pariaman, pasangan koalisi Golkar, Hanura, dan PDIP akan bertarung dengan pasangan yang diusung koalisi 14 parpol. Incumbent Ali Mukhni-Damsuar yang diusung Golkar mengumpulkan suara terbanyak pada Pilkada lalu dengan perolehan 46.337 suara (29,2 persen) akan bertarung dengan pasangan Muhammad Yusuf-Zamzamil yang mendapatkan 30.505 suara (19,30 persen).
Di Kabupaten Agam, pasangan cabup Golkar, Indra Catri-Umar Junus yang mengumpulkan 52.051 suara (29,84 persen) akan bertarung dengan pasangan koalisi PAN-PPP, Guspardi Gaus-Mukhsis Malik, yang mendapatkan 36.927 suara (21,17 persen).
Sedangkan di Kabupaten Limapuluh Kota, kembali pasangan yang diusung koalisi Golkar-PBR, Alis Marajo-Asyrwan Yunus akan bertarung di putaran kedua melawan pasangan Demokrat Irfendi Arbi-Zadri Hamzah. Pasangan Demokrat unggul di putaran pertama dengan perolehan suara 28,59 persen. Sedangkan pasangan yang diusung Golkar memperoleh 24,49 persen suara.
KPU berharap, partisipasi pemilih pada putaran kedua menigkat dari pilkada putaran pertama. Di Padang Pariaman, partisipasi pemilih hanya berkisar 63 persen. Hal serupa juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Dari 14 pilkada serentak yang digelar di Sumbar akhir Juni lalu, hanya tiga daerah tersebut yang menggelar putaran dua.
Pelaku perampokan Bank CIMB Niaga di Medan pada 18 Agustus 2010 lalu dipastikan anggota jaringan teroris yang terlibat dalam pelatihan terorisme di Juntho,Aceh Besar,dan Jawa Barat. Hingga tadi malam, Densus 88 yang diterjunkan berhasil menangkap hiduphidup 15 orang,3 tewas,15 lainnya masih dalam pengejaran. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menjelaskan, jaringan terorisme ini juga terkait perampokan di sejumlah bank di Sumatera Utara sebelumnya. Tiga bulan terakhir, sebelum CIMB Niaga dirampok, memang terjadi perampokan di Bank Sumatera Utara, Bank BRI, serta sebuah tempat penukaran uang di Medan dan sekitarnya.
Pada kasus perampokan terakhir CIMB Niaga pada 18 Agustus 2010, jaringan ini berhasil membawa lari uang Rp400 juta. Perampokan yang sempat terekam kamera dan dirilis harian Seputar Indonesia (SINDO) itu juga menewaskan anggota Brimob Brigadir (Anumerta) Manuel Simanjuntak, 28 tahun, dan melukai dua anggota satpam.
”Kasus ini tidak terlepas dari rangkaian pengungkapan kasus pelatihan militer di Juntho yang sudah diungkap dengan tersangka 102 orang dan 133 berkas yang dalam waktu dekat akan disidangkan di Jakarta,” ungkap Bambang dalam jumpa pers di Mapolda Sumut kemarin. Kapolri mengungkapkan, jaringan teroris perampok itu berada di bawah kendali Abu Tholut yang sekarang buron.Abu Tholut alias Mustafa pernah divonis 8,5 tahun penjara dan kemudian mendapat remisi.
Buron yang juga mempunyai nama lain Imron ini ditangkap karena terlibat peledakan bom di Atrium Senen Jakarta pada 2001. Abu Tholut yang saat ini menjabat sebagai mantiki atau pimpinan wilayah jaringan teroris untuk Aceh dan Sumut yang terakhir kali diidentifikasi tinggal di Permata Hijau ini diduga kuat juga terlibat dalam pelatihan teroris di Jantho, Aceh. Kepala Desk Antiteror Ansyaad Mbai membenarkan perampok di Bank CIMB Niaga Medan terkait dengan jaringan terorisme yang melakukan pelatihan di Aceh.
Bahkan dia mengidentifikasi, setiap terjadi aksi perampokan besar yang menggunakan senjata api selama 8 tahun selalu terkait dengan terorisme. Ansyaad menjelaskan,hasil perampokan atau yang diistilahkan teroris sebagai faidigunakan untuk melakukan aksi terorisme.”Setiap aksi perampokan merupakan aksi kriminal dengan motif ideologi politik. Setiap aksi terorisme menggunakan militer,”katanya.
Dengan data-data yang sudah dimiliki,proses pengungkapan perampokan di Medan pun melibatkan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.Apalagi, dari fakta-fakta objektif cara mereka melakukan perampokan bank cukup terlatih dan terampil menggunakan senjata. Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir,Ansyaad mengaku masalah tersebut perlu ada penyelidikan mendalam. ”Jika ada kaitannya dengan teroris di Aceh,berarti ada hubungannya dengan dia (Baasyir),” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror berhasil meringkus jaringan perampok Bank CIMB Niaga Medan.Mereka ditangkap dalam operasi di Bandar Lampung dan Medan. Di Medan, penangkapan dilakukan di berbagai titik seperti di Jalan Bahagia Gang Sehat,Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Tanjung Balai.Dua tersangka yang ditangkap tewas ditembak di tempat. Mereka adalah D alias A,warga Desa Batu Tiga,Kecamatan Datuk Bandar Timur,dan Y alias W alias D alias R, 40, warga Tempem Batu Rono,Desa Joyo Surat,Kecamatan Pasar Kliwon,Solo.
Dua lainnya adalah I alias S alias AA, 31,warga Simpang Tiga Lempang dan KG alias AY, 45,warga Jalan Bahagia Gang Sehat,Kelurahan Bunga Tanjung,Kecamatan Datuk Bandar Tanjung Balai.Dalam penyergapan,aparat menemukan satu pucuk senjata api warna perak, satu magasin, pistol hitam kaliber 45, 8 kaliber 45 mm, 6 kaliber 9 mm dan AK-56, serta 58 butir peluru AK-56.
Di Jembatan Kota Hamparan Perak, aparat menangkap M alias Wakno alias Wakgeng 1971,warga Dusun VI Pangkalan Agas, Hamparan Perak, dan SS alias U alias S 89,warga Pondok Pasulo,Kabupaten Sergei. Di sini aparat mengamankan barang bukti 98 butir peluru 38 mm. Densus juga melakukan penyergapan di Kota Rantang, Hamparan Perak, menembak mati R alias I, dan menemukan barang bukti berupa TNT 200 gram, bongkahan warna cokelat, bubuk kuning, dan bongkahan warna putih.
Di Jalan Syafruddin, Gang Bilal, Pangkalan Agas, Hamparan Perak,aparat menangkap A alias A J alias I, warga Kelurahan Kota Baru, Bandar Lampung, dan AS alias S 80,warga Jalan Imam Bonjol Gang Durian, Kelurahan Gedong Air,Bandar Lampung dan K alias H 1967,warga Hamparan Perak, beserta barang bukti 1 pistol dan 14 peluru 9 mm.
Adapun tersangka AS alias I alias P,warga Karang Anyar, Jawa Tengah, dan P 1980, warga Desa Kalen Gang Klumpung, Kabupaten Lamongan atau Kendedes, Desa Lamaran,Kecamatan Pamelan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ditangkap di Warnet Arka Net, Jalan Ngumban Surbakti.
Adapun dua rekan mereka lainnya,N alias A, 88,warga Kidul Dalem Pasuruan, Jawa Timur, dan S alias AI alias AN alias A alias H 1992,warga Tembus Delapan,Kecamatan Sawangan Magelang,Jawa Tengah, ditangkap di Warnet Serasi yang juga berada di Kota Medan. Selain di tempat tersebut, aparat juga melakukan penangkapan di Jalan Marelan Raya,Kompleks Ruko Griya Blok A No 7,tepatnya di Warnet Kendali-NET.D sini aparat menangkap tersangka P warga Bengkalis, Riau, dan K, 23,warga Binjai, Jalan Flamboyan A Desa Perdamaian,Langkat.
Perempuan dan Anak- Anak Diamankan
Penggerebekan di Jalan Sehat Kelurahan Bunga Tanjung, Kota Tanjung Balai, Minggu (19/9),sempat diwarnai aksi baku tembak selama 30 menit sebelum akhirnya aparat mengamankan Ghozali dan 3 tersangka lain yang 2 di antaranya dinyatakan tewas tertembus peluru. Selain itu polisi juga mengamankan 6 orang anggota keluarga dan tamu Ghozali. Kapolres Tanjung Balai,AKBP Puja Laksana, mengatakan, keenam anggota keluarga dan tamu Ghozali tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan intensif aparat kepolisian.
“Keenamnya kini sedang kami amankan, di antaranya 3 anak-anak dan 3 perempuan dewasa,”ujarnya kemarin. Puja menjelaskan, mereka yang diamankan adalah 3 anak Ghozali serta istrinya,Kartini,dan dua perempuan dewasa,yakni T,26, dan L, 27, keduanya warga Medan yang merupakan tamu Ghozali. Kedua tamunya,kata Puja,ditemukan bersembunyi di kamar mandi pada saat penyergapan terjadi.
Hingga tadi malam,polisi belum bisa memastikan identitas para korban yang ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror tersebut karena penanganan kasus ini sepenuhnya wewenang Densus 88.Apalagi mereka juga mempunyai kartu identitas.Namun, berdasarkan hasil cek silang dengan keluarga Ghozali, dua tersangka yang tewas adalah D. “Jadi ada dua D ya, D1 dan D2,”kata dia.
Adapun mengenai keterlibatan T dan L,dua perempuan dewasa tamu Ghozali, juga belum diketahui, termasuk kemungkinan mereka hanya pasien Ghozali yang berprofesi sebagai tabib. Sementara Kartini mengaku tidak mengetahui perihal kegiatan suaminya.Dia hanya mengaku bersama ketiga anaknya sering dievakuasi oleh Ghozali pada saat tabib dan pendakwah itu menerima tamu-tamunya. Bahkan terkadang Kartini dan anak-anaknya sering terpaksa menyingkir ke rumah tetangga jika suaminya tersebut menerima tamu-tamu khusus.
Sementara itu, salah seorang warga, Bambang Suprianto,mengaku sempat melihat ada beberapa orang yang melarikan diri lewat pintu belakang saat terjadi penggerebekan, termasuk di antaranya Ghozali.”Saya sempatmelihatustaz ini mau lari lewat pintu belakang rumah, tapi berhasil ditangkap petugas,” kata pegawai Kesbanglinmas PemkoTanjung Balai itu.
Menurut Bambang, 32, seluruh warga di sini sangat terkejut pada saat penyergapan itu terjadi karena tidak yang menyangka bahwa di kampung mereka terdapat buron polisi.Apalagi terhadap Ghozali karena selama ini dikenal sebagai ustaz (pendakwah) dan tabib pengobatan alternatif.
Setelah sempat bungkam selama tiga hari, akhirnya tersangka Stefi Andila Panjaitan, 20,warga PTPN 7 Betung KabupatenBanyuasin, Senin(20/9) sore mengakui membunuh wartawan Sriwijaya Post (Sripo) Arsep Pajario, 40,dengan cara mencekik leher korban.
Pengakuan itu diungkapkan tersangka Stefi saat menjalani pemeriksaan intensif yang dilakukan anggotaUnitPidumSatuanReskrim Polresta Palembang kemarin. Tak hanya itu,oknum mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Umsu) ini juga mengaku telah mengambil ponsel milik korban saat korban tak bernyawa lagi di tempat kejadian perkara (TKP) di Perumahan Jalan S Suparman Komplek Citra Dago, Blok D ,No 9, Kelurahan Sukajaya,Kecamatan Sukarami Palembang.
Untuk mengelabui polisi, tersangka sempat meletakkan tempat racun serangga di samping kiri tangan kiri korban, dengan tujuan agar seolah-olah korban tewas bunuh diri. Selanjutnya korban mengambil ponsel milik korban dan mengunci pintu kamar dan rumah korban. Kemudian tersangka membuang kunci rumah Arsep di semak-semak samping rumah korban.Kemudian tanpa rasa berdosa, tersangka kembali ke Betung.
Tersangka Stefi ditemui seusai menunjukan barang bukti ponsel curiannya di Bentung mengaku nekat membunuh korban karena kesal dipaksa untuk menuruti kemauan korban.Peristiwa berawal pada Selasa (14/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB di kamar rumah korban.Puncaknya saat korban mengomel dan mengucapkan katakata yang membuat hatinya panas. ”Dia (korban) bilang saya sudah ditolong,makan nak lemak,diisi pulsa, disuruh tidak mau. Saya kesal dan saya cekik dia (korban) dari belakang dekat lemari di ruang tamu sampai korban tak bernyawa.
Habis itu saya ambil ponsel dan kabur ke Betung,”katanya. Stefi mengaku baru tahu korban meninggal setelah polisi menjemputnya di Bentung. ”Padahal, Rabu atau Kamis malam korban sempat SMS saya dengan nomornya satu lagi.Kemudian bertanya lagi dimana dan saya balas di Betung,” pungkasnya. Wakapolresta Palembang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Victor Gustaf Manopo didampingi Kasat Reskrim Komisaris Polisi (Kompol) Anisullah M Ridha SIK membenarkan tersangka Stefi telah membunuh wartawan Sripo Arsep.
”Korban dibunuh menggunakan tangan kosong dengan cara mencekik leher korban dari belakang, hingga korban kehabisan udara, hingga meninggal di TKP,”ungkap Victor semalam. Mengenai motifnya, mantan Kapolresta Bandung Timur ini masih belum mau menjelaskan secara detail penyebabnya karena tersangka belum di BAP.”Besok (hari ini) Kapolresta akan menjelaskan secara lengkap.
Yang jelas sesuai dengan hasil otopsi yang kita dapat sementara bahwa ternyata ada tanda bekas cekikan sehingga korban kekurangan oksigen dan menyebabkan korban meninggal,” ujarnya sembari menambahkan tersangka bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan acamanan 15 tahun ke atas.
Setelah tersangka Stefi mengaku membunuh korban Arsep,Tim Unit Pidum Satuan Reskrim Polresta Palembang dibawah pimpinan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Antoni Adhi dibantu anggota Jatanras Direktorat Reskrim Polda Sumsel langsung bergerak menuju rumah korban, guna mencari barang-bukti (BB) ponsel milik korban.Hasilnya polisi berhasil menmukan ponsel berada dibelakang rumah korban yang telah dikubur tersangka di bawah batang pisang rumah orang tuanya di Betung.
Setelah mendapatkan bukti, polisi kembali bergerak cepat ke rumah korban di Komplek Citra Dago. Petugas ingin membuktikan pengakuan tersangka yang katanya membuang kunci rumah korban di rumput samping rumah korban. Hampir satu jam lebih petugas mencari kunci yang dibuang tersangka, namun kunci tidak didapat sehingga pencarian ditunda dan dilanjutkan besok (hari ini).