Jangkrik Sekedar catatan online saja

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Dec
01
2010

Komisi VI DPR RI akan membikin Panitia Kerja (Panja) untuk menyelidiki adanya kejanggalan-kejanggalan saat penawaran saham perdana (IPO) PT Krakatau Steel Tbk.

"Pembentukan Panja menjadi jalan untuk membuka data-data terkait proses dan hingga penjatahan saham IPO KS," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI, Aria Bima, di sela Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, di Gedung DPR/MPR-RI, Jakarta, Selasa (30/11/2010) malam.

Menurut Aria, patut diduga IPO KS penuh dengan kesalahan prosedur karena tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

"Harus diusut tuntas, mengapa harga saham IPO KS sangat rendah. Sisi penjatahan, juga harus diungkap sehingga diketahui apakah ada pihak yang diuntungkan secara pribadi atau tidak," kata Aria Bima.

Ia menuturkan, banyak kejanggalan dalam IPO KS, data-data masih sangat tertutup sehingga menyulitkan melacak alur dana IPO melalui penjatahan saham yang diputuskan.

Hampir seluruh anggota komisi VI sepakat membentuk Panja. Saat rapat setidaknya 23 anggota DPR mengajukan pertanyaan, terkait IPO KS.

Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, dirinya tidak tahu soal data alokasi saham KS.

"Pembentukan Panja kami serahkan kepada DPR, apa yang terbaik menurut Dewan kita ikuti," ujar Mustafa.

KS pada tanggal 10 November 2010 melakukan debut IPO dengan melepas 3.155.000.000 pada harga Rp 850 per lembar, dengan yang diraup sekitar Rp 2,6 triliun.

Namun aksi korporasi ini kemudian mengundang pro dan kontra, setelah sejumlah kalangan menilai bahwa harga saham IPO sebesar Rp 850 per lembar terlalu murah.

Views: 91
Posting: 1-Dec-2010 13:38:22 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bloging
Oct
28
2010

Mobil Keluarga Idal Terbaik Indonesia merupakan postingan pembuka dalam postingan ini. Menghayati arti Sumpah Pemuda bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, Direktur International Conference of Islamic Scholar (ICIS) Hasyim Muzadi mengimbau para pemuda untuk kembali ke Bhinneka Tunggal Ika, sehingga persatuan dan kesatuan kaum muda bisa terus terjaga.

"Kita harus kembali ke Bhinneka Tunggal Ika, biar bisa mentolerir perbedaan," ujarnya saat ditemui di kantor ICIS, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (28/10/2010).

Menurutnya, tantangan terbesar untuk mewujudkan hal tersebut adalah sistem yang belum pas dengan kepribadian dan kebutuhan liberalisasi dan demokrasi. Sistem tersebut telah terlalu besar menggerus kewajiban dan tanggung jawab sebagai negara.

"Harusnya imbang antara kebebasan dan tanggung jawab sebagai warga negara, siapa pun dengan sistem ini akan kesulitan," katanya.

Views: 89
Posting: 28-Oct-2010 23:21:46 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel
Aug
03
2010

TELEVISI 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, IETV adalah pendorong pertumbuhan utama. Para produsen utama televisi di dunia menggelar kampanye pemasaran besar-besaran untuk mendongkrak popularitas televisi tiga dimensi (3D), demi meningkatkan pertumbuhan penjualan. Namun demikian, televisi 3D ternyata bukan generator pertumbuhan pasar. Firma riset iSuppli Corp menilai, pendorong utama pertumbuhan penjualan televisi di dunia sesungguhnya adalah televisi internet, alias Internet-Enabled Television (IETV. Dan dukungan untuk artikel yang berjudul Blogger Templates Colorizetemplates.com

Sebab, penjualan global IETV akan jauh melampaui volume televisi 3D. iSuppli menjelaskan, volume penjualan global IETV pada 2010 akan sanggup menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan, volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total 4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi.Namun untuk jangka pendek, iSuppli menyebutkan, IETV adalah pendorong pertumbuhan utama.

"Terlepas dari promosi besarbesaran yang dilakukan para produsen utama televisi di dunia, adopsi televisi 3D di dunia pada 2010 akan tetap terbatas pada volume kecil," ujar Director & Principal Analyst Television Systems iSuppli Corp Riddhi Patel. Pada 2010, iSuppli menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki anggaran belanja nyaris tidak terbatas, dan antusias mencoba teknologi baru. Sementara itu,sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli televisi 3D karena sejumlah kendala.

"Televisi 3D masih menghadapi sejumlah tantangan besar.Antara lain harga yang masih terlalu tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat interoperabilitas. Sebaliknya, IETV tidak menghadapi kendalakendala tersebut," tutur Patel. Pada saat ini, iSuppli menegaskan, konsumen memang lebih mudah memanfaatkan IETV daripada televisi 3D karena konten berupa video online sudah sangat banyak tersedia di internet. Untuk menghubungkan IETV ke jaringan internet, konsumen pun tidak menjumpai kesulitan teknis. Sebab, IETV mampu langsung mengakses internet, baik melalui kabel atau pun secara nirkabel, tanpa bantuan alat tambahan.

Di samping itu, pilihan produk IETV yang tersedia di pasar juga sangat beragam karena para produsen utama televisi di dunia sudah menawarkannya. iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp, Panasonic Corp,dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan IETV. Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai 24 inci hingga 65 inci. Dengan IETV, pengguna juga bisa menonton video online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone yang berukuran lebih kecil," ujar Analyst Television System Research iSuppli Corp Tina Tseng. Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global IETV akan bertumbuh rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014.

Khusus untuk 2010, iSuppli menyebutkan, volume penjualan global IETV bahkan mampu meraih pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume penjualan global IETV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit dan menguasai paling sedikit 54 persen pangsa di pasar televisi flat-panel global. Artinya, sebagian besar televisi flat-panel yang beredar di dunia pada 2014 sudah bisa mengakses internet.

"Kehadiran IETV adalah bagian dari evolusi teknologi televisi. Inovasi adalah syarat utama pertumbuhan pasar televisi. Sebab jika tidak ada teknologi baru,maka konsumen tidak akan bersedia mengganti televisi lama dengan yang baru," tandas Patel. Firma riset DisplaySearch Ltd menambahkan, konsumen tidak akan lagi ragu mengadopsi IETV karena teknologi IETV pada saat ini sudah semakin matang, sebab IETV sudah mampu menyuguhkan sejumlah fungsi komputer. Misalnya konferensi video.

"Di rumah,konsumen tentu lebih nyaman melakukan konferensi video dengan IETV daripada komputer karena IETV memiliki layar jauh lebih besar," tutur Director Electronics Research Display- Search Ltd Paul Gray. Survei DisplaySearch di sejumlah negara maju menemukan, sekitar 55 persen televisi yang beredar di pasar kini sudah dilengkapi konektivitas internet. Karena itu, DisplaySearch meyakini, volume penjualan global IETV pada 2010 akan mampu menembus volume 45 juta unit, atau 19 persen dari total volume pasar televisi flat-panel.

DisplaySearch memprediksi, pangsa IETV di pasar global televisi flat-panel akan terus meningkat. Alhasil, DisplaySearch menegaskan, pada 2014 IETV akan menguasai pangsa 42 persen, atau 119 juta unit dari total volume penjualan televisi flat-panel global. Firma riset Strategy Analytics Inc pun menilai, peningkatan popularitas IETV merupakan peluang, tidak hanya bagi para produsen televisi, tetapi juga para pengembang konten internet, dan penyedia jasa internet. IETV sudah menjadi bagian dari desain rumah masa depan konsumen. Para produsen televisi, pengembang konten, dan penyedia jasa internet harus merespons cepat tren yang berkembang pesat ini," papar Analyst Digital Home Observatory Strategy Analytics Inc Christopher Dodge.

Menurut informasi yang diterima Blogger Templates Colorizetemplates.com bahwa tergiur peluang besar pertumbuhan televisi internet, para raksasa teknologi pun berlomba terjun ke pasar tersebut.Tidak terkecuali perusahaan media internet terbesar di dunia Google Inc, yang berencana merilis platform Google TV pada akhir 2010. Director Multiplay Market Dynamics Service Strategy Analytics Inc Ben Piper menegaskan, kehadiran Google TV adalah sebuah revolusi. Sebab, Google TV akan mengubah total cara manusia menonton televisi. Selama ini, pemirsa harus mengikuti jadwal yang ditentukan stasiun televisi untuk menonton siaran favorit.Tetapi dengan televisi online,terutama Google TV,pemirsa bisa menonton siaran televisi kapan pun sempat," tutur Piper.

Views: 62
Posting: 3-Aug-2010 00:25:37 WIB
Comments: 0 comments
Category: Artikel