Warga dua kelurahan di kawasan Caringin mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM hampir selama delapan bulan terakhir.Ironisnya, meski tidak setetes air mengalir,sebagian besar warga masih ditagih iuran setiap bulannya.
Karena itu,warga dua kelurahan di RT 05/03 Kelurahan Margahayu Utama,dan Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, berunjuk rasa dengan menggelar berbagai poster.Mereka menuntut agar PDAM bertanggung jawab atas pelayanan dan tagihan kepada warga. Ketua RT 05/03 Gang Lumbung 1 Dalam, Kelurahan Margahayu Utara Anda, 58, menyebutkan bahwa hampir ratusan warganya tidak mendapatkan air bersih dari PDAM, tetapi setiap bulannya mereka tetap dikenakan tagihan.
“Rata-rata mereka ditarif beragam mulai belasan ribu hingga puluhanribu, tapiairnya tidakmengalir setetes pun,”ungkap Anda. Warga lainnya,Imas Kurnaesih, 62, mengaku bahwa warga sudah melaporkan tidak mengalirnya air bersih ini ke PDAM. Pihak PDAM pun berjanji akan langsung mengurusnya. “Iya, mereka (PDAM) menjanjikan air akan mengalir, itu juga dua hari sekali dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.00,tapi itu pun tidak ngocor.
Kita terpaksa menunggu air sampai begadang hingga subuh,eh enggak ngocor,”papar Imas. Sementara untuk mengatasi kebutuhan air, sebagian warga membeli air dalam jeriken.“Kalau beli satu roda harganya Rp5.000, tapi kalau mendorong sendiri yah hanya Rp1.500.Itu per harinya,bila dikalikan satu bulan, ya lumayan berat untuk kami,”ujar Imas. Warga lainnya, Gugum, 30, mengaku kecewa dengan pelayanan PDAMyangsudahmerugikanwarga.
“Mereka (PDAM) hanya janji-janji kosong semata. Banyak petugas pencatat meteran yang datang,tapi saat ditanyakan mengenai masalah tidak mengalirnya air ini, mereka tidak bisa menjawab,”ujar Gugum. Gugum mengaku dalam waktu dekatakankembalimendatangiKantor PDAM Tirtawening Kota Bandung di Jalan Badaksinga untuk mempertanyakan masalah air bersih yang sering tidak mengalir.“Kami berhak komplain dengan pelayanan PDAM.
Sering kali kita komplain melalui telepon,tapi oleh hanya ditanggapi dingin. Untuk itu, kami berencana mempertanyakan langsung dengan datang ke sana,”ungkapnya. Gugum pun meminta PDAM tidak menarik tagihan jika air terus tidak mengalir. “Kalau memang tidak mengalir, ya sudah dilepas saja pipanya, jangan disambungkan lagi agar tagihan tidak terus. Tapi bila memang mau diperbaiki, yaperbaiki,”tandasnya.
Sementara itu, Humas PDAM Tirtawening Kota Bandung Melyana mengatakan bahwa sumber air di Kelurahan Margahayu Utama dan Babakan Ciparay dari sumur bor artesis. Saat ini bor artesis itu mengalami kerusakan menyeluruh, sehingga air bersih tidak mengalir. “Untuk itu, antisipasi sementara pihak PDAM akan menugaskan bagian distribusi air untuk selanjutnya koordinasi dengan RT dan RW. Kita akan kirim air tangki,” ungkap ketika dihubungi wartawan kemarin.
Dia menambahkan, pengiriman air tangki tidak dipungut biaya sedikit pun.Pengiriman air itu pun setelah petugas mengecek langsung ke lokasi mengenai kebutuhan air warga. Saat disinggung mengenai tagihan yang selalu dibebankan kepada warga tetapi airnya tidak mengalir,Melly menegaskan bahwa warga tidak usah membayar. Pihaknya pun berjanji akan secepatnya menangani masalah tersebut.“ Mudah-mudahan secepatnya bisa ditangani dan air bisa kembali mengalir normal,”ungkapnya. Demikian catatan online grandong tentang Warga dua kelurahan.