Menurut riset yang dilakukan oleh Citigroup Asia Pasific dengan wawancara online kepada 500 responden di seluruh Indonesia bahwa sebagian besar orang Indonesia dengan penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan optimistis dengan masa depan finansialnya. Meskipun begitu, dengan penghasilan tersebut, hanya 67 persen responden yang terbiasa menabung secara rutin. Padahal kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah langkah sederhana yang bisa dijalankan siapa saja, terutama bagi mereka dengan penghasilan di atas rata-rata kebanyakan orang Indonesia.

Membangun kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah cara ini:
1. Tujuan menabung
Tentukan apa yang menjadi tujuan Anda dalam menabung. Dengan begitu Anda memiliki target tertentu yang termotivasi untuk menabung setiap bulannya. Menurut perencana keuangan Ligwina Poerwo-Hananto, kerap kali orang yang kesulitan untuk konsisten menabung setiap bulan karena mereka tak memiliki target yang jelas. Menurutnya, bahkan target pun harus dibuat semenarik mungkin untuk memotivasi Anda. Misalnya, Anda menargetkan ingin punya mobil, liburan keluarga ke luar negeri, apa pun yang Anda sukai. Dengan begitu, Anda selalu bersemangat dan berkomitmen untuk terus menabung.
2. Alokasi dana tabungan di awal bulan
Anda perlu mengubah perilaku, menabung bukan di akhir bulan dengan menggunakan dana yang tersisa. Menabung bukan menyisihkan uang hasil bekerja selama sebulan, namun menabung adalah mengalokasikan dana dari penghasilan di awal bulan. Artinya, Anda perlu mengambil sejumlah uang dengan komposisi 10-30 persen setiap bulannya setiap kali menerima gaji. Perilaku ini merupakan tindakan pencegahan dari kehabisan dana untuk tabungan.
3. Membuat rekening khusus tabungan
Bedakan rekening pemasukan dan rekening tabungan untuk mengontrol keuangan setiap bulan. Jika menurut Anda merepotkan saat harus membagi uang dalam sejumlah rekening berbeda, Anda bisa menggunakan sistem amplop. Artinya, pisahkan uang yang dilokasikan untuk ditabung dalam satu amplop terpisah setiap bulannya. Jika sistem amplop menjadi pilihan Anda, pastikan Anda disiplin menjalankannya. Hindari penggunaan uang di luar rencana karena sangat mungkin terjadi uang di amplop Anda gunakan untuk kebutuhan lain yang tidak sesuai rencana. Disiplin dan komitmen menjadi syarat utama menggunakan sistem amplop ini. Jika memilih bank sebagai tempat menabung, saat membuka rekening tabungan sebaiknya kenali persyaratannya. Pilih bank yang memudahkan dan paling menguntungkan Anda.
4. Semakin besar penghasilan, semakin besar pula porsi tabungan
Berapa pun penghasilan Anda, besar atau kecil, kebiasaan menabung wajib dijalankan. Meski penghasilan di bawah rata-rata, tak ada alasan menunda kebiasaan menabung. Atur saja porsi tabungannya, ambil komposisi terendah yang disarankan perencana keuangan, yakni 10 persen. Jadi ketika Anda memiliki penghasilan tak ada alasan untuk tidak menabung. Seiring bertambahnya penghasilan Anda, tingkatkan alokasi dana untuk menabung hingga 30 persen dari gaji bulanan.
Menabung tidak perlu nunggu gaji besar, tapi mulai dari sekarang dengan gaji berapapun. Jadikan kebiasaan menabung sebagai bagian dari hidup kita.^^
Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah kelainan pada sistem pencernaan di mana seorang mengalami pengerasan feses atau tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya.

Banyak hal yang memicu munculnya sembelit antara lain, kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi, stres atau depresi dan aktivitas yang cukup padat, pengaruh hormon dalam tubuh (misalnya karena menstruasi), kelainan anatomis pada sistem pencernaan, dan gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk).
Makanan memang menjadi salah satu aktor pencetus terbesar dari sembelit. Ada beberapa makanan populer yang harus Anda hindari jika Anda ingin jauh dari sembelit, seperti dikutip Healthmeup berikut ini:
1. Makanan olahan : Apakah itu adalah makanan beku atau burger dan pizza, makanan ini akan membuat pagi hari Anda terasa sulit terutama saat harus buang air besar. Pada beberapa makanan yang diawetkan dan siap saji, nutrisi penting yang terkandung pada makanan tersebut akan hilang. Makanan olahan memiliki sedikit serat, dan apabila makanan ini dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu lama maka akan membuat sistem pencernaan tidak nyaman.
2. Biskuit : Biskuit adalah makanan yang tinggi gula dan lemak. Makanan ini mungkin akan lebih nikmat jika disajikan bersamaan dengan teh atau kopi, tapi kandungan seratnya sangat kurang. Gula dapat memicu timbunan lemak di paha Anda, tetapi juga dapat menjadi penyebab sembelit. Untuk mengatasinya, sebaiknya imbangi dengan asupan serat, bisa dari buah atau sayuran.
3. Daging merah : Jika Anda mengkonsumsi daging kambing atau sapi secara teratur, tanpa disertai sayuran, Anda mungkin berada pada risiko mengalami sembelit. Biasakan untuk menyertakan salad atau sayuran ketika Anda berencana untuk mengonsumsi daging. Ingat, tubuh manusia membutuhkan waktu sekitar 90 jam untuk mencerna sebagian daging (Artinya daging yg kita makan itu ada di dalam usus manusia sampai akhirnya habis di cerna membutuhkan waktu sekitar 90 jam).
4. Kafein : Minum kopi memang dibutuhkan untuk memacu semangat dan memulai aktivitas di pagi hari. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa kandungan kafein pada kopi dapat memicu dehidrasi pada tubuh manusia, sementara dehidrasi sendiri adalah salah satu penyebab utama sembelit. Jika Anda pecandu kafein, lebih baik untuk mengurangi dan menambahnya dengan makanan kaya serat.
5. Makanan berminyak : Keripik dan makanan cepat saji memang sangat menggoda bahkan untuk mereka yang bertekad mengadopsi pola makan sehat. Tetapi makanan tinggi akan minyak dan asin dapat membawa Anda pada risiko lebih tinggi terkena beberapa masalah kesehatan pencernaan, terutama bila Anda memasuki peralihan dari usia 20-an ke 30-an. Makanan yang digoreng dan direndam dalam minyak seperti kentang goreng dapat memperlambat proses pencernaan. Namun tidak perlu khawatir, Anda dapat memerangi kecanduan anda dengan memastikan cukup minum air dan makan sayuran sebelum atau sesudahnya.
6. Produk susu : Kandungan lemak jenuh dan komponen serat yang hampir tidak ada menjadi alasan kenapa produk susu masuk ke dalam makanan yang patut Anda waspadai. Jika Anda mengalami sembelit, sebaiknya hindari untuk mengonsumsi keju dan susu dari sarapan Anda dan menggantinya dengan oatmeal atau yogurt.
Sumber :healthmeup
Hmm... biar tidak susah BAB, jangan lupa banyak makana sayur, buah dan cukup minum air.
Selain CTRL+ALT+DEL, kita juga bisa menggunakan CTRL+SHIFT+ESC untuk mengakses Windows Task Manager di windows 7. Dengan CTRL+SHIFT+ESC kita bisa langsung mengakses jendela Windows Task Manager tanpa perlu melalu pilihan lagi sebagaimana jika kita pakai CTRL+ALT+DEL.