Kunsel Belajar Ngeblog

Welcome to My Blog
Please sit down and relax...
Oct
09
2011

TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Pedagang Pasar Turi tak pernah berhenti memperjuangkan haknya agar bisa kembali berjualan. Setelah mengadu ke Pemkot dan DPRD Surabaya, tapi tak ada hasil, kemarin sekitar 300 perwaklan pedagang kembali menyuarakan aspirasinya.

Mereka yang tergabung dalam Tim Pemulihan Pasca Kebakaran (TPPK) Pasar Turi menjadikan Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai lokasi aksinya.Para pedagang menyidir para pajabat Kota Surabaya yang ramai bersuara ketika ada masalah di KBS,sementara giliran para pedagang menyampaikan aspirasi, pejabat cenderung diam.

Para pedagang menilai, para pejabat yang duduk di legislatif dan eksekutif tak bergeming dengan nasib para pedagang yang lapaknya terbakar pada 26 Juli 2007 lalu. Selama ini sebatas suara-suara normatif yang disampaikan,tapi tak kunjung ada bukti. Dalam aksi yang menyita perhatian pengguna jalan kemarin, para pedagang membawa spanduk, di antaranya bertuliskan “Wani mbongkar Pasar Turi,Kok Gak Wani Mbangun; Polisi, Jaksa, KPK Ayo Usut Tuntas Pasar Turi”.

“Binatang saja direspon,tapi pedagang Pasar Turi yang menderita empat tahun tidak direspon,” teriak Sekretaris TPPK Kemas A Chalim. Ketua TPPK Arief Budiman menambahkan, pihaknya tidak habis pikir mendapati sikap Wali Kota Tri Rismaharini. Ketika Balai Pemuda terbakar, orang nomor satu di Pemkot itu terjun langsung memimpin petugas PMK yang berupaya memadamkan api.

Selain panik, mantan Kepala Bappeko itu juga menangis. “Pada sebuah media saya membaca wali kota menangis melihat gedung (Balai Pemuda) terbakar,tapi nasib ratusan ribu pedagang Pasar Turi yang tidak jelas tak pernah direspon,” tandasnya. Lebih dari empat tahun,kata Arief,Pasar Turi terbakar namun Pemkot tetap lamban. Bahkan tak ada inisiatif mempercepat pembangunannya kembali.

“Berulangkali kami minta dialog tapi tak pernah dituruti. Puluhan pasar dikunjungi, tapi Pasar Turi tidak,” sesalnya. Rasa sesal juga disampaikan Arief atas sikap DPRD. Para wakil rakyat yang semula menyetujui penghapusan aset Pasar Turi, kini justru lemah dalam mengawal percepatan pembangunannya. “Dewan dan Pemkot sama saja,” keluh Arief. Dalam aksinya mereka juga melontarkan ancaman menduduki rumah dinas (rumdin) wali kota di Jalan Sedep Malem 1.

Ancaman bakal dibuktikan jika demo pedagang tak kunjung direspon. “Sudah ke-sekian kali kami berdemo, kalau tetap tidak direspon jangan salahkan kalau kami menduduki rumah dinas wali kota,” timpal Kemas lagi. Sementara itu, aksi mereka berujung kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas menuju Jalan Raya Darmo maupun Jalan Diponegoro.Tak jarang di antara pengguna jalan mengurangi laju kecepatan kendaraan untuk sekadar melihat unjukrasa.

Views: 64
Posting: 9-Oct-2011 21:41:01 WIB
Comments: 0 comments
Category: News
Jun
08
2010

Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) mendesak Korea Utara (Korut) bertanggung jawab atas tragedi tenggelamnya kapal Cheonan, menurut informasi yang diterima Belajar HTML.

Washington sadar, tekanan diplomasi mungkin tidak akan berdampak terhadap rezim Pyongyang. Menteri Pertahanan (menhan) dari ketiga negara bertemu di Singapura untuk mendorong langkah tegas terhadap Korut. Di saat bersamaan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bersiap mengambil sikap dalam kasus tenggelamnya kapal milik Korsel tersebut.

Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan kepada mitra sekutunya untuk bersatu menghadapi provokasi Korut selanjutnya. Dia mengatakan, AS dan sekutunya di Asia memiliki opsi paling efektif melawan Korut, termasuk aksi militer. “Selama rezim Korut tidak peduli dengan dunia luar,selama mereka tidak peduli dengan rakyatnya, sejujurnya, sebenarnya Anda dapat menggunakan kekuatan militer.

Dan tak ada satu pihak pun yang ingin melakukan itu,” ujar Gates saat bertemu koleganya di Singapura. AS dan Seoul menganggap perang melawan Korut merupakan jalan terakhir. Sejauh ini, kedua negara hanya mengecam ketika tim penyelidik menyatakan bahwa torpedo Korut ditembakkan ke kapal Korsel hingga menewaskan 46 pelaut.

“Ada kemungkinan provokasi lainnya akan terus dilakukan Pyongyang,”papar Gates. Dalam pidatonya dalam konferensi keamanan di Hotel Shangri- La, Singapura, Gates menuturkan, pemerintahan AS akan mencari opsi tambahan bagi Korut.Opsi itu terpisah dari diplomasi PBB dan rencana latihan militer dengan Korsel. Hanya saja, dia enggan menjelaskan opsi tersebut.

Sementara itu,Presiden Korsel Lee Myung-bak justru mengendurkan kritik terhadap Korut. Pada upacara hari berkabung kemarin, dia justru kembali menegaskan perlunya perdamaian dengan negara yang pernah menguji senjata nuklir itu. “Kami memiliki mimpi yang belum tercapai,” papar Lee di pusat pemakaman nasional di Seoul.

“Mimpi menjadi negara bersatu yang hidup dalam kemerdekaan, perdamaian, dan kesejahteraan, berdampingan dengan Korut yang masih menderita kemiskinan dan tekanan”. Pidato menenangkan itu bertujuan meredam ketegangan di Semenanjung Korea yang kembali memanas pasca tenggelamnya Cheonan. Lee tidak menyebutkan langkah-langkah PBB yang dapat memicu konfrontasi dengan Korut.

Dalam pidato, Lee juga tidak menyalahkan Korut atas tenggelamnya kapal Cheonan. Dia berterima kasih ke publik atas dukungan selama krisis saat ini. Sebelumnya, pada pertemuan dengan para investor di Singapura, Presiden Lee menyatakan tidak akan ada perang melawan Korut. “Sesungguhnya tidak ada kemungkinan perang dalam skala besar di semenanjung Korea,” ujar Lee seperti dikutip dari situs kepresidenan Korsel.

“Namun, kadang-kadang, ada sikap yang mengancam perdamaian yang dilakukan Korut,” paparnya. Menurut dia,pemerintah Korsel berusaha menghentikan berbagai provokasi Pyongyang.Hanya saja, dia tidak menjelaskan detail langkah-langkah menghentikan provokasi itu. Pada Jumat (4/6), Korut telah mengajukan surat protes kepada DK PBB terkait tuduhan internasional terhadap negara komunis atas tenggelamnya kapal Cheonan.

Seoul telah menempatkan antirudal Patriot di wilayah perbatasan. Sunday Morning Post yang terbit di Hong Kong melaporkan langkah Korsel itu bakal direspons negatif oleh China. Sementara itu, Pemimpin Korut Kim Jong-il mengatakan, sanksi- sanksi PBB tak bisa menghalangi langkah negaranya menuju kemakmuran.

Menurut harian Rodong Sinmun, Kim mengungkapkan hal tersebut dalam peninjauan ke Kompleks Kimia Pemuda Namhung baru-baru ini. Kim menegaskan, kini saatnya bagi partai dan bangsa untuk menunjukkan kekuatan dan semangat kepahlawanan rakyat Korut yang sadar, tidak ada yang tidak mungkin untuk membangun negara yang kuat dan makmur secepatnya. Menurut informasi yang diterima Type Approval Indonesia bahwa hal Ini kedua kalinya Kim menginspeksi Kompleks Kimia Pemuda Namhung pada tahun ini.

Views: 118
Posting: 8-Jun-2010 15:58:05 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Jun
01
2010

AKIBAT kronik paling gawat dari penggunaan nikotin adalah ketergantungan. Sekali seseorang menjadi perokok, maka sulit baginya mengakhiri kebiasaan itu, baik secara fisik maupun psikologis. Hal tersebut karena sifat adiktifnya-membuat seseorang menjadi ketagihan-rokok dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) dikelompokkan menjadi nicotine related disorders. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkannya sebagai bentuk ketagihan. Menurut Belajar HTML Proses farmakologis dan perilaku yang menentukan ketagihan tembakau sama dengan proses yang menimbulkan ketagihan pada obat, seperti heroin dan kokain.

“Kita lihat ketergantungan dari merokok itu multidimensi. Lebih berat dari kita pakai kokain. Biasanya merokok dumulai dari remaja,” ujar Dr Tribowo T Ginting SpKJ, dokter spesialis Kedokteran Jiwa dalam acara peluncuran kampanye Break Free dengan tema “Semangat Bebaskan Diri dari Jeratan Adiksi Nikotin” di The Cone, FX Lifestyle X’nter, Jakarta, Rabu (26/5/2010).

Dalam sebatang rokok, terdapat kandungan tidak kurang dari 4.000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri atas komponen gas (85 persen) dan partikel (15 persen). Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Adapun partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol.

Lantas, apa yang menyebabkan para perokok sulit berhenti? Ternyata, nikotin biang keladinya!

“Kadar nikotin rokok kita lebih bagus dibandingkan dengan rokok-rokok di Eropa. Nikotin menghasilkan dopamin. Dopamin akan memengaruhi endorfin yang akan menimbulkan rasa senang, seperti morfin yang secara alami ada di dalam tubuh. Begitu nikotinnya turun, maka pemberian dosis biasa tidak nikmat, maka para perokok itu lebih banyak menghisap lagi,” terang Dr Tribowo.

Apakah perokok bisa melepaskan diri dari jeratan nikotin? “Modal awal dari diri sendiri, motivasi, niat, komitmen. Kalau dalam difisi adiksi dalam kedokteran jiwa. Ada tahapan-tahapan perubahan perilaku, Jika orang pengen berhenti, kita lihat dulu dari pracontemplation, itu belum sadar, belum sukarela. Pada saat dia mulai goyah, masuk ke dalam tahap contemplation,” jelas Dr Tribowo.

Sedangkan bagi artis Irianti Erningpraja yang didaulat PT Pfizer Indonesia menjadi salah satu nara sumber dalam acara peluncuran kampanye Break Free mengatakan, bila perokok ingin berhenti merokok, maka harus berada dalam titik sadar terlebih dahulu.

“Semua hal di dunia ini harus sadar dulu, kekurangan kita apa, kelebihan kita apa. Baru kita cari solusi, makanya supaya ada kesadaran. Dokter Oz yang ada di Oprah membawa paru-paru perokok yang sudah meninggal untuk dilihatkan. Jadi knowing saja tidak cukup. Harus ada kesadaran. Pada saat kita telah terinspirasi, kita bisa punya motivasi,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana cara paling mudah membantu para perokok berhenti merokok?
“Dukungan dari keluarga, sosial, dan bantuan medis. Ada kecanduan, bisa dikalahkan dengan motivasi yang kuat. Motivasi bisa ditingkatkan. Kita kuatkan mereka, dan buat mereka goyah. Apalagi mereka sudah diberikan informasi bahaya merokok.

Mendukung dengan cara hargai usaha mereka menurut Hosting Murah Indonesia Indositehost.com, selain itu sediakan waktu untuk para perokok yang ingin berhenti jadi mereka merasa ditemani, dan yang terutama jangan menghakimi. Kemudian bila dia bisa berhenti secara bertahap, kita bisa kasih reward,” tutup Dr Tribowo.

Views: 104
Posting: 1-Jun-2010 01:48:36 WIB
Comments: 0 comments
Category: Bebas
Blog Category