

Pemerintah, melalui kemkominfo, sedang merancang aturan standard mengenai format dokumen terbuka (ODF). Nantinya dengan aturan tersebut diharapkan dokumen-dokumen pemerintah bisa dibuka dengan menggunakan software apapun. Menurut informasi yang di terima Sapu Jagat bahwa sekarang ini seringkali banyak dokumen yang hanya bisa dibuka dengan satu software saja, nantinya dengan ODF semua dokumen bisa dibuka dengan software apapun," kata Dirjen Aplikasi dan Telematika Aswhin Sasongko di sela acara Indonesia Open source Award (IOSA) 2010, Rabu (27/7/2010), di Jakarta.
Saat ini aturan SNI ODF tersebut masih dibahas, jadi belum tahu kapan diimplementasikan," kata Aswin. Seperti diketahui, misalkan seseorang mengirimkan dokumen dalam bentuk teks berformat docx maka dokumen tersebut hanya bisa dibuka dengan aplikasi tertentu dan versi tertentu. Namun dengan ODF, semua bisa terbuka. Tak hanya teks, tapi juga spreadsheet dan juga presentation," kata Aswhin.
Format standar ini telah banyak digunakan di negara-negara maju seperti Jerman dan negara Eropa lainnya. Menurut informasi yang diterima Sapu Jagat bahwa nantinya dokumen-dokumen resmi ini bisa diakses oleh masyarakat dan dibuka dengan software apapun," tandasnya. Kami memperkirakan, setelah SNI selesai dibahas akan segera disosialisasikan. Mungkin tahun depan," katanya. Dokumen-dokumen ini harus bisa diakses selama lima tahun, jadi harus ada standar format. Dokumen-dokumen sebelumnya juga akan diubah menjadi format terbuka," katanya.
Menurut informasi yang diterima Sapu Jagat bahwa ada hal yang membuat raja dangdut Rhoma Irama selama beberapa tahun belakangan vakum menelurkan karya-karyanya di industri musik Indonesia. Rhoma mengaku dibuat frustrasi dengan pembajakan lagu. Kalau saya tidak berkreasi selama beberapa tahun karena saya frustrasi, karena banyak pembajakan," ujar Rhoma dalam jumpa pers peluncuran album Azza Rhoma Irama di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (26/7/2010).
Rasa frustrasi yang dirasakan pedendang "Darah Muda" itu lantaran banyak kerugian yang harus dideritanya. Kami rekaman saja banyak mengeluarkan biaya. Baru promo di TV, besoknya dibajak. Dan break event point kami enggak tercapai," beber Rhoma. Namun, lanjut Rhoma, rasa frustrasi itu hanya bagian dari cerita masa lalu saja. "Sampai akhirnya saya ketemu Falcon, yang punya dedikasi positif dan bisa meyakinkan saya," ungkap Rhoma. "Mereka yakin kalau dengan memberikan karya terbaik pembajakan bisa dilawan," tutup Rhoma.
Menyambut bulan Ramadhan, band Gruvi sudah ancang-ancang dengan merilis single ketiga berjudul ”Tuhan Tolonglah”. Single itu diambil dari album kedua, Bilang Cinta, yang kebetulan temanya tepat dengan bulan Puasa. Jadi menurut Sapu Jagat, rilis single ketiga ini seperti merilis single religi. ”Tuhan Tolonglah” ini memang berisi rasa syukur Gruvi terhadap pencapaian album kami yang pertama. Sambutannya di luar ekspektasi kami,” kata Ari, gitaris Gruvi.
Single religi Gruvi dibuat berbeda dibandingkan dengan single religi lainnya karena lagu itu tidak hanya untuk segmen penikmat musik Muslim. ”Sebenarnya temanya umum. Intinya mengajak semua orang untuk ingat Tuhan dan bersyukur,” kata Ari.
Album kedua dirancang agar lebih mudah dicerna penikmat musik. ”Kita pengin musik itu menghibur, gampang diterima, dan enggak bikin penikmatnya mikir. Karena itu, di album kedua ini kami memilih syair sederhana, bahasa sehari-hari, jadi bikin lagunya enggak jaim,” katanya. Selain Ari menurut Sapu Jagat ada personel Gruvi lainnya adalah Bibus (vokal), Tendra (bas), dan Derry (drum). Yudhis sudah tak bergabung lagi. Mereka akan bermain di panggung Kompas.com Music Corner dalam acara ”Gowes Bareng Hijaukan Jakarta”, yang digelar Kompas, Minggu (25/7) pagi. Selain Gruvi, ikut memeriahkan acara itu antara lain Efek Rumah Kaca.