
Selama ini kita selalu mendengar himbauan untuk berhenti merokok.
Bahkan MUI sempat mengeluarkan fatwa bahwa "merokok adalah haram".
Jelas, bagi mereka yang tidak merokok, ini adalah kabar gembira.
Trus bagaimana dengan mereka yang kecanduan merokok?
Seorang ahli psikologi mengungkapkan bahwa
Kecanduan itu sebenarnya adalah faktor kebiasaan yang sebenarnya dapat diubah.
Nah sekarang, tinggal kita yang bisa atau tidak merubah kebiasaan tersebut.
Untuk memulai hal tersebut, coba kamu kurangi kuantitasnya perlahan-lahan.
Dari 5 batang per hari menjadi 3 batang perhari.
Jika kamu sanggup menjalani masa percobaan tersebut dalam waktu 3 pekan.
Kamu boleh coba menguranginya sekali lagi.
Dari 3 batang per hari menjadi 1 batang per hari.
Lama kelamaan, dengan sendirinya kamu akan terbiasa hidup tanpa rokok.
It's easy, bukan?
Trus, bagaimana dengan anggapan bahwa perokok pasif lebih beresiko dari pada perokok aktif?
Sebenarnya ini adalah doktrin yang salah.
Memang seorang perokok pasif menghirup asap rokok
yang merupakan bagian yang paling banyak mengandung racun,
tetapi apakah para perokok aktif tidak menghirup asap rokok?
Trus, apakah perokok pasif lebih banyak menghirup asap rokok ketimbang perokok aktif? Jelas tidak.
Untuk itu, jangan pernah beranggapan bahwa dengan tidak merokok,
kita membiarkan orang lain membunuh kita.
Dan jangan sekali-kali merokok hanya untuk menambah kesan macho,
atau sekedar ikut-ikutan dan takut dibilang kampungan.
Berusahalah sebisa mungkin untuk tidak merokok.
Karena, menurut sebuah penelitian, 1 batang rokok saja, dapat langsung merusak paru-paru kita.
Bagaimana kalu dua, tiga empat dan seterusnya?
Tetaplah untuk tidak merokok dan
berusahalah menjadi sahabat bumi Orginal
Faizone