Kunjungilah Belajar Ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Jun
08
2010

Menurut hasil informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa dugaan Mrs X menjadi korban pembunuhan menguat menyusul hasil autopsi menunjukkan sebelum tewas ia lebih dulu ditenggelamkan di lumpur.

"Kami temukan ada tanda tanda kekerasan tumpul pada kepala, wajah dan leher," papar Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Dudut Rustiyadi, Selasa (8/6/2010).

Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan pada paru-parunya ditemukan lumpur. "Kekerasan tumpul pada kepalanya memang berakibat fatal, namun yang menjadikannya meninggal karena tidak bisa bernafas disebabkan kemasukan lumpur," terang dia.

Ia menjelaskan, sebelum ditemukan tewas tergeletak di sebuah tegalan Sabtu lalu (5 Juni), besar kemungkinan lebih dulu mengalami tindak kekerasan. "Kami ambil sampel pada tulang iga korban," jelasnya.

Hanya saja tidak diketahui pasti dengan alat jenis apa korban mengalami kekerasan. "Kami hanya milihat ada bekas kekerasan tumpul pada kepalanya dan akibat luka memar selebar 7 sentimeter," paparnya.

Hingga kini belum ada pihak yang mampu mengenali wanita malang tersebut. Jasadnya masih disimpan di rumah sakit menunggu pihak keluarganya.

"Kalau kemudian korban terkesan seperti orang hamil perutnya buncit, itu karena desakan gas sehingga terjadi pembusukan tubuhnya menggelembung," katanya sembari menerangkan jika korban tewas tiga hari sebelum ditemukan warga.

Dudut menjelaskan, dari hasil identifikasi diketahui, ciri ciri korban berumur antara 25 hingga 30 tahun, berat 58 Kg, panjang 145 cm, berasal dari ras mongoloid (WNI).

Pihak rumah sakit belum berencana melakukan tes DNA guna mengungkap identitas korban. "Untuk tes darah perlu perlu sampel pembanding dari keluarga, sementara korban tidak bisa diambil sampel darahnya karena sudah membusuk," tutupnya.

Seperti diberitakan, wanita malang itu ditemukan di dekat tegalan milik warga di banjar Sasih, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu lalu (5 Juni). Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa korban masih mengenakan pakaian lengkap dengan celana pendek dan baju lengan pendek motif kotak bergaris hitam.

Views: 111
Posting: 8-Jun-2010 15:12:39 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
01
2010

Menurut informasi yang didapat Belajar HTML bahwa Rohmat Puji alias Bejo, terdakwa kasus tindak pidana terorisme dalam pledoi yang dibacakan kuasa hukumnya, mengakui pernah mengantar seseorang yang dipanggil dengan sebutan "Sech".

"Bahwa benar pada sekitar akhir bulan Juni 2009 terdakwa pernah diajak oleh Ustad Urwah untuk mengantar seorang yang dipanggil dengan nama Sech ke Jakarta," tandas kuasa hukum Urwah Asludin Hatjani, kuasa hukum Bejo, ketika membacakan pledoi Bejo di PN Selatan, Kamis (27/5/2010). Namun, Bejo pada dasarnya tidak mengetahui Sech yang diantarnya tersebut adalah Noordin M Top, gembong teroris yang dicari-cari.

"Terdakwa tidak mengenal dan mengetahui siapa sebenarnya orang yang bernama Sech tersebut dan pada saat itu terdakwa terpaksa memenuhi permintaan Ustad Urwah yang masih punya hubungan keluarga dengan terdakwa," jelasnya.

Dalam pledoinya itu, Bejo mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui peledakan Bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton seperti yang didakwaan jaksa penuntut umum.

Kuasa hukum Bejo meminta agar majelis hakim memeriksa kembali perkara kliennya tersebut sebelum menjatuhkan vonis.

"Majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme, menurut informasi yang diterima Hosting Murah Indonesia Indositehost.com. Menyatakan dakwaan JPU tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dalam perkara ini dilakukan oleh terdakwa. Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan terorisme," tutup Asludin.

Views: 89
Posting: 1-Jun-2010 01:00:30 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
May
31
2010

Isu perlindungan lingkungan merasuk di dunia mode. Hal tersebut dilakukan para pelaku mode Barat, layaknya Eropa dan Amerika, sekaligus di Asia. Salah satu pelaku mode yang memfokuskan diri pada gerakan mode hijau adalah firma asal Jerman, Messe Frankfurt.

Untuk keenam kalinya menurut pengamatan Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, Messe Frankfurt menggelar ”Ethical Fashion Show” yang mempertunjukkan koleksi busana ramah lingkungan di Paris. Pertunjukkan khusus tersebut berhasil menarik perhatian ribuan penikmat mode, buyer, juga kalangan media. Sekaligus menjadi salah satu highlight ajang fashion capital tersebut.

”Pertunjukan ini menjadi komitmen kami untuk membantu lingkungan dan memajukan pembangunan berkelanjutan dari sisi mode,” ujar Direktur Messe Frankfurt Detlef Braun.

Braun mengatakan, green fashion merupakan salah satu cara bagi pelaku mode untuk ikut melakukan gerakan perlindungan lingkungan tanpa harus bersusah payah.” Singkatnya, dengan memilih membeli kaus yang dibuat dari serat organik, berarti Anda telah membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari insektisida,” paparnya.

Messe Frankfurt aktif mengampanyekan gerakan mode hijau melalui trade fair sejak 6 tahun lalu. Setiap tahunnya, Messe Frankfurt menggelar 100 pameran di seluruh dunia yang menghadirkan ratusan pelaku industri tekstil yang telah melakukan gerakan mode hijau.

Lebih lanjut, Braun mengatakan bahwa green fashion sebenarnya merupakan celah industri yang potensial untuk digarap. Tahun lalu, Messe Frankfurt berhasil membukukan transaksi total sebesar USD671 juta untuk pameran yang mereka gelar di Inggris.

Messe Frankfurt memulai ”Paris Ethical Fashion Show” pada 2004 dengan hanya 20 desainer. Dan kini, pertunjukan mode ramah lingkungan tersebut telah didukung lebih dari 90 perancang mode dari seluruh dunia.


”Melalui acara ini, kami ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat dan penikmat fashion bahwa green fashion tidak harus mahal atau serbaorganik,” ujar Isabelle Quehe, pendiri Messe Frankfurt.

Satu hal yang ingin dicapai Quehe adalah membantu meningkatkan kesejahteraan negara-negara miskin. Menurut Belajar HTML bahwa banyak perusahaan mode menggunakan tenaga kerja dari negara miskin untuk menekan biaya produksi, yang justru tidak memberikan banyak keuntungan bagi para pekerja. Harapan gerakan mode hijau ini agar masyarakat semakin sadar dan selektif dalam memilih brand yang ramah lingkungan dan beretika sosial,” tutur Quehe.

Views: 102
Posting: 31-May-2010 00:53:25 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas