TOP 1 Oli sintetik mobil-motor Indonesia ~> Tragedi peluru nyasar di Sumenep menemui titik terang. Dalam tragedi yang menewaskan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumenep RB Moh Ridwan tersebut, Propam Polda Jatim menetapkan satu orang tersangka.
Tersangka dengan inisial IR tersebut diduga kuat sebagai pelaku penembakan. “Satu anggota berpangkat brigadir sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Iniasialnya IR.Kemarin dia mengakui semuanya. Dia sekarang sudah ditahan di Dit Reskrimum Polda Jatim,”tegas Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Rachmat Mulyana,kemarin. Menurut Mulyana, yang bersangkutan ditahan karena dianggap lalai.
Kendati demikian, Mulyana menyatakan jika yang bersangkutan tidak sepenuhnya bersalah. Karena, insiden tersebut terjadi bukan karena kesengajaan. “Saat itu dia sedang memburu pelaku curanmor (pencuri kendaraan bermotor).Nah begitu sampai di dekat alunalun, dia ditabrak oleh pelaku hingga terjatuh.Saat itulah dia melepaskan tembakan. Jadi semua itu dilakukan karena dia dalam kondisi terdesak,”tegasnya.
Karenanya, Propam tidak memberi sanksi berat kepada yang bersangkutan, misalnya pemecatan. Sebaliknya, penahanan adalah bentuk sanksi yang cukup adil.Apalagi pasal yang dikenakan juga pasal kelalaian. “Ancamannya paling di atas 5 tahun. Jadi ini sudah cukup. Toh saat itu dia juga sedang bertugas melakukan pengamanan,” imbuh mantan Wakapolwil Malang ini. Rachmat juga memastikan, jika tidak ada karusakan apapun pada senjata polisi.
Sebab seluruh kelengkapan tugas yang diberikan dalam kondisi baik.“Tidak ada yang rusak,begitu juga yang membawa, semua adalah anggota terlatih yang punya keahlian menembak. Sekali lagi, kalau sampai ada peristiwa di Sumenep kemarin, itu karena memang di luar kesengajaan,”jelasnya Seperti diberitakan,Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumenep, RB Moh Ridwan, 37, ditemukan tewas terkena peluru nyasar sekitar pukul 21.45 WIB. Warga menduga peluru yang bersarang di kepala Moh Ridwan berasal dari polisi yang terlibat dalam penyergapan itu.
Menurut informasi yang diterima Type
Approval Indonesia bahwa Jefri Adriansyah bocah 9 tahun yang
menghilang sejak 30 Mei 2010 lalu sudah ditemukan keluarganya. Namun
nahas bocah tersebut ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Hal
tersebut dibenarkan oleh paman korban, Yakin, yang mengatakan bahwa
keponakannya tersebut ditemukan tewas di sebuah kebun tak jauh dari
kediamannya di Gang Kubur (TPU Joglo), Jalan Joglo Raya, RT 08/03,
Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.
"Ditemukan sudah tewas, semalam
sekitar jam 23.00 WIB di kebun Perumahan Alfa Indah, sekitar 600 meter
dari rumah," tandas Yakin ketika dikonfirmasi okezone, Selasa
(8/6/2010). Yakin menambahkan, keluarga diberitahu langsung oleh RT
setempat bahwa jasad keponakannya itu ditemukan. "Yang memberitahu Pak
RT langsung," katanya.
Menurut informasi yang diterima Belajar HTML bahwa ketika ditanya
mengenai kondisi Jasad Jefri, Yakin enggan berkomentar namun dirinya
memastikan menurut orangtua korban terdapat luka disekujur Jefri. "Kata
orangtua terdapat luka-luka di tubuh almarhum, tapi saya belum lihat,"
lanjutnya.
Jasad keponakannya yang malang itu, kata dia, saat ini
masih berada di RSCM dan masih menunggu pihak keluarga untuk pemakaman.
"Kami masih menunggu keluarga lainnya,” pungkas Yakin.
Hingga kuartal pertama 2010 menurut hasil penyelidikan Belajar HTML bahwa angka kecelakaan
lalu lintas di Jakarta timur terbilang cukup tinggi. Tercatat ada 294
kasus kecelakaan lalu lintas, 37 orang luka berat, 291 luka ringan dan
31 korban meninggal dunia. Sedangkan kerugian materi mencapai Rp711 juta
Kepala
Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur Kompol Sudarsono menjelaskan
kecelakaan banyak disebabkan kendaraan roda dua dan kasus tabrak lari.
”Selain korban luka dan meninggal dunia, kecelakaan juga menyebabkan
kerugian materi,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (27/5/2010).
Saat
ini menurutunya, terdapat dua jalur di Jakarta Timur yang masuk dalam
wilayah rawan atau black spot area. ”Yakni Jalan DI Panjaitan dari
kawasan Prumpung hingga Halim Lama, serta Jalan Cipinang Jaya di samping
LP Cipinang,” terangnya.
Kecelakaan terjadi akibat kurangnya
disiplin pengendara di jalanan dan penyebrang jalan yang tidak
berhati-hati. Termasuk juga masih perlu diperbaikinya infrastruktur
serta sarana dan prasarana lalu lintas.
Kepala Polres Jakarta
Timur Kombes Pol Hasannudin menjelaskan, butuh penanganan
berkesinambungan untuk mengatasi tingginya kecelakaan. ”Dari hasil
evaluasi kami sebesar 75 persen kecelakaan dikarenakan faktor manusia
yakni perilaku pengendara dan diikuti pelanggaran rambu,” jelasnya.
Termasuk
juga faktor belum sempurnanya infrastruktur, faktor kendaraan, maupun
alam. Namun dia mencatat tingginya kecelakaan karena minimnya disiplin
pengendara. Untuk itu perlunya koordinasi Pemda setempat dan instansi
terkait dalam mengimplementasi kaidah road safety, bahkan sampai ke
tingkat anak-anak melalui pendidikan.
Setelah diberlakukannya UU
RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, kini
menurutunya perlu dilaksanakan kegiatan sosialisasi. Tujuannya untuk
meningkatkan keselamatan pada tingkat pejabat pemerintah, dunia
pendidikan hingga ke level masyarakat.
”Dengan sosialisasi
diharapkan dapat mengerti dan memahami tertib lalin sehingga jadi
teladan bagi pengendara lainnya,” pungkas Kombes Pol Hasannudin saat
menghadiri sosialisasi UU tersebut di tingkat instansi pemerintahan di
Balai Kota Jakarta Timur.
Wali Kota Jakarta Timur Murdhani
menambahkan pentingnya pemahaman UU baru pengganti UU Nomor 14 Tahun
1992 tersebut. ”Setiap orang yang sudah mengetahui selanjutnya paham dan
mau mematuhi UU yang telah dibahas intensif oleh wakil rakyat
tersebut,” ucapnya kepada wartawan.
UU yang diresmikan 22 Juni
2009 lalu itu dibuat untuk menata integritas masyarakat dalam berlalu
lintas. ”Diharapkan dapat memberi makna baru bagi masyarakat dalam
berlalu lintas,” tandasnya. Sosialisasi sangat penting dilakukan karena
UU tersebut masih baru dan tidak seluruhnya dipahami masyarakat maupun
di instansi pemerintah.
Pihaknya juga akan mendorong perbaikan
infratruktur dan dilengkapi di wilayahnya, menurut pengamatan Hosting
Murah Indonesia Indositehost.com. ”Namun perlu dilakukan dengan
anggaran yang tersedia dan dilakukan bertahap,” terangnya. Mulai dari
memperbaiki jalan, melengkapi infrastruturnya seperti penerangan dan
rambu. Termasuk saluran air dan kali yang kerap meluap saat hujan.