Pemkab Berau Kalimantan Timur membentuk Tim Pengawasan BBM (bahan bakar minyak), terkait keluhan warga terakhir ini terkait kelangkaan bensin dan solar. Razia dimaksudkan untuk mengidentifikasi maraknya kedaraan yang tangkinya dimodifikasi untuk menampung bahan bakar lebih banyak lagi. Razia dilakukan juga sebagai langkah pemerintah daerah dalam menyikapi permasalahan BBM yang tak kunjung selesai di Bumi Batiwaka," kata Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai di Tanjung Redeb, Senin (18/7/2011).
Terkait itu, kata Wabup yang juga ketua Tim Pengawasan BBM, maka pihaknya telah melakukan razia gabungan dilakukan di SPBU Bujangga dan Sambaliung. Selain memeriksa Motor dan Mobil yang kemungkinan tankinya dimodifikasi agar bisa menampung BBM lebih banyak, juga kelengkapan kendaraan, dari SIM sampai STNK.
Dari penertiban yang dilakukan beberapa hari lalu, terjaring sejumlah kendaraan baik roda dua maupun empat. Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai MM memimpin razia didampingi Wakapolres Kompol Bambang Satriawan,kasat Reskrim AKP Harun Purwoko dan Kepala Satpol PP Berau Linus Bambang Pranoto.
"Kita mencoba mengurangi upaya penimbunan BBM yang kuat dugaan terus dilakukan oleh oknum-oknum yang sudah biasa bermain,kita harap agar hanya anntri sesuai dengan apa yang dibutuhkan saja," ungkap Wabup.
Bukan kali ini saja, penertiban sudah sering dilakukan oleh tim gabungan, namun sampai kini masih saja terus ditemukan pelaku yang melanggar ketentuan.selain itu disampaikan pula, dalam waktu dekat ini depo Pertamina yang ada di Berau akan segera beroperasi.
"Kita harap dengan adanya depo ini mampu mengatasi kelangkaan BBM di Berau," ujarnya lagi.
Sementara itu, Wakapolres menyebutkan, dalam razia gabungan akan terus dilakukan guna menekan angka pelanggaran yang dilakukan. Ada tiga bkendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat yang ditahan, antara lain karena tidak memiliki surat menyurat yang lengkap, satu mobil yadng ditahan telah mengisi mobil dengan beberapa jerijen 20 Liter yang berisikan BBM jenis premium.
"Penertiban meliputi di SPBU dan seluruh pengecer yang ada baik itu menjual secara botolan, jerigen maupun lainnya. Karena sudah jelas dari Pemkab Berau tidak pernah ada mengeluarkan ijin untuk pengecer disamping itu juga melanggar aturan Pertamina," katanya.
"Semua yang terbukti akan diindak tegas dan tidak pandang bulu. Kita juga tidak ingin adanya imej tim tidak bisa bekerja atau daerah selalu langka BBM karena keberadaan sejumlah penimbun tidak ditertibkan. Ini untuk kebaikan kita bersama karenanya peran serta masyarakat sangat kita sangat harapkan," pungkas Wakapolres Berau Kompol Bambang. Demikian catatan online Dolpin yang berjudul Pemkab Berau Kalimantan Timur.
Lebih dari separuh Nahdliyin yang mengikuti Peringatan Hari Lahir ke-85 Nadhlatul Ulama meninggalkan stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/7/2011). Hal ini terjadi beberapa saat sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pidato pada hari jadi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Pantauan Kompas.com, Nahdliyin yang menempati kursi di sektor 5 hingga 19 kosong selepas pukul 12.00. Padahal, pada saat pembukaan, hampir seluruh kursi di stadion utama tersebut penuh.
Presiden, didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, tiba di lokasi acara sejak pukul 13.00. Namun, Presiden baru menyampaikan pudato pada pukul 14.00. Ketua Panitia Harlah ke-85 NUH As'ad Said Ali sampai menjelaskan kepada Presiden bahwa awalnya stadion terisi penuh oleh para warga Nadhliyin. Namun, menjelang tengah hari, sebagian besar Nahdliyin meninggalkan tempat.
Pada awal acara, panitia menginformasikan bahwa peringatan hari lahir ini dihadiri tak kurang sekitar 150 ribu orang. Dikatakan, warga NU yang tidak dapat menghadiri acara puncak di Gelora Bung Karno tidak perlu khawatir karena masih dapat mengikutinya melalui siaran langsung oleh TVRI dan Metro TV.
"Bagi warga NU yang tidak dapat mengikuti acara, silakan mengikuti puncak acaranya melalui siaran langsung agar dapat mengikuti pesan-pesan yang disampaikan oleh PBNU dan Presiden kepada seluruh warga NU," kata H Anis Ilahi, Koordinator Tim media dalam rilisnya.
Acara yang dimulai pukul 10.00 tersebut dibuka dengan pertunjukan musik dari Hadrah Massal, gambus kolaborasi orkestra, Musik Religi, Tari Religi. Selanjutnya, pukul 12 ada atraksi dari Banser, Pagarnusa, Drumband, Barongsai, dan budaya Budaya Nusantara lalu diterukan dengan dzikir bersama yang akan dipimpin oleh para kiai. Demikian catatan online Dolpin yang berjudul Lebih dari separuh Nahdliyin.