Duel antara Jerman dan Inggris dalam sejarahnya selalu berjalan ketat,
panas dan menarik dari awal hingga berakhirnya pertandingan. Bahkan
tidak jarang momen kemenangan ditentukan dengan adu penalti.
Hal
ini pernah terjadi di Piala Dunia
1990 dan Piala Eropa 1996, di mana Jerman melenggang ke final lewat adu
tos-tosan.
Melihat sejarah pertemuan kedua tim di turnamen besar
yang kerap diakhiri dengan adu penalti untuk menentukan kemenangan salah
satu dari mereka, Manuel Neuer pun mempersiapkan diri untuk skenario
ini.
"Pastinya kami akan bersiap untuk adu penalti, tapi semoga
kami bisa menuntaskan pertandingan dengan keuntungan menjadi milik kami
tanpa harus menjalani adu penalti," ungkap Neuer seperti dikutip
Reuters. Dukungan untuk postingan yang berjudul Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com.
"Tapi orang-orang di tim
akan menyiapkan saya untuk siap dengan skenario ini dan saya akan
memainkan permainan memori jika memang harus menjalani adu penalti,"
tambahnya.
Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru, Naoto Kan, tampaknya akan
menggunakan susunan kabinet pendahulunya tanpa banyak melakukan
perubahan, menurut informasi yang diterima Belajar HTML. Tapi, dia akan
mengurangi pengaruh Ichiro Ozawa yang selama ini merupakan orang kuat di
Partai Demokrat Jepang (DPJ).
Kan tampaknya akan memilih mantan
Deputi Menteri Keuangan (Menkeu) Yoshihiko Noda, 52, sebagai
penggantinya di Kementerian Keuangan. Menkeu yang baru akan bertanggung
jawab memulihkan perekonomian negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu
dan mengurangi utang publik. PM Kan berencana mempertahankan sejumlah
anggota kabinet penting, termasuk Menteri Luar Negeri Katsuya Okada,
Menteri Pertahanan Toshimi Kitazawa, dan Menteri Transportasi Seiji
Maehara.
Mantan Menkeu Jepang itu dipilih menjadi PM pada Jumat
(4/6) melalui pemungutan suara di parlemen. Pada Sabtu (5/6) dia
menyatakan akan memilih Yukio Edano, 46, sebagai sekretaris jenderal
DPJ, posisi tertinggi setelah pemimpin partai.Yukio merupakan pengkritik
utama Ozawa.
Selain itu, Yoshito Sengoku, 64, akan dipilih
sebagai kepala sekretaris kabinet, tangan kanan Kan dan juru bicara
pemerintah.Yoshito juga pengkritik Ozawa. Ozawa, mantan sekretaris
jenderal DPJ itu dianggap sebagai kekuatan nyata di belakang PM Jepang
Yukio Hatoyama yang mundur pekan lalu.Hatoyama mundur setelah kurang
dari sembilan bulan menjabat PM.
Dia mundur karena tidak dapat
melaksanakan janjinya untuk memindahkan pangkalan militer Amerika
Serikat (AS) dari Okinawa.Selain itu, Hatoyama juga terlilit skandal
pendanaan politik. Ozawa yang dijuluki “Shogun Bayangan” itu merupakan
arsitek kemenangan DPJ dalam pemilu Agustus silam. Kemenangan itu
meruntuhkan kekuasaan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang telah berkuasa
lebih dari 50 tahun.
Tekanan publik terhadap pemerintahan DPJ
semakin kuat saat Ozawa dituduh menerima suap dari sebuah perusahaan
konstruksi. Hatoyama menghadapi kritik atas skandal donasi
politik.Keduanya lolos dari dakwaan di meja hijau tapi publik memberikan
hukuman sosial yang lebih berat. Ditambah masalah pangkalan militer AS
di Okinawa yang tidak jadi dipindah, Popularitas Hatoyama langsung
merosot hingga kurang dari 20%,dari semula lebih 70%.
Kan, 63,
merupakan aktivis sayap kiri dan PM pertama dalam satu dekade terakhir
di Jepang yang tidak berasal dari dinasti politik. Presiden AS Barack
Obama memberi selamat atas terpilihnya Kan melalui percakapan telepon
pada Sabtu (5/6).Kedua pemimpin berjanji bekerja sama dalam berbagai isu
yang dihadapi kedua negara.
Debut diplomatik Kan sebagai PM
mungkin dimulai dengan lawatan ke China karena Hatoyama telah
menjadwalkan kunjungan ke World Expo di Shanghai pada Sabtu (12/6)
depan. Jepang dan China merupakan kekuatan ekonomi yang saling bersaing
selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Type Approval Indonesia bahwa Survei
pertama sejak Kan menggantikan Hatoyama, yang dirilis kemarin
menunjukkan, 60% publik Jepang memiliki ekspektasi tinggi terhadap
pemimpin barunya. Surat kabar Asahi menulis, “Sebanyak 82% responden
mendukung pendekatan kritis Kan terhadap Ozawa.” Sedangkan survei di
harian Mainichi menyatakan, 81% dari 1.000 pemilih menyambut pengunduran
Ozawa dari DPJ.
Isu perlindungan lingkungan merasuk di dunia mode. Hal tersebut
dilakukan para pelaku mode Barat, layaknya Eropa dan Amerika, sekaligus
di Asia. Salah satu pelaku mode yang memfokuskan diri pada gerakan mode
hijau adalah firma asal Jerman, Messe Frankfurt.
Untuk keenam
kalinya menurut pengamatan Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com, Messe Frankfurt menggelar
”Ethical Fashion Show” yang mempertunjukkan koleksi busana ramah
lingkungan di Paris. Pertunjukkan khusus tersebut berhasil menarik
perhatian ribuan penikmat mode, buyer, juga kalangan media. Sekaligus
menjadi salah satu highlight ajang fashion capital tersebut.
”Pertunjukan
ini menjadi komitmen kami untuk membantu lingkungan dan memajukan
pembangunan berkelanjutan dari sisi mode,” ujar Direktur Messe Frankfurt
Detlef Braun.
Braun mengatakan, green fashion merupakan salah
satu cara bagi pelaku mode untuk ikut melakukan gerakan perlindungan
lingkungan tanpa harus bersusah payah.” Singkatnya, dengan memilih
membeli kaus yang dibuat dari serat organik, berarti Anda telah membantu
mengurangi pencemaran lingkungan dari insektisida,” paparnya.
Messe
Frankfurt aktif mengampanyekan gerakan mode hijau melalui trade fair
sejak 6 tahun lalu. Setiap tahunnya, Messe Frankfurt menggelar 100
pameran di seluruh dunia yang menghadirkan ratusan pelaku industri
tekstil yang telah melakukan gerakan mode hijau.
Lebih lanjut,
Braun mengatakan bahwa green fashion sebenarnya merupakan celah industri
yang potensial untuk digarap. Tahun lalu, Messe Frankfurt berhasil
membukukan transaksi total sebesar USD671 juta untuk pameran yang mereka
gelar di Inggris.
Messe Frankfurt memulai ”Paris Ethical Fashion
Show” pada 2004 dengan hanya 20 desainer. Dan kini, pertunjukan mode
ramah lingkungan tersebut telah didukung lebih dari 90 perancang mode
dari seluruh dunia.
”Melalui acara ini, kami ingin
menyampaikan informasi kepada masyarakat dan penikmat fashion bahwa
green fashion tidak harus mahal atau serbaorganik,” ujar Isabelle Quehe,
pendiri Messe Frankfurt.
Satu hal yang ingin dicapai Quehe
adalah membantu meningkatkan kesejahteraan negara-negara miskin. Menurut
Belajar HTML bahwa banyak
perusahaan mode menggunakan tenaga kerja dari negara miskin untuk
menekan biaya produksi, yang justru tidak memberikan banyak keuntungan
bagi para pekerja. Harapan gerakan mode hijau ini agar masyarakat
semakin sadar dan selektif dalam memilih brand yang ramah lingkungan dan
beretika sosial,” tutur Quehe.