TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Proses pemilihan ketua umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (Ika ITS) berlangsung seru.Empat nama bakal calon yang menguat dalam arena Kongres 2011 di Jakarta Convention Centre, akhirnya mengerucut pada dua nama.
Dua calon yang bersaing ketat tersebut adalah Wakil Bendara Partai Golar Ridwan Hisjam dan Deputi Meneg BUMN Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Irnanda Laksanawang. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh yang sebelumnya dicalonkan sejumlah komisaruat jurusan (komjur) pemilik suara, dinyatakan gugur karena tidak bisa dikonfirmasi kesediaannya.
Sementara menjelang pemilihan tadi malam,Ketua Ika ITS Jakarta Raya Sunaryo Suhadi secara resmi mundur dari pencalonan.“Kongres ini luar biasa. Kita perlu membuat rekor bagus.Rekor itu bagus kalau saya mengundurkan diri. Hidup ITS,” kata Sunaryo bergegas turun dari podium dan disambt aplaus para peserta kongres. Kabar bakal mundurnya Sunaryo dari pencalonan sebenarnya sudah terdengar sejak sore. Sekretaris (Komisariat Jurusan) Komjur Elektro ITS Imron Yuatno mengakui hal itu Sunaryo mundur.
Namun, Imron mengaku tidak tahu alasan Sunaryo mundur. “Kabarnya sih Pak Sunaryo mundur. Jadi, kemungkinan cuma tiga calon,” ujar Imron kepada SINDOsore kemarin. Namun saat dikonfirmasi, Sunaryo masih sempat membantahnya. “Siapa bilang saya mundur. Kalau mundur ngapain saya datang kesini (JCC),”kata Sunaryo seusai konferensi pers bersama calon ketua umum lainnya.
Di antara para calon, Ridwan yang paling gencar melakukan kampanye. Selama Kongres IKA-ITS, tim suksesnya membagi-bagikan selebaran kepada setiap orang yang datang ke JCC. Soal ini, Ridwan berterus terang dirinya memang melakukan pencitraan. Sebagai politisi, dia sudah terbiasa melakukannya. Pria yang mengaku aktivis ketika mahasiswa itu berjanji akan mengikutsertakan IKAITS dalam mengatur dalam kehidupan berbangsa dan negara, jika terpilih sebagai Ketua Umum.
“Tapi,semuanya saya kembalikan ke peserta,” tandas dia. Hingga pukul 23.30,Kongres IKA-ITS 2011 masih melangsungkan pemilihan ketua umum. Sebelumnya, Kongres Ika ITS telah merampungkan pemiliahn 11 anggota senat Ika ITS. Nama Nuh sebelumnya juga diusulkan peserta kongres. Namun,panitia mempertanyakan usulan tersebut lantaran tidak meminta kesediaan Nuh.
Ketua IKA-ITS Dwi Sutjipto mengatakan nama-nama yang diusulkan menjadi anggota senat harus meminta kesediaan orang yang bersangkutan. Bila tidak, maka dinyatakan batal. “Iya, Pak Nuh diusulkan jadi anggota senat. Tapi,Pak Nuh tidak bersedia,” kata Dirut PT Semen Gresik itu.
Meski Polri telah menetapkan status tersangka terhadap mantan
Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji atas kasus dugaan korupsi Pilkada
Jawa Barat, hingga kini kasus tersebut seolah berhenti seketika. Tanpa
diperiksa menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia, Susno
menjadi tersangka atas kasus tersebut setelah ia juga menjadi tersangka
dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari.
Susno melalui staf pribadi
dan juru bicara keluarga, Avian Tumengkol mengatakan, seluruh kasus
yang dituduhkan kepadanya adalah rekayasa Polri. Status tersangka dalam
kasus Pilkada Jabar, kata Avian, adalah hal yang mengada-ada dan sengaja
dibuat.
"Kita lihat substansi hukumnya, pak Susno bilang, mau
sampai kapan Polri terus merekayasa kasusnya, malu lah sama semuanya,
sama negara tetangga misalnya," katanya saat berbincang dengan media
massa, Senin sore, (07/06/10).
Avian mengklaim, kredibilitas
maupun track record Susno saat dipromosikan menjadi Kabareskrim baik dan
bersih. Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahkan sudah
menyatakan rekening saat pilkada Jawa Barat lolos audit.
"Sampai
sekarang Kapolri belum juga periksa Sumsel, Sumut, dan lainnya, kalau
Susno bermasalah, kenapa dipromosikan, coba pakai hati nurani,"
tegasnya.
Menurut informasi yang diterima Belajar HTML hingga kini belum ada
panggilan pemeriksaan terhadap Susno pascapenetapan status tersangka
atas kasus dugaan korupsi Pilkada Jawa Barat. Kasus itu disebut-sebut
melibatkan Susno saat ia menjabat sebagai Kapolda Jabar tahun 2008.
Menurut Belajar HTML bahwa merasa
tidak puas dengan penjelasan saksi Ahli hukum yang dihadirkan kubu Mabes
Polri, kuasa hukum Susno Duadji tidak mengakuinya sebagai seorang yang
ahli dalam bidangnya.
"Saya tidak mengakui dia sebagai ahli.
Tommy Sihotang di mata saya tidak punya keahlian. Kita cari anak SMA
saja," tukas Henry Yosodiningrat setelah sidang di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2010).
Dirinya
mengaku hendak menantang saksi ahli yang mengatakan bahwa penahanan
Susno hanyalah formalitas dan tidak memerlukan bukti. "Dia bilang
penangkapan penahanan itu hanya formalitas, tak perlu bukti, hanya surat
pertintah. Ini negara apa ini?
Saya ingin tantang dia debat,"
tegasnya berapi-api.
Menurut informasi yang diterima Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa Sebelumnya dalam
persidangan, tiga orang saksi yang dihadirkan kuasa hukum Polri yakni
Prof Ahmad Ali, Prof Muzakir dari Universitas Hassanudin, dan Dr Toni
Sitohang dalam menyampaikan tanggapannya banyak menimbulkan perdebatan
terkait alat bukti. Sidang praperadilan Susno sendiri akan diputuskan
pada Senin 31 Mei mendatang