Hamnokoko Hanya Pingin sanang-senang

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jun
29
2010

Duel antara Jerman dan Inggris dalam sejarahnya selalu berjalan ketat, panas dan menarik dari awal hingga berakhirnya pertandingan. Bahkan tidak jarang momen kemenangan ditentukan dengan adu penalti.

Hal ini pernah terjadi di Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1996, di mana Jerman melenggang ke final lewat adu tos-tosan.

Melihat sejarah pertemuan kedua tim di turnamen besar yang kerap diakhiri dengan adu penalti untuk menentukan kemenangan salah satu dari mereka, Manuel Neuer pun mempersiapkan diri untuk skenario ini.

"Pastinya kami akan bersiap untuk adu penalti, tapi semoga kami bisa menuntaskan pertandingan dengan keuntungan menjadi milik kami tanpa harus menjalani adu penalti," ungkap Neuer seperti dikutip Reuters. Dukungan untuk postingan yang berjudul Hosting Murah Indonesia Indositehost.com.

"Tapi orang-orang di tim akan menyiapkan saya untuk siap dengan skenario ini dan saya akan memainkan permainan memori jika memang harus menjalani adu penalti," tambahnya.

Views: 105
Posting: 29-Jun-2010 02:01:08 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
08
2010

Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru, Naoto Kan, tampaknya akan menggunakan susunan kabinet pendahulunya tanpa banyak melakukan perubahan, menurut informasi yang diterima Belajar HTML. Tapi, dia akan mengurangi pengaruh Ichiro Ozawa yang selama ini merupakan orang kuat di Partai Demokrat Jepang (DPJ).

Kan tampaknya akan memilih mantan Deputi Menteri Keuangan (Menkeu) Yoshihiko Noda, 52, sebagai penggantinya di Kementerian Keuangan. Menkeu yang baru akan bertanggung jawab memulihkan perekonomian negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu dan mengurangi utang publik. PM Kan berencana mempertahankan sejumlah anggota kabinet penting, termasuk Menteri Luar Negeri Katsuya Okada, Menteri Pertahanan Toshimi Kitazawa, dan Menteri Transportasi Seiji Maehara.

Mantan Menkeu Jepang itu dipilih menjadi PM pada Jumat (4/6) melalui pemungutan suara di parlemen. Pada Sabtu (5/6) dia menyatakan akan memilih Yukio Edano, 46, sebagai sekretaris jenderal DPJ, posisi tertinggi setelah pemimpin partai.Yukio merupakan pengkritik utama Ozawa.

Selain itu, Yoshito Sengoku, 64, akan dipilih sebagai kepala sekretaris kabinet, tangan kanan Kan dan juru bicara pemerintah.Yoshito juga pengkritik Ozawa. Ozawa, mantan sekretaris jenderal DPJ itu dianggap sebagai kekuatan nyata di belakang PM Jepang Yukio Hatoyama yang mundur pekan lalu.Hatoyama mundur setelah kurang dari sembilan bulan menjabat PM.

Dia mundur karena tidak dapat melaksanakan janjinya untuk memindahkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dari Okinawa.Selain itu, Hatoyama juga terlilit skandal pendanaan politik. Ozawa yang dijuluki “Shogun Bayangan” itu merupakan arsitek kemenangan DPJ dalam pemilu Agustus silam. Kemenangan itu meruntuhkan kekuasaan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang telah berkuasa lebih dari 50 tahun.

Tekanan publik terhadap pemerintahan DPJ semakin kuat saat Ozawa dituduh menerima suap dari sebuah perusahaan konstruksi. Hatoyama menghadapi kritik atas skandal donasi politik.Keduanya lolos dari dakwaan di meja hijau tapi publik memberikan hukuman sosial yang lebih berat. Ditambah masalah pangkalan militer AS di Okinawa yang tidak jadi dipindah, Popularitas Hatoyama langsung merosot hingga kurang dari 20%,dari semula lebih 70%.

Kan, 63, merupakan aktivis sayap kiri dan PM pertama dalam satu dekade terakhir di Jepang yang tidak berasal dari dinasti politik. Presiden AS Barack Obama memberi selamat atas terpilihnya Kan melalui percakapan telepon pada Sabtu (5/6).Kedua pemimpin berjanji bekerja sama dalam berbagai isu yang dihadapi kedua negara.

Debut diplomatik Kan sebagai PM mungkin dimulai dengan lawatan ke China karena Hatoyama telah menjadwalkan kunjungan ke World Expo di Shanghai pada Sabtu (12/6) depan. Jepang dan China merupakan kekuatan ekonomi yang saling bersaing selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Type Approval Indonesia bahwa Survei pertama sejak Kan menggantikan Hatoyama, yang dirilis kemarin menunjukkan, 60% publik Jepang memiliki ekspektasi tinggi terhadap pemimpin barunya. Surat kabar Asahi menulis, “Sebanyak 82% responden mendukung pendekatan kritis Kan terhadap Ozawa.” Sedangkan survei di harian Mainichi menyatakan, 81% dari 1.000 pemilih menyambut pengunduran Ozawa dari DPJ.

Views: 88
Posting: 8-Jun-2010 12:57:37 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
31
2010

Isu perlindungan lingkungan merasuk di dunia mode. Hal tersebut dilakukan para pelaku mode Barat, layaknya Eropa dan Amerika, sekaligus di Asia. Salah satu pelaku mode yang memfokuskan diri pada gerakan mode hijau adalah firma asal Jerman, Messe Frankfurt.

Untuk keenam kalinya menurut pengamatan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, Messe Frankfurt menggelar ”Ethical Fashion Show” yang mempertunjukkan koleksi busana ramah lingkungan di Paris. Pertunjukkan khusus tersebut berhasil menarik perhatian ribuan penikmat mode, buyer, juga kalangan media. Sekaligus menjadi salah satu highlight ajang fashion capital tersebut.

”Pertunjukan ini menjadi komitmen kami untuk membantu lingkungan dan memajukan pembangunan berkelanjutan dari sisi mode,” ujar Direktur Messe Frankfurt Detlef Braun.

Braun mengatakan, green fashion merupakan salah satu cara bagi pelaku mode untuk ikut melakukan gerakan perlindungan lingkungan tanpa harus bersusah payah.” Singkatnya, dengan memilih membeli kaus yang dibuat dari serat organik, berarti Anda telah membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari insektisida,” paparnya.

Messe Frankfurt aktif mengampanyekan gerakan mode hijau melalui trade fair sejak 6 tahun lalu. Setiap tahunnya, Messe Frankfurt menggelar 100 pameran di seluruh dunia yang menghadirkan ratusan pelaku industri tekstil yang telah melakukan gerakan mode hijau.

Lebih lanjut, Braun mengatakan bahwa green fashion sebenarnya merupakan celah industri yang potensial untuk digarap. Tahun lalu, Messe Frankfurt berhasil membukukan transaksi total sebesar USD671 juta untuk pameran yang mereka gelar di Inggris.

Messe Frankfurt memulai ”Paris Ethical Fashion Show” pada 2004 dengan hanya 20 desainer. Dan kini, pertunjukan mode ramah lingkungan tersebut telah didukung lebih dari 90 perancang mode dari seluruh dunia.


”Melalui acara ini, kami ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat dan penikmat fashion bahwa green fashion tidak harus mahal atau serbaorganik,” ujar Isabelle Quehe, pendiri Messe Frankfurt.

Satu hal yang ingin dicapai Quehe adalah membantu meningkatkan kesejahteraan negara-negara miskin. Menurut Belajar HTML bahwa banyak perusahaan mode menggunakan tenaga kerja dari negara miskin untuk menekan biaya produksi, yang justru tidak memberikan banyak keuntungan bagi para pekerja. Harapan gerakan mode hijau ini agar masyarakat semakin sadar dan selektif dalam memilih brand yang ramah lingkungan dan beretika sosial,” tutur Quehe.

Views: 101
Posting: 31-May-2010 22:36:15 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas