Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim membongkar sindikat peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (LP) dengan menangkap dua kurir narkoba.
"Awalnya, petugas menangkap Candra Andriana (26), warga Bekasi, Jakarta di kawasan Jl Cipta Menanggal Surabaya di dekat sebuah minimarket," kata Direktur Direskoba Polda Jatim Kombes Pol Jan de Fretes di Surabaya, Sabtu.
Setelah digeledah, ditemukan sabu-sabu seberat 40,8 gram senilai Rp82 juta.Tersangka mendapatkan sabu-sabu itu dari seseorang yang menghuni di dalam LP Bandung dan LP Cirebon.
"Seorang pelaku kita tetapkan sebagai DPO dengan inisial RY dan kita sudah berkoordinasi dengan pihak LP setempat," ujarnya.
Selain itu, pihak Ditreskoba Polda Jatim juga menangkap kurir lainnya yakni Nur Wahyudi (32), warga Sedati, Sidoarjo di Jalan Lama Bandara dengan barang bukti satu paket sabu-sabu seberat 5,8 gram.
"Setelah tertangkap, kita kembangkan di rumah pelaku dan berhasil ditemukan sabu-sabu seberat 66,4 gram dalam kondisi masih basah disimpan diatas lemari," kata de Fretes.
Ia menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan di ketahui bahwa sabu-sabu itu didapatkan dari seseorang yang ada di LP Pamekasan, Madura.
"Sudah kita tetapkan sebagai DPO dengan insial MY, kita juga terus berkoordinasi dengan pihak LP dan pihak LP sangat koorperatif," katanya.
Modus dari peredaran sabu-sabu dari LP ini dengan cara mengirim melalui paket yang ditujukan kepada kurir yang dipercaya, kemudian sang kurir akan mengantar ke pemesan.
TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Sejumlah tokoh Sumut menilai rencana pendirian rumah aspirasi DPR belum menjadi kebutuhan. Sebab, tanpa sarana itu pun setiap anggota Dewan bisa menyerap aspirasi dari berbagai media.
Wakil Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Afifuddin Lubis mengungkapkan ketidak setujuannya dengan pendirian rumah aspirasi.Dia menegaskan, ada atau tidaknya rumah aspirasi tidak dapat dijadikan alasan anggota Dewan kesulitan menyerap aspirasi rakyat. “Kalaupun banyak yang tidak tahu, itu disebabkan ketidakmautahuan anggota DPR terhadap aspirasi rakyat, bukan karena tidak ada rumah aspirasi,” kata mantan Sekda Kota Medan itu kepada wartawan ketika menanggapi rencana anggota DPR untuk mendirikan rumah aspirasi di daerah.
Afifuddin menegaskan, jika anggota DPR ingin mencari dan menampung aspirasi, mereka cukup mencarinya di surat kabar atau media online yang cukup banyak belakangan ini. Sekretaris Aljamiyatul Washliyah Sumut Yulizar Parlagutan Lubis juga memberikan penilaian sama. Menurutnya, sudah cukup banyak aspirasi masyarakat Sumut yang diajukan langsung, baik saat anggota Dewan ke daerah maupun disampaikan langsung ke pusat.
Namun tetap saja kepedulian untuk Sumut belum terlihat, seperti dalam pembangunan Bandara Kualanamu. ”Jadi persoalannya bukan di rumah aspirasi, tapi kemauan anggota Dewan dalam memperjuangkan apa yang dibutuhkan di daerah,”katanya.