KOES PLUS The Legend of Music Indonesia

Nov
16
2008

Koes Bersaudara di TVRI Maret 1987

 

Saat taping acara Kick Andy tgl.12 November 2008

 

 

JANGAN DILEWATKAN MOMENT LANGKA INI ....

SAKSIKAN PENAMPILANNYA DI ACARA KICK ANDY METRO TV

JUM'AT , TGL. 21 NOVEMBER 2008  PKL. 21.30 - 23.00 WIB

dan tayangan ulang

MINGGU, TGL. 23 NOVEMBER 2008  PKL.14.30 - 16.00 WIB

 

JAS MERAH / JAngan Sekali-kali MEninggalkan sejarAH !

Merekalah PELOPOR MUSIK POP & ROCK INDONESIA

prestasinya sulit untuk dipecahkan group band manapun ...

 

Siapa yang menyangsikan kebesaran legenda hidup band
Koes Bersaudara atau Koes Plus? Dengan jumlah lagu
ciptaan sendiri mencapai 967 judul lagu, yang tercakup
dalam 92 album, hingga kini belum ada band yang bisa
menyamai rekor mereka. Benar-benar sebuah prestasi yang
luar biasa dan mengagumkan.
Band yang awalnya bernama Koes Brothers ini, digawangi
oleh lima bersaudara pada 1960. Djon (Koesdjono), Tony
(Koestono), Nomo (Koesnomo), Yon (Koesyono) dan Yok
(Koesroyo) Koeswoyo. Namun, mereka kemudian lebih popoler
dengan nama Koes Bersaudara (1960 & 1976) dan meraih puncak
kejayaan saat muncul “the plus”, Murry (Kasmuri) sebagai
drummer, mendampingi Tony, Yon dan Yok, dan mengubah nama
band mereka menjadi Koes Plus pada 1969 (dan 1987 - sekarang).

Episode paling mendebarkan dari Koes Bersaudara adalah saat
mereka harus masuk penjara Glodok pada 29 Juni 1965. Karena
kasus musik ngak ngik ngok mereka harus mendekam di dalam
bui selama 3 bulan. Sehari menjelang peristiwa Gerakan
30 September, mereka menghirup udara kebebasan. Pengalaman
dipenjara ini, justru memperkaya judul lagu Koes Bersaudara.
Sejumlah lagu muncul diilhami dari kesan-kesan selama mereka
dibui. Misalnya adalah “Di Dalam Bui”, “To the so called
Guilties” atau “ Balada Kamar 15”.

Isu konflik internal, mewarnai perjalanan band ini.
Mulai dari keluarnya kakak tertua, Djon kemudian disusul
Nomo yang keluar dan sempat masuk lagi, meninggalnya Tony
pada 1987, hingga pada bubarnya formasi asli Koes Plus pada
1992. Publik selalu menganggap ada perpecahan di antara
keluarga Koeswoyo dan juga pada Murry.

Benarkah semua anggapan itu? Kapankah mereka tampil
bersama-sama lagi satu panggung setelah 1993? Seperti
apakah suasana yang terjadi jika mereka berkumpul dan
menyanyi dalam satu panggung? Dan apa rahasia besar di
balik penangkapan mereka hanya gara-gara memainkan musik
dan lagu bergaya kebarat-baratan pada jaman Presiden Soekarno,
tapi justru setelahnya mereka jadi pengagum Bung Karno?
Semuanya akan diungkap secara tuntas dan lengkap, hanya
di Kick Andy episode ini!

Views: 2240
Posting: 16-Nov-2008 22:36:22 WIB
Comments: 3 comments
Category:
Nov
10
2008



Sedikit info saja buat semua penggila Koes Plus di seluruh Nusantara,
pada tanggal 10 November 2008 sebuah acara yang digelar untuk peringatan
Hari Pahlawan diadakan di Tugu Pahlawan Surabaya dengan tajuk
"Simphony Untuk Bangsa"...

menampilkan KOES PLUS, Ungu, ST 12, Gisel Idol,Andra & the Backbone.

Acara dimulai pkl. 19.30 WIB tapi tayang di RCTI pkl. 22.00

“Lokasi Tugu Pahlawan yang dipilih sekaligus ingin membarui ingatan
generasi muda akan perjuangan pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa
yang tidak melupakan sejarah bangsa dan menghargai jasa-jasa pahlawannya,”
dipandu duo MC kocak, Arie Untung dan Magdalena.

Selamat menyaksikan ...

Views: 1727
Posting: 10-Nov-2008 01:09:28 WIB
Comments: 3 comments
Category:
Nov
01
2008


Majalah Rolling Stone Indonesia edisi November 2008, kembali memilih
25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa. Dan kali ini tidak
perlu diragukan lagi Koes Plus menempati Urutan Pertama memang
sudah selayaknya atas prestasinya yang luar biasa dan tiada banding.

BRAVO KOES PLUS ! BRAVO KMFC JIWA NUSANTARA di seluruh Nusantara!

Sebuah penghormatan terhadap para ikon terbesar dalam sejarah dunia
musik populer Indonesia, oleh para rekan seperjuangan dan pengikut jejak.
?Legenda? adalah kata yang sering diumbar saat membicarakan seseorang
yang signifikan. Begitu seringnya kata tersebut digunakan, hingga rasanya
siapa saja dapat dikatakan legenda. Konsep itu memang relatif, di mana
tiap orang memiliki pemahaman dan interpretasinya sendiri tentang apa yang
menjadikan seseorang lebih bermakna dan berprestasi dibanding rekan-rekannya
yang bisa jadi tak kalah berjasa. Kalau kita bertanya kepada 100 orang
tentang siapa yang layak disebut legenda, bisa jadi kita akan mendapat 100
jawaban yang berbeda-beda. Kini, kami akan mencoba menawarkan jawaban
yang lebih pasti. (kutipan Majalah Rolling Stone)

Berikut urutannya :



1. Koes Plus
Oleh Erwin Gutawa

Serapan yang dapat diteladani dari Koes Plus adalah produktivitas mereka.
Sampai saat ini kalau tidak salah mereka telah menelurkan 93 album.
Dari mulai 26 buah album penuh hingga puluhan lainnya dari mulai album pop,
pop melayu, pop jawa, dangdut, hingga pop anak-anak. Koes Plus bagaikan
mesin musik dengan produktivitas setinggi langit. Satu lagi, sampai saat
ini mungkin hanya Koes Plus yang memiliki fans club di seluruh penjuru
nusantara, tak sedikit pula yang terorganisir.
Ini bukan karena tindakan manajemen band [seperti yang banyak dilakukan
band zaman sekarang], melainkan dilakukan swakarsa para penggemar yang
selalu mencintai Koes Plus. Seperti saya mencintai Koes Plus.


2. Iwan Fals

3. Chrisye

4. Benyamin S.

5. Ismail Marzuki

6. Slank

7. Guruh Soekarno Putra

8. God Bless

9. Titiek Puspa

10. Bimbo

11. Bing Slamet

12. Rhoma Irama

13. Fariz RM

14. Gombloh

15. Ebiet G. Ade

16. Gesang

17. Harry Roesli

18. Jack Lesmana

19. Ahmad Albar

20. The Rollies

21. Erros Djarot

22. Yockie Suryoprayogo

23. Dewa19

24. Ahmad Dhani

25. Indra Lesmana


Ulasan yang lainnya bisa baca majalah Rolling Stone Indonesia
yang dibandrol Rp.70.000,- dicetak secara Eksklusif.

Views: 3232
Posting: 1-Nov-2008 01:31:00 WIB
Comments: 4 comments
Category:
Oct
22
2008


Sejatinya,hari ini,tak ada Dewa,Slank,Padi,Sheila On 7 dan lainnya,
jika sebelumnya tak ada Koes Bersaudara (KB) atau Koes Plus (KP).
Tak berlebihan pula,jika putra putra Koeswojo - seorang ambtenaar
asal Tuban (Jawa Timur) dianggap sebagai The Beatles Indonesia,
karena KB juga memelopori era ngeband di Indonesia.Sikapnya pun
jelas,membawakan karya cipta sendiri.Suatu hal yang dianggap
ketinggalan zaman saat itu.



Akhir 1950-an kebanggaan bermain musik justeru terletak pada kefasihan
membawakan karya karya pemusik semisal Elvis Presley,Cliff Richard,
The Shadows hingga The Beatles.
Koesdjono (John),Koestono (Tonny),Koesnomo (Nomo),Koesjono (Yon)
dan Koesrojo (Yok),sebetulnya juga pernah membawakan repertoar asing
seperti Kalin Twin,Everly Brothers maupun The Beatles.



Tapi nurani mereka terutama Tonny berontak dan ngotot membawakan karya
sendiri terutama karya Tony - seperti "Pagi Yang Indah","Telaga Sunyi",
"Senja " dan "Dara Manisku".



Sialnya,oleh penguasa ketika itu,lagu lagu mereka dituding membahayakan
mental pemuda karena dianggap cengeng dan tidak patriotik.Saat itu
sebetulnya ada juga band band yang menyanyikan repertoar asing,toh
lolos dari tudingan.Dituding tidak nasionalis,itu juga kurang tepat.
Sebab lagu lagu mereka ditulis dalam bahasa Indonesia.

Tapi ibarat seorang pejuang,KB tidak pernah mundur.Mereka konsisten,
meski sempat diganjar tiga bulan penjara di Glodok (1965) tanpa alasan
yang jelas.
Ada yang menduga,KB diplih sebagai tumbal politik untuk mengalihkan
perhatian dari kemelut politik.Bisa jadi KB adalah bagian dari sebuah
skenario.Apalagi keempat bersaudara ini dilepaskan begitu saja tepat
sehari sebelum Peristiwa G 30 S PKI.

Yang jelas KB telah jadi martir musik pop di negeri ini.



Terpaan badai kedua yang menimpa setelah dibabat Orla,adalah mundurnya Nomo.
Lalu muncul era Koes Plus yang didukung Kasmuri atau Murry di tahun 1969.
Nafas baru menyeruak dalam konsep musik yang ditoreh KP.Jika KB terasa
lebih folkie dengan sentuhan harmonisasi vokal ala The Everly Brothers
maupun Kalin Twin.Maka KP lebih open minded.Di album perdana KP
"dheg Dheg Plas" yang dirilis Dimita,tercium bau psychedelic rock yang
memang tengah mewabah di belahan barat sana.

Kala itu The Beatles baru saja dipuji dengan album "Sgt Pepper's Lonely
Heart's Club Band" (1967),The Rolling Stones dengan "Their Satanic Majestic"
atau Bee Gees dengan "Odesa".
Dan KP dengan cerdik menyulam pengaruh musik psychedelic dari ketiga grup
Inggeris itu dalam lagu "Kelelawar","Cintamu Telah Berlalu","Kembali
Ke Djakarta" dan "Manis dan Sajang".
Konsep musik yang ditawarkan KP itu memang seolah "mendahului zaman",
sehingga album ini sempat gagal dalam pemasaran.Khalayak mungkin belum
terbiasa dengan racikan musik KP itu,masih terbuai dengan KB. Setahun
setelahnya,baru album KP dilirik orang.



Rasanya tak ada pilihan lain di negeri ini jika menyebut KP sebagai pendobrak
musik pop.Karena setelah munculnya KP ,lalu mencuat banyak band yang berkiprah
dengan tendensi dan tradisi mencipta lagu sendiri.Ada Panbers,Favorite's Group,
The Mercy's,D'Lloyd dan sederet panjang lagi.
Dominasi group group band begitu terasa hingga akhir tahun 70-an.KP sendiri
berlenggang sendiri di depan tanpa saingan.Bahkan lalu muncul epigon yang
mencoba memiripi KP misalnya No Koes,Kembar Group,Usman Bersaudara,Topan Group,
Sir Koes dan lainnya.



Di mata pengusaha musik rekaman KP adalah tembang emas tiada tara.
KP pun terjebak arus komersialisasi membabi buta.Pelbagai aliran musik pun
direkam KP - tak hanya musik pop,tapi juga dangdut,keroncong,pop Jawa,pop
anak-anak,qasidah,christmas dan entah apa lagi.
Dalam setahun KP tercatat merilis lebih dari 3-5 album.Bahkan di tahun 1974
KP merilis 22 judul album.
Bisa dibayangkan betapa terkuras habis energi kreativitas mereka.
Dan seperti yang bisa ditebak,di jalan ini pulalah KP tersungkur.
KP jadi korban kiat dagang yang hanya memihak pada sisi aji mumpung belaka.
Ini adalah terpaan badai yang ketiga.

Dan terpaan badai keempat,Tonny Koeswoyo sang inspirator meninggal dunia pada
Maret 1987.

Regenerasi menjadikan KP harus keluar dari kotak industri musik.

Tapi yang tak terbantahkan : KB atawa KP adalah bagian dari sejarah musik negeri ini.

Dan kesalahan terbesar jika membicarakan musik pop Indonesia
tanpa menyebut kiprah KOESWOYO BERSAUDARA.



oleh Denny Sakrie

Tulisan ini dimuat di majalah d'Maestro edisi Agustus 2004





Views: 3171
Posting: 22-Oct-2008 23:43:00 WIB
Comments: 3 comments
Category:
Oct
13
2008

Dok foto Kompas

Umur memang sudah tak muda lagi.
Akan tetapi, Yon Koeswoyo (68) mengaku masih
disibukkan 'tur musik keliling, meski tidak lagi
bersama personel Koes Plus-nya yang dulu.
Nama group pun kini Koes Plus Pembaruan.

"Di panggung, tak keliatan lho, kalau saya sudah
68 tahun" ungkap vokalis utama dan satu-satunya
anggota Koes Plus yang masih aktif bermusik ini.
Cukup sibuk, Agustus ini saja setidaknya tujuh kali
tampil dalam tur di Palembang, Medan dan Surabaya
disamping juga di Jakarta.

Selain tidak ngoyo (memaksa diri), resep saya setiap
pagi minum jus apel, jeruk, wortel dan tomat sebelum
makan" ujar kakek empat cucu ini, Sabtu (11/10) malam.

Tak hanya tur, Yon kini juga bersiap rekaman "Lagu-lagu
untuk rakyat". Judul albumnya "Song of Porong" kata Yon.
Kalau biasanya lagu-lagu Koes Plus manis-manis, kali ini
mungkin bisa dibilang pedas. Maklumlah penderitaan rakyat
Porong akibat lumpur Lapindo sudah begitu tandas.

"Dirilis pas Hari Pahlawan, 10 November" ungkap Harry
Tjahjono, produser dan pengarang lagu-lagu untuk
Album "SONG OF PORONG" yang diperkirakan berlirik kritis ini.


Dikutip dari Harian Kompas tgl: 12 Oktober 2008







Ini berarti Album Koes Plus yang ke 130 an ... Fantastik !
Terakhir Koes Plus merilis Album tahun 2006 bertitel "Melaut bersama Koes Plus"
bekerja sama dengan Dep.Kelautan dan Perikanan.

Komentar :

Kita patut menunggu rekaman terbaru Koes Plus ini.
Warna musiknya masih ngoesplus yang jelas...ada yang berbau
rock, keroncong hingga ngebeatles.
Salut untuk mas Yon di usia yang ke-68 masih terus berkarya.
Sungguh tidak gampang sebagai satu-satunya personil Koes Plus
untuk mengaransir lagu berirama Koes Plus tahun 70-an di tengah
gempuran musik anak-anak gaul masa kini. Lain cerita kalau format
KP masih ada mas Yok dan mas Murry yang tentu akan lebih mudah
mengaransir album ini. Kita tunggu saja sebentar lagi...

F Prajnata / fans Club Jiwa Nusantara


Views: 2595
Posting: 13-Oct-2008 17:38:00 WIB
Comments: 4 comments
Category:
 1 2 3 4 5 6 >