Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Jamil khawatir bila
perkara pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah diteruskan
ke pengadilan. Menurut informasi yang didapat Belajar HTML bahwa Nasir berpendapat
proses peradilan Bibit-Chandra bisa disusupi mafia hukum.
"Ada
kekhawatiran pengadilan tidak steril dari kepentingan balas dendam
kepada KPK. Kalau saya jadi mereka juga ragu-ragu maju ke pengadilan,
karena pengadilan di negeri ini bias, selalu ada pengaruh kepentingan,"
kata Nasir saat dihubungi okezone, Senin (7/6/2010) malam.
Menurutnya,
Kejaksaan Agung harus bertanggung jawab atas tindakannya mengeluarkan
Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP). Caranya, Jaksa Agung
Hendarman Supandji bisa menetapkan SKPP jilid II atau mengesampingkan
perkara (deponeering).
"Jaksa Agung harus bertanggung jawab penuh
dengan keputusanannya sesuai dengan kewenangan penuh yang dia miliki,"
sambungnya.
Seperti diketahui, Bibit dan Chandra ditetapkan
sebagai tersangka dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang dan percobaan
pemerasan pada 16 September 2009. Menurut informasi yang didapat Type Approval Indonesia bahwa pada 1
Desember, Kejaksaan Agung mengeluarkan SKPP.
Namun, 19 April
2010, Hakim Tunggal Nugroho Setiadji di Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan memutuskan menolak SKPP Bibit-Chandra dan memenangkan Anggodo
Widjojo sebagai penggugat.
Terakhir, 3 Juni lalu, Pengadilan
Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan PN Selatan terhadap Bibit dan
Chandra. Hingga saat ini Kejaksaan Agung mengaku belum menerima salinan
putusan sehingga belum dapat menentukan langkah selanjutnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono meresmikan rumah dinas bagi anggota
Polres Metro Bandara Soekarno Hatta yang terletak di Jalan Inspeksi,
Kelurahan Pabuaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, hari ini,
menurut informasi yang didapat Belajar
HTML.
Rumah dinas yang dibangun di atas lahan seluas 8.970
meter persegi berlantai tiga itu, terdiri dari dua bangunan gedung, 48
pintu dan dapat menampung sekira 96 orang personel.
Masing-masing
rumah dinas memiliki fasilitas dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan
dapur. Rumah dinas tersebut dibangun di atas lahan hibah dari PT
Modernland Tbk dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBN
Tahun Anggaran 2009.
Wahyono menjelaskan, rumah dinas tersebut
dinilai memiliki banyak manfaat bagi Satuan Polres Metro Bandara
Soekarno Hatta, di antaranya dapat meningkatkan kinerja personel. Letak
rumah dinas tak jauh dari bandara, sehingga petugas bisa cepat merespons
untuk melakukan pengamanan.
“Wilayah Bandara memiliki intensitas
dan dinamika yang tinggi, sehingga perlu kesigapan personel untuk cepat
merespons. Setidaknya dengan adanya rumah dinas ini. Sebanyak 77
personel sudah siap siaga. Sebelumnya kan mereka tersebar di tempat
tinggalnya masing-masing dan jauh dari bandara,” ungkap Wahono, Kamis
(27/5/2010).
Selain itu, lanjut Wahyono, rumah dinas ini dapat
mensejahterakan para personel yang sering berpindah tugas yang
sebelumnya tinggal di tempat kos atau keluarga.
“Terutama bagi
bagi anggota yang sudah berkeluarga yang masih menyewa tempat kos atau
menginap di rumah mertua,” candanya.
Meski demikian, Wahyono
mengaku, saat ini Polri belum bisa memenuhi kebutuhan rumah dinas bagi
para anggota karena masalah keterbatasan anggaran dan lahan.
Disebutkanya, untuk seluruh anggota Polri yang diperkirakan sebanyak 400
ribu, yang baru bisa menempati rumah dinas hanya sebanyak 8 ribu atau
sekira 22 persen saja.
Menurut hasil informasi yang diterima Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com bahwa untuk ruang lingkup Mabes
dan Polda, dari 44.547 anggota Polri, cuma sekitar 14.047 anggota yang
baru bisa menempati rumah dinas, atau sekitar 31 persen. Jadi kami
sangat berharap adanya kemitraan yang terjalin dengan seluruh elemen
masyarakat, seperti dengan PT Modernland Tbk sehingga dapat saling
membantu dengan Polri,” terang Wahyono.
Seorang anggota punk tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Ahmad
Yani, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,
menurut informasi yang didapat Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com. Kepala korban hancur hingga
otaknya tercecer di jalan setelah dilindas truk yang ditumpanginya.
Korban
diketahui bernama Iman (25), warga Kampung Karang Anyar, Kelurahan
Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta. Kini jasad korban masih berada di
kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih menunggu
keluarganya.
Peristiwa tersebut, menurut Kasat Lantas Polres
Purwakarta AKP Edy Kusmawan, berawal ketika serombongan anak-anak punk
menyetop truk yang kebetulan sedang melintas. Secara bersamaan dari arah
Bandung menuju Jakarta, berhenti sebuah truk bernomor polisi B 9641 DO
yang dikemudikan Ridwan.
“Ketika mereka naik ke atas bak, korban
terpeleset yang kemudian jatuh ke kolong truk. Kepalanya pun langsung
terlindas ban kiri belakang hingga hancur. Nyawa korban tidak dapat
tertolong dan meninggal di TKP,” ujar Edy, Kamis (27/5/2010).
Untuk
penyelidikan lebih lanjut, lanjutnya, truk bersama pengemudinya dibawa
ke Mapolres Purwakarta untuk dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan
Ridwan, anak-anak punk tersebut memaksa untuk menghentikan
kendaraannya.
Sementara itu, salah seorang teman korban yang
menolak menyebutkan identitasnya justru memberi keterangan berbeda.
Terjatuhnya korban bukan karena terpeleset saat menaiki truk. Akan
tetapi, sopir secara mendadak tancap gas begitu semua teman-temannya
sudah berada di atas truk.
Iman yang kebetulan berada di samping
kiri tidak dapat berpegangan saat truk melaju secara mendadak, menurut
informasi yang didapat Belajar HTML.
Akhirnya jatuh dan terlindas ban belakang,” ujarnya sembari menunggui
jasad korban di kamar jenazah