Terdakwa kasus bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan,
Jakarta Selatan, Amir Abdillah akan membacakan nota pembelaan (pledoi)
hari ini. Sebelumnya, jaksa menuntut Abdillah dengan hukuman 10 tahun
penjara, menurut hasil informasi yang diterima Type Approval Indonesia.
Menurut
Jaksa pada Satgas Antiteror dan Tindak Pidana Lintas Negara, Iwan
Setiawan mengatakan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga akan
menyidangkan terdakwa teroris lainnya Supono, Bejo dan Putri Munawaroh.
Jaksa
menjelaskan fakta-fakta yang mendasari tuntutannya, yakni terdakwa
tidak melaporkan Noordin M Top ke yang berwajib, padahal sudah menjadi
DPO. Amir juga dianggap mengetahui pengeboman di Hotel JW Marriott dan
Ritz Carlton, bahkan membantu perencanaannya.
Sementara sidang
terdakwa Al Khelaiw Ali Abdullah alias Ali akan ditunda. Sebelumnya, Ali
dijadwalkan akan mendengar tuntutan jaksa. "Sidang Ali agendanya
penundaan tuntutan,karena tuntutannya belum turun," ujar Iwan saat
dihubungi media massa, Selasa (8/6/2010).
Menurut hasil
penyelidikan yang diterima Belajar
HTML bahwa Ali didakwa sengaja memberikan bantuan atau kemudahan
kepada pelaku tindak pidana teorisme dengan meminjamkan uang dan
dikenakan Pasal 13 huruf a UU RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak
Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Menurut informasi yang diterima Belajar
HTML bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku
telah mengirim surat ke Mabes Polri terkait perlindungan kepada Komjen
Pol Susno Duadji yang kini mendekam di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua,
Depok.
“Iya, kami sudah datang ke Mabes memberikan surat
pemberitahuan kepada Polri,” ujar anggota LPSK Lili Pintauli Siregar
melalui sambungan telopon kepada wartawan, Kamis (27/5/2010)
Namun
Lili mengaku tidak bertemu dengan Kapolri ataupun Kabareskrim karena
sedang berada di luar.
“Kami titip surat ke Sepri, menurut Sepri
di sana mereka akan ada hari Senin besok,” imbuhnya.
Lili
menambahkan ketika bertemu Kapolri pihaknya akan membahas second detail
“Karena
dia (Susno) juga saksi, perlindungan setiap saat dimintai keterangan
kesaksian pada tahap apa pun. Kami akan memberikan pendampingan,”
katanya.
LPSK mengaku belum memastikan Senin nanti akan kembali
ke Mabes Polri, menurut informasi yang diterima Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com. Tadi itu kan informasinya dari
Seperi, katanya Kapolri dan Wakapolri akan ada hari Senin, tapi kami
juga belum tentu ke sana karena saya juga harus kembali membawa hasil
rapat paripurna (LPSK),” tutupnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono meresmikan rumah dinas bagi anggota
Polres Metro Bandara Soekarno Hatta yang terletak di Jalan Inspeksi,
Kelurahan Pabuaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, hari ini,
menurut informasi yang didapat Belajar
HTML.
Rumah dinas yang dibangun di atas lahan seluas 8.970
meter persegi berlantai tiga itu, terdiri dari dua bangunan gedung, 48
pintu dan dapat menampung sekira 96 orang personel.
Masing-masing
rumah dinas memiliki fasilitas dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan
dapur. Rumah dinas tersebut dibangun di atas lahan hibah dari PT
Modernland Tbk dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBN
Tahun Anggaran 2009.
Wahyono menjelaskan, rumah dinas tersebut
dinilai memiliki banyak manfaat bagi Satuan Polres Metro Bandara
Soekarno Hatta, di antaranya dapat meningkatkan kinerja personel. Letak
rumah dinas tak jauh dari bandara, sehingga petugas bisa cepat merespons
untuk melakukan pengamanan.
“Wilayah Bandara memiliki intensitas
dan dinamika yang tinggi, sehingga perlu kesigapan personel untuk cepat
merespons. Setidaknya dengan adanya rumah dinas ini. Sebanyak 77
personel sudah siap siaga. Sebelumnya kan mereka tersebar di tempat
tinggalnya masing-masing dan jauh dari bandara,” ungkap Wahono, Kamis
(27/5/2010).
Selain itu, lanjut Wahyono, rumah dinas ini dapat
mensejahterakan para personel yang sering berpindah tugas yang
sebelumnya tinggal di tempat kos atau keluarga.
“Terutama bagi
bagi anggota yang sudah berkeluarga yang masih menyewa tempat kos atau
menginap di rumah mertua,” candanya.
Meski demikian, Wahyono
mengaku, saat ini Polri belum bisa memenuhi kebutuhan rumah dinas bagi
para anggota karena masalah keterbatasan anggaran dan lahan.
Disebutkanya, untuk seluruh anggota Polri yang diperkirakan sebanyak 400
ribu, yang baru bisa menempati rumah dinas hanya sebanyak 8 ribu atau
sekira 22 persen saja.
Menurut hasil informasi yang diterima Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa untuk ruang lingkup Mabes
dan Polda, dari 44.547 anggota Polri, cuma sekitar 14.047 anggota yang
baru bisa menempati rumah dinas, atau sekitar 31 persen. Jadi kami
sangat berharap adanya kemitraan yang terjalin dengan seluruh elemen
masyarakat, seperti dengan PT Modernland Tbk sehingga dapat saling
membantu dengan Polri,” terang Wahyono.