Iseng browsing RSS, ternyata ada update berita dari Kongres Amerika yang terlewat (Library of Congress - Thomas). Yang menarik adalah Resolusi nomor 224 (H.RES.224), dengan judul "Supporting the designation of Pi Day, and for other purposes".
Menarik, karena salah satu hasil putusannya adalah: "The House of Representatives supports the designation of a 'Pi Day' and its celebration around the world".
Perhatikan kalimat "celebration around the world", satu lagi bukti bahwa Amerika mencoba mendikte dunia internasional untuk sesuatu yang menurut mereka baik.
Well, setelah aku membaca keseluruhan isi resolusi tersebut, menurutku tujuan mereka memang baik, tapi sebagai orang Indonesia, aku TIDAK SETUJU dengan pemilihan tanggalnya.
Kenapa?
Why?... Kenapa begitu?
Karena terhitung sejak waktu yang dijadikan acuan oleh masyarakat komputasi dunia, yang terhitung sejak 1 Januari 1970 00:00:00, yang sering disebut sebagai EPOCH time, maka jumlah detik yang dipakai oleh hampir semua program komputer untuk menentukan hitungan waktu akan mencapai angka cantik 1234567890 (yakni, mengambil semua digit yang ada) pada hari Jum'at, tanggal 13 Februari 2009, pukul 23:31:30, waktu acuan universal (UTC).
Tidak percaya?
Mari kita buktikan.
Kami, putra dan putri Indonesia,
mengaku,
menggunakan OS yang satu,
Linux Indonesia!
xixixi...
Lebih baik diisi...
Programmer #1: "Eh, passwordnya apa?"
Programmer #2: "Kosong!"
Programmer #1: (tekan Enter) "Ga bisa!"
Programmer #2: (mulai kesal) "Ahh elu, sini... (ketik password) Tuh bisa!"
Programmer #1: (bingung) "Lah, katanya kosong?"
Programmer #2: "Emang Kosong!"
Didengar oleh Programmer #3,...
yang langsung mengganti passwordnya menjadi Ga pake password.
sent to nguping.jakarta@gmail.com
blog kumpulan dialog absurd di tengah kota Jakarta
http://ngupingjakarta.blogspot.com