Well, the entry title have said it all, right?
Yes. We can add various HTML/JS code here.
Happy Blogging!
Salam keterbukaan! Hidup open source!!!
Tepat setahun sudah terlewat sejak entry pada blog ini dengan tag-line yang sama, yakni: Ubuntu 8.10 released! (Susahnya berburu ISO), dengan cerita yang tak jauh berbeda: masih berurusan dengan RTO!
So sad.
Well, memang sudah nasib koneksi internet di Indonesia, hahaha :P
Mudah-mudahan pengangkatan menkominfo yang baru akan membawa berkah bandwidth yang besar dan murah, amin! *ngarep.com*
Anyway, Ubuntu Linux versi terbaru, yakni Ubuntu 9.10 Karmic Koala, telah tersedia dan bisa diambil gratis di:
Ayo, sedot! Sedot!!!
Moore's Law continues, but its inverse defines the market shape and dictates system developers.
That's what we saw happened in the industry as a trend that emerges initially in 2008, stronger in this 2009, and may continue still in 2010 and beyond, all because of a product called Netbook. The global market acceptance of these 'low profile' products known as Netbook and families has made this possible.
Thanks to Netbooks, system integrators and developers are now no longer focused on high-end systems, and thus, in effect, are producing a comparable more compact yet with higher performance system softwares for the low, which of course would run incredibly well on the high.
24 Maret sepertinya hari yang tepat untuk menulis tentang GNU Manifesto, karena 24 tahun yang lalu pada bulan Maret, sebuah manifesto sebagai tonggak perkembangan perangkat lunak bebas (free software) dikumandangkan kepada dunia dalam terbitan Dr. Dobb's Journal of Software Tools, Volume 10, Number 3, March, 1985, p.30.
Manifesto ini menandai awal mula pergerakan Proyek GNU, di mana tujuan utamanya adalah membuat suatu sistem perangkat lunak yang bebas dipergunakan, dimodifikasi dan dikembangkan penggunanya.
Perangkat lunak dengan karakteristik ini biasanya kita sebut sebagai Free/Open Source Software (FOSS), alias: perangkat lunak bebas dengan kode sumber terbuka.
Tak dapat dipungkiri, perangkat lunak jenis inilah (FOSS) yang tepat untuk dipakai di seluruh Indonesia (jika bukan seantero dunia), mengingat GDP (PDB) per kapita Indonesia (sangat) rendah!
Adalah mustahil bagi keseluruhan masyarakat Indonesia untuk memiliki komputer dan menggunakan perangkat lunak proprietary legal yang harganya mahal (red: jangankan komputer, sandang pangan aja tak terbeli! :p ).
Bahkan tidak jarang harga perangkat lunak proprietary ini ternyata bisa JAUH LEBIH MAHAL dari pada harga perangkat keras komputer itu sendiri!
Mengingat hal tersebut...
Iseng browsing RSS, ternyata ada update berita dari Kongres Amerika yang terlewat (Library of Congress - Thomas). Yang menarik adalah Resolusi nomor 224 (H.RES.224), dengan judul "Supporting the designation of Pi Day, and for other purposes".
Menarik, karena salah satu hasil putusannya adalah: "The House of Representatives supports the designation of a 'Pi Day' and its celebration around the world".
Perhatikan kalimat "celebration around the world", satu lagi bukti bahwa Amerika mencoba mendikte dunia internasional untuk sesuatu yang menurut mereka baik.
Well, setelah aku membaca keseluruhan isi resolusi tersebut, menurutku tujuan mereka memang baik, tapi sebagai orang Indonesia, aku TIDAK SETUJU dengan pemilihan tanggalnya.
Kenapa?