Lionel Messi lagi-lagi belum bisa mempersembahkan gol untuk Argentina di
Piala Dunia
2010. Risaukah dia? Tidak karena untuk Messi yang terpenting adalah
sukses 'Tim Tango'.
Menghadapi Meksiko, Senin (28/6/2010),
beberapa kali Messi meliuk-liuk melewati hadangan pemain lawan. Kadang
dia sudah dijatuhkan sedari awal, tapi tak jarang pula Messi bisa lewat
dan membahayakan gawang Meksiko.
Akan tetapi mungkin memang
dasarnya belum hoki, Messi tetap saja tak kunjung bisa menjebol gawang
'El Tri' yang bisa dibobol oleh Carlos Tevez dua kali dan Gonzalo
Higuain satu kali, dalam kemenangan 3-1. Dan miliki Jadwal
Babak 16 Besar Piala Dunia 2010 Siaran Langsung di RCTI.
"Aku
tidak peduli mengenai hal tersebut. Yang lebih aku pedulikan adalah
Argentina terus (menang) seperti ini," ucap Messi di Yahoosports.
"Aku
memang tampil tak sebagus di partai-partai sebelumnya. Sulit sekali.
Tapi tak apa-apa, tak ada masalah besar," lanjut dia.
Di
perempatfinal, Argentina kini akan menghadapi Jerman yang empat tahun
lalu menyungkurkan mereka di babak itu lewat adu penalti. Messi pun kini
membidik laga itu sebagai momen mengakhiri paceklik golnya.
"Aku
harap kisah akan berubah. Akan menyenangkan bisa bermain (lawan Jerman)
dan mencetak gol pertama saya (di Afrika Selatan)," tukas Messi. Dan
update terus Hasil
Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Menurut informasi yang diterima Belajar
HTML bahwa Kegiatan reklamasi Pantai Utara Jakarta yang tidak
terkendali dikhawatirkan akan mengancam pasokan listrik di Ibu Kota.
Persoalannya, pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara
(PLN) di wilayah tersebut sangat mengandalkan air laut sebagai pendingin
mesin pembangkit.
”Sebagian besar reklamasi,menimbun laut
menjadi daratan.Kenaikan temperatur air dan penurunan jumlah pasokan air
pendingin ke pembangkit PLN dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan
operasional pembangkit, terutama penurunan daya mampu pembangkit,”ujar
Manajer Bidang Pembangkitan Pusat Penelitian dan Pengembangan
(Puslitbang) PLN Jonny Havianto di Jakarta akhir pekan lalu.
Saat
ini terdapat tiga pembangkit besar milik PLN yang berlokasi di kawasan
Pantai Utara Jakarta. Ketiga pembangkit itu adalah PLTU Muara Karang
dengan kapasitas 1.375 megawatt (MW); PLTU Priok (1.248 MW); dan PLTGU
Muara Tawar (1.745 MW). Ketiga pembangkit listrik tersebut juga sudah
ditetapkan sebagai obyek vital nasional berdasarkan Keputusan Presiden
(Keppres) No 63/2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional.
Seperti
diketahui ketiga pembangkit ini menyuplai listrik ke pusat pemerintahan
dan bisnis, seperti Istana Negara, Monas, kawasan bisnis
Thamrin–Sudirman, Senayan, dan Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Muara Karang dan Priok memasok lebih dari 35% ke Jakarta, paparnya.
Sementara itu, Kepala Puslitbang PLN Hadi Harmono mengakui, maraknya
pembangunan apartemen di pesisir Jakarta berdampak kepada operasional
pembangkit milik PLN.
Sebab menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa saat
dibangun, pembangkit listrik tersebut dirancang menggunakan sistem
pendingin air laut. ”Ini akan mempengaruhi kemampuan atau efisiensi dari
pembangkit,” ujar Hadi. Senior Specialist pada Direktur Niaga PT
Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Koespraptini Ria menjelaskan, pada awal
dibangunnya pembangkit, suhu air pendingin hanya sekitar 27–28 derajat
celsius. Kini, suhunya mencapai 29–31 derajat celsius. ”Itu baru
masuknya. Keluarnya sekitar 38–39 derajat celsius,”ungkap Ria.
TERNYATA bukan hanya manusia yang tidak pernah merasa puas. Kisah Shrek
dalam instalemen terakhir, “Shrek: Forever After” membuktikan hal itu.
Alkisah, Shrek (Mike Myers) dan Fiona (Cameron Diaz) kini sudah
dikaruniai tiga anak lucu untuk melengkapi kehidupan bahagia mereka.
Bersama keluarga dan teman-teman dekatnya, Donkey (Eddie Murphy) dan
Puss (Antonio Banderas), Shrek menjalani kehidupan yang sangat
konvensional dan jauh dari citra ogre menyeramkan yang pernah
disandangnya dulu, menurut informasi yang di dapat oleh Belajar HTML.
Namun, hal itu
ternyata tidak lantas membuat Shrek “berbahagia sampai akhir hayat”.
Merasa ‘tercekik’ dengan kehidupan rutin sebagai seorang suami dan ayah,
Shrek merindukan masa-masa kebebasannya sebagai ogre lajang tanpa
tanggung jawab apapun.
Saat itulah, muncul Rumplestilskin (Walt
Dohm), seorang pria licik yang gemar menjebak orang-orang membuat
perjanjian magis demi menguntungkan dirinya sendiri. Kebetulan, Rumple
memiliki dendam pribadi terhadap Raja dan Ratu Far Far Away di masa
lalu. Tidak heran, dia berusaha keras mendekati Shrek untuk membalaskan
dendam tersebut.
Dalam sebuah ‘pertemuan tidak sengaja’, Rumple
menjanjikan Shrek kehidupan bebas layaknya ogre lajang selama 24 jam.
Syaratnya, Shrek harus memberikan satu hari dari kehidupannya sebagai
alat barter. Tergiur dengan janji itu, Shrek tidak ambil pusing dan
menyuruh Rumple mengambil semua yang dia mau.
Bisa ditebak, keputusan
itu salah besar. Rumple mengambil hari kelahiran Shrek dan mengubah
sejarah. Kerajaan Far Far Away kini menjadi milik Rumple, setelah Raja
dan Ratu mengikat perjanjian setan untuk menyelamatkan Fiona dari Istana
Naga. Sementara, Fiona, yang berhasil menyelamatkan diri, menjadi
pemimpin revolusi yang berniat menjungkalkan Rumple.
Bukan hanya
itu. Sahabat terbaik Shrek, Donkey, tidak pernah mengenalinya. Sedangkan
Puss adalah kucing obesitas yang terlalu dimanja. Tidak ada pernikahan
bahagia dan tidak ada anak-anak lucu yang dimiliki Shrek bersama Fiona.
Terlambat
untuk menyesali perbuatannya. Shrek harus mencari akal untuk
mengembalikan keadaan. Satu-satunya cara untuk membatalkan perjanjian,
seperti yang diketahuinya belakangan, adalah mengupayakan ciuman sejati
dengan Fiona. Namun, mungkinkah dia bisa melakukannya sementara Fiona
sama sekali tidak tertarik kepadanya?
Kisah akhir ogre hijau
kesayangan Hollywood memang terasa lebih dewasa ketimbang film-film
sebelumnya. Tapi, salah besar jika mengira film ini akan berjalan
membosankan. Shrek: Forever After masih memberikan hiburan ringan
menyenangkan kepada para penonton.
Bahkan, di Hollywood, film
garapan Mike Mitchell ini mendapat penilaian lebih baik dibandingkan
Shrek The Third yang ikut menampilkan bintang pop Justin Timberlake
sebagai salah satu pengisi suara. Meskipun, secara finansial, Shrek:
Forever After ($70,838,207) mencatat pendapatan hari pertama yang jauh
lebih kecil dibandingkan dua seri sebelumnya, Shrek The Third
($121,000,000) dan Shrek 2 ($108,000,000).
Tidak terlalu banyak
karakter baru yang muncul dalam instalmen terakhir ini. Namun, kehadiran
Fiona dan Puss dalam ‘bentuk’ baru tampaknya cukup memberikan nuansa
segar. Apalagi, pada seri ini, Dreamworks Animation juga menyuguhkan
kesempatan untuk menyaksikan petualangan Shrek dalam format tiga
dimensi.
Rasanya menurut Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com, bukan hanya anak-anak kecil yang
akan menikmati tingkah polah Shrek dkk dalam film ini. Tema yang
diusung cukup mengena untuk para penonton yang lebih dewasa, terutama
mereka yang sudah menikah dan memiliki buah hati. Adakah cara yang lebih
baik ‘menertawakan’ pernikahan selain melalui film animasi?