Catatan Online Sekedar catatan online saja

Sep
01
2010
Parpol Tinggalkan Simbol Agama

Pasca Orde Baru, partai-partai politik berbasis agama dinilai telah meninggalkan simbol-simbol agama. Hal itu dilakukan parpol untuk meraih suara dalam pemilihan umum.

"Semua partai harus mau jalan ke tengah untuk mendapat dukungan. Partai yang mau jadi besar harus bisa merangkul dan menyatakan (partai) ini milik semua," kata pengamat politik, J Kristiadi, saat diskusi Preferensi Agama dalam Perilaku Politik Pemilih di Indonesia, di Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Dikatakan Kristiadi, hilangnya simbol-simbol agama dalam parpol setelah bangsa Indonesia belajar dari Orde Baru. Selama Orde Baru, agama Islam direndahkan dengan menjadikan instrumen politik. "Kampanye dulu perang ayat. PPP cari ayat untuk membenarkan milih PPP, Golkar juga punya ayat lain. Saya kira itu merendahkan agama," katanya.

"Bangsa ini belajar sangat baik dan sangat cepat. Partai meski dasarnya Islam tapi merangkul semua. Meskipun partai Islam tapi tidak pakai simbol-simbol Islam seperti PKB, PAN, PKS. Seperti partai PKS sudah katakan partai terbuka. Itu sangat menggembirakan bahwa simbol-simbol agama tidak dapat dijualbelikan untuk politik," kata Kristiadi.

Senada dikatakan Burhanuddin Muhtadi, peneliti Lembaga Survei Indonesia. Menurut dia, parpol Islam harus berubah agar tidak ditinggalkan pemilih pada pemilu mendatang. Dia mencontohkan pada pemilu 2009 dimana hanya empat partai islam yang lolos parliamentary threshold yakni PKB, PPP, PKS, dan PAN dengan total suara kurang dari 25 persen.

"Kalau mau menang pemilu yah bicara ekonomi, bukan bicara moral. Kalau tetap bersandar pada basis lama tidak membuat partai islam besar," katanya.

Views: 320
Posting: 1-Sep-2010 01:37:23 WIB by kanghari
Category: Nasional
Tools: Print
Your Comment:
Anda harus login bila ingin mengisi komentar
Blog Category