Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono membantu dana Rp500 juta untuk penanganan tanggap darurat musibah banjir besar yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
"Diharapkan bantuan senilai Rp500 juta tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk penanganan tanggap darurat musibah banjir di Kabupaten Pesisir Selatan," kata Agung Laksono di Bandara Internasional Minangkabau Padangpariaman, Minggu.
Menurut dia, saat ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah setempat adalah penanganan pengungsi serta upaya mengantisipasi berjangkitnya beberapa penyakit setelah banjir mereda.
"Ada beberapa penyakit yang rawan berjangkit dan hal ini harus dilakukan antisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan dampak lebih luas," kata dia.
Selain itu, ia akan mendorong Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan langkah agar daerah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur jalan dapat dibebaskan dari keterisolasian.
Hal ini untuk mencegah terjadinya kemandekan perekonomian akibat terisolasinya suatu daerah karena terputusnya jaringan jalan akibat banjir, kata dia.
Ia juga meminta pemerintah setempat segera menyiapkan langkah untuk memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Selain itu perlu dilakukan tindakan antisipasi agar musibah serupa tidak terulang kedepan, lanjut dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim melaporkan kepada Menko Kesra total kerugian akibat musibah banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan pada Rabu (2/11) 2011 mencapai Rp363,9 miliar.
Ia menyebutkan banjir merendam enam kecamatan akibat meluapnya sungai di daerah itu mengakibatkan kerusakan yang cukup parah serta enam orang dinyatakan hilang hingga saat ini.
Pada saat banjir terjadi tercatat sebanyak 52.315 warga mengungsi dan saat ini sebanyak 5.000 orang masih berada di pengungsian.
Selain itu tercatat sembilan gedung sekolah rusak berat, 146 rumah hanyut, 1.260 rumah rusak berat, 73 rumah rusak sedang, 201 rumah rusak ringan, 8.813 rumah terendam banjir serta 24 rumah ibadah rusak berat.
Dikatakannya, banjir juga menyebabkan dua jembatan putus, sepanjang 350 meter jalan nasional putus dan 400 meter lainnya rusak berat serta terputusnya jalan nasional lintas barat yang menghubungkan Sumbar dengan Bengkulu.
Kemudian, sebanyak 1.163 hektare lahan palawija siap panen serta 305 hektare sawah siap panen ikut terendam dengan total kerugian mencapai Rp17 miliar.
Pada kesempatan itu Menko Kesra beserta rombongan mengunjungi dua titik lokasi musibah yaitu Pasir Putih Kecamatan Lenggayang serta Kecematan Lunang Silaut menggunakan helikopter.
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumatera Selatan, Minggu membagikan sekitar 500 kupon untuk mendapatkan daging kurban kepada masyarakat di Palembang pada Idul Adha 1432 Hijriah.
"Kita membagikan sekitar 500 kupon untuk ditukarkan dengan daging kurban kepada masyarakat pada Idul Adha ini," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel, RHM Rasyidi di Palembang, Minggu.
Menurut dia, memang ada instruksi dari DPP partai tersebut langsung untuk melaksanakan kurban di seluruh DPD di Indonesia.
"Kita juga mengimbau kepada seluruh Dewan Pimpinan Cabang di Sumsel untuk melaksanakan kurban," katanya.
Ia mengatakan, ke depan jumlah hewan kurban pada Idul Adha diharapkan lebih meningkat lagi jumlahnya yang tahun ini sebanyak tujuh ekor sapi dan delapan ekor kambing.
Pantauan ANTARA, penyembelihan hewan kurban itu dilakukan di kantor DPD Partai tersebut di Sumsel.
Penyembelihan hewan kurban itu disaksikan masyarakat dan pengurus serta kader partai tersebut di Palembang, Sumsel.
Sementara itu, Ketua Panitia kurban DPD partai tersebut, Husyam Husman menyatakan, hewan kurban pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya lima ekor sapi dan beberapa ekor kambing.
Pada tahun ini lebih banyak yakni tujuh ekor sapi dan delapan ekor kambing yang dikurbankan, ujar dia.
Ia menuturkan, hewan kurban itu antara lain berasal dari Ketua DPD, Ishak Mekki, Wakil Ketua DPD, Chairul S Matdiah , Bendahara DPD, Joni Saputra, Ketua DPC Palembang dan dari Fraksi DPD partai tersebut.
Daging hewan kurban itu dibagikan kepada masyarakat yang telah menerima kupon di sekitar kantor partai tersebut.
Kemudian ada beberapa lokasi lainnya dan masyarakat yang datang tanpa kupon ke kantor, demikian Husyam.
Penyembelihan hewan kurban itu juga disaksikan langsung Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, Chairul S Matdiah dan anggota DPRD Sumsel serta anggota DPRD Kota Palembang.
Lokasi banjir di daerah Kenagarian Kambang, Kecamatan Lengayan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu, berubah layaknya objek wisata bencana.
Warga yang berdatangan umumnya melihat lokasi bencana sekaligus berfoto. Namun demikian para pengunjung juga mengaku turut prihatin atas musibah yang menimpa.
Pihak kepolisian sibuk untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan bermotor, di mana warga yang ingin melihat banjir di Kenagarian Kambang tersebut, terpaksa melakukan penutupan arus lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di lokasi banjir.
Yanti salah seorang warga mengatakan ingin sekali melihat dari dekat banjir yang melanda Kenagarian Kambang.
"Sebelumnya hanya mendapatkan informasi saja dari salah satu media televisi swasta," katanya.
Menurutnya, merasa prihatin atas musibah banjir melanda warga di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.
Musibah banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan datang dari Allah. "Warga yang terkena bencana banjir harus banyak bersabar, musibah banjir tidak dapat kita hindari," kata Yanti.
Dia menambahkan, warga yang menggunakan rakit untuk membawa barang sangat membahayakan keselamatan jiwa.
"Seharusnya menggunakan perahu untuk membawa barang warga yang terkena banjir tersebut," katanya.
Hal senada juga dikatakan Wati warga Surantih mengatakan, tidak mengira musibah banjir melanda banyak daerah yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.
"Baru tahu setelah datang langsung ke lokasi, ternyata banyak rumah warga yang rusak akibat diterjang arus yang besar," katanya.
Dia menambahkan, banjir yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan tersebut ternyata ada saudaranya yang tertimpa musibah.
"Namun tidak ada korban jiwa yang ditimpa saudaranya hanya rumah saja yang terkena banjir," katanya.