Makan Aja Blog Makan Aja berisikan info dan saran untuk dunia ekonomi, fashion, gaya hidup dan peluang usaha

Blog Category: Nenek moyang
Jan
10
2012

Ang Pao merupakan salah satu kebudayaan yang tidak bisa lepas dari bangsa cina. Banyak perayaan cina yang memerlukan ang pao seperti pesta pernikahan, masuk rumah baru atau tahun baru (imlek).  Singkat kata, ang pao muncul di setiap perayaan yang gembira ataupun syukuran. Ang pao sebenarnya adalah amplop  berwarna merah yang sudah diberi hiasan. Hiasan ini bisa yang berbeda-beda setiap tahunnya, hiasannya bisa berupa tulisan emas, gambar dewa maupun tokoh kartun yang lucu  namun warna merah di ang pao tidak akan pernah berubah karena warna merah melambangkan keberuntungan, gembira, semangat  dan menghalau roh jahat.

Ang pao sekarang dibuat menggunakan mesin digital printing untuk mencetak berbagai hiasan yang sesuai dengan trend dan cocok dengan tahunnya sedangkan padahal dulunya, ang pao dibuat dengan tangan.  Pada mulanya ang pao hanya berupa kertas merah yang digunakan untuk membungkus permen dan kue. Ang pao  ini berisikan doa agar anak yang menerimanya akan memiliki hidup yang bahagia dan manis.

Namun semakin berkembangnya zaman, kertas merah tersebut di ubah menjadi amplop kecil berwarna merah dengan hiasan yang sederhana. Isinya pun berubah dari permen dan kue menjadi uang karena diharapkan uang yang diberikan dapat bermanfaat dalam kehidupan anak dalam tahun ini.

Selain kisah di atas, ada kisah lain. Kisah ini menceritakan tentang sebuah makhluk halus / siluman yang selalu mengusap dahi anak-anak yang sedang tidur sehingga mereka menjadi gila pada malam menyerang imlek. Sepasang suami istri yang baru memperoleh anak sangat takut kalau siluman ini akan mendatangi anak mereka sehingga mereka menemaninnya bermain dengan koin  logam (uang zaman dulu) yang sudah dibungkus kertas merah.

Semakin malam, semakin lelahlah mereka sehingga mereka tertidur. Anak merekapun tertidur pulas sedangkan  koin logamnya tergeletak di samping batal anak mereka. Apa yang ditakutkan terjadi, siluman itu memilih mendatangi rumah mereka. Saat siluman tersebut menjulurkan tangannya untuk mengusap dahi anak mereka, mereka terbangun namun tidak ada waktu untuk mencegahnya. Tiba-tiba koin logam yang telah dibungkus kertas merah bercahaya dan mengusir siluman tersebut.  Cerita ini kontan tersebar ke seluruh pelosok . Dari sinilah, ang pao lahir dan dilestarikan.

Itulah kisah ang pao.  Apa pun asal usulnya, yang pasti anak-anak sangat senang menerimanya. Semoga berguna –hm-

Views: 3191
Posting: 10-Jan-2012 18:22:36 WIB
Comments: 0 comments
Category: Ang Pao, Perayaan Imlek, Tahun Baru Cina, Amplop Merah, Uang Amplop, Kebudayaan, Nenek Moyang, Digital Printing
Dec
31
2011

Bila idul fitri identik dengan ketupat dan natal identik dengan kue natal, imlek identik dengan kue keranjangnya. Apa itu kue keranjang? Kue keranjang adalah kue yang mirip dengan dodol namun komposisinya berbeda sehingga rasanya pun sangat berbeda. Kue keranjang hanya terbuat dari tepung ketan, gula pasir dan sedikit air bersih.

Kue ini dinamakan kue keranjang karena pada jaman dulu kue ini di cetak dengan keranjang. Pada awalnya, Kue ini dibuat  sebagai hidangan persembahan untuk Dewa dapur agar laporan yang dibawa kepada Raja Langit berisikan hal-hal yang baik.

Bentuk kue keranjang yang bulat memiliki makna tersendiri. Bulat berisikan harapan bahwa keluarga yang merayakan imlek dapart terus bersatu, rukun dan mempunyai tekad yang sama untuk menghadapi hari, minggu, dan bulan berikutnya hingga tahun imlek datang lagi.  Sedangkan kertas merah yang ditempelkan diatas kue keranjang berisikan doa untuk kebahagian dan rejeki keluarga tersebut.Dengan semua makna tersebut, tentu saja kue ini menjadi simbol yang sangat penting dalam perayaan imlek untuk menyongsong tahun dan hidup yang baru.

Permintaan kue keranjang tidak pernah berhenti ketika menjelang perayaan tahun baru cina atau imlek sehingga ini menjadi peluang usaha yang sangat dinikmati apalagi bahan yang diperlukan tidaklah banyak. Hal ini pun mempermudahkan orang-orang yang merayakan imlek untuk menemukan kue keranjang, bahkan kue ini bisa dipesan langsung ke catering murah yang memang menawarkan jasa pembuatannya.

Dalam proses pembuatan, ada beberapa hal yang harus ditaati seperti:

-       Yang boleh membuatnya hanyalah wanita.

-       Pada saat pembuatannya, wanita tidak boleh dalam keadaan datang haid atau sedang hamil.

-       Adonan yang sudah jadi tidak boleh dilangkahi.

Banyak orang percaya bila salah satu hal diatas dilanggar, kue keranjang tersebut tidak akan pernah jadi. Percaya atau tidak, ini adalah kepercayaan turun-temurun yang sudah diwariskan oleh nenek moyang. –hm-

Views: 3239
Posting: 31-Dec-2011 15:33:30 WIB
Comments: 0 comments
Category: Kue Keranjang, Adat Istiadat, Budaya Cina, Perayaan Imlek, Kepercayaan Tradisional, Nenek Moyang
Blog Category