Koplak Belajar Ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jun
08
2010

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Jamil khawatir bila perkara pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah diteruskan ke pengadilan. Menurut informasi yang didapat Belajar HTML bahwa Nasir berpendapat proses peradilan Bibit-Chandra bisa disusupi mafia hukum.

"Ada kekhawatiran pengadilan tidak steril dari kepentingan balas dendam kepada KPK. Kalau saya jadi mereka juga ragu-ragu maju ke pengadilan, karena pengadilan di negeri ini bias, selalu ada pengaruh kepentingan," kata Nasir saat dihubungi okezone, Senin (7/6/2010) malam.

Menurutnya, Kejaksaan Agung harus bertanggung jawab atas tindakannya mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP). Caranya, Jaksa Agung Hendarman Supandji bisa menetapkan SKPP jilid II atau mengesampingkan perkara (deponeering).

"Jaksa Agung harus bertanggung jawab penuh dengan keputusanannya sesuai dengan kewenangan penuh yang dia miliki," sambungnya.

Seperti diketahui, Bibit dan Chandra ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang dan percobaan pemerasan pada 16 September 2009. Menurut informasi yang didapat Type Approval Indonesia bahwa pada 1 Desember, Kejaksaan Agung mengeluarkan SKPP.

Namun, 19 April 2010, Hakim Tunggal Nugroho Setiadji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan menolak SKPP Bibit-Chandra dan memenangkan Anggodo Widjojo sebagai penggugat.

Terakhir, 3 Juni lalu, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan PN Selatan terhadap Bibit dan Chandra. Hingga saat ini Kejaksaan Agung mengaku belum menerima salinan putusan sehingga belum dapat menentukan langkah selanjutnya.

Views: 138
Posting: 8-Jun-2010 15:11:27 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
01
2010

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono meresmikan rumah dinas bagi anggota Polres Metro Bandara Soekarno Hatta yang terletak di Jalan Inspeksi, Kelurahan Pabuaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, hari ini, menurut informasi yang didapat Belajar HTML.

Rumah dinas yang dibangun di atas lahan seluas 8.970 meter persegi berlantai tiga itu, terdiri dari dua bangunan gedung, 48 pintu dan dapat menampung sekira 96 orang personel.

Masing-masing rumah dinas memiliki fasilitas dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur. Rumah dinas tersebut dibangun di atas lahan hibah dari PT Modernland Tbk dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2009.

Wahyono menjelaskan, rumah dinas tersebut dinilai memiliki banyak manfaat bagi Satuan Polres Metro Bandara Soekarno Hatta, di antaranya dapat meningkatkan kinerja personel. Letak rumah dinas tak jauh dari bandara, sehingga petugas bisa cepat merespons untuk melakukan pengamanan.

“Wilayah Bandara memiliki intensitas dan dinamika yang tinggi, sehingga perlu kesigapan personel untuk cepat merespons. Setidaknya dengan adanya rumah dinas ini. Sebanyak 77 personel sudah siap siaga. Sebelumnya kan mereka tersebar di tempat tinggalnya masing-masing dan jauh dari bandara,” ungkap Wahono, Kamis (27/5/2010).

Selain itu, lanjut Wahyono, rumah dinas ini dapat mensejahterakan para personel yang sering berpindah tugas yang sebelumnya tinggal di tempat kos atau keluarga.

“Terutama bagi bagi anggota yang sudah berkeluarga yang masih menyewa tempat kos atau menginap di rumah mertua,” candanya.

Meski demikian, Wahyono mengaku, saat ini Polri belum bisa memenuhi kebutuhan rumah dinas bagi para anggota karena masalah keterbatasan anggaran dan lahan. Disebutkanya, untuk seluruh anggota Polri yang diperkirakan sebanyak 400 ribu, yang baru bisa menempati rumah dinas hanya sebanyak 8 ribu atau sekira 22 persen saja.

Menurut hasil informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com bahwa untuk ruang lingkup Mabes dan Polda, dari 44.547 anggota Polri, cuma sekitar 14.047 anggota yang baru bisa menempati rumah dinas, atau sekitar 31 persen. Jadi kami sangat berharap adanya kemitraan yang terjalin dengan seluruh elemen masyarakat, seperti dengan PT Modernland Tbk sehingga dapat saling membantu dengan Polri,” terang Wahyono.

Views: 99
Posting: 1-Jun-2010 00:59:26 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
31
2010

Seorang anggota punk tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menurut informasi yang didapat Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Kepala korban hancur hingga otaknya tercecer di jalan setelah dilindas truk yang ditumpanginya.

Korban diketahui bernama Iman (25), warga Kampung Karang Anyar, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta. Kini jasad korban masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih menunggu keluarganya.

Peristiwa tersebut, menurut Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Edy Kusmawan, berawal ketika serombongan anak-anak punk menyetop truk yang kebetulan sedang melintas. Secara bersamaan dari arah Bandung menuju Jakarta, berhenti sebuah truk bernomor polisi B 9641 DO yang dikemudikan Ridwan.

“Ketika mereka naik ke atas bak, korban terpeleset yang kemudian jatuh ke kolong truk. Kepalanya pun langsung terlindas ban kiri belakang hingga hancur. Nyawa korban tidak dapat tertolong dan meninggal di TKP,” ujar Edy, Kamis (27/5/2010).

Untuk penyelidikan lebih lanjut, lanjutnya, truk bersama pengemudinya dibawa ke Mapolres Purwakarta untuk dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan Ridwan, anak-anak punk tersebut memaksa untuk menghentikan kendaraannya.

Sementara itu, salah seorang teman korban yang menolak menyebutkan identitasnya justru memberi keterangan berbeda. Terjatuhnya korban bukan karena terpeleset saat menaiki truk. Akan tetapi, sopir secara mendadak tancap gas begitu semua teman-temannya sudah berada di atas truk.

Iman yang kebetulan berada di samping kiri tidak dapat berpegangan saat truk melaju secara mendadak, menurut informasi yang didapat Belajar HTML. Akhirnya jatuh dan terlindas ban belakang,” ujarnya sembari menunggui jasad korban di kamar jenazah

Views: 110
Posting: 31-May-2010 00:48:01 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas